Jasa Pembuatan Buku Profesional Untuk Bahan Ajar

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai jasa pembuatan buku profesional untuk bahan ajar.

           Halo guys, kembali lagi bersama kita, nah kali ini kita akan membahas mengenai pembuatan buku ajar yang baik dan benar. Dosen dalam pendidikan melakukan lebih dari sekedar menjelaskan materi kepada mahasiswa. Kami juga menyediakan bahan-bahan tertulis berupa buku, artikel, dll. buku dalam format buku, termasuk buku teks yang dibuat oleh instruktur sebagai jembatan untuk menjelaskan materi kepada siswa. Buku teks memandu instruktur untuk menyampaikan materi secara sistematis dan menyeluruh dalam bahasa yang mudah dipahami siswa. Namun, menulis buku pelajaran belum menjadi prioritas bagi pengajar. Kebanyakan orang masih bingung bagaimana cara menulis buku teks yang baik dan benar. Sebagian orang masih bingung dengan format huruf. Jadi inilah ulasannya.

Definisi buku bahan ajar

Pengertian Bahan Ajar

          Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Pannen, 1995). Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya. Pengertian ini menjelaskan bahwa suatu bahan ajar haruslah dirancang dan ditulis dengan kaidah intruksional karena akan digunakan oleh guru untuk membantu dan menunjang proses pembelajaran. Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/subtopik dan rinciannya.

          Melihat penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa peran seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Bahan ajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya.

Ciri-ciri buku bahan ajar

Berikut ini adalah ciri-ciri buku ajar:

  1. Buku ajar adalah hasil pemikiran atau hasil penelitian pada bidang kajian tertentu. 
  2. Buku ajar menggunakan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami. 
  3. Buku ajar dilengkapi dengan tujuan pembelajaran dan evaluasi. 
  4. Buku ajar ditulis minimal 40 halaman dengan format UNESCO. 
  5. Buku ajar diterbitkan dan disebarluaskan. 
  6. Buku ajar tidak menyimpang dari pancasila dan UUD 1945. 
  7. Buku ajar ditulis oleh dosen atau para ahli dalam bidang tertentu.

Kelebihan dan kekurangan buku bahan ajar cetak

Bahan ajar cetak , seperti juga bahan ajar yang menggunakan media lain, mempunyai aspek positif yang menyebabkan bahan ajar cetak dipilih dan digunakan dalam proses pembelajaran. Aspek positif ini tidak muncul begitu saja, tetapi perlu ditunjang oleh langkah-langkah terstruktur sehingga aspek positif ini dapat muncul dalam bahan ajar cetak yang kita kembangkan.Pengetahuan mengenai aspek positif dari bahan ajar cetak ini berguna baik pada saat kita memilih atau mengembangkan bahan ajar cetak tetapi juga bermanfaat pada saat kita melakukan evaluasi terhadap produk bahan ajar cetak. Pada saat melakukan evaluasi , Anda diharapkan cukup jeli melihat kehadiran aspek positif dalam produk yang dievaluasi.

  • Aspek positif bahan ajar cetak dikemukan oleh Bates ( 1985) dan Heinich (1996) sebagai berikut:
  • Media cetak merupakan media yang paling mudah diperoleh dan lebih sederhana dibandingkan program komputer ( Bates, 1985), dapat dipelajari dan dibaca di mana saja dan kapan saja, tidak perlu  alat khusus dan mahal untuk memanfaatkannya.
  • Dari sudut pengajaran. Bahan ajar cetak lebih unggul dibanding bahan ajar jenis lain karena bahan ajar cetak merupakan media yang canggih dalam hal mengembangkan kemampuan peserta didik untuk belajar tentang fakta dan mampu memahami prinsip-prinsip umum dan abstrak dengan menggunakan argumentasi yang logis.
  • Dari sudut kualitas penyampaian. Bahan ajar cetak dapat memaparkan kata-kata , angka-angka, notasi musik, gambar dua dimensi, serta diagram. Jika  biaya bukan merupakan masalah maka media cetak dapat dipresentasikan lengkap dengan illustrasi yang berwarna.
  • Dari sudut penggunaan. Bahan ajar cetak bersifat self sufficient di mana untuk menggunakannya tidak diperlukan alat lain, mudah dibawa karena bentuknya kecil dan ringan, informasi di dalamnya dapat dengan cepat diakses dan mudah dibaca secara sekilas oleh penggunanya.
  • Dari sudut ekonomi. Bahan ajar cetak relatif murah untuk diproduksi atau dibeli dan dapat digunakan berulang-ulang. Di samping itu, pengirimannya relatif lebih mudah, efisien, cepat dan ongkosnya relatif lebih murah.

Di samping mempunyai sisi positif, maka bahan ajar juga mempunyai sisi negatif atau kelemahan-kelemahan .

Kelemahan bahan ajar cetak  antara lain:

  • tidak mampu mempresentasikan gerakan , pemaparan materi bersifat linear, tidak mampu mempresentasikan kejadian secara berurutan.
  • sulit memberikan bimbingan kepada pembacanya yang mengalami kesulitan memahami bagian tertentu dari bahan ajar tersebut.
  • sulit memberikan umpan balik untuk pertanyaan yang diajukan yang memiliki banyak kemungkinan jawaban atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang kompleks dan mendalam.
  • tidak dapat mengakomodasi peserta didik dengan kemampuan baca terbatas karena bahan ajar cetak ditulis pada tingkat baca tertentu.
  • memerlukan pengetahuan prasyarat agar peserta didik dapat memahami materi yang dijelaskan. Peserta didik yang tidak memenuhi asumsi pengetahuan prasyarat ini akan mengalami kesulitan dalam memahami.
  • cenderung digunakan sebagai hafalan. Ada sebagian guru yang menuntut peserta didiknya untuk menghafal data, fakta, dan angka. Tuntutan ini akan membatasi penggunaan bahan ajar cetak hanya sebatas alat bantu menghafal.
  • kadangkala memuat terlalu banyak terminologi dan istilah sehingga dapat menyebabkan beban kognitif yang besar kepada peserta didik.
  • presentasi satu arah karena bahan ajar cetak tidak interaktif sehingga cenderung digunakan dengan pasif, tanpa pemahaman yang memadai.

Anderson (1994) menguraikan kelebihan dan keterbatasan bahan ajar cetak sebagai berikut:

Kelebihan:

  • Siswa dapat berhenti sewaktu-waktu untuk melihat sumber lain, misalnya kamus, buku acuan, menggunakan kalkulator dll.
  • Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing.
  • Media umumnya mudah dibawa, sehingga dapat digunakan dimana saja.
  • Instruktur dan siswa dapat dengan mudah mengulangi materi pelajaran.
  • Gambar atau foto hitam putih dapat diadaptasikan ke halaman cetak
  • Materi pelajaran dapat diproduksi secara ekonomis, dapat didistribusikan dengan mudah, mudah diperbaiki.

Keterbatasan:

  • Mencetak media memerlukan waktu yang cukup lama
  • Mencetak foto atau gambar berwarna memerlukan biaya mahal
  • SUkar menampilkan gerak di halaman media cetak
  • Pelajaran yang telalu panjang disajikan dengan media cetak cenderung untuk mematikan minat dan menyebabkan kebosanan
  • Tanpa perawatan yang baik, media cetak akan cepat hilang, rusak atau musnah

Sebagai bahan ajar, jenis bahan ajar cetak memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Keuntungan bahan ajar cetak ialah:

  • Availability. Bahan ajar cetak tersedia dalam beragam topic dan format Flexibility. Bahan ajar cetak mudah diadaptasi untuk beragam tujuan dan dapat digunakan beragam lingkungan cukup cahaya.
  • Portability. Bahan ajar cetak mudah dibawa dari satu tempat ke tempat lain dan tidak membutuhkan sumber arus listrik
  • User friendly. Bahan ajar cetak mudah digunakan tidak memerlukan usaha khusus.
  • Economical. Bahan ajar cetak relative murah untuk diproduksi atau dibeli serta dapat digunakan kembali sewaktu-waktu.

Sedangkan kekurangan bahan ajar cetak ialah:

  • Reading level. Salah satu masalah yang dihadapi dalam penggunaan bahan ajar cetak ialah tingkat kemampuan membaca siswa yang beragam. Beberapa siswa yang bukan pembaca atau memiliki hambatan dalam membaca mengalami masalah ini.
  • Prior knowledge. Biasanya bahan ajar cetak dalam bentuk buku teks ditulis untuk pembaca umum. Bagi pembaca yang memiliki hambatan dalam pengetahuan awal/prasyarat akan mengalami kesulitan dalam memahami bacaan.
  • Memorization. Beberapa guru sering meminta siswa untuk mengingat banyak fakta dan definisi. Praktek ini menyebabkan bahan ajar cetak sebagai alat bantu menghafal belaka.
  • Vocabulary. Beberapa buku teks menggunakan banyak terminology kata dan konsep yang sulit dipahami dan kurangnya penjelasan.

Langkah-langkah dalam menulis Buku Ajar dan Susunan Buku Ajar

Buku Ajar yang baik harus :

  1. Mengandung keterangan-keterangan yang bersifat mendasar tentang bidang ilmu tertentu.
  2. Memperkuat pemahaman tentang ilmu tertentu sebagai pegangan kuliah mahasiswa.
  3. Memberi peragaan-peragaan untuk untuk lebih menjelaskan keterangan-keterangan yang disajukan dalam kuliah.
  4. Menyediakan lahan untuk latihan-latihan.
  5. Menjadi sumbu rujukan.

Langkah-langkah dalam menulis Buku Ajar :

  1. Merumuskan sasaran belajar yang dikehendaki.
  2. Menyiapkan soal-soal yang dapat menguji tercapainya sasaran belajar.
  3. menganalisis dengan teliti tiap pokok bahasan untuk menentukan struktur yang mendasarinya.
  4. Menyusun bahan ajaran secara berurutan dan bersistem.
  5. Mengujicobakan naskah kepada sejumlah mahasiswa terpilih yang mewakili calon pemakai.
  6. Memperbaiki naskah berdasar hasil ujicoba tersebut, kemudian diujicobakan ulang hingga sasaran yang diinginkan tercapai.
  7. Membuat revisi berdasar hasil ujicoba.
  8. Menawarkan naskah pada penerbit.
  9. Buku Ajar diterbitkan.

Susunan Buku Ajar

Tiga bagian penting yang biasanya ada dalam Buku Ajar.

1. Bagian Pendahuluan. Mengandung unsur-unsur

  • Halaman pancir, yaitu halaman terdepan yang memuat judul buku.
  • Halaman judul, memuat judul lengkap, nama pengarang dan penyunting, nama penerbit serta kedudukan penerbit.
  • Teraan, menguraikan perihal penerbit, cetak ulang, hak penerbitan atau pengarang, Nomor ISBN atau katalog dan lain-lain.
  • Daftar Gambar, acapkali dibuat untuk gambar yang khusus.
  • Pengantar, ditulis orang lain yang akan memperkenalkan pengarang atau isi buku.
  • Prakata, memuat perihal siapa pengguna buku, petunjuk menggunakan buku, sasaran yang ingin dicapai setelah mempelajari buku, alasan atau garis besar pembagian Bab.
  • Ucapan terima kasih, merupakan kesempatan penulis menyampaikan terima kasihnya kepada pihak yang telah membantu mewujudkan tulisan tersebut. Terima kasih perlu disampaikan dengan wajar saja, jangan berlebihan. Ucapan terima kasih dapat pula dipadukan dengan Prakata.

2. Bagian Isi. Unsur-unsur bagian isi adalah :

  • Parwa (Part).
  • Bab (harus ada).
  • Pasal.
  • Ayat.

Tiap Bab mengandung :

  • Pendahuluan
  • Sub Bab
  • Ringkasan
  • Daftar Pustaka
  • Soal-soal latihan

3. Bagian Penyudah. Unsur-unsur dari bagian Penyudah :

  • Lampiran. Berisi Takarir (glosary), dan Jawaban soal-soal latihan
  • Penjurus (index)
  • Daftar Pustaka

Demikian referensi buku ajar dengan judul Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulumapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.