Ciri-ciri Buku Referensi yang Baik

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai ciri-ciri buku referensi yang baik.

Pengertian Buku Referensi

Buku Referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya fokus pada satu bidang ilmu. Buku tersebut membahas topik yang cukup luas (satu bidang ilmu). Urutan materi dan struktur buku teks disusun berdasarkan logika bidang ilmu (content oriented).

Jenis buku ini bukan untuk dibaca secara menyeluruh, seperti kamus, ensiklopedia, handbook, direktori, guidebooks, almanac, peta, buku biografi, buku indeks dan abstrak, publikasi penelitian dan publikasi pemerintahan.

Buku referensi ini biasanya dilengkapi dengan indeks-indeks alfabetis. Indeks tersebut dibuat guna untuk memudahkan pembaca menemukan teks atau data yang dicari pada buku.

Biasanya kita bisa menemukannya di perpustakaan-perpustakaan. Karena jumlahnya yang tidak terlalu banyak jenis buku ini termasuk salah satu koleksi yang tidak boleh dibawa pulang (harus dibaca di tempat).

Di samping buku ajar, pembelajaran di Perguruan Tinggi, sering kali menggunakan buku referensi. Buku referensi banyak digunakan oleh mahasiswa (pembaca) sebagai bahan kajian untuk perkuliahan, dan juga digunakan sebagai rujukan dalam penelitian. 

buku referensi ditulis dengan mengikuti alur dan struktur logika bidang keilmuan ( scientific oriented). Isi buku disusun dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen bersangkutan atau hasil penelitian orang lain yang relevan dengan bidang keilmuan tertentu. Anatominya adalah anatomi buku, bukan anatomi laporan penelitian.

Buku referensi jika digunakan dalam kegiatan pembelajaran, masih diperlukan pendampingan dan penjelasan-penjelasan dari dosen. Karena memang struktur dan isinya tidak dirancang untuk kegiatan belajar secara mandiri, lain halnya dengan buku ajar. Bahasa buku referensi sangat formal, isinya mengandung banyak pemikiran atau konsep dasar bidang ilmu, dan bisa jadi merupakan hasil penelitian terkini.

Posisi buku referensi dalam kegiatan pembelajaran lebih digunakan sebagai rujukan untuk menyadarkan sebuah argumen, menggali pengertian baru, membandingkan sebuah konsep, dan sumber rujukan dalam penyusunan buku ajar. Buku referensi digunakan sebagai bahan acuan untuk penelitian dalam rangka tugas akhir bagi mahasiswa program S-1 dan D-3, menulis skripsi atau tesis bagi mahasiswa program S-2, dan menulis disertasi bagi mahasiswa program S-3.

Bagi dosen yang berhasil menulis buku dengan bentuk kategori buku referensi, akan diberi penghargaan dalam bentuk nilai kredit yang lebih besar, yaitu maksimal 40 poin dan menulis buku referensi termasuk kelompok penelitian (B).

Selain yang tertulis dalam Kepmen di atas, buku referensi haruslah disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian dan diterbitkan serta memiliki nomor ISBN. Penerbitannya dilakukan oleh penerbit yang kredibel (Penerbit Deepublish), lalu disebarluaskan ke masyarakat pembaca sehingga siapa pun dapat membelinya secara bebas di pasaran.

Namun perlu diingat bahwa penerbit sangat ketat dalam memilah dan memilih buku referensi untuk diterbitkan dan disebarluaskan ke pasar melalui distributor dan toko buku. Kenapa? Karena dari sudut pandang penerbit, buku yang layak dipasarkan bukan hanya memiliki isi materi yang berkualitas, namun juga memiliki potensi pasar yang jelas, sehingga buku itu pada saat dipajang di toko buku dapat laku terjual.

Jika buku referensi tersebut terlalu spesifik keilmuannya, ada cara lain dalam proses penjualan, yakni dengan menggunakan promosi dan penjualan online, serta membentuk sales agen-sales agen khusus di kampus-kampus relasi penulis untuk menjualnya secara langsung.

Berikut adalah ciri-ciri buku referensi yang baik:

1. Format buku ajar sesuai dengan ketentuan Pedoman
   Operasional Penilaian Angka Kredit Dosen, yaitu ukuran kertas
   maksimal 15,5 x 23 cm dengan tebal minimal 200 halaman.
2. Memiliki ISBN ( International Standard Book Number).
3. Menggunakan gaya bahasa formal.
4. Struktur kalimat minimal SPOK (Subjek Predikat Objek Keterangan).
5. Menggunakan catatan kaki/catatan akhir/daftar pustaka, dan jika
   mungkin menyertakan index.
6. Mengandung banyak pemikiran, konsep bidang ilmu, penelitian.
7. Diterbitkan oleh penerbit yang kredibel (Penerbit Deepublish

Berprofesi sebagai dosen tidak hanya mempunyai kewajiban menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tetapi dosen juga mempunyai kewajiban menulis buku referensi dan menghasilkan karya ilmiah lainnya. Oleh karena itu, yang tak kalah penting untuk diketahui dosen adalah mengenal ciri-ciri buku referensi yang baik sebelum memulai menulis buku referensi.

Dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, telah memberikan pengalaman yang berharga bagi para dosen untuk menulis buku referensi yang baik dan bermutu. Penguasaan materi perkuliahan merupakan bekal berharga sebagai upaya untuk memulai penulisan buku referensi.

Dewasa ini, hampir setiap peserta didik cenederung mengalami kesulitan untuk mendapatkan buku referensi yang bermutu. Selain harga yang mahal, buku referensi terkadang tidak ditemukan mudah di perpustakaan. Bahkan sulit diperoleh di toko-toko buku.

Ketika dikaitkan dengan pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher centered learning menuju student centered learning, maka peran buku referensi justru memberikan kontribusi yang berarti terhadap peningkatan efektifitas pembelajaran.

Bahkan kemajuan teknologi informasi pun belum mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa akan buku referensi yang baik dan bermutu. Upaya browsing dan download buku referensi secara online di internet pun tidak bisa menjamin mahasiswa menemukan buku referensi yang bermutu. Ketika mahasiswa berhasil memperolehnya ia harus membayar dengan harga yang mahal.

Padahal, peran buku referensi dapat membantu dan mempermudah mahasiswa memahami materi perkuliahan. Karena buku referensi tak hanya berfungsi sebagai sumber belajar, melainkan sebagai pedoman dan arahan bagi mahasiswa dalam menguasai esensi dari materi perkuliahan.

Di samping buku ajar, pembelajar di Perguruan Tinggi sering kali menggunakan buku referensi. Buku referensi banyak digunakan oleh mahasiswa (pembaca) sebagai bahan kajian untuk perkuliahan, dan juga digunakan sebagai rujukan dalam penelitian.

Menulis Buku Referensi

Adapun isi pembahasan di dalam buku referensi ini haruslah berisi materi di satu bidang saja, sehingga bukan gabungan dua bidang atau lebih. Pemilihan topik atau tema dalam menyusun buku referensi ini sangat luas, dan bisa mengandalkan sejumlah sumber yang terjamin terpercaya. Misalnya jurnal ilmiah dan karya tulis ilmiah lainnya.

Ciri-Ciri Buku Referensi yang Baik

Aktivitas menulis memang aktif dilakukan oleh seorang dosen, sebab menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan kenaikan angka kredit. Ada banyak karya tulis bisa dikerjakan mulai dari buku referensi, buku ajar, diktat, modul, dan lain sebagainya.

Dengan menulis buku referensi maupun karya ilmiah lain maka poin atau nilai angka kredit (kum) yang didapatkan akan sangat lumayan. Hal ini akan berdampak positif terhadap jenjang karir dosen yang ditekuni. Selain itu membantu Anda untuk menjadi dosen yang produktif.

Agar penyusunannya tepat maka perlu menyesuaikan dengan ciri-ciri buku referensi yang baik, yakni sesuai himbauan dari Ristek Dikti. Apa saja ciri-ciri tersebut? Berikut adalah beberapa diantaranya:

  1. Hasil Penelitian

Ciri yang pertama dari buku referensi adalah merupakan hasil penelitian, sehingga sumber penyusunannya jelas. Bukan karya fiksi yang hanya mengandalkan imajinasi, melainkan bisa dibuktikan secara valid. Sehingga penyusunannya perlu didahului dengan proses penelitian.

  1. Digunakan oleh Dosen untuk Mengajar

Jika ditanya, siapa yang akan menggunakan buku referensi yang disusun? Jawabannya tentu saja adalah dosen yang bisa digunakan sebagai bahan untuk mengajar di depan kelas. Sebab buku referensi ini berisi ilmu yang valid dari hasil penelitian, sehingga bisa menjadi media bagi dosen dalam mengajarkan isinya di depan kelas.

  1. Isi Buku Sesuai Alur Logika

Penyusunan dari buku referensi tidak asal-asalan ada aturan khusus terkait hal ini. Yakni disesuaikan dengan alur logika atau urutan keilmuan, misalnya saja dimulai dengan penentuan kasus atau topik. Selanjutnya disusul dengan ilustrasi dan penjelasan lengkapnya.

  1. Disajikan dengan Bahasa Formal

Dalam menulis buku referensi sama artinya Kalian menulis sebuah buku yang sifatnya formal. Maka bahasa yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah ini haruslah bahasa formal. Bahasa formal akan lebih mudah dipahami sekaligus informasi yang disampaikan lebih jelas yang tentu membuatnya bisa dibaca semua kalangan.

  1. Dipublikasikan dengan ISBN

Ciri-ciri buku referensi yang baik berikutnya adalah terkait standar publikasi, yakni harus dengan iSBN atau International Standard Books Number yang kemudian bisa diedarkan secara luas kepada masyarakat.

  1. Membahas Satu Bidang Ilmu

Seperti yang disampaikan sekilas di atas, isi di dalam buku referensi adalah materi di satu bidang ilmu. Sehingga secara khusus hanya membahas satu bidang ilmu saja tanpa bercabang ke ilmu lain. Tujuannya tentu saja untuk menghindari adanya kesalahan persepsi saat membaca informasi di dalamnya.

  1. Tebal Buku Sesuai Ketentuan

Selain itu untuk aspek ketebalan buku juga perlu disesuaikan dengan aturan yang ada. Jadi di dalam menulis buku referensi Anda diminta untuk menyusun buku setebal 40 halaman. Kertas yang digunakan punya ukuran sesuai standar unesco yakni dengan ukuran minimal 15.5 cm x 23 cm.

  1. Bisa Digunakan Sebagai Acuan Menulis Buku Referensi

Ciri berikutnya adalah buku referensi tersebut bisa digunakan sebagai referensi, sitasi, dan juga bisa dimasukan ke dalam daftar referensi karya ilmiah. Hal ini penting karena menjadi bukti bahwa isi dari buku referensi yang disusun memang berdasarkan hasil ilmiah.

Selain itu penyusunannya juga runtut sesuai aturan yang berlaku, sehingga sangat tepat untuk dijadikan referensi. Oleh sebab itu dalam menulis buku referensi perlu teliti agar isinya bisa memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

Ciri dan Karakteristik Buku referensi berdasarkan ristek dikti

Selain menulis di jurnal, baik jurnal internasional maupun nasional, seorang dosen dituntut dan di wajibkan (mungkin) untuk membuat sebuah buku. selain memiliki nilai kum (kumulatif) yang cukup besar untuk mengurus jenjang akademik, selain itu memiliki buku menunjukan seorang dosen tersebut produktif dalam publikasi.

Jenis buku yang memiliki kum dan yang di akui oleh ristek dikti melalui operator-operator di bawahnya cukup banyak. contohnya buku ajar, buku monograf, Diktat, modul, penuntun praktikum dan buku referensi. dari banyak buku tersebut, kebanyakan dosen belum paham mengenai ciri dan karakteristik setiap buku.

Dan kali ini saya akan membahas tentang Ciri dan Karakteristik Buku referensi berdasarkan ristek dikti yang saya kutip dari beberapa sumber. dan pada tulisan ini tidak berisi bagaimana membuat buku referensi atau teknik menulis buku referensi, kenapa? karena saya juga belum paham soal itu.

Berikut karakteristik dan ciri buku referensi :

  1. Menurut Sumber pembuatan buku : Buku referensi berasal dari Hasil Penelitian
  2. Siapa yang menggunakan buku : Buku referensi digunakan oleh Dosen untuk mengajar dan meneliti
  3. Khas content atau isi buku : Sesuai alur logika atau urutan keilmuan, ada peta keilmuan, ada contoh studi case serta ilustrasinya.
  4. Bentuk gaya penyajian : Formal, mengatakan
  5. Penerbitan atau publikasi : Diterbitkan dan memiliki ISBN (International Standart Books Number)
  6. Untuk proses pembelajaran : Terbimbing
  7. Ruang lingkup pengguna : Penelitian dan pengajaran
  8. Citation atau sitasi : Buku referensi ini dapat dijadikan referensi, dapat dibuat citasi, dan dapat ditulis dalam daftar referensi ilmiah
  9. Isi / Subtansi Pembahasan : Hanya membahas satu bidang Ilmu saja

Jadi itulah, beberapa ciri ciri buku referensi yang baik. Jika dari kalian mungkin kurang paham bisa menghubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.

Demikian referensi buku ajar dengan judul ciri-ciri buku referensi yang baik apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.