RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Menulis Rutin dan tanpa lawan hambatan.
Halloo !! Rata-rata, sebuah buku membutuhkan lebih dari 100 halaman kan. Paperback berkisar antara 50 hingga 100 halaman. Manual 100-150 halaman, buku lebih lengkap 150-200 halaman, dan buku referensi maksimal 250 halaman. Buku yang lengkap biasanya 250 halaman atau lebih.
Mari kita membalikkan sudut pandangnya, lihat itu sebagai tantangan, bukan sebagai beban. Jika kita menganggap menulis adalah tantangan, sudah dapat dipastikan bahwa tiap saatnya kita akan terus menerus merasa bergairah dalam menulis. Anggap saja ini adalah tantangan terbesar yang harus dimenangkan dalam kehidupan Anda, niscaya apabila buku tersebut telah selesai, Anda akan mendapatkan kepuasan yang tiada duanya.
Selain itu jika proses penulisan dilakukan setahap demi setahap seperti bernapas, maka menulis adalah hal yang amat sangat mudah. Kita tidak perlu memikirkan berapa halaman yang harus ditulis. Namun, ingatlah untuk selalu menulis sedikit demi sedikit. Tahukan Anda, bahwa sepuluh atau dua puluh artikel bisa menjadi sebuah buku? Ya, Anda hanya butuh 10 sampai 20 artikel saja untuk menjadi buku. Sedikit bukan? Saran kami, sebaiknya Anda menyediakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam setiap hari.
Ada cara efektif untuk anda menulis agar rutin , Bagaimana yaa ?
Buat jadwal yang rutin agar Anda bisa menulis.
Jika Anda memang memiliki waktu lebih, menulis rutin 2 jam setiap hari jauh lebih baik. Apa yang akan terjadi jika Anda menulis rutin 30 menit sampai 1 jam setiap hari? Anda pasti akan terkejut melihat hasilnya. Anggap saja dalam 30 menit Anda bisa menulis dua halaman maka dalam sebulan bisa menghasilkan 60 halaman. Dalam tiga bulan, Anda memiliki 180 halaman. Jumlah halaman yang sama pada buku-buku ajar (buku pegangan). Artinya, kita sudah bisa menghasilkan buku dalam waktu tiga bulan. Syaratnya, jika anda rutin menulis setiap hari.
Dalam hal apapun di hidup ini, termasuk dalam proses penulisan buku, Anda pasti akan mengalami hambatan.
Hambatan yang dimaksud itu dapat berupa:
- Tidak Fokus dan tidak punya waktu karena terlalu sibuk dengan pekerjaan. Sebenarnya, w aktu bisa disiasati, kitalah yang mengatur waktu bukan waktu yang mengatur kita.
- Bingung untuk memulai menulis, harus mulai dari mana? Mulailah dari yang mudah. Tidak punya ide dan materi? Padahal handout, file presentasi mata kuliah punya banyak sekali dan amat sangat lengkap.
- Takut salah dan kurang percaya diri. Padahal punya pengalaman segudang , ilmu dan pengetahuan selangit dibidang anda.
- Merasa memiliki tata bahasa yang buruk. Padahal sering menulis jurnal penelitian dan mengoreksi pekerjaan mahasiswa.
- Mau yang sempurna. Padahal sudah tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.
Sebenarnya, cara untuk menghancurkan beberapa hambatan di atas cukup mudah. Yakni, tekad dan komitmen kuat untuk menulis buku. Hanya tekad dan komitmen kuat yang bisa membuat Anda mampu menulis. Tanpa komitmen, mustahil Anda bisa menulis. Apalagi jika Anda punya hambatan tak punya waktu atau kesulitan membagi waktu. Dengan komitmen kuat dan memahami bagaimana rasanya jika telah berhasil nanti, tantangan itu dapat ditaklukan dengan sendirinya.
Adapula cara untuk meningkatkan ide anda saat sedang menulis. Apa saja itu? Simak lebih lanjut !!
- Semangat membaca adalah kuncinya
Membaca novel, buku, atau referensi lain yang berkaitan dengan ide-ide Anda adalah cara ampuh untuk mendapatkan ide-ide baru. Membaca referensi membuka mata dan pikiran Anda terhadap ide-ide baru yang sedang ditulis. Menulis dan membaca selalu berhubungan. Membaca referensi dari mana saja sangat penting untuk mendapatkan ide. Memang, semua penulis profesional yang baik memiliki kebiasaan sering membaca. Membaca daftar pustaka juga akan memberikan gambaran tentang seperti apa gaya penulisan dan ide orisinal apa yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika Anda membacanya secara langsung, akan hampir sama atau berbeda dari buku referensi, dan Anda akan menjadi orang yang penuh dengan ide-ide baru.
2. Cobalah untuk menulis apa yang Anda rasakan
Menulis bukan hanya tentang apa yang Anda pikirkan, tetapi juga apa yang Anda rasakan di dalam hati Anda. Ketakutan akan peristiwa di lingkungan biasanya dapat dijadikan ide tertulis. Menulis tentang hal ini dapat menimbulkan pemikiran baru dan tidak biasa. Menuliskan kitab suci kerusuhan yang ada membuat kata-kata yang dihasilkan tidak terlalu monoton dan lebih enak dibaca.
3. Mendiskusikan sesuatu dengan orang lain
Sebagai seorang penulis, Anda tidak harus merasa bahwa semua ide Anda berasal dari Anda. Mencoba berdebat dengan orang lain tidak masalah. Orang lain di sekitar Anda mungkin datang dengan ide-ide yang lebih baik dari sebelumnya. Orang lain juga dapat berbagi cerita dan inspirasi mereka untuk menghasilkan ide tulisan Anda. Ketika Anda ingin mendapatkan ide baru atau menulis ide yang lebih baik. Terhubung dengan teman, kolega, atau orang lain melalui media sosial atau bertemu langsung. Diskusikan dan bagikan agar ide-ide Anda selalu baru dan diterima dengan baik oleh khalayak luas.
4. Berfikir kreatif
Berpikir kreatif adalah titik awal untuk memastikan bahwa ide-ide yang dikembangkan tidak hilang dengan mudah. Orang kreatif memiliki beberapa ciri-ciri: Apa ciri-ciri orang kreatif? Diskusikan di bawah ini, yuk!!
- Mereka memiliki ciri-ciri seperti berpikir positif aktif. Dalam setiap situasi, di mana pun, otak memandang ke depan. Ciri orang kreatif adalah keberanian untuk terus berpikir positif dan positif tentang masa depan. Padahal, hal-hal kecil bisa menjadi sumber refleksi. Mereka sering membuat penemuan baru. Cara berpikirnya juga berbeda dari kebanyakan orang.
- Orang-orang kreatif memiliki gaya hidup mereka sendiri. Seperti yang Anda lihat, penulis kreatif memiliki cara berpikir mereka sendiri dan oleh karena itu cara hidup mereka sendiri. Mereka lebih suka menjadi diri sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh faktor lain.
- Mudah bosan, itu ciri orang kreatif. Kebanyakan orang kreatif paling tidak suka bekerja di pekerjaan yang monoton. Orang-orang kreatif lebih senang bekerja dengan pekerjaan yang bebas, mencari tantangan dan tentu saja tidak suka tinggal di zona nyaman mereka. Mereka bekerja dengan apa yang ingin dilakukan, lebih senang dengan tantangan besar.
- Memiliki cara kerja berbeda daripada orang kebanyakan. Mungkin orang umumnya, lebih senang dan nyaman bekerja di zona nyaman. Berbeda dengan orang yang kreatif. Ia memiliki jam kerja dan cara kerja yang fleksibel, sesuka mereka. Tidak dibatasi oleh aturan, waktu dan macam-macam. Menariknya, ia pun juga memiliki waktu sendiri untuk me time, dibandingkan dengan yang lain.
- Orang-orang kreatif hidup diantara kebahagiaan dan depresi. Misalnya, Anda memiliki bersemangat menulis. Anda begitu merasa terbebas dan lepas setiap kali menulis. Namun selama menulis, ada risiko yang harus di hadapi. Meskipun itu memusingkan dan menyebabkan depresi,namun tetap menjadi tantangan baginya.
Misalnya risiko mencari bahan materi, kejar deadline dan kesulitan mencari alternatif lain. Meskipun merasa kesulitan Meski mengalami kesulitan dan sering depresi, ia akan terus menulis buku sampai akhir.
5. Mencatat Ide yang Muncul
Mencatat ide yang muncul salah satu tindakan nyata memperkuat ide dalam menulis buku monograf. Tidak dapat di pungkiri bahwa kita memiliki keterbatasan dalam banyak hal. Salah satunya keterbatasan dalam mengingat. Itu sebabnya, menulis setiap ide yang terlintas dengan baik cara yang paling efektif.
Bagaimana jika ide masih abstrak? Tidak masalah, memang begitulah ide. Tugas penulis adalah menjadi ide yang masih berbentuk abstrak menjadi tertata dan menjadi rasional. Haruskah ide yang muncul di catat? Bagi seorang penulis yang menulis buku, itu penting. Karena satu ide buku bisa dapat digunakan untuk dua bentuk buku, mungkin bisa lebih, tergantung dari keterampilan si penulis.
6. Memiliki Ideologi
Agar ide yang dimiliki tidak cepat hilang, kunci utamanya adalah memiliki ideologi. Menulis buku tanpa ideologi yang kuat dapat menjadikan buku yang ditulis terkesan hambar dan datar. Tidak ada sesuatu yang unik dan mengetarkan. Setidaknya ideologi sebagai formula untuk mengolah ide yang biasa saja menjadi luar biasa. Ide yang luar biasa dan memiliki kesan pun akhirnya tidak mudah dilupakan.
Selain menguatkan ide yang diterima, ternyata memiliki ideologi juga membantu dalam proses menulis buku. Setidaknya ideologi yang dimiliki pengarang akan membantu dalam membuat kerangka atau menciptakan struktur dan alur tulisan yang akan disampaikan.
7. Pandai Menganalisis
Analisis yang baik tidak hanya meningkatkan ide-ide Anda, tetapi juga membantu Anda menemukan ide-ide lain. Penulis yang terbiasa dengan analisis masalah memiliki perspektif yang lebih tajam dan lebih luas. Lebih sulit untuk menghasilkan ide setiap saat daripada seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk menganalisis. Analisis tampaknya tidak terlalu penting, tetapi jika Anda melihat lebih dekat, itu penting. Menentukan apakah buku yang diterbitkan diminati pasar hanyalah analisis terperinci. Hampir semua buku terlaris berdasarkan analisis yang tajam. Ide pertama sederhana, tetapi menarik untuk dianalisis.
7. Jangan Malas Melakukan Hal-Hal Baru
Ide adalah sesuatu yang sifatnya dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. Jadi Anda yang ingin mendapatkan ide harus mencoba hal baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ide hari ini dengan besok bisa saja berbeda satu sama lain.
Penulis yang handal memang dituntut untuk menulis sesuatu yang selalu baru sehingga tidak akan ketinggalan zaman, mulai dari gaya penulisan hingga ide yang ditampilkan. Tentu pembaca akan senang jika info dan tulisan yang dibaca menarik dan selalu up to date. Jadi tulisan Anda akan bermanfaat dan selalu berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal yang harus Anda sadari adalah bahwa menulis sesuatu untuk memaksa Anda rutin menghasilkan tulisan, lebih baik daripada tidak melakukan apapun”, ujar Blake Powell.
Keinginan untuk menjadi penulis hanya bisa terwujud melalui satu cara, yaitu terus menulis. Anda harus terus mengumpulkan keberanian untuk menulis dan mempublikasikan tulisan secara rutin, setiap hari.Tetap semangat menulis dengan rutin yaa!!
Demikian referensi buku ajar dengan menulis rutin dan tanpa lawan hambatan apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
