BAB 3 Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(1)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini BAB 3 Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(1)

Pendahuluan

Salah satu kendala utama yang membuat para pendidik jarang membuat bahan ajar sendiri, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, di antaranya lebih disebabkan oleh tidak dikuasainya cara pembuatan bahan ajar. Hal ini dikarenakan petunjuk atau panduan pembuatan bahan ajar yang ada selama ini terkadang sulit dipahami dan susah untuk dipraktikkan. Maka dari itu, wajar jika para pendidik jarang yang mampu mengembangkan bahan ajar sendiri.

Untuk mengubah dan memperbaiki kondisi itu, maka pada bagian ini sengaja saya sajikan pembahasan tentang langkah-langkah utama pembuatan bahan ajar yang mudah diaplikasikan. Langkah-langkah utama ini terdiri atas tiga tahap penting yang meliputi analisis kebutuhan bahan ajar, menyusun peta bahan ajar, dan membuat bahan ajar berdasarkan struktur masing masing bentuk bahan ajar.

Melakukan Analisis Kebutuhan Bahan Ajar

Apakah yang dimaksud dengan analisis kebutuhan bahan ajar? Mungkin pertanyaan inilah yang pertama kali muncul di benak kita ketika kita diminta untuk melakukan analisis bahan ajar. Perlu kita pahami bersama bahwa analisis kebutuhan bahan ajar adalah suatu proses awal yang dilakukan untuk menyusun bahan ajar. Di dalamnya terdiri atas tiga tahapan, yaitu analisis terhadap kurikulum, analisis sumber belajar, dan penentuan jenis serta judul bahan ajar. Keseluruhan proses tersebut menjadi bagian integral dari suatu proses pembuatan bahan ajar yang tidak bisa kita pisah-pisahkan.

. Langkah Pertama; Menganalisis Kurikulum

Langkah pertama ini ditujukan untuk menentukan kompetensi-kompetensi yang memerlukan bahan ajar. Dengan demikian, bahan ajar yang kita buat benar-benar diharapkan mampu membuat peserta didik menguasai kompetensi yang telah ditentukan. Untuk mencapai hal itu, kita mesti mempelajari lima hal sebagai berikut.”

Pertama, standar kompetensi, yakni kualifikasi ke mampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional. Dalam konteks pembuatan bahan ajar,

maka tugas kita adalah menentukan standar kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik.

Kedua, kompetensi dasar, yakni sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. Untuk pembuatan bahan ajar, maka dalam hal ini kita mesti mengidentifikasi kompetensi dasar kompetensi dasar yang diharapkan bisa dikuasai oleh peserta didik.

Ketiga, indikator ketercapaian hasil belajar. Indikator adalah rumusan kompetensi yang spesifik, yang dapat dijadikan acuan kriteria penilaian dalam menentukan kompeten tidaknya seseorang. 12 Setelah menganalisis kompetensi dasar, maka indikator adalah hal berikutnya yang mesti kita analisis. Sehingga, kita dapat mengetahui kompetensi yang spesifik, yang nantinya dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan bahan ajar yang tepat.

Keempat, materi pokok, yakni sejumlah informasi utama, pengetahuan, keterampilan, atau nilai yang disusun sedemikian rupa oleh pendidik agar peserta didik menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Materi pokok adalah objek analisis berikutnya yang harus kita telaah. Jadi, setelah menganalisis indikator, maka kita berlanjut pada analisis terhadap materi pokok. Materi pokok ini menjadi salah satu acuan utama dalam menyusun isi bahan ajar.

Kelima, pengalaman belajar, yakni suatu aktivitas yang didesain oleh pendidik supaya dilakukan oleh para peserta didik agar mereka menguasai kompetensi yang telah ditentukan melalui kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan. Jadi, pengalaman belajar haruslah disusun secara jelas dan operasional, sehingga langsung bisa dipraktikkan dalam kegiatan pembelajaran.

Itulah lima komponen utama yang harus kita pahami sebelum kita melakukan analisis kurikulum. Selanjutnya, dalam hubungannya dengan tahap analisis kurikulum, analisis pengalaman belajar ditujukan untuk mengiden ajar yang tepat dan sesuai untuk aktivitas pembelaja ran yang dilakukan peserta didik. Kemudian, jika kita sudah sampai pada analisis pengalaman belajar (yang akan dilakukan oleh peserta didik) tersebut, maka pro ses terakhir masih pada tahap pertama adalah mem buat matriksnya. Matriks analisis kebutuhan bahan ajar berisi sejumlah kolom yang terdiri atas kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, dan jenis bahan ajar. Masih-masing kolom diisi sesuai hasil analisis kurikulum yang telah dilakukan. Dari hasil analisis terse but, maka pada kolom terakhir, kita bisa menentukan jenis bahan ajar yang cocok.

Berdasarkan analisis kurikulum ini, maka kita dapat mengetahui jumlah bahan ajar yang harus dibuat dan disiapkan dalam satu semester tertentu. Selain itu, kita juga bisa mengetahui dan mengidentifikasi jenis bahan ajar yang relevan dan cocok untuk digunakan.

Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok Pengalaman Belajar Jenis bahan ajar
1.Membuat gambarldenah

Berdasarkan penjelasan yang didengar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.Menjelaskan kembali secara lisan atau tulisan penjelasan tentang simbol daerah/ lambang korps

·       Menggambor sesuai petunjuk yang disampaikan oleh guru dengon benar

 

·       Membuot denah sesuai petunjuk yang di.sompaikan guru dengan benar

 

·       Menyebutkan simbol-simbol doerah secara lison dengon benor

 

·       Menjeloskan perbedaan lambang korps secaro tertulis dengan

Petunjuk menggambar

 

 

 

 

 

 

Petunjuk Membuat denah

 

 

 

 

 

 

Simbol Simbol Daerah

 

 

 

 

 

Simbol Simbol Korps

Membuat gambarldenah lokasi kantor-kantor pe merintahan di wilayah Kabupaten Bantul untuk mengetahui lokasi dan arah kantor-kantor tersebut secara tepat Video, model, atau maket

Kebutuhan bahan ajar dapat dilihat dari matriks pada contoh di atas, sedangkan jenis bahan ajar dapat diturunkan dari pengalaman belajarnya. Semakin jelas pengalaman belajar diuraikan, maka akan semakin mudah bagi kita untuk menentukan jenis bahan ajarnya. Dan, jika analisis dilakukan terhadap seluruh standar kompetensi, maka akan diketahui pula banyaknya bahan ajar yang harus disiapkan.

Langkah Kedua; Menganalisis Sumber Belajar

Setelah melakukan analisis kurikulum, langkah selanjutnya adalah menganalisis sumber belajar. Apa dan bagaimana analisis sumber belajar itu dilakukan, tidaklah sulit. memahami terlebih dahulu bahwa sumber belajar yang akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan analisis terhadap sumber belajar tersebut dilakukan berdasarkan ketersediaan, kesesuaian, dan kemudahan dalam memanfaatkannya. Caranya adalah dengan menginventarisasi ketersediaan sumber belajar yang dikaitkan dengan kebutuhan.¹3

Ketersediaan

Kriteria ketersediaan berkenaan dengan ada atau tidaknya sumber belajar di sekitar kita. Jadi, kriteria pertama ini mengacu pada pengadaan sumber belajar. Usahakan agar sumber belajar yang kita gunakan praktis dan ekonomis (sudah ada di sekitar kita atau peserta didik), sehingga kita mudah untuk menyediakannya. Jika sumber belajar tidak ada atau ada tetapi tempatnya jauh, maka sebaiknya jangan digunakan.

Sebagai contohnya, kita telah merencanakan bahwa sumber belajar yang akan kita gunakan adalah internet, karena sumber belajar satu ini memang kaya akan informasi. Namun, sayangnya internet belum tersedia di lokasi sekolah kita. Bahkan, di daerah sekitar sekolah juga belum ada warung internet ataupun penyedia perangkat modem wireless. Maka, apabila kita memaksakan untuk tetap menggunakan sumber belajar tersebut (internet), itu adalah pilihan yang kurang tepat.

Kesesuaian

Kriteria kesesuaian maksudnya adalah apakah sumber belajar itu sesuai atau tidak dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Jadi, hal utama yang dilakukan dalam kriteria kedua ini adalah memahami kesesuaian sumber belajar yang akan dipilih dengan kompetensi yang mesti dicapai oleh peserta didik. Jika sumber belajar ternyata dinilai membantu peserta didik untuk menguasai kompetensi yang harus mereka kuasai, maka sumber belajar itu layak untuk digunakan. Namun, jika tidak, sebaiknya jangan digunakan.

Sebagai contohnya, jika kompetensi yang ditetapkan bagi peserta didik adalah mampu membaca huruf Hijaiah, maka sumber belajar yang layak digunakan adalah buku Iqra’, leaflet huruf Hijaiah, kitab al-Qur’an, buku Juz’amma, CD audio pengenalan huruf Hijaiah, VCD pengenalan huruf Hijaiah, dan guru yang melafalkan huruf-huruf Hijaiah.

Kemudahan

Kriteria kemudahan maksudnya adalah mudah atau tidaknya sumber belajar itu disediakan maupun digunakan. Jika sumber belajar itu membutuhkan persiapan, keahlian khusus, serta perangkat pendukung lain yang rumit, sedangkan kita jelas-jelas belum mampu untuk menggunakannya, maka sebaiknya jangan digunakan. Kita sebaiknya memilih sumber belajar yang mudah pengadaan maupun pengoperasiannya. Dengan demikian, bahan ajar itu bisa benar-benar efektif membuat peserta didik menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.

Sebagai contohnya, kita tertarik untuk mengguna kan sumber belajar online, padahal kita sendiri belum menguasai cara pengoperasian internet, cara membuat blog, cara mengunggah, cara mengunduh, dan seba gainya. Ditambah lagi, sekolah kita belum memiliki ja ringan internet atau mungkin lokasi sekolah kita masih jauh dari sinyal yang baik dan bisa dimanfaatkan untuk berinternet. Jika kondisinya demikian, maka sumber be lajar online kurang tepat untuk kita gunakan. Sebaliknya, jika kita menggunakan sumber belajar audio (misalnya

kaset) dan kita juga menguasai cara mengoperasikan pe mutar maupun perekamnya, sementara di sekolah juga tersedia tape compo untuk merekam ataupun memainkan kaset tersebut, maka kaset adalah pilihan sumber belajar yang baik.

demikian referensi buku dengan judul Bab 3Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(1)  membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku