Kuasai 2 Format Penulisan Buku Monograf

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai format penulisan buku monograf.

       Hai Sobat! Saat ini di Indonesia masih rendah minat penelitian dan publikasi hasil penelitian serta tidak ketahuan dosen tentang cara menulis artikel ilmiah dan buku menjadi salah satu faktor internal yang mempengaruhi sulitnya seorang dosen naik jabatan. Tak jarang dosen masih kebingungan bagaimana alur untuk menghasilkan buku monograf yang fokus berisi keilmuan yang dosen miliki. Maka sebenarnya dosen lebih mudah dalam menulis buku monograf.

Jika seorang dosen memiliki karya tulis ilmiah dan jurnal maka akan sangat mudah untuk dijadikan buku monograf. Seperti yang kalian ketahui, pembuatan buku monograf bertujuan sebagai pegangan materi pembelajaran. Baik bisa digunakan bagi mahasiswa dengan bimbingan dari dosen, maupun sebagai referensi dosen dan peneliti untuk melakukan penelitian.

Dalam ilmu perpustakaan, definisi monograf adalah terbitan yang bukan terbitan berseri yang lengkap dalam satu volume atau sejumlah volume yang sudah ditentukan sebelumnya. Monograf berbeda dengan terbitan berseri seperti majalah, jurnal, atau surat kabar.

Tapi masih bingung bagaimana format menulis buku monograf? Gampang, ternyata menulis monograf memiliki bagian pokok. Yaitu bagian luar buku dan bagian dalam buku. Untuk lebih lengkap dan lebih jelasnya, mari kita bahas Bersama , yukk!

Format Penulisan Buku Monograf

1.  Bagian Dalam Buku

Sebelum kalian menulis buku monograf, ada bagian utama yang tidak boleh diabaikan. Jadi ada bagian yang harus disusun, apa saja itu ? yaitu yang pertama bagian preleminaries, batang tubuh dan postliminaries.

Apa sih preleminaries itu? Perhatikan ulasan dibawah ini baik-baik ya Sob!

·    Preleminaries

Bagian preliminaries masih dibagi menjadi beberapa halaman lagi . Yang pertama, ada halaman perancis atau halaman setelah sampulyang selalu diletakkan di sisi kanan. Kedua ada judul utama, di bagian judul utama, dari segi tampilan lebih menonjol, menarik dan tentunya lebih atraktif. Jadi di bagian judul utama, tidak sekadar menonjolkan bagian judul saja, tetapi juga menuliskan nama penulis dan alamat penerbit.

Ketiga, sebagai branding sekaligus bentuk eksistensi sebuah karya buku, maka penting adanya hak cipta. Maka di praliminaries mencantumkan halaman hak cipta. Dimana letak penulisan hak cipta? penulisan hak    cipta ini ada di bagian bawah, dan diberi kotak kecil, yang berisi tentang kutipkan undang-undang hak cipta. Di bagian  keempat, kemudian terdapat halaman persembahan, yang dikhususkan dan ditujukan ke penulis buku. Kelima, ada halaman ucapan terima kasih. Sekarang, memang tidak semua buku ada halaman terima kasih, namun masih ditemui pada beberapa buku.

Keenam, yang keenam yaitu kata sambutan yang diperuntukkan untuk   orang-orang terdekat dari penulisnya. Setelah kata sambutan, terdapat kata pengantar. Bagian kata pengantar inilah yang wajib ada, kenapa wajib ada kata pengantar? karena fungsinya untuk memberikan komentar terkait materi yang disampaikan di buku ini. Ketujuh, ada halaman prakata, yang berperan memberikan dukungan dan memberikan alasan kenapa buku ini dibuat. Adapun isi tanggapan berfungsi untuk memberikan kritik dan tanggapan juga.

Kedelapan, yang kedelapan yaitu unsur yang wajib ada, Apa saja itu?

  • Daftar isi

Daftar isi adalah daftar judul bagian-bagian buku, disusun sesuai urutan bagian-bagian itu. Daftar isi juga didefinisikan sebagai daftar divisi bab dan halaman di mana mereka mulai.

  • Daftar tabel

Daftar tabel adalah kumpulan beberapa urutan tabel yang menunjang pembuatan buku. Daftar tabel adalah rincian tabel yang berada di halaman tersendiri terletak sebelum BAB I dalam suatu penelitian di dalamnya memuat nomor tabel, judul tabel, dan nomor halaman letak tabel berada.

  • Daftar gambar

Daftar gambar adalah rincian khusus yang menguraikan gambar-gambar yang dimasukkan dalam sebuah buku.

  •  Daftar singkatan.
  • Termasuk juga halaman pendahuluan

Halaman pendahuluan  yang dibuat langsung oleh penulis. Berisi pengenalan dan memaparkan tema secara umum, sebelum memasukan bahasan permasalahan intinya. Dalam buku monograf Bab yang paling banyak dibaca oleh reviewer adalah Pendahuluan. Maka usahakan sebaik mungkin menulis di bagian pendahuluan. Bukan karena bab lain tidak penting, namun ibaratnya Pendahuluan adalah penampilan pertama yang sangat menentukan penilaian berikutnya.

Jangan lupa perhatikan pula tata penulisan, ejaan, kutipan, tanda baca dan lainnya. Hindari salah ketik atau typo, tidak konsisten dalam menulis pustaka, dan lainnya Ya,Sob!

·   Batang Tubuh Isi Utama

Bagian yang selanjutnya adalah batang tubuh atau isi utama  dari buku. Jadi disinilah inti dari aktivitas penulis. Segala bentuk ide dan paparan yang hendak disampaikan di tuliskan dan dijelaskan di bab ini. Lalu, bagaimana sih cara mengisi batang tubuh dalam buku  monograf?

Jawabannya sederhana, cukup penulis memiliki struktur keilmuan dengan tema yang hendak ditulis. Kemudian nantinya akan ditulis dan dibagi menjadi bagian, bab, sub bab dan sub-sub bab. Bisa dibuat menjadi beberapa bagian dan sub bab, tergantung dan selera penulis. Batang tubuh monograf terdiri atas kajian kajian mendalam terhadap suatu hal dalam bidang ilmu, bersamaan dengan itu penulis mempresentasikan secara detail proses pengambilan data serta menyajikannya secara komprehensif. Jika dirasa sudah cukup, barulah di bagian akhir untuk menuangkan atau mencantumkan referensi atau daftar pustaka.

·  Postliminaries

Apa sih postliminaries itu ?

Istilah postlimaries atau bagian penyudah lebih akrab kita kenal dengan bagian penutup. Bisa diisi dengan kesimpulan atas hasil penelitian. Kesimpulan bisa disampaikan secara terbuka, bisa juga secara tersirat. Karena  konteksnya adalah menulis buku monograf, maka kesimpulan dikemas lebih komunikatif dan lebih informatif,  tanpa harus memaksakan diri.

2.  Bagian Luar Buku

Bagian luar buku dibagi menjadi tiga bagian, yaitu   bagian sampul depan, punggung buku dan sampul buku.

Bahas lebih dalam tentang bagian – bagiannya yukk!

·  Sampul Depan

Khusus bagian depan adalah bagian sampul depan. Di bagian sampul depan terdiri dari tiga unsur yang tidak boleh  dihilangkan adalah, ada bagian Judul, nama penulis dan identitas penerbit.

Sedangkan jika buku tersebut tidak diterbitkan, maka bagian nama penerbit bisa tidak dituliskan.

·   Punggung Buku

Sama dengan bagian sampul depan, khusus di bagian punggung buku, juga ada tiga elemen yang sama dengan sampul depan. Hanya saja, bentuknya di bagian punggung buku tidak disertai dengan sampul yang menarik.

·   Sampul Belakang

Barulah di bagian sampul belakang, selain ada bagian judul utama dan nama penulis. Khusus bagian penulis, lebih  menuliskan tentang biografi singkat penulis. Di sini pulalah juga penting sekali menyertakan sinopsis.

Setidaknya dengan kehadiran sinopsis akan membantu calon pembaca untuk mengetahui gambaran secara umum terhadap apa yang akan di bahas. Di bagian sampul belakang ini pulalah dituliskan nama dan alamat penerbit, disertai dengan nomor ISBN.

Nah,Itulah format penulisan buku monograf, Sob. Setidaknya dua bagian ini bisa memberikan gambaran bagaimana langkah pertama yang perlu Kalian siapkan sebelum menulis buku. Apakah dari ulasan di atas Anda merasa terbantu? Kalian bisa mengikuti kami untuk melihat info selanjutnya.

Demikian referensi buku monograf dengan judul format penulisan buku monograf apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.