RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Kesehatan Mental.
Pendahuluan
Elemen Program
Sebelum kita menentukan komponen yang akan dimasukkan ke dalam program kesehatan mental yang komprehensif untuk diberikan kepada masyarakat, kita perlu mengetahui dan memahami hal-hal berikut.
1. Keinginan-keinginan masyarakatnya;
2. Karakteristik-karakteristik masyarakatnya saat ini;
3. Arah yang akan dicapai atau dikehendaki dalam beberapa tahun berikutnya;
4. Problem-problem yang telah tampak di masyarakat dan problem problem yang dimungkinkan muncul di masyarakat dilihat dari sudut kesejahteraan psikologis dan sosial secara keseluruhan, pada saat ini dan di masa yang akan datang.
5. Formulasi perencaanaan untuk program yang dibuat untuk me respon kebutuhan seluruh penduduk di dalam masyarakatnya. Fellix (1961) mengemukakan enam hal yang pokok sebagai pela yanan kesehatan mental yang dimasukkan sebagai program. Keenam program itu adalah: (1) pelayanan yang menaruh perhatian pada diagnosis awal dan pengobatan yang secara tepat terhadap gangguan mental dan emosional; (2) usaha tindak lanjut dan rehabilitasi untuk seseorang yang tidak lagi menjadi pasien psikiatrik rawat inap; (3) persediaan konsultan untuk pelayanan ke sekolah; (4) pendidikan publik; selain itu diperlukan (5) riset aksi sosial, untuk menemukan jawaban terhadap problem-problem yang mendasar berkaitan dengan gangguan-gangguan mental dan emosional, dan untuk mengevaluasi efektivitas program-program kesehatan mental yang baru atau unik; dan (6) berusaha untuk mencegah timbulnya gangguan mental. Pencegahan berupa mengurangi faktor-faktor yang cenderung menghasilkan gangguan mental dan emosional dan menciptakan iklim yang dapat memberikan kesempatan secara optimal kepada warga masyarakat untuk terus-menerus kreatif dan partisipasi bertang gung jawab dalam kehidupan masyarakat dan untuk pengembangan potensi khusus yang dimilikinya.
Pendekatan Penyusunan Program
Dalam penyusunan program kesehatan mental terdapat tiga pen dekatan yang dapat digunakan, yaitu pendekatan risiko, multisektoral, dan sistem.
Pendekatan Risiko
Program kesehatan mental dapat berupa suatu strategi yang disebut pendekatan risiko (risk approach). Strategi ini fleksibel dengan menggunakan sarana-sarana yang tersedia untuk memberikan pela yanan kesehatan sesuai dengan tingkat risiko serta prioritas dalam masyarakat. Pendekatan ini merupakan strategi intervensi aktif ber dasarkan pada data yang sahih mengenai biaya, dan efektivitas dari tenaga yang ada di beraneka tempat.
Pengukuran individu atau masyarakat dalam risiko diperlukan agar dapat digunakan dalam membuat formulasi objektif dan untuk alokasi dana dan penyebarannya.
Langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam penyusunan program, yaitu:
1. Menyeleksi indikator-indikator untuk mengidentifikasi individu dan masyarakat yang ada dalam risiko yang khusus antara lain usia lanjut, pengangguran, dan isolasi sosial.
2. Mengembangkan sistem pembuatan skor dengan pembobotan untuk indikator-indikator yang sangat penting.
3. Meneliti sumber-sumber yang dapat digunakan untuk usaha pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.
4. Mengembangkan daya muat serta strategi pelayanan sesuai dengan tingkat risiko. Dalam hal ini, mengadakan tekanan khusus pada intervensi dini dan yang tepat bagi individu-individu yang ada dalam risiko tinggi dengan menggunakan sumber-sumber dengan sangat efektif.
5. Mengembangkan sistem pemantauan, dan sistem evaluasi.
Pendekatan multisektoral
Pendekatan multisektoral dilakukan dengan koordinasi pada semua tingkat pelayanan. Koordinasi ini merupakan keharusan yang sangat mendasar guna keberhasilan program kesehatan mental. Tujuan pendekatan ini untuk mencapai kerjasama dan koordinasi antara petugas kesehatan, guru, pemuka-pemuka agama, masyarakat, dan orang tua. Pemilihan cara-cara yang tepat, sederhana, efektif, dan tidak mahal dengan memberi tekanan pada pencegahan, pengo batan, dan rehabilitasi.
Pendekatan sistem
Pendekatan sistem dilakukan dengan cara mempelajari dan meng konseptualisasi masalah-masalah yang berkaitan satu sama lain mau pun yang berdiri sendiri. Lima hal utama yang harus diperhatikan dalam pendekatan sistem ini, yaitu mempelajari:
1. Tujuan dari sistem dan ukuran (indikator) pencapaian system keseluruhan.
2. Ruang lingkup sistem dan kendalanya;
3. Sumber penunjang sistem;
4. Komponen-komponen sistem atau sub sistem;
5. Manejemen sistem yang diperlukan.
Sebuah rumah sakit mental misalnya, mempunyai banyak tujuan dan ini dapat dicanangkan dalam tujuan sistem keseluruhan sebagai berikut.
1. Membebaskan penderita dari gejala-gejala mental dan mengembalikan penderita ke masyarakat.
2. Merehabilitasi penderita dengan meningkatkan kemampuan,penyesuaian penderita dalam masyarakat dan produktif.
3. Menyelenggarakan suatu fasilitas yang menyediakan pekerjaan bagi individu,
4. Melaksanakan pendidikan dan latihan yang profesional untuk kesehatan mental.
5. Menjalankan penelitian dan evaluasi pengobatan penderita mental serta penilaian keberhasilan petugas dan program latihan.
Untuk mencapai tujuan sistem itu perlu dilakukan penelitian terhadap berbagai variabel yang berhubungan, dalam hal ini perlu diteliti mengenai hubungan rumah sakit dengan keadaan sistem sosial-ekonomi keseluruhannya; sikap masyarakat terhadap sakit men tal serta kesedihannya menerima penderita yang dipulangkan kembali ke masyarakat; tersedianya pekerjaan bagi penderita/mantan penderita, serta ekonomi yang dapat menunjang kehidupan mereka. Sumber-sumber penunjang yang perlu dipelajari antara lain keuangan, ketenagaan, dan program yang berkaitan dengan “input”, pengobatan, dan “output”.
Selain itu yang masih perlu diperhatikan yaitu macam-macam komponen sistem yang perlu dipilih untuk diteliti. Komponen tersebut antara lain evaluasi pemasukan penderita, skrining, proses penegakan diagnostik; atau ciri-ciri demografis populasi yang masuk rumah sakit, jenis penyakit yang diderita, dan tingkat sangatnya penyakit.
Karena input dalam sistem bervariasi dan ini berpengaruh besar terhadap out put, maka ada variasi pula pada proses pengobatan, atau pada program rehabilitasi. Output dari sistem adalah kembalinya penderita ke dalam masyarakat, petugas yang terlatih, profesi yang terdidik, dan lain sebagainya. Yang terpenting dari ini semua adalah bahwa semua pendekatan ini harus ada dalam strategi perencanaan.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Kesehatan Mental apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
Sumber: Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan Moeljono Notosoedirdjo, Latipun (2001)
