Kepribadian, Kebudayaan, dan Peradaban 4-2

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Pengantar Antropologi.

Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial.

Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam kehidupannya. Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial. Contoh: Karang Taruna.

Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi.

Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik. Contoh : Keris,Kujang, Rencong.

Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup.

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain:

  1. Berburu dan meramu.
  2. Beternak.
  3. Bercocok tanam di ladang.
  4. Menangkap ikan.
  5. Bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.

Pada saat ini hanya sedikit sistem mata pencaharian atau ekonomi suatu masyarakat yang berbasiskan pada sektor pertanian. Artinya, pengelolaan sumber daya alam secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam sektor pertanian hanya bisa ditemukan di daerah pedesaan yang relatif belum terpengaruh oleh arus modernisasi.

Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan. Contoh : Berburu, Bertani.

Sistem Religi.

Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif. Contoh : Upacara keagamaan di bali “ngaben”

Kesenian.

Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat. Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi. Contoh : Nyanyian, Tarian.

Disalin dari Buku Sekolah Elektronik Antropologi (Siany L, dan Atiek Catur B)

Menurut Bronislaw Malinowski tak ada suatu unsur kebudayaan yang tidak mempunyai kegunaan yang cocok dalam rangka kebudayaan sebagai keseluruhan88. Apabila ada unsur kebudayaan yang kehilangan kegunaannya, unsur tersebut akan hilang dengan sendirinya. Kebiasaan-kebiasaan serta dorongan, tanggapan yang didapat dengan belajar serta dasar-dasar untuk organisasi, harus diatur sedemikian rupa, sehingga memungkinkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Walaupun setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam dan berbeda-beda, namun menurut Soekanto setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku umum bagi semua kebudayaan di manapun berada, yaitu:

  1. kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari peri kelakuan manusia
  2. kebudayaan telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
  3. kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkahlakunya.
  4. kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajibankewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Berdasarkan sifat hakikat kebudayaan tersebut jelaslah bahwa kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas, yang meliputi aspek perilaku dan kemampuan manusia, ia menjadi milik hakiki manusia di manapun berada dan keberlangsungan suatu budaya akan sangat ditentukan oleh masyarakat pendukung kebudayaan itu.

Bagan 5. Ikhitisar tentang Kebudayaan

Proses Pembudayaan

Proses Pembudayaan dapat melalui sebagai berikut :

Internalisasi

  1. Proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal.
  2. Dimana dia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat nafsu serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
  3. Dari hari ke hari dalam kehidupannya, bertambahlah pengalaman seorang manusia mengenai bermacam-macam perasaan baru.

Contoh : internalisasi yang sering kita jumpai dalam masyarakat, terkhusus di dalam lingkungan keluarga. Kepribadian seorang anak yang yang dilakukan pada kehidupan sehari-hari banyak mengadopasi dari bagaimana orangtua memberikan pendidikan dan bimbingannya sewaktu di masa kanak-kanak, sebagaimana pepatah mengetakan, bahwa “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”

Sosialisasi

  1. Proses seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Proses sosialisasi yang terjadi tentu saja berbeda-beda satu sama lainnya. Golongan sosial yang satu dengan lain atau dalam lingkungan sosial dari berbagai suku bangsa di Indonesia atau dalam lingkungan sosial bangsa-bangsa lain di dunia.

Contoh : Dalam kehidupan masyarakat kita akan menjumpai suatu proses yang ditempuh seseorang anggota masyarakat baru dia akan mempelajari norma-norma dan kebudayaan tempat ia menjadi anggota. Dalam proses sosialisasi, manusia mulai belajar berinteraksi dan menyesuaikan diri terhadao lingkungannya untuk menjadi masyarakat yang baik. Sosialisasi dapat dilakukan melalui media rumah, sekolah, media massa dan tempat kerja. Proses sosialisasi dalam keluarga terjadi saat anak mulai belajar bercakap-cakap, berjalan, bergaul, bermain, menyesuaikan diri dengan lingkungan dibawah bimbingan serta asuhan orangtua. Sehingga ketika tumbuh menjadi dewasa dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Enkulturasi

  1. Seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma dan peraturan yang hidup dalam kehidupannya.
  2. Sejak kecil proses ini sudah mulai tertanam dalam alam pikiran warga suatu masyarakat. Mula-mula dari orang-orang di dalam lingkungan keluarganya, kemudian teman-teman bermainnya. Seorang individu akan belajar meniru berbagai macam tindakan. Dengan berkali-kali meniru maka tindakannya menjadi pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya “dibudayakan”.

Contoh : Mengucapkan terimakasih ketika diberi sesuatu atau bekerja sama.

Difusi

Difusi kebudayaan adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Penyebaran dari individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi intra masyarakat. Sedangkan penyebaran dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi inter masyarakat. Difusi mengandung tiga proses yang dibeda-bedakan:

  1. Proses penyajian unsur baru kepada suatu masyarakat.
    1. Penerimaan unsur baru.
    1. Proses integrasi.

Contoh :

  1. Unsur-unsur budaya timur dan barat yang masuk ke Indonesia dilakukan dengan teknik meniru. Misalnya, penyebaran agama Islam melalui media perdagangan, berikut cara berdagang yang jujur, dan model pakaian yang digunakan, lambat laun ditiru oleh masyarakat,
  2. Cara berpakaian para pejabat kolonial Belanda ditiru oleh penguasa pribumi,
  3. Cara orang Minangkabau membuka warung nasi dan cara orang Jawa membuka warung tegal,
  4. Cara makan yang dilakukan orang Eropa dengan mengguna kan sendok ditiru oleh orang Indonesia.

Akulturasi

Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok– kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbedabeda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terusmenerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.

Gillin dan Gillin dalam bukunya Cultural Sociologi, Mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses dimana masyarakat yang berbedabeda kebudayaannya mengalami perubahan oleh kontak yang lama dan langsung, tetapi dengan tidak sampai kepada percampuran yang komplit dan bulat dari dua kebudayaan itu.

Dr. Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa , sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaa sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

Bentuk-bentuk kontak kebudayaan yang dapat menimbulkan proses akulturasi:

  1. Kontak dapat terjadi antara seluruh masyarakat, atau antar bagian-bagian saja dalam masyarakat, atau dapat pula terjadi antar individu-individu dari dua kelompok.
  2. Antar golongan yang bersahabat dan golongan yang bermusuhan.
  3. Antar masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai.
  4. Antar masyarakat yang sama besarnya atau antar masyarakat yang berbeda besarnya.
  5. Antara aspek-aspek yang material dan yang non material dari kebudayaan yang sederhana dengan kebudayaan yang komplek, dan antar kebudayaan yang komplek dengan yang komplek pula.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses akulturasi adalah:

  1. Keadaan masyarakat penerima sebelum proses akulturasi mulai berjalan.
  2. Individu-individu dari kebudayaan asing yang membawa unsurunsur kebudayaan asing.
  3. Saluran-saluran yang dilalui oleh unsur-unsur kebudayaan asing untuk masuk ke dalam kebudayaan penerima.
  4. Bagian-bagian dari masyarkat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing tadi.
  5. Reaksi para individu yang terkena unsur-unsur kebudayaan asing.

Contoh : Traktor pembajak sawah merupakan salah satu contoh budaya asing yang masuk ke kebudayaan daerah, walaupun awalnya sulit untuk diterima . (Rumus A+B = AB)

Demikian referensi buku ajar dengan judul Kepribadian, Kebudayaan, dan Peradabanapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

Sumber: Pengantar Antropologi (CV. Anugrah Utama Raharja, 2019)