Rezim Kebenaran dan Langkah Persiapan Menulis (2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Rezim Kebenaran dan Langkah Persiapan Menulis (2).

Kekhasan Buku Ajar

            SUDAH saya singgung, dewasa ini buku ajar harus dipahami sebagai naskah yang ditulis oleh seorang dosen berkenaan dengan penunjang materi pokok (bacaan wajib) mata kuliah yang diajarkannya.

Agar tidak hidup di bawah bayang-bayang rezim kebenaran, atau agar tidak ditelikung oleh paradigma yang sudah usang, kita memang harus membuka diri terhadap paradigma alternatif yang baru dan jauh lebih kritis. Dosen yang tertutup pada suatu paradigma alternatif diibaratkan seseorang yang gemar mewariskan “dosa turunan” kepada para mahasiswanya. Terlebih, jika si dosen itu selalu ngotot mempertahankan bahwa ilmu dan teorinyalah yang paling benar, sehingga mahasiswa bimbingan skripsinya, misalnya, ibarat memakai kacamata kuda. Mengingat ilmu pengetahuan bersifat dinamis, terbuka, etis, dan amat tergantung objek formal dan objek materialnya, materi naskah buku ajar dewasa ini dapat berisikan (1) hasil penelitian laboratorium, lapangan. atau kepustakaan yang dilakukan oleh dosen bersangkutan sehubungan dengan mata kuliah yang diajarkannya, (2) gagasan konseptual berkaitan dengan kritik atau “perbaikan” atas suatu teori, konsep, dan paradigma ilmu yang diajarkan dosen bersangkutan, atau (3) kajian dan aplikasi suatu teori yang bertalian dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan dosen yang bersangkutan. Dengan demikian, naskah buku ajar memiliki kekhasannya sendiri, sehingga menjadi benar bahwa buku ajar berbeda dari diktat (lecture note atau overview teori), modul (buku petunjuk atau manual book), monografi, atau buku referensi. Dari ketiga hal ini, boleh digarisbawahi, buku ajar harus berpijak pada temuan-temuan empirik penulisnya sehubungan dengan konteks keindonesiaan.

Tujuan menulis naskah buku ajar, selain untuk memotivasi para dosen agar aktif menulis, meneliti, dan mengikuti perkembangan ilmunya, juga untuk memperlihatkan kemampuan kritis mereka dalam membumikan ilmu mereka ke dalam konteks Indonesia. Sebagaimana sudah dinyatakan, teori ilmu pengetahuan yang kita pelajari pada umumnya berasal dari Barat dan oleh karena itu demi kepentingan mahasiswa teori tersebut harus dibumikan ke dalam konteks Indonesia. Implikasi dari hal ini, menulis buku ajar berkorelasi dengan kewibawaan suatu perguruan tinggi yang hendak tampil mondial. Pasalnya, mondialisasi sehubungan dengan perguruan tinggi yang berwibawa bertalian dengan peran para intelektualnya dalam mengembangkan ilmunya (yang khas Indonesia) melalui penulisan buku ajar.

Berpijak dari hal di atas, diperlukan langkah-langkah persiapan menulis buku ajar sebagai berikut.

1. Menyiapkan Laporan Penelitian

LAPORAN penelitian adalah hasil temuan penelitian kita yang kita sajikan dalam format dan jenis tertentu, sesuai dengan pedoman selingkungnya.

Di dalam tradisi ilmiah, tentu kita mengenal kebiasaan memecahkan masalah ilmiah melalui prosedur penelitian. Itu sebabnya, kita mengenal bentuk-bentuk laporan penelitian laboratorium, penelitian lapangan, dan penelitian untuk skripsi atau tesis. Ada pula laporan penelitian yang dilatarbelakangi oleh pesanan dari pihak-pihak tertentu dan demi kepentingan tertentu pula. Apa pun bentuk laporan penelitian itu, pada dasarnya ia adalah cerminan dari proses kerja intelektual atau realisasi dari sikap kritis manusia dalam kehendaknya untuk mengetahui segala sesuatu, sebagaimana diwariskan oleh filsafat.

Dalam perspektif filsafat ilmu pengetahuan, melakukan penelitian merupakan kongkretisasi tuntutan salah satu unsur dari Tridharma perguruan tinggi, mengingat perkembangan yang begitu dahsyat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri. Dengan demikian, melakukan penelitian juga cerminan dari keutuhan Tridharma perguruan tinggi itu sendiri, mengingat orientasi ilmiah perguruan tinggi kita sering kali tercemar oleh virus komersialisasi, hedonisme, dan bahkan konsumerisme. Kita tahu benar, virus tersebut menyebabkan fungsi Tridharma perguruan tinggi sebagai inovator atau pembaharu sosial menjadi lumpuh dan tetap tinggal sebagai pidato rektor di dalam acara wisuda sarjana.

Sehubungan dengan penulisan buku ajar, simak dan periksalah kembali laporan penelitian Anda secara cermat. Perhatikanlah, pada umumnya laporan penelitian ditulis dalam ungkapan bahasa yang formal, kaku, dan terkadang bertele tele, sehingga tidak menarik untuk dibaca. Hindarilah hal ini di dalam buku ajar, mengingat buku ajar ditujukan kepada mahasiswa kita. Gunakanlah bahasa ilmiah populer, namun tetap dengan berpegang teguh pada asas ilmiah: tidak bertele tele, tidak menggunakan metafora yang menjadikannya bias atau ambigu, dan tidak menyebabkan mahasiswa pembaca kita mengerutkan dahinya karena istilah-istilah yang kita gunakan tidak dijelaskan secara gamblang.

Perhatikanlah contoh ungkapan bahasa yang tidak gamblang berikut ini. Apa yang dimaksudkan dengan “idealisme”, dan apa hubungannya dengan ketabahan hidup, budi pekerti yang tinggi, dan suasana kehidupan desa, oleh penulisnya itu tidak dijelaskan secara logis dan transparan.

Tema keteguhan pribadi dapat dilihat pada pinsip hidup seorang tokoh yang menginginkan idealisme. Tokoh Minah tampak sebagai tokoh yang berkepribadian, konsisten terhadap prinsipnya sendiri, dan tabah dalam menghadapi cobaan hidup. Minah berwatak sebagai perempuan yang tinggi budi pekertinya. Kata katanya selalu membuat teman dialognya merasa kagum. Minah selalu berbicara apa adanya tanpa tedeng aling-aling, sesuai dengan suasana kehidupan desa. Sikap seperti ini yang membuat Minah cukup disegani oleh masyarakat (sumber: Waslam, “Analisis Tema Melalui Tokoh dan Penokohan Novel Jantan Karya Edijushanan”, Jurnal Sawo Manila, Vol.2, No.5, Januari 2011; h.268).

2. Menyiapkan Draft Materi Kuliah

            TIDAK semua substansi laporan penelitian layak untuk diangkat sebagai materi penulisan buku ajar. Oleh karena itu, siapkanlah draft atau SAP/silabus materi kuliah yang kita ajarkan, mengingat draft atau SAP/silabus adalah pedoman kita dalam mengajar, karena di dalamnya terdapat informasi mengenai deskripsi mata kuliah, tujuan mata kuliah, kompetensi, dan pokok pokok bahasan.

Pilihlah bagian materi laporan penelitian yang menurut kita patut dipertahankan, mungkin karena mengandung hal yang baru, kemudian sesuaikanlah dengan draft atau SAP/silabus materi kuliah kita tersebut. Hemat saya, dengan berpegang pada draft atau SAP/silabus materi kuliah, kita akan lebih mudah mengangankan dan merancang sistematika penulisan buku ajar. Dalam ungkapan lain, dengan berpegang pada draft atau SAP/silabus materi kuliah, kita tidak sedang menjadikan laporan penelitian kita sebagai buku ajar dengan mudah dan begitu saja, tetapi justru kita sedang “mengobrak-abrik” laporan penelitian kita untuk dituliskan kembali menjadi buku ajar.

Menuliskan kembali laporan penelitian menjadi buku ajar, yang disesuaikan dengan draft atau SAP/silabus mata kuliah, membuktikan penulisnya mampu melepaskan diri dari belenggu paradigma lama dan sekaligus mampu “menumbangkan” kedigdayaan suatu rezim kebenaran yang selama ini menjajah logika akademiknya.

3. Memahami Sistematika Naskah Buku Ajar

            PENULIS buku ajar dituntut mampu memahami bahwa terdapat struktur aktivitas ilmiah, yang ditopang oleh elemen substantif (isi) dan elemen prosedural (metode). Pasalnya, segala aktivitas ilmiah pada dasarnya berkelindan dengan proses (penelitian), prosedur (metode), dan produk (pengetahuan ilmiah).

Itu sebabnya, langkah ketiga dalam persiapan menulis buku ajar adalah menyiangi atau mencatat bagian-bagian yang dianggap perlu dan pantas dari laporan penelitian, agar bagian bagian tersebut dapat ditonjolkan di dalam buku ajar. Dari hasil penyiangan inilah baru kita dapat menyusun sistematika sementara buku ajar. Dalam kaitan ini, patut segera dikemukakan bahwa sistematika laporan penelitian tidak selalu sama dengan sistematika penulisan buku ajar, karena kita memang dituntut harus memperbaharui informasi atau melakukan pengayaan, baik yang bertalian dengan data, metode, maupun teori. Dalam penegasan lain, agar buku ajar kita tetap dianggap up to date, janganlah segan dan malas untuk melakukan penajaman analisis dan pembahasan, terutama jika laporan penelitian kita sudah uzur.

Akan tetapi, kita juga harus memahami sistematika naskah buku ajar, karena secara garis besar sistematika naskah buku ajar berpijak pada tiga bagian pokok, yakni bagian pemula, bagian batang tubuh (isi), dan bagian penyudah (bdk. Achmadi, 2011; Rifai, 2011; Wibowo, 2011). Bagian pemula pada umumnya berisikan (a) kover depan yang berisikan judul, nama penulis, dan tahun penulisan; (b) halaman judul dalam yang informasinya sama dengan kover; (c) halaman persembahan atau semboyan; (d) daftar isi; (e) halaman prakata atau pengantar yang berisikan gambaran penulisnya tentang seluk-beluk proses penulisan, termasuk harapan harapannya kepada pembaca; (f) daftar gambar atau tabel (jika ada); dan (g) halaman dedikasi atau halaman ucapan terima kasih. Bagian batang tubuh berisikan bab dan sub-subbab yang menggambarkan kepakaran penulisnya sehubungan dengan penelitiannya. Pembagian bab-babnya pun sangat bervariasi, tergantung tujuan dan kegunaannya. Akan tetapi, bagian batang tubuh buku ajar pada umumnya memuat latar belakang penelitian, metode, analisis, pembahasan, hasil pembahasan, dan simpulan (lihat: Bab 3). Sementara itu, bagian penyudah berisikan (1) daftar pustaka; (2) lampiran; (3) glosari atau takarir yang memuat istilah khusus bidang yang dibahas penulisnya; dan (4) indeks atau penjurus, berupa daftar yang alfabetis berisikan butir informasi yang merujuk ke halaman batang tubuh naskah, baik butir nama, tempat, proses, rumus, maupun peristiwa.

Beranjak dari hal di atas, setidaknya kini Anda percaya bahwa buku ajar memang berbeda dari modul, diktat, buku referensi, dan buku umum. Implikasi dari hal ini, Anda juga kini tentu lebih percaya bahwa buku ajar merupakan salah satu bentuk dari tata permainan bahasa buku-buku ilmiah lainnya.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Rezim Kebenaran dan Langkah Persiapan Menulis (2) apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.