RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Sistematika menulis buku referensi.
Pengertian buku referensi
Buku referensi adalah buku yang hanya membahas satu bidang ilmu. Tentu saja ilmu yang sesuai dengan kompetensi si penulis. Syarat buku referensi pun mirip seperti penulis buku ilmiah, yaitu terdiri rumusan masalah, ada juga metodologi, solusi, dukungan data dan juga buku dengan keilmuan yang bersifat terbarukan.
Menulis buku referensi butuh motivasi dalam diri, agar bisa menyelesaikan satu buku dalam waktu singkat. Sayangnya, terkadang masih banyak penulis bisa menulis buku referensi merasa bingung. Biasanya apa saja sih alasan Anda merasa kesulitan menulis buku referensi selain terkendala ide dan rasa malas dalam diri?
Yap, ternyata cukup banyak yang merasa kesulitan menulis buku referensi karena tidak tahu apa dan bagaimana sih sistematika yang baik dan benar. Pada kesempatan kali ini ada tips dan cara menulis buku referensi yang tersistematik. Bagaimana? Berikut sistematika menulis buku referensi yang wajib ada.
1. Judul Buku Referensi
Sistematika paling awal adalah membuat judul buku referensi. Buatlah judul yang menarik. Penulisan judul yang tepat ditulis dengan singkat, padat dan jelas. Upayakan untuk membuat judul sefokus mungkin dan sesuai dengan tema. Jika masih merasa kesulitan menulis judul, Anda bias menulis judul di bagian terakhir.
Tips mudah menulis judul di bagian akhir ketika menulis buku referensi paling di sarankan. Karena menentukan judul di bagian akhir akan lebih memudahkan penulis untuk memutuskan temuan yang paling menarik. Sebaliknya, ketika menentukan judul tulisan di bagian awal, akan lebih banyak orang yang merasa kesulitan menentukan.
Karena buku referensi salah satu jenis buku yang digunakan untuk buku referensi dan buku pegangan belajar, maka pembuatan judul pun juga perlu dan sangat diperhatikan. Dari isi buku referensi tetap diperhatikan gaya bahasa yang tetap formal namun tetap informatif.
2. Pendahuluan
Pendahuluan adalah ditulis dengan cara mencuplik bab pertama dari hasil penelitian yang Anda lakukan. Di bab pendahuluan inilah tugas seorang penulis untuk menarik pembaca untuk tertarik dan penasaran ingin melihat hasil lebih banyak dan detail. Hal yang perlu diketahui saat menulis pendahuluan pada hasil penelitian dan pendahuluan yang diperuntukkan menulis buku ilmu pengetahuan berbeda.
Penulisan pendahuluan pada karya ilmiah lebih fokus ke objek yang diteliti atau pokok pembicaraan. Termasuk juga fokus pada wawasan, rencana pengembangan hingga tujuan. Berbeda ketika penulis menuliskan pendahuluan untuk menulis buku referensi khususnya ilmu pengetahuan. Ketika Anda menulis pendahuluan buku referensi, ada empat elemen penting yang harus ada di bagian pendahuluan.
Apa sajakah elemen-elemen tersebut meliputi beberapa hal sebagai berikut. a. Data dan Fakta: Masukan data dan fakta di bagian pendahuluan. Keberadaan data dan fakta inilah berfungsi untuk menguatkan kalimat utama di setiap paragraf. Fungsi lain adannya data dan fakta akan menguatkan kepercayaan pembaca, dan tidak meragukan pernyataan penulis. b. State of Art: Membandingkan secara singkat teori dengan hasil penelitian yang mutakhir, atau bisa juga digunakan untuk menjelaskan fenomena. Intinya adalah, ada teori yang dihubungkan, dan tentunya setiap teori yang dihubungkan pun juga harus sarat akan data dan fakta.
Cukup disinggung secara singkat di pendahuluan, sisanya dijelaskan di bagian latar belakang. c. Mengemukakan posisi penelitian yang penulis Alami. Meskipun buku referensi ini bukanlah buku jurnal atau apa, melainkan hasil penelitian yang dikemas menjadi buku referensi. Maka, sumber dasarnya juga dari hasil penelitian, di mana setiap kali penelitian selalu ada celah yang belum bisa dijelaskan oleh literatur atau penelitian yang lain.
jika memang di lapangan ditemukan, tidak ada salahnya disinggung di sini sebentar. d. Dilengkapi dengan alasan, cantumkan alasan kenapa Anda melakukan penelitian. Di sinilah penulis juga memberikan gambaran kepada pembaca terkait apa yang terjadi di lapangan.
3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam sebuah penelitian, menjadi kerangka dasar untuk menemukan solusi atas apa yang hendak diteliti oleh penulis. Dalam sebuah penelitian, rumusan masalah menjadi penentu bahasan yang akan diolah. Begitu pun ketika Anda juga hendak menulis buku referensi, yang mengacu dari hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan. Karena rumusan masalah menjadi sangat mendasar, maka butuh dukungan dan bantuan dengan cara membuat metodologi. Fungsinya jelas, memudahkan penelitian dan menentukan urusan masalah.
Dari segi bentuknya, rumusan masalah bisa berupa ‘pertanyaan’ dan ‘pernyataan”. Keduanya berupaya untuk mencari jawaban. Adapun upaya memperoleh jawaban dengan cara mengumpulkan data atau rumusan masalah. Adapun beberapa bentuk rumusan masalah, ada rumusan masalah deskriptif, komparatif dan rumusan masalah asosiatif.
Dari ketiga rumusan masalah tersebut, setiap penulis memiliki gaya dan kesenangan sendiri, hendak menggunakan rumusan masalah yang seperti apa. Jika Kalian ingin membuat rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan, Kalian bisa menggunakan good research question. Setidaknya ada empat bentuk pertanyaan penelitian yang baik, ada pertanyaan fleksibel yang merupakan pertanyaan untuk merujuk sumber yang sifatnya sudah jelas, nyata dan lebih efisien.
Ada juga pertanyaan clarity yang sering digunakan untuk mengembangkan persepsi dan konsepsi untuk para pembaca. Jika Kalian pernah mendengar significance, maka ini juga jenis bentuk pertanyaan yang menekankan pada kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah. Terakhir adalah ethnic, yang digunakan untuk pertanyaan yang tidak berhubungan dengan suku, moral, nilai agama dan kepercayaan.
4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berperan untuk mengungkapkan hasil penelitian. Tentu saja dalam menjalan sebuah penelitian, ada masalah yang harus diselesaikan. Begitu pun ketika hendak menulis buku referensi, penulis juga pasti memiliki tujuan yang hendak dicapai dari menulis buku. Tujuan penelitian yang baik setidaknya meliputi spesifik, terbatas, dapat diukur, dan dapat diperiksa demi melihat hasil penelitian Metodologi
5. Teori Mutakhir
Karena sumber referensi utama saat menulis buku referensi adalah hasil penelitian ilmiah, maka carilah hasil penelitian, syukur hasil penelitian Anda sendiri. Hasil penelitian ilmiah yang baik tentunya memiliki teori mutakhir. Di mana teori tersebut sudah dibuktikan dari hasil penelitian. Sehingga hasil buku referensi yang Anda tulis pun menjadi lebih berbobot.
6. Pembahasan
Barangkali Kalian masih bingung apa saja dan bagaimana cara pembahasan ketika menulis buku referensi dari karya ilmiah? Sebenarnya tidaklah sulit. Di bab pembahasan, jika masih dirasa kesulitan, Kalian bisa membuat sub bab dan sub bab 16 Cerdas Menulis Buku Referensi untuk memudahkan Anda menguraikan agar lebih terfokus.
Memang dari segi pembahasan ada beberapa poin yang sudah disinggung di tujuan penelitian, pendahuluan atau di rumusan masalah, itu bukan masalah. Di bagian pembahasan, sebenarnya penulis tinggal memaparkan lebih gambling dan lebih lengkap dari tujuan penelitian, pendahuluan atau rumusan masalah. Intinya, di bagian pembahasan bisa dicantumkan data selengkap mungkin dan boleh panjang. Mengingat buku referensi juga dibuat berhalaman-halaman.
7. Kesimpulan
Sesuai namanya, kesimpulan cukup dipaparkan dan disampaikan secara singkat, padat dan jelas. Jadi penulis tidak harus dan tidak selamanya ditulis dengan kalimat yang berputar- putar dan berbunga-bunga. Cukup tulis kesimpulan atau isi yang diperolehnya. Jika bingung mengungkapkan hasil penelitian atau kesimpulannya, Kalian bisa dengan cara mengawalinya dengan mengambil statement di padukan dengan hasil penelitian yang sudah ditemukan.
8. Daftar Pustaka
Bagian terakhir adalah bagian daftar pustaka. Seperti ulasan pada artikel sebelum-sebelumnya. Bahwa penulisan daftar pustaka berperan untuk mencantumkan sumber data- data yang digunakan sebagai referensi. Satu sisi sumber referensi yang dicantumkan di dalam daftar pustaka memberikan penghormatan dari karya-karya buku atau hasil penelitian dari penulis-penulis sebelumnya.
Dalam pedoman operasional penilaian angka kredit kenaikan jabatan akademik/pangkat dosen tahun 2019, Karya ilmiah dalam bentuk buku yang dimaksud salah satunya buku referensi diakui sebagai komponen penelitian untuk kenaikan jabatan akademik adalah sebagai berikut. a) Isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis.
b) Merupakan hasil penelitian atau pemikiran yang orisinal.
Kriteria ini yang membedakan antara buku referensi/monograf dengan buku ajar.
c) Memiliki ISBN.
d) Tebal paling sedikit 40 (empat puluh) halaman cetak (menurut format UNESCO).
e) Ukuran : standar, 15 x 23 cm.
f) Diterbitkan oleh penerbit Badan Ilmiah/Organisasi/
Perguruan Tinggi.
g) Isi tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan Undang-
Undang Dasar 1945.
Spesifikasi Buku Referensi
Spesifikasi buku secara umum mengacu pada ketentuan pada peraturan tentang Jabatan Akademik Dosen dan hibah buku Dikti. Spesifikasi buku ini berlaku baik untuk hibah maupun penulisan mandiri oleh civitas academica. Berikut adalah spesifikasi umum buku referensi.
- Buku diketik dengan komputer dengan ukuran huruf (font) Times New Roman 12 atau Cambria 11.
2. Buku memiliki ISBN dan diedarkan (disebarluaskan).
3. Tebal paling sedikit 40 halaman cetak (menurut standar UNESCO) tidak termasuk bagian preliminaries dan postliminaries.
4. Ukuran minimal 15,5 cm x 23 cm (Standar UNESCO)
5. Diterbitkan oleh badan ilmiah/ organisasi/ perguruan tinggi
6. Tidak menyimpang dari peraturan dan kode etik penulisan ilmiah yang berlaku
7. Satu buku untuk 1 (satu) bidang ilmu (Buku Referensi)
Apa saja syarat buku referensi secara teknis? Berikut ulasannya.
- Cakupan materi
Terdapat beberapa poin penting agar cakupan materi dari hasil penelitian menjadi buku ajar tepat sasaran. Yaitu harus mencakup materi yang akan di bahas. Materi yang disampaikan setidaknya disesuaikan oleh kompetensi.
2. Akurasi Materi
Meskipun menulis buku dapat ditulis berdasarkan kajian literatur, ternyata menulis buku juga lebih baik jika ditulis dengan melakukan penelitian terlebih dahulu. Misalnya dengan memanfaatkan hasil penelitian Anda sebelumnya, menjadi buku referensi.
Jadi penulis perlu membuat sebuah akurasi materi. Setidaknya ada empat agar buku yang ditulis lebih akurasi. Pertama akurasi fakta, akurasi fakta menyangkut tentang penyajian data berdasarkan kenyataan. Data inilah yang nantinya dapat digunakan sebagai pemahaman peserta didik.
Kedua, sebagai kebenaran konsep/teori. Kehadiran konsep selain memudahkan penulis menulis sesuai jalur, ternyata juga membantu penulis agar tidak beropini atau mentafsirkan bidang yang akan ditulis. Ketiga, kebenaran prinsip atau yang lebih sering kita dengar dengan kebenaran prinsip.
Terakhir adalah metode, jadi materi yang terakurasi memiliki metode atau prosedur yang tersistematis dan runtut. Sehingga memberikan kemudahan pembaca atau peserta didik untuk menyampaikan materi.
- Kemutakhiran
Tidak kalah penting yang perlu dilakukan ketika menulis buku referensi dari hasil penelitian. Pastikan bahwa penulis melakukan kemutakhiran tema, ide dan gagasan. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar naskah mutakhir. Pertama, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Jadi misal menulis buku tentang system imun, maka materi yang disajikan sesuai dengan perkembangan keilmuan terkini tentang hasil penemuan dan penelitian system imun. Dengan kata lain, disebut mutakhir karena up to date.
Itulah tujuh sistematika menulis buku referensi yang sebenarnya penting dikuasai. Karena nantinya akan membantu Anda, yang memang ingin menulis buku referensi. Semoga dengan paparan dan tulisan kali ini bermanfaat. Selamat mencoba dan selamat berkarya. Naskah dan buku Anda kami tunggu.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Sistematika menulis buku referensi apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
