RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan.
Pendahuluan
- Bahan Sejarah Belajar sejarah juga menjadi lebih mudah dengan bantuan multimedia. Bahan-bahan sejarah bisa direkayasa untuk menghasilkan tampilan menjadi lebih hidup dengan menggabungkan konsep gambar, animasi 3D dan sebagainya. Peserta didik juga bisa melihat video yang sebenarnya tanpa perlu bergerak atau melawat ke lokasi yang sebenarnya yang mungkin memerlukan pemikiran yang lebih tinggi. Ini secara tidak langsung memungkinkan seorang peserta didik meletakkan diri mereka dalam situasi yang lebih mudah untuk memahami suatu masalah atau perkara yang telah lama terjadi.
- Sumber Rujukan Elektronik Sumber rujukan elektronik merupakan contoh penggunaan multimedia yang paling meluas digunakan. Ensiklopedia, tutorial interaktif, buku elektronik dan sebagainya merupakan beberapa contoh bagaimana multimedia bisa digunakan sebagai sumber rujukan elektronik. Dengan bantuan sumber rujukan elektronik, seorang peserta didik bisa mencari suatu informasi yang diperlukan dengan lebih mudah. Penggunaan kata kunci atau frasa memungkinkan informasi yang diperlukan diperoleh dengan segera melalui rujuan tambahan turut disediakan sebagai dukungan. Kebanyakan aplikasi sumber rujukan elektronik juga menyediakan komponen multimedia yang bisa memberi informasi secara lebih hidup melalui penggunaan kesan bunyi, suara, gambar, video dan animasi.
- Pendidikan Permainan dan Hiburan Permainan yang disajikan tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan program multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain. Hal ini dapat diperoleh dari aplikasi multimedia pendidikan yang menggunakan pendekatan bermain sambil belajar. Permainan yang berbentuk seperti ini mampu merangsang pemikiran peserta didik dalam proses pencarian informasi atau penyelesaian masalah. Secara tidak langsung memungkinkan suatu ilmu pengetahuan yang bermakna bisa dipindahkan sewaktu seorang peserta didik bermain. Ini juga menjadikan proses belajar sesuatu yang menyenangkan dan bukan lagi dianggap sesuatu yang memberatkan.
Contoh penggunaan multimedia ini terdapat dua dampak yang berbeda yaitu dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya yaitu dunia pendidikan menjadi semakin pesat dan berkembang serta menjadikan segalanya tampak lebih mudah dan cepat. Sedangkan dampak negatifnya yaitu membuat peserta didik menjadi malas dalam menjalani proses pendidikan. Karena tidak semua ilmu dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar, sehingga dengan berkembangnya multimedia ini banyak orang menyalahgunakannya. Misalnya seperti penggunaan teknologi internet yang membuat peserta didik tergiur dan terlena dalam dunia maya. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan peserta didik, sayangnya, peserta didik juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan negatif, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Oleh karena itu, pendidikan yang mendalam memang sangat dibutuhkan untuk membentengi hal-hal seperti yang tidak kita inginkan.
Perkembangan dalam teknologi multimedia dan internet merupakan satu fenomena yang tidak dapat disangkal lagi kepentingannya. Teknologi ini semakin popular dan digunakan dalam kebanyakan aspek kehidupan manusia secara langsung maupun tidak langsung. Dunia pendidikan pun tidak terkecuali, oleh karena itu, setiap pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan seperti pendidik, peserta didik, dan sebagainya haruslah bersedia untuk bergerak seiring dengan perkembangan teknologi.
Pengembangan teknologi multimedia yang menekankan kepada unsur-unsur pembelajaran interaktif telah membawa persepsi baru dalam era petunjuk komputer pendidikan. Kebanyakan aplikasi multimedia interaktif mulai memperhatikan teori-teori pembelajaran atau yang berhubungan dengannya berdasarkan suasana dan kebutuhan saat ini.
Secara umum, pendidikan melalui multimedia harus menekankan pada proses bagaimana seorang peserta didik belajar. Pendidikan melalui multimedia memiliki kebijakan atau panduan khusus yang dijadikan landasan. Selain itu, pendidikan multimedia harus menjurus ke arah pendidikan atau pembelajaran dan menggunakan ideologi tertentu. berbagai jenis media yang sesuai dalam pembelajaran. Tidak ketinggalan bahwa perlunya unsur interaktif dan desain yang menarik untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna dan juga lebih efektif.
Multimedia telah mengalami perkembangan konsep sejalan dengan berkembangnya teknologi pembelajaran. Ketika teknologi komputer belum dikenal, konsep multimedia sudah dikenal dengan mengintegrasikan berbagai unsur media, seperti: cetak, kaset audio, video dan slide suara. Unsur-unsur tersebut dikemas dan dikombinasikan untuk menyampaikan suatu topik materi pelajaran tertentu. Pada konsep ini, setiap unsur media dianggap mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan salah satu unsur media dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan media lainnya. Misalnya, penjelasan yang tidak cukup disampaikan dengan teks tertulis seperti cara mengucapkan sesuatu, maka dibantu oleh media audio. Demikian juga materi yang perlu visualisasi dan gerak, maka dibantu dengan video.
Informasi dan Multimedia Pembelajaran
Multimedia digunakan untuk memberikan instruksi berbasis komputer. Multimedia dapat membantu orang belajar informasi lebih cepat dibandingkan dengan ceramah tradisional. Multimedia tidak selalu meningkatkan pembelajaran dibandingkan dengan “monomedia.” Khusus situasi di mana multimedia informasi dapat membantu orang untuk belajar meliputi: (a) ketika media mendorong dual coding informasi, (b) ketika media mendukung satu sama lain, dan (c) ketika media yang disajikan kepada peserta didik dengan pengetahuan sebelumnya rendah atau bakat dalam domain yang sedang dipelajari. Ada dukungan empiris untuk menyimpulkan bahwa multimedia tertentu dapat digunakan untuk membantu orang belajar jenis informasi tertentu.
Media dapat diintegrasikan menggunakan komputer karena telah terjadi ledakan virtual berbasis multimedia pembelajaran aplikasi komputer. Aplikasi ini berjalan, mulai dari tutorial berbasis komputer yang serius bagi orang dewasa sampai untuk kategori baru “edutainment” produk untuk anak-anak. Aplikasi yang sangat beragam ini tampaknya berbagi asumsi umum, bahwa multimedia informasi membantu orang belajar. Hofstetter, 1994; Staf, 1990) menyataan bahwa “Orang biasanya ingat 10% dari apa yang mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar, 30% dari apa yang mereka lihat, dan 50% dari apa yang mereka dengar dan lihat … ” (Treichler, 1967, hal 15).
Multimedia Pembelajaran
Teknologi multimedia merupakan perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Perkembangan dan pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan. Guna lebih meningkatkan pemahaman akan informasi diperlukan suatu media yang efektif yang dapat menyampaikan informasi. Salah satu media informasi yang paling elektif adalah media visualisasi multimedia computer base training (CBT) dalam CDROM yang dijalankan di atas perangkat komputer.Dalam konsep multimedia CBT, informasi yang ditampilkan secara efektif dan atraktif, sehingga penyerapan informasi oleh pengguna menjadi lebih baik.
Dalam multimedia pembelajaran, informasi disajikan dengan menggunakan dua atau lebih format, diantaranya berupa tulisan dan berupa gambar. Untuk membuat presentasi multimedia yang efektif, harus tahu kemampuan peserta didik dalam mengartikan dan mengintegrasikan kata-kata dan gambar-gambar. Tujuannya untuk mengkontribusikan teori multimedia pembelajaran.
Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik yang belajar dengan melihat gambar animasi dan mendengarkan suaranya, dengan peserta didik yang belajar dengan hanya melihat teks. Setelah melakukan perbandingan, diketahui bahwa peserta didik yang belajar dengan melihat gambar animasi ternyata lebih mudah mengerti materi yang disampaikan dibandingkan dengan peserta didik yang belajar hanya dengan melihat teks biasa (buku biasa) saja.
Sebuah survei membuktikan bahwa seorang peserta didik dapat mengerti dengan baik sebuah materi jika disajikan dengan menggunakan teks yang singkat, padat, jelas, dan menggunakan animasi, dibandingkan dengan peserta didik yang belajar dari membaca sebuah teks biasa. Selain itu, peserta didik yang belajar dengan menggunukan animasi tidak akan mudah lupa mengenai materi yang dipelajarinya.
Redundant Multimedia Versus “Monomedia” Multimedia dan Monomedia
Beberapa studi (Levie & Lentz, 1982; Mayer & Anderson, 1991, 1992; Nugent, 1982; Pezdek, Lehrer, & Simon, 1984; Severin, 1967) memandang jenis penyajian informasi bahwa dua media yang digunakan atau bervariasi dapat meningkatkan pembelajaran yang lebih baik daripada satu media. Sebagai contoh, Mayer dan Anderson (1991) memiliki peserta didik (a) mendengar keterangan lisan secara bersamaan dengan animasi yang menjelaskan bagaimana bekerjanya pompa sepeda (multimedia bervariasi), (b) mendengar keterangan melalui lisan saja (monomedia), (c) melihat animasi saja (monomedia). Pada tes pemecahan masalah, peserta didik yang mendengar penjelasan verbal secara bersamaan dengan animasi (multimedia bervariasi) melakukan lebih baik daripada peserta didik lain.
Dalam studi lain (Nugent, 1982), tingkat pembelajaran tertinggi diperoleh ketika peserta didik menerima sajian informasi melalui gabungan teks dan gambar (multimedia bervariasi) atau kombinasi audio dan gambar (multimedia bervariasi) dibandingkan dengan konten yang sama disajikan melalui teks saja (monomedia), audio saja (monomedia), atau gambar saja (monomedia). Namun, multimedia bervariasi tidak selalu mengarah untuk dapat meningkatkan proses belajar. Sebagai contoh, Severin (1967) menemukan bahwa peserta didik yang belajar nama-nama hewan menggunakan dua media (audio dikombinasikan dengan teks/cetak) tidak menampilkan nama hewan lebih baik daripada peserta didik yang belajar dengan satu media (teks/cetak sendiri). Hasil ini tidak konsisten mungkin karena cara penggunaan media. Beberapa situasi lebih efektif meningkatkan multimedia belajar daripada situasi lain. Multimedia memberikan keuntungan belajar dalam situasi yang spesifik.
Keunggulan Multimedia Pembelajaran
Fenrich (1997) menyimpulkan keunggulan multimedia pembelajaran antara lain:
- Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesiapan, dan keinginannya. Artinya pengguna sendirilah yang mengontrol proses pembelajaran.
- Peserta didik belajar dari tutor yang ‘sabar’ (seperti komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan dari peserta didik.
- Peserta didik akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.
- Peserta didik menghadapi suatu evaluasi yang obyektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.
- Peserta didik menikmati privasi di mana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
- Belajar saat kebutuhan muncul (“just-in-time”learning).
- Belajar kapan saja sesuai kemauan mereka tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.
- Peserta didik mengenal perangkat teknologi informasi dan komunikasi.
- Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi pendidik dan peserta didik.
- Metode pembelajaran yang menyenangkan dapat menambah motivasi belajar anak lebih meningkat.
- Mengejar ketertinggalan akan pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan.
- Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Demikian referensi buku ajar dengan judul Aplikasi Multimedia dalam Pendidikanapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
Sumber: Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan (Alfabeta, 2012)
