BAB 2 Mengenal Bentuk -Bentuk SumberBelajar Dan Bahan Ajar(1)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini BAB 2 Mengenal Bentuk -Bentuk SumberBelajar Dan Bahan Ajar(1)

Pendahuluan

Sebagaimana telah sedikit kita singgung di depan bahwa bahan ajar memiliki beragam klasifikasi, bentuk, maupun jenisnya. Begitu pula dengan sumber belajar. Sebagai sumber untuk penyusunan bahan ajar, sumber belajar juga memiliki jenis yang tidak sedikit. Untuk lebih memahami mengenai bentuk dan klasifikasi sumber belajar maupun bahan ajar, pada bab ini kita akan membahas secara khusus mengenai keduanya.

  1. Sumber Belajar

Jika kita lakukan penelusuran ke berbagai literatur tentang teknologi pembelajaran dan media pembelajaran, maka paling tidak ada dua kategori sumber belajar yang bisa kita jumpai, yakni menurut pembuatannya dan menurut bentuk/isinya, serta menurut jenisnya.

  1. Pengelompokan Sumber Belajar Berdasarkan Tujuan Pembuatan dan Bentuk/Isinya

Berdasarkan tujuan AECT pembuatannya, (Association of Educational Communication and Technology) membagi sumber belajar menjadi dua kelompok, yaitu resources by design (sumber belajar yang dirancang) dan resources by utilization (sumber belajar yang dimanfaatkan)’. Resources by design merupakan sumber belajar yang secara sengaja direncanakan untuk keperluan pembelajaran. Contohnya, buku paket, LKS, modul, petunjuk praktikum, dan lain sebagainya. Sedangkan resources by utilization merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Contohnya, pasar, museum, kebun binatang, masjid, lapangan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, menurut bentuk/isinya, sumber belajar dibedakan menjadi lima macam, yaitu tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, buku, peristiwa, dan fakta yang sedang terjadi.”

  1. Tempat atau lingkungan alam sekitar di sini adalah di mana saja seseorang bisa melakukan proses belajar atau perubahan tingkah laku, maka tempat tersebut dapat dikelompokkan sebagai tempat belajar. Dengan kata lain, tempat itu merupakan sumber belajar. Sebagai contohnya, perpustakaan, museum, sungai, pasar, gunung, kolam ikan, dan lain sebagainya.
  2. Benda adalah segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Contohnya, situs, candi, benda peninggalan lainnya.
  3. Orang adalah siapa saja yang memiliki keahlian dan kemampuan tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Contohnya, guru, ahli geologi, politisi, dan sebagainya.
  4. Buku adalah segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikelompokkan sebagai sumber belajar. Contohnya, buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedia IPS dan lain sebagainya.
  5. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi contohnya adalah peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta itu sebagai sumber belajar.
  6. Pengelompokan Sumber Belajar Berdasarkan Jenisnya

Sementara itu, pendapat lain (Sudjana dan Rivai, 1989:79-80; Yusuf, 2010:250-251) membedakan sumber belajar menjadi enam jenis.?

  1. Pesan (message), yakni semua informasi yang di teruskan oleh sumber lain dalam bentuk ide, data, fakta, arti, kata, dan lain-lain. Contohnya,

bidang studi kurikulum, isi buku, isi program slide, serta informasi dalam media elektronik (CD ROM, DVD, flash disk, komputer, dan internet).

  1. Manusia (people), yakni orang bagai penyimpan, pe ngolah, dan penyaji atau penyalur informasi. Con tohnya, dosen atau guru, pustakawan, instruktur, pemuka masyarakat, dan lain sebagainya.
  2. Bahan (materials) atau sering disebut perangkat lunak (software), yakni sesuatu yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat. Contohnya, film bingkai, buku, dan majalah.
  3. Peralatan (device) atau sering disebut perangkat keras (hardware), yakni segala sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan pesan yang terdapat di dalam software. Contohnya, berbagai jenis proyektor dan hardware komputer.
  4. Teknik atau metode (technique), yakni prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, dan lingkungan guna menyam paikan pesan. Contohnya, kuliah, ceramah, dan memimpin diskusi.
  5. Lingkungan (setting), yakni situasi orang yang me nerima pesan, bisa lingkungan, fisik maupun non fisik. Contoh lingkungan fisik antara lain gedung,

halaman, tata ruang, dan ruang baca. Sedangkan contoh lingkungan nonfisik antara lain ventilasi udara, penerangan, dan suhu ruangan.

Bentuk-Bentuk Sumber Belajar

   Agarkitamampu mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai potensi sumber belajar yang melimpah di sekitar kita secara maksimal, maka hal terpenting yang mesti kita lakukan adalah mengenali berbagai bentuk sumber belajar tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai literatur, dapat kita sebutkan bahwa bentuk-bentuk sumber belajar di sekitar kita antara lain buku, majalah, brosur, poster, ensiklopedia, film, slides, video, model, andiocassette, transparansi, realia, internet, ruangan belajar, studio, lapangan olahraga, wawancara, kerja kelompok, observasi, permainan, taman, museum, kebun binatang, pabrik, toko, dan lain sebagainya.

    Adapun yang dimaksud dengan bentuk-bentuk sumber belajar tersebut, beberapa di antaranya dijelaskan secara rinci sebagai berikut.

  1. Buku, yakni lembar kertas yang berjilid, baik berisi tulisan maupun kosong. Buku sebagai sumber belajar adalah buku yang berisi teks tertulis yang mengandung ilmu pengetahuan. Ada berbagai jenis buku, seperti buku ajar, ilmiah, populer, fiksi, nonfiksi, novel, komik, dan lain sebagainya.
  2. Majalah, yakni terbitan berkala yang isinya men cakup berbagai liputan jurnalistik dan pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Menurut waktu penerbitannya, majalah dibedakan

atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya. Sedangkan menurut spesialisasi isinya, majalah dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan lain sebagainya.

  1. Brosur, yakni bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara sistematis. Bro sur bisa juga dimaknai sebagai cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa di jilid, atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat, tetapi lengkap. Misalnya, brosur tentang organisasi atau institusi sekolah.
  2. Poster, yakni plakat yang dipasang di tempat umum, biasanya berupa pengumuman atau iklan. 5. Ensiklopedia, yakni buku (atau serangkaian buku) yang menghimpun keterangan atau uraian tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, yang disusun menurut abjad atau lingkungan ilmu. Contohnya, ensiklopedia al Qur’an, ensiklopedia hewan, ensiklopedia flora, dan lain sebagainya.
  3. Film, yakni selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar negatif (yakan dibuat potret) atau tempat gambar pose (yang akan dimainkan di dalam bioskop). Ad.: beragam bentuk film, seperti film kartun, film dokumenter, film kartun, film seri, dan lain sebagainya.
  4. Model, yakni barang tiruan yang kecil dengan bentuk (rupa) persis seperti yang ditiru. Contohnya, model manusia, model sepeda motor, model pesawat terbang, dan lain sebagainya.
  5. Transparansi, yakni barang (plastik dan sejenisnya) yang tembus cahaya, yang dipakai untuk menayangkan tulisan (atau gambar) pada layar proyektor.
  6. Studio, yakni ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang foto, dan sebagainya) atau ruang yang di pakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi.
  7. Wawancara, yakni tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau suatu hal. Ada berbagai macam bentuk wawan cara, seperti wawancara terbuka, wawancara tertutup, wawancara terstruk tur, wawancara individual, wawancara kelompok, dan sebagainya.
  8. Permainan, yakni sesuatu yang digunakan untuk bermain, barang atau sesuatu yang dipermainkan, mainan, hal bermain, atau perbuatan bermain (mi salnya bulu tangkis, sepak bola, dan sebagainya).
  9. Bahan Ajar

Telah kita ketahui bersama bahwa bahan ajar tidak sama dengan sumber belajar. Sebab, bahan ajar memiliki berbagai jenis dan bentuk. Namun demikian, para ahli telah membuat beberapa kategori untuk macam-macam bahan ajar tersebut. Beberapa kriteria yang menjadi acuan

dalam membuat klasifikasi tersebut adalah berdasarkan bentuknya, cara kerjanya, dan sifatnya, sebagaimana akan diuraikan dalam penjelasan berikut.

  1. Bahan Ajar Menurut Bentuknya

Menurut bentuknya, bahan ajar dibedakan menjadi empat macam, yaitu bahan cetak, bahan ajar dengar, bahan ajar pandang dengar, dan bahan ajar interaktif.

  1. Bahan cetak (printed), yakni sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi (Kemp dan Dayton, 1985). Contohnya, handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto atau gambar, dan model atau maket.
  2. Bahan ajar dengar atau program audio, yakni semua sistem yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang dapat dimainkan atau didengar oleh seseorang atau sekelompok orang. Contohnya, kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Bahan ajar pandang dengar (audiovisual), yakni segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Contohnya, video compact disk dan film.
  3. Bahan ajar interaktif (interactive teaching materials), yakni kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang oleh

penggunanya dimanipulasi atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah dan/atau perilaku alami dari suatu presentasi. Contohnya, compact disk interactive.

Bahan Ajar Menurut Cara Kerjanya

     Menurut cara kerjanya, bahan ajar dibedakan menjadi lima macam, yaitu bahan ajar yang tidak diproyeksikan, bahan ajar yang diproyeksikan, bahan ajar audio, bahan ajar video, dan bahan ajar komputer.”

  1. Bahan ajar yang tidak diproyeksikan, yakni bahan ajar yang tidak memerlukan perangkat proyektor untuk memproyeksikan isi di dalamnya, sehing ga peserta didik bisa langsung mempergunakan (membaca, melihat, dan mengamati) bahan ajar tersebut. Contohnya, foto, diagram, display, model, dan lain sebagainya.
  2. Bahan ajar yang diproyeksikan, yakni bahan ajar yang memerlukan proyektor agar bisa dimanfaatkan dan/atau dipelajari peserta didik. Contohnya, slide, filmstrips, overhead transparencies, dan proyeksi komputer.
  3. Bahan ajar audio, yakni bahan ajar yang berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam. Untuk menggunakannya, kita mesti memerlukan alat pemain (player) media rekam tersebut, seperti tape compo, CD player, VCD player, multimedia player, dan lain sebagainya. Contoh bahan ajar seperti ini adalah kaset, CD, flash disk, dan lain-lain.
  4. Bahan ajar video, yakni bahan ajar yang memerlukan alat pemutar yang biasanya berbentuk video tape player, VCD player, DVD player, dan sebagainya. Karena mirip dengan bahan ajar audio, maka bahan ajar ini juga memerlukan media rekam. Hanya saja, bahan ajar ini dilengkapi dengan gambar. Jadi, dalam tampilan, dapat diperoleh sebuah sajian gambar dan suara secara bersamaan. Contohnya, video, film, dan lain sebagainya.

e. Bahan ajar (media) komputer, yakni berbagai jenis bahan ajar noncetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar. Contohnya, computer mediated instruction dan computer based multimedia atau hypermedia

demikian referensi buku dengan judul Bab 1 Saatnya Membuat Bahan Ajar Inovatif (1) apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku