RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Rahasia Menulis Buku Ajar(1)
Perbandingan buku ajar dan buku populer di Indonesia masih terbilang sedikit. Masyarakat masih dihantui bahwa menulis buku ajar lebih sulit daripada menulis buku populer dan buku fiksi.
Peran Penting Buku Ajar
Peluang menjadi penulis buku ajar di Indonesia masih terbuka lebar. Dari pihak pemerintah selalu memberikan tawaran bagi guru dan dosen untuk menulis buku jenis ini. Berikut peran penting yang wajib diketahui sebelum menulis buku ajar yang menarik, menyenangkan dan tidak membosankan.
Sebagai Buku Instruksional buku ajar merupakan yang ditulis untuk kepentingan proses belajar. Proses penulisan bisa mengacu pada jurnal, buku maupun sumber lain yang sudah melali beberapa kajian, penelitian dan pengamatan. Sebagai buku instruksional, isi harus mengikuti kurikulum dan standar kompetensi yang sudah ada.Siapa saja yang berhak menulis buku ini? Siapa saja boleh menulis dan menyusun buku ajar, dengan catatan memang menguasai materi yang ingin dituliskan. Misalnya guru Matematika, Ia memiliki kemampuan ilmu lebih tentang per-matematika-an. Secara pengalaman, kredibilitas dan jam terbang tidak diragukan lagi. Maka, apabila ingin menulis buku matematika, pembaca tidak meragukan kemampuannya.
Sebagai buku instruksional, konten isi tersusun secara sistematis. Cara ini membantu siswa untuk memahami dan mempermudah siswa melakukan proses belajar. Isi yang tersistematisasi memudahkan siswa memahami isi buku. Semakin maksimal tingkat pemahamannya, semakin banyak siswa cerdas.Menulis buku ajar tidak jauh beda dengan menulis buku pada umumnya. Prinsip menulis buku jenis ini berbasis multipel representasi. Kaidah penulisan buku ini diupayakan menarik, mudah dipahami, variatif, atraktif dan mengalir. Tujuannya, agar pembaca tidak mudah bosan. Di dalamnya, selain dijelaskan atau dijabarkan secara teks, disertai juga contoh soal dan latihan soal. Di lembar terpisah, atau di lembar bagian belakang, disediakan kunci jawaban.Prinsip pengembangan buku ajar adalah terstruktur dengan baik. Menjelaskan dari hal yang paling mudah, ke level yang lebih sulit atau lebih kompleks. Misalnya, sebelum mempelajari rumus trapesium, keliling lingkaran dan perhitungan matematika yang tingkatan sulit, siswa sejak SD telah diajarkan bagaimana cara berhitung. Mulai dari dasar belajar menambah, mengurangi, membagi dan mengalikan angka.
Tujuan Membuat Buku
Tujuan membuat buku adalah memberikan panduan untuk pengguna buku, para penulis dan penelaah. Tugas dari seorang penyusun buku bukanlah mendapatkan royalti dan uang, melainkan memiliki tujuan untuk mencerdaskan anak
bangsa. Mampu menciptakan minat baca dan kesadaran dari para pembaca dengan buku jenis ini, yang memang di di Indonesia masih tergolong kurang.
Tujuan buku ajar memiliki sudut pandang yang jelas, sumber yang jelas, pendekatan, metode dan teknik yang digunakan juga harus jelas. Karena sumber yang digunakan valid dan terkesan serius dan baku, buku jenis ini harusnya mampu membangkitkan semangat, ketertarikan dan mambangkitkan kreativitas, motivasi dan semangat.
Memahami peran penting buku teks proses belajar mengajar menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh anak-anak bangsa. Buku ajar memiliki peran penting sebagai perantara penyampai ilmu pengetahuan. Hanya saja, seiring berkembangnya pernak-pernik teknologi, pergaulan dan sosial, menjadikan buku ini tidak penting lagi. Karena pengaruh media sosial mampu menyilaukan keinginan mereka.
Buku ajar secara teks dibubuhi dengan contoh kasus. Tidak melulu mengupas tentang teori dan pengertian yang kaku. Melainkan disertai contoh konkrit yang ada disekitar kita. Upaya ini diterapkan agar sesuai dengan tujuan dan perannya. Secara kemanfaatan, buku ini menawarkan fasilitas untuk para siswa bisa belajar secara mandiri diluar sekolah. Kehadiran buku teks pun memiliki peranan penting untuk meningkatkan kompetensi para siswa lewat latihan soal. Langkah ini dianggap lebih efektif membantu siswa terampil menyelesaikan kesulitan mengerjakan soal.
Memahami dan menguasai teknis pembuatan buku ajar teknis pembuatan buku ajar diawali dengan membuat
halaman pendahuluan, halaman judul, daftar isi, daftar gambar dan daftar tabel jika ada. dilanjutkan dengan membuat kata pengantar dan kata sambutan. Selanjutnya yang paling inti, membuat uraian materi dari bab satu ke bab yang lain. Jumlah bab dalam hal ini tidak dibatasi, tergantung penulis ingin membuat berapa bab. Selanjutnya dilanjutkan dengan penutup. Bagian penutup terdiri dari lampiran, daftar pustaka, kunci jawaban untuk latihan soal yang ada di dalamnya, dan glossary
Keuntungan dari Menulis Buku Ajar
Menurut Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen, buku ajar adalah buku pegangan untuk suatu mata kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebar luaskan. Buku ajar merupakan salah satu buku yang dapat dijadikan referensi oleh mahasiswa maupun peserta didik lainnya dalam proses belajar mengajar.
Dalam sebuah kelas ketika dosen menyampaikan materi, pada umumnya dosen akan membawa handout atau modul atau buku ajar. Gunanya adalah untuk memudahkan dosen ketika akan menyampaikan materi. Begitu pula dengan mahasiswa, dengan membawa hand out dari dosen, mahasiswa akan lebih mudah menangkap materi yang diajarkan. biasanya hal yang terjadi selanjutnya adalah handout yang diperoleh mahasiswa dari dosen hilang dan tidak terurus.
Kelemahan dosen yang menggunakan hand out ketika menyampaikan materi di kelas adalah terkadang mahasiswa kurang dapat menyimpannya dengan baik. Kerugian bukan ada pada dosen, tetapi pada mahasiswa karena kebanyakan materi ujian terdapat pada hand out tersebut. Ada juga dosen yang memberikan materi maupun modul dalam bentuk soft file (pdf). Hal ini memang efektif karena modul akan tersimpan tetapi terkadang menjadi ribet karena memerlukan media (computer/ gadget) untuk membukanya. Salah satu solusi yang paling baik adalah dengan menyusun modul atau hand out tersebut menjadi sebuah buku ajar. Ketika disusun menjadi sebuah buku, materi- materi pada modul atau hand out akan lebih tersusun rapi dan praktis. Tidak akan hilang ataupun tercecer karena buku lebih mudah disimpan. Pun tidak harus menggunakan
computer atau gadget untuk membukanya.
Menambah pengalaman menulis
Menulis karya apa saja, termasuk buku ajar akan menambah pengalaman anda dalam menulis. Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Pengalaman dalam menulis tidak akan anda dapatkan kecuali dengan sering menulis, dalam segala bentuk tulisan. Menulis buku berbeda dengan menulis artikel atau karya- karya lain. Ada aturan-aturan dan komponen-komponen yang berbeda. Perbedaannya terletak pada kerangka penulisan, banyaknya halaman, kerangka berfikir, dan lain sebagainya.
Pengalaman menyusun buku juga dapat menambah tingkat penilaian orang lain kepada anda. Anda akan lebih dihargai karena dianggap sebagai pakar. Juga anda lebih dihargai karena gagasan-gagasan anda yang terutarakan di dalam buku yang anda tulis. Bisa jadi orang-orang yang membaca karya anda menjadi terinspirasi atau termotivasi.
Menambah wawasan
Proses menulis sejatinya tidak hanya proses menuangkan gagasan kita dalam sebuah tulisan, tetapi juga bagaimana kita membandingkan dan meramu kembali ide- ide dari referensi yang ada untuk disimpulkan. Dari proses inilah wawasan seorang penulis akan terus bertambah. Penulis menjadi mengerti bagaimana pendapat para ahli tentang topik bahasan yang sedang ia tulis.
Selain wawasan tentang pemikiran para ahli, menulis buku juga menambah wawasan tentang bagaimana proses pembuatan sebuah buku. Mulai dari proses penyusunan naskah, editing, revisi, desain, hingga proses finishing. Seorang penulis juga secara tidak langsung akan mempelajari bagaimana teknik pemasaran buku. Karena mau tidak mau penulis buku juga ikut mempromosikan karyanya.
Berbagi pengetahuan
Salah satu tujuan utama dalam menulis ialah untuk membagi pengetahuan dan gagasan kita kepada orang lain. Lantas apa keuntungannya bagi penulis? Berbagi tidak akan
mengurangi apa yang kita miliki. Justru dengan berbagi kita menjadi lebih menghargai apa yang ada dalam diri kita, termasuk pengetahuan. Ketika seseorang membagikan pengetahuannya kepada orang lain maka pada saat itu satu orang mendapatkan pengetahuan baru. Hal itu menjadi keuntungan baik bagi yang membagikan dan yang mendapatkan pengetahuan. Dengan membagi gagasan, kita akan memperoleh feedback, baik itu berupa kritikan, saran maupun pujian. Kritik dan saran dapat dijadikan pegangan untuk memperbaiki pengetahuan atau gagasan yang sudah kita punya. Dengan demikian kita dapat mengembangkan diri agar menjadi lebih baik lagi
Demikian Referensi Buku Ajar Tentang Rahasia Menulis Buku Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku
