RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai pengertian Buku Modul.
Hallo!! Dalam dunia Pendidikan pasti terdapat beberapa jenis bahan untuk membantu proses pembelajaran. Semua bahan atau pedoman tentu harus memuat sudut pandang yang jelas terutama tentang prinsip-prinsip yang digunakan. Salah satu bahan ajar yang digunakan oleh para pengajar, khususnya tenaga pendidik dari kalangan guru adalah adalah buku modul pembelajaran. Nah, Lalu apa sih pengertian dari modul itu sendiri? Langsung saja, Yuk simak ulasan dibawah ini!!
Pengertian Modul
Modul adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat menyerap sendiri materi tersebut dengan atau sesedikit mungkin membutuhkan bantuan dari orang lain. Modul ditulis lebih rinci dibandingkan buku ajar, isi modul harus sesuai dengan mata kuliah pada ranah dan jenjang yang telah ditetapkan dalam analisis kebutuhan pembelajaran.
Adapun pengertian modul pembelajaran menurut para ahli, Lho. Ketahui Yukk!!
- Menurut Winkel
Menurut Winkel pengertian modul pembelajaran dapat diartikan sebagai program studi belajar mengajar. Modul pembelajaran menurutnya diartikan sebagai satuan program terkecil yang dapat dipelajari secara mandiri, perseorangan ataupun dipelajari langsung oleh siswa sendiri.
- Nana Sudjana
Nana Sudjana memaknai pengertian modul sebagai alat ukur yang lengkap. Dimana modul pembelajaran ini memiliki peran dan tugas secara mandiri. Karena dapat digunakan untuk kesatuan dari seluruh unit lainnya.
Tahukah kalian jika ternyata modul pembelajaran sebagai bentuk kesatuan kegiatan belajar yang tersusun rapi agar peserta didik pun bisa mencapai tujuannya lebih mudah ? Dalam perspektif lain, modul pembelajaran dapat diartikan sebagai paket program pembelajaran yang memiliki banyak sekali komponen penting. Beberapa komponen yang ada di dalamnya diantarannya terdapat metode pembelajaran, tujuan pembelajaran, alat atau media pembelajaran, bahan ajar dan termasuk sistem evaluasinya.
- Menurut Anwar
Anwar mendefinisikan bahwa modul pembelajaran menekankan pada bahan ajar yang dibuat secara tersistematis. Secara isi pun dikemas lebih komprehensif, menarik, dan memiliki metode dan evaluasi yang memiliki kemanfaatan untuk mencapai tujuan, yaitu mencapai kompetensi yang diinginkan.
- Menurut Wijaya
Menurut Wijaya, Pengertian modul pembelajaran juga dapat diartikan sebagai satuan kegiatan belajar yang terencana sekaligus tersistematis.
Umumnya modul ini pun dibuat dengan tujuan siswa dalam mencapai proses atau tujuan belajar tertentu. selain itu, modul juga sebagai modul paket program yang pada dasarnya diperuntukan untuk kepentingan belajar
- Menurut Vembriarto
Menurut Vembriarto, Modul secara garis besar tidaklah terlalu berbeda. dimana modul pembelajaran sebagai paket pembelajaran yang memiliki konsep bahan pembelajaran.
Dimana secara tujuan akhir, menginginkan adannya tujuan terhadap peserta didiknya. Misalnya menguasai satu unit pembelejaran satu ke unit pembelejaran yang lain.
Nah, dari pengertian modul menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa secara garis besar modul dapat diartikan sebagai modul pembelajaran yang dikemas dalam bahan ajar. Tentu saja dari hasil cetak buku ajar disusun secara sistematis, menarik dan mudah untuk dipelajari secara mandiri.
Setelah mengetahui pengertian modul, sekarang bahas tentang ciri umum modul, Yuk!!
Ciri umum modul antara lain:
- menggunakan bahasa yang sederhana,
- Berisi pengetahuan sesuai dengan mata kuliah atau pelajaran tertentu mengacu pada sasaran pembelajaran
- Menggunakan format yang biasanya digunakan seperti dalam buku ajar.
- Modul ditulis pada kertas yang dipakai berwarna dasar putih dengan ukuran 21,5 x 16,5 cm (kertas folio F4 dibagi dua) atau boleh juga berukuran A4 (29,7 x 21 cm). Batas sembir (marjin) sesuai dengan ukuran kertas. Marjin untuk kertas berukuran 21,5 x 16,5 cm, marjin atas, kiri, kanan, bawah masing masing 2 cm, 2,5 cm, 2 cm, 2 cm, dan untuk kertas A4 marjin atas, kiri, kanan, bawah masing masing 2,5 cm, 3 cm, 2 cm, 2,5 cm. Halaman buku ditulis satu kolom.
- Ukuran huruf: untuk kertas berukuran 21,5 x 16,5 gunakanlah huruf berukuran 10 atau 11 dengan spasi antar baris 1 atau 1,15; untuk kertas A4 gunakanlah huruf berukuran 11 atau 12 dengan spasi antara baris 1,5. Khusus untuk judul bab gunakan ukuran huruf 15 atau 16 dan subbab gunakan ukuran huruf 13 atau 14.
- Jenis huruf dapat digunakan times new roman, calibri, ariel, atau jenis huruf lain yang tidak menyulitkan pembacaannya, dan lajim digunakan dalam penulisan buku teks.
- Ruang (spasi kosong) Gunakan spasi atau ruang kosong tanpa naskah atau gambar untuk menambah kontras penampilan modul. Spasi kosong dapat berfungsi untuk menambahkan catatan penting dan memberikan kesempatan jeda kepada peserta didik/peserta didik. Gunakan dan tempatkan spasi kosong tersebut secara proporsional. Penempatan ruang kosong dapat dilakukan di beberapa tempat seperti:
1) Ruangan sekitar judul bab dan subbab.
2) Batas tepi (marjin); batas tepi yang luas memaksa perhatian peserta didik untuk masuk ke tengah-tengah halaman.
3) Spasi antar kolom; semakin lebar kolomnya semakin luas spasi diantaranya.
4) Pergantian antar paragraf dan dimulai dengan huruf kapital.
5) Pergantian antar bab atau bagian.
6) Gunakan bentuk dan huruf secara konsisten dari halam ke halaman. Usahakan agar tidak menggabungkan beberapa cetakan dengan bentuk dan ukuran huruf yang terlalu banyak variasi.
7) Gunakan jarak spasi konsisten. Jarak antar judul dengan baris pertama, antara judul dengan teks utama. Jarak baris atau spasi yang tidak sama sering dianggap buruk, tidak rapih.
8) Gunakan tata letak pengetikan yang konsisten, baik pola pengetikan maupun margin/batas-batas pengetikan.
9) Konsistensi / taat asas. Semua elemen yang terdapat pada modul baik yang terkait dengan format penulisan, organisasi, bentuk huruf maupun ruang kosong harus konsisten.
Nah, ada juga beberapa karakteristik atau ciri dari modul pembelajaran yang digunakan sebagai acuan. Apa saja kira-kira ? Simak ulasan berikut ini.
- Self Instructional
Karakteristik modul pembelajaran yang pertama harus memiliki self instructional . Apa maksudnya? Jadi, dari modul ini berharap siswa dapat belajar secara mandiri tanpa harus ada pendampingan dari guru. Dengan kata lain, siswa belajar tanpa bergantung pada pengajar atau pihak-pihak tertentu.
- Self contained
Dimana materi yang disampaikan lewat modul sudah disusun sesuai dengan unit kompetensi. Sehingga pembahasan yang digunakan lebih lengkap, menyeluruh dan lebih efektif. Karena cukup dalam satu buku, materi pembelajaran sudah tersaji secara langkap
- Stand alone
Apa sih stand alone itu? Maksud dari stand alone untuk buku modul adalah buku modul disusun dan dikembangkan secara mandiri. Maksudnya tidak bergantung pada media lain, Sehingga siswa yang mempelajari tidak terkesan ribet dengan media-media pendukung lainnya. Karena dalam satu modul sudah dapat dipahami.
- Adaptif
Modul yang baik tentu saja harus adaptif. Adaptif dalam hal ini bisa terhadap banyak hal perkembangan. Baik itu terhadap perkembangan teknologi atau ilmu pengetahuan yang bersifat baru.
- User friendly
User friendly menjadi dasar utama pula dalam pembuatan modul pembelajaran. Secara teknis penulisan juga harus disesuaikan, agar tingkat keterbacaan pun lebih tinggi,karena bisa mempengaruhi konsistensi dari siswa dalam belajar.
Kekurangan Modul Pembelajaran
Tidak dapat dipungkiri jika pengertian modul pembelajaran memiliki banyak sudut pandang. Seperti yang disinggung di sub bab di atas. Dari beberapa sub bab di atas terdapat beberapa kelemahan dari modul pembelajaran, terutama untuk siswa yang melakukan pembelajaran secara mandiri dan bermodalkan modul pembelajaran. Diantarannya sebagai berikut.
- Modul pembelajaran kurang efektif digunakan untuk pembelajaran mandiri siswa tanpa pengawasan. Karena lebih banyak siswa yang malas belajar secara mandiri. Jikapun harus belajar secara mandiri, dibutuhkan pengawasan.
- Dari segi organisasi kegiatan belajar pun kurang baik
- Masih membutuhkan evaluasi atau ujian untuk mengetahui apakah benar belajar secara mandiri menggunakan modul atau tidak.
- Dibutuhkan tim atau orang tambahan, yaitu fasilitator sebagai pengawas sekedar untuk memantau proses belajar secara mandiri menggunakan modul pembelajaran yang ada.
- Dari segi biaya, memakan banyak sekali uang, karena selain harus membeli modul tentu saja juga memberikan uang terhadap jasa fasilitator profesionalnya. Kecuali si siswa memiliki karakter dan memiliki kesadaran tinggi terkait pentingnya proses belajar mengajar.
Kelebihan Menggunakan Modul Pembelajaran
Jika di bab awal sudah dijelaskan tentang pengertian modul dan kekurangannya, kali ada juga beberapa kelebihan menggunakan modul pembelajaran. Keuntungan tersebut sebagai berikut.
- Siswa memiliki kesadaran terhadap dirinya sendiri
- Membangun rasa tanggung jawab terhadap kegiatan belajar yang dipelajarinya
- Siswa bisa mempelajari modul pembelajaran lebih eksploratif dan tergantung dari tingkat pemahaman dan kemampuannya. Sehingga memberikan efektivitas dan efisiensi.
- Membangun motivasi bagi siswa. Karena saat mempelajari secara mandiri di modu pembelajaran, siswa dapat mengetahui lebih.
- Terjadi pemerataan pemahaman terhadap materi yang disampaikan dari buku ajar dan tentu saja lebih berdaya guna.
Setelah mengetahui pengertian,ciri-ciri,kekurangan dan kelebihan modul, Sekarang kita bahas Bersama bagaimana sistematika atau format modul .
Sistematika atau format modul adalah sebagai berikut:
– Deskripsi kerangka
Halaman Sampul
Berisi antara lain: label kode modul, label milik negara, bidang/program studi keahlian dan kompetensi keahlian, judul modul, gambar ilustrasi (mewakili kegiatan yang dilaksanakan pada pembahasan modul), tulisan lembaga seperti Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan SMK, tahun modul disusun.
Kata Pengantar
Memuat informasi tentang peran modul dalam proses pembelajaran.
Daftar Isi
Memuat kerangka (outline) modul dan dilengkapi dengan nomor halaman.
Peta Kedudukan Modul
Diagram yang menunjukkan kedudukan modul dalam keseluruhan program pembelajaran (sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi yang termuat dalam KTSP).
Glosarium
Memuat penjelasan tentang arti dari setiap istilah, kata-kata sulit dan asing yang digunakan dan disusun menurut urutan abjad (alphabetis).
I. Tinjauan Mata Kuliah (Bagian ini sama untuk semua modul dalam satu mata kuliah)
1. Deskripsi mata kuliah
2. Kegunaan Mata Kuliah
3. Sasaran Belajar
4. Urutan Penyajian
5. Petunjuk Belajar bagi Mahasiswa dalam mempelajari modul
II. Pendahuluan
1. Sasaran pembelajaran yang ingin dicapai
2. Ruang lingkup bahan modul
3. Manfaat mempelajari modul
4. Urutan pembahasan
5. Petunjuk khusus (bila ada yang spesifik pada modul ini)
III. Materi Pembelajaran
1. Uraikan isi pokok bahasan subpokok bahasan, contoh soal atau kasus, dan lainnya yang perlu dipahami mahasiswa
2. Isinya bisa terdiri dari beberapa bagian atau subbagian sesuai dengan ruang lingkup pokok bahasan dan subpokok bahasan.
IV. Latihan
– beri soal atau kasus atau problem yang perlu dilatihkan mahasiswa untuk mengembangakan pemahaman mahasiswa 10
– bila perlu buat lembar kerja mahasiswa, format tabel, atau bentuk lain yang diperlukan
– lengkapi dengan petunjuk kerja agar kegiatan mandiri mahasiswa lebih terarah pada pencapaian sasaran pembelajaran
– akan baik sekali kalau tugas atau latihan itu mencakup kognisi, psikomotorik, dan afeksi
V. Rangkuman
– tulis intisari bahan pembelajaran pada modul, rangkuman ini sebaiknya tidak lebih dari tiga paragraf.
VI. Tes Formatif
– Buat sejumlah soal, proyek atau kasus untuk mengukur capaian belajar mahasiswa. Bila dipandang perlu lengkapi kunci jawaban soal yang diberikan.
VII. Umpan Balik atau Tindak Lanjut
– tulis petunjuk kepada mahasiswa cara mengukur capaiannya dan tindakan yang perlu dilakukan untuk pengembangan pemahaman tentang bahan modul dan ketercapian sasaran pembelajaran. Tindak lanjut merupakan petunjukkan bagi mahasiswa apakah diperlu mengulang bagian tertentu atau perlu menambah bahan pembelajaran lebih lanjut.
VIII. Kunci Tes Formatif
IX. Daftar Pustaka
Nah , itulah penjelasan tentang modul, mulai dari pengertian, ciri-ciri, kekurangan dan kelebihan, hingga format penulisan sudah kita bahas bersama. Sampai sini kalian sudah memahami kan. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Demikian referensi buku modul dengan judul pengertian buku modul apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
