RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini Bab 4 Handout Buku Ajar(1)
Pendahuluan
Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa bahan ajar memiliki berbagai bentuk, dan salah satunya berbentuk bahan cetak (printed). Bahan cetak adalah sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian informasi (Kemp dan Dayton, 1985). Handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, serta model atau maket adalah contoh-contoh dari bahan cetak.
Namun, mengingat banyaknya ragam bentuk bahan ajar cetak tersebut, dalam buku ini kita tidak akan membahas seluruhnya. Hanya beberapa bentuk bahan ajar yang relatif terjangkau dan kompatibel saja yang akan kita bahas. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bentuk-bentuk bahan ajar cetak lainnya juga akan dikupas, namun pada kesempatan dan buku yang lain. Adapun beberapa bahan ajar cetak yang akan
Andi Prastowo
kita bahas di sini adalah handout, modul, buku, dan lembar kerja siswa (LKS), di mana masing-masing secara berurutan dibahas pada Bab 4, 5, 6, dan 7 dalam buku ini.
Selanjutnya, pada bab keempat ini, kita akan membahas lebih detail tentang pembuatan handout.
Apa Handout Itu?
Dalam pembuatan bahan ajar, salah satu hal ter penting yang harus kita ketahui adalah memahami tentang bahan ajar yang akan kita buat. Jadi, dalam konteks pembahasan mengenai cara pembuatan handout, maka terlebih dahulu kita mesti memahami pengertian handout.
Sebagai dasar untuk memahami apa itu handout, maka pandangan dari beberapa ahli berikut dapat kita jadikan rujukan. Echols dan Shadily (1996:288) mengartikan bahwa handout adalah sesuatu yang diberikan secara gratis. Sementara itu, Mohammad (2010:55) memaknai handout sebagai selembar (atau beberapa lembar) kertas yang berisi tugas atau tes yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Dengan kata lain, apabila pendidik membuat ringkasan suatu topik, makalah suatu topik, lembar kerja siswa, petunjuk praktikum, tugas, atau tes, dan diberikan kepada peserta didik secara terpisah pisah (tidak menjadi suatu kumpulan lembar kerja siswa, misalnya), maka pengemasan materi pembelajaran tersebut termasuk dalam kategori handout.
Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif
Dalam pandangan lainnya, handout bahkan diartikan sebagai “segala sesuatu” yang diberikan kepada peserta didik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. Jadi, handout dibuat dengan tujuan untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi peserta didik. Kemudian, ada juga yang mengartikan handout sebagai bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang pendidik untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Adapun dalam Kamus Oxford (2000:389), handout dimaknai sebagai is prepared statement given atau pernyataan yang telah disiapkan oleh pembicara.
Selebihnya, terkait dari segi penyusunnya, handout pada umumnya diambilkan dari beberapa literatur yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan atau kompetensi dasar dan materi pokok yang harus dikuasai oleh peserta didik. Untuk memperolehnya, handout bisa didapatkan melalui berbagai cara, misalnya dengan mengunduh dari internet atau menyadur dari sebuah buku.
Berdasarkan beberapa pandangan yang telah di kemukakan tersebut, dapat kita pahami bahwa handout adalah bahan pembelajaran yang sangat ringkas. Bahan ajar ini bersumber dari beberapa literatur yang relevan terhadap kompetensi dasar dan materi pokok yang diajarkan kepada peserta didik. Bahan ajar ini diberikan kepada peserta didik guna memudahkan mereka saat mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, bahan ajar ini tentunya bukanlah suatu bahan ajar yang mahal, melainkan ekonomis dan praktis.
Andi Prastowo
Berdasarkan penjelasan pengertian handout yang telah dikemukakan pada subbab sebelumnya, dapat kita pahami bahwa handout memiliki arti penting bagi kegiatan pembelajaran. Secara lebih terperinci, berikut dipaparkan mengenai fungsi, tujuan, dan kegunaan handout bagi kegiatan pembelajaran.
Fungsi Handout
Menurut Steffen dan Peter Ballstaedt, fungsi handout antara lain:
- membantu peserta didik agar tidak perlu men catat,
- sebagai pendamping penjelasan pendidik,
- sebagai bahan rujukan peserta didik,
- memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar,
- pengingat pokok-pokok materi yang diajarkan,
f memberi umpan balik, dan
- menilai hasil belajar.
Tujuan Pembuatan Handout
Dalam fungsi pembelajaran, pembuatan handout memiliki beberapa tujuan, yaitu:
- untuk memperlancar dan memberikan bantuan informasi atau materi pembelajaran sebagai pegangan bagi peserta didik;
- untuk memperkaya pengetahuan peserta didik; dan
Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif
- untuk mendukung bahan ajar lainnya atau pen jelasan dari pendidik.
- Kegunaan Handout
Penyusunan handout da lam kegiatan pembelajaran memiliki beberapa manfaat, di antaranya memudahkan peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran, serta melengkapi kekurangan ma teri, baik materi yang diberi kan dalam buku teks maupun materi yang diberikan secara lisan oleh pendidik.”
Yang Unik dari Handout
Untuk membuat handout, ada hal penting lain yang juga perlu kita pahami, yaitu tentang keunikan, ciri khas, atau karakteristik dari bahan ajar ini. Dengan memahami karakteristik handout, maka kita akan lebih mudah untuk mengidentifikasi ciri-cirinya, kemudian bisa menyusunnya.
Sadjati mengungkapkan bahwa beberapa ciri khas dari bahan ajar ini ada tiga macam, yaitu:
- Merupakan jenis bahan cetak yang dapat memberikan informasi kepada siswa;
Andi Prastowo
- Pada umumnya, handout berhubungan dengan materi yang diajarkan pendidik; dan
- Pada umumnya, handout terdiri atas catatan (baik lengkap maupun kerangkanya saja), tabel, diagram, peta, dan materi-materi tambahan lainnya.
Unsur-Unsur Handout Dimengerti yang Perlu
Sebagai sebuah bahan ajar, handout tersusun atas unsur-unsur penyusunnya. Unsur-unsur penyusun dari handout ini disebut juga sebagai struktur handout. Unsur-unsur ini harus kita pahami dan ketahui untuk bisa membuat handout yang benar. Sebab, meskipun sebagai pelengkap, tidak berarti handout bisa dikembangkan begitu saja. Ada rambu-rambu yang harus kita ikuti jika ingin mendapatkan handout yang baik.
Handout sebagai salah satu bentuk bahan ajar memiliki struktur yang terdiri atas dua unsur (komponen), yaitu judul dan informasi pendukung. Jika dibandingkan 21 dengan struktur bentuk bahan ajar cetak lainnya, handout tergolong yang paling sederhana, karena hanya terdiri atas dua unsur, sedangkan yang lainnya rata-rata lebih dari empat unsur. Adapun kedua unsur tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, identitas handout. Unsur ini terdiri atas nama madrasah, kelas, nama mata pelajaran, pertemuan ke-, handout ke-, jumlah halaman, dan mulai berlakunya handout. Kedua, materi pokok atau materi
Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif
pendukung pembelajaran yang akan disampaikan. Yang perlu kita perhatikan dalam hal ini adalah kepedulian, kemauan, dan keterampilan pendidik dalam menyajikan materi. Ketiga hal inilah yang sangat menentukan kualitas handout.
Kemudian, ditambahkan pula oleh Andriani22 bahwa handout dapat berisi penjelasan, pertanyaan dan kegiatan para peserta didik, dan pemberian umpan balik ataupun langkah tindak lanjut. Sehingga, handout menjadi bahan ajar yang bisa diperkaya dengan berbagai macam fungsi, salah satunya sebagai alat evaluasi.
demikian referensi buku dengan judul Bab 4 Handout Buku Ajar(1) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku
