RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Menulis Buku Referensi Kuasai 9 Syaratnya.
Hai Guys!!! Kalian tahu tidak membangun konsistensi menulis buku membutuhkan kedisiplinan waktu. Ada banyak sebab dalam ulasan kali ini mengulas langkah menulis buku.
Setidaknya ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus nya ketika hendak menulis buku. Yaitu dengan persiapan yang meliputi beberapa hal, seperti membuat riset, mengembangkan konsep sampai mempertimbangakan segmentasi pembaca. Berikut beberapa ulasannya.
Ingin menulis buku dengan cara mengembangkan hasil penelitian? Kalian bisa mengembangkan hasil penelitian menjadi sebuah buku. Mulai dari buku ajar, buku referensi ataupun buku motivasi. Tergantung keinginan si penulis.
Perlu diketahui bahwa saat hendak menulis buku, penulis perlu memahami tentang kelayakan. Jadi, bagaimana tulisan yang ditulis sudah layak, atau tidak. Agar buku tersebut menghasilkan sebuah kelayakan, ada beberapa komponen penting dengan menuangkan dalam sebuah aturan. Seperti yang tertulis di Badan Standar Nasional Pendidikan menjadi acuan untuk menulis buku. Karena di sanalah dipaparkan parameter yang digunakan. Apa saja syarat kelayakan secara teknis? Berikut ulasannya:
1. Cakupan Materi
Terdapat beberapa poin penting agar cakupan materi dari hasil penelitian menjadi buku ajar tepat sasaran. Yaitu harus mencakup materi yang akan dibahas. Materi yang disampaikan setidaknya disesuaikan oleh kompetensi.
Perhatikan kedalaman materi yang akan disampaikan. Penulisan di bagian materi tidak hanya mengulas sebagian kecil saja, tetapi ditulis secara lebih mendalam. Agar isi materi tidak melompat-lompat, tidak ada salahnya untuk membuat pengenalan konsep. Dengan dibuat konsep, setidaknya akan membantu penulis untuk menulis sesuai dengan jalurnya.
2. Akurasi Materi
Meskipun menulis buku dapat ditulis berdasarkan kajian literatur, ternyata menulis buku juga lebih baik jika ditulis dengan melakukan penelitian terlebih dahulu. Misalnya dengan memanfaatkan hasil penelitian Kalian sebelumnya, menjadi buku referensi.
Jadi penulis perlu membuat sebuah akurasi materi. Setidaknya ada empat agar buku yang ditulis lebih akurasi. Pertama akurasi fakta, akurasi fakta menyangkut tentang penyajian data berdasarkan kenyataan. Data inilah yang nantinya dapat digunakan sebagai pemahaman peserta didik.
Kedua, sebagai kebenaran konsep/teori. Kehadiran konsep selain memudahkan penulis menulis sesuai jalur, ternyata juga membantu penulis agar tidak beropini atau menafsirkan bidang yang akan ditulis.
Ketiga, kebenaran prinsip atau yang lebih sering kita dengar dengan kebenaran prinsip. Terakhir adalah metode, jadi materi yang terakurasi memiliki metode atau prosedur yang tersistematis dan runtut. Sehingga memberikan kemudahan pembaca atau peserta didik untuk menyampaikan materi.
3. Kemutakhiran
Tidak kalah penting yang perlu dilakukan ketika menulis buku referensi dari hasil penelitian. Pastikan bahwa penulis melakukan kemutakhiran tema, ide dan gagasan. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar naskah mutakhir.
Pertama, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Jadi misal menulis buku tentang sistem imun, maka materi yang disajikan sesuai dengan perkembangan keilmuan terkini tentang hasil penemuan dan penelitian sistem imun. Dengan kata lain, disebut mutakhir karena up to date.
Kedua, relevansi yang bersifat kekinian. Tema yang disajikan secara relevan sesuai saat ini, tentu akan menjadikan buku referensi Kalian menjadi lebih fresh.
Ketiga, gunakan rujukan yang bersifat up to date namun tetap berada relevan dan valid. Jangan mengejar up to date namun mengabaikan kevalidan dan relevansi. Bagaimanapun juga, menulis buku referensi sama serius dan pentingnya.
4. Menumbuhkan Semangat Produktivitas
Peran penting seorang penulis saat menulis buku referensi dari hasil penelitian adalah, menumbuhkan semangat produktivitas. Karena memang buku ditujukan untuk pengembangan potensi dan ketrampilan pembaca. Maka, bagaimanapun juga, penulis memiliki beban moral untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi.
Bagaimana menumbuhkan kreativitas? Yaitu dengan membiasakan diri untuk berlatih mengeluarkan karya dan gagasan. Jadi mendidik untuk menjadi pencipta, bukan sebagai penikmat layanan yang sudah ada. Memiliki kemampuan mencipta tidak cukup, butuh etos belajar dan bekerja yang baik.
Ide dan gagasan tanpa disertai dengan etos bekerja yang baik, ide dan gagasannya hanya sebagai wacana saja. Ada satu hal lain, yang tidak kalah penting, yaitu menumbuhkan kerja sama atau interaksi sosial.
5. Memotivasi
Isi buku referensi yang baik setidaknya mendorong keinginan seseorang. Lantas bagaimana cara mengemas membangun rasa keingintahuan pembaca, khususnya untuk buku ajar yang diperuntukkan untuk peserta didik? Kalian bisa mengemasnya dengan memberikan soal latihan dan kasus.
Dengan soal-soal yang diberikan, setidaknya akan mendorong pembaca untuk mencari informasi lebih dengan mencari di materi yang penulis sampaikan. Bisa juga membaca buku lain yang memiliki ulasan yang sama. Ketiga beban moral seorang penulis adalah, merangsang berpikir kritis.
6. Mengembangkan Life Skills
Sebagai penulis harusnya tahu bahwa penulisan buku dilakukan tidak sekedar memperoleh keuntungan pribadi, mendapatkan royalti. Tetapi juga memiliki peranan untuk mengembangkan life skills pembaca. Jadi setelah membaca tulisan Kalian, pembaca pun bisa mengetahui skills atau mengembangkan skills yang telah dimiliki.
Lantas, buku referensi yang mampu mengembangkan skill seperti apa? Setidaknya ada tiga hal. Yaitu mengembangkan kecakapan personal, yang meliputi kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Kedua, mampu mengembangkan kecakapan sosial.
Kecakapan sosial dalam hal ini bisa berupa kecakapan dalam berinteraksi, menjalin kerja sama dan membangun komunikasi dengan orang lain. Terakhir adalah mengembangkan kecakapan akademik dan mengembangkan kecakapan vokasional. Kecakapan vokasional adalah kemampuan mengembangkan psikomotorik.
7. Mengembangkan Sikap Sense Of Diversity
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mengembangkan sikap menghargai? Ada banyak sekali bentuk cara menghargai. Misal memberikan apresiasi terhadap potensi Indonesia atau menyajikan contoh tentang lingkungan lokal. Bahkan memberikan contoh mengenai lingkungan global dari sudut pandang budaya juga salah satu sikap sense of diversity.
8. Teknik Penyajian
Poin kedelapan saat menulis buku referensi juga penting adalah memperhatikan Teknik penyajian. Ketika menyajikan materi, ada beberapa poin penting, misal butuh konsistensi sistematika sajian. Bentuk sistematika penyajian meliputi beberapa struktur pembahasan, yang dimulai dari pendahuluan, isi dan penutup.
Adapun Teknik penyajian yang berikutnya, yaitu memperhatikan kelogisan penyajian. Jadi uraian yang disampaikan setidaknya disampaikan menggunakan alur berpikir secara khusus atau secara umum. Hal yang tidak kalah penting juga perlu memperhatikan keruntutan konsep dan koherensi.
Keruntutan konsep ditujukan menyederhanakan penyampaian isi buku lebih mudah dipahami. Mengemas pemahaman yang sulit menjadi mudah. Sedangkan koherensi lebih menekankan pada hubungan logis dengan fakta, atau dengan konsep dengan teori lain.
9. Perhatikan Penyajian Pembelajaran
Tampaknya tidak terlalu penting, namun menguasai penyajian pembelajaran itu penting. Setidaknya di sinilah penulis mampu mengemas isi buku untuk melibatkan peserta didik untuk berkembang, mencapai kompetensi yang diharapkan.
Penulis mengemas naskah mengacu pada penyajian pembelajaran agar mampu memusatkan secara langsung kepada peserta didik. Secara tidak langsung, isi buku yang penulis buat juga diharapkan mampu menciptakan komunikasi interaktif, memunculkan umpan balik dan evaluasi diri dan memiliki kesesuaian dengan karakteristik mata pelajaran.
Itulah Sembilan syarat kelayakan menulis buku referensi dari hasil penelitian. Semoga kriteria 9 poin di atas mampu membantu Kalian untuk membuat formula yang lebih menyenangkan dalam membuat buku. Jika masih merasa belum puas, Kalian pun dapat melakukan kajian dan mencari sumber pedoman yang lain, sebagai pendukung. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Tips Menulis Buku Hasil Penelitian
Tips Menulis Buku Hasil Penelitian – Kegiatan penelitian menjadi salah satu kunci penting untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini sendiri akrab dijalankan oleh kalangan akademisi, baik itu mahasiswa maupun dosen.
Melakukan kegiatan penelitian memang tidak mudah dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Selesai melakukan penelitian, para dosen juga perlu menuangkannya dalam tulisan atau dibukukan.
Proses membukukan hasil penelitian sendiri juga memiliki sejumlah tantangan. Membantu mengatasinya, salah satu dosen di Universitas Kuningan (Uniku). Yakni Bu Rika Nugraha, M.Sn., membagikan sejumlah tips untuk menulis buku hasil penelitian. Tipsnya antara lain:
1. Menentukan Topik
Tips pertama dari dosen yang akrab disapa Bu Ika ini adalah menentukan topik, tentunya topik penelitian. Penentuan perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari agar memberi waktu yang cukup banyak untuk proses penyusunan bukunya.
Menentukan topik sejak awal juga akan membantu mencari dan mengumpulkan referensi sebanyak mungkin. Sekaligus menyusun kerangka dari buku hasil penelitian yang akan disusun.
Oleh sebab itu menentukan topik perlu dilakukan lebih dini, apalagi proses menentukannya sendiri bisa memakan waktu lama. Tidak jarang proses menentukan topik akan lebih lama dibanding menulis hasil laporannya dalam bentuk buku.
2. Mengumpulkan Referensi
Tips berikutnya adalah mengumpulkan referensi sebanyak mungkin, dan kemudian membaca paling tidak 2 referensi tersebut secara utuh. Sehingga bisa mematangkan materi untuk memperkuat topik yang diangkat tadi.
Mencari referensi yang bagus adalah kebutuhan sekaligus kewajiban, ada kalanya bisa memakan waktu lama. Sebab bisa membuat Anda berkunjung ke beberapa website dan tempat demi referensi terbaik.
Tidak perlu ragu untuk menyiapkan waktu lebih awal dalam proses mencari referensi ini. Bisa pula segera dimulai setelah topik penelitian didapatkan atau dipilih, sebab akan dibutuhkan banyak referensi berkualitas yang tentu memakan waktu untuk menemukannya.
- Mengolah Data Tentang Topik
Proses penelitian yang dilakukan akan menghasilkan sejumlah data, dan data ini perlu diolah sebaik mungkin. Selanjutnya dikembangkan sesuai dengan topik yang sudah dipilih tadi.
Data penelitian perlu disusun dan dirapikan dengan baik agar mudah untuk dibaca dan kemudian dituangkan ke dalam bentuk laporan tertulis, yakni buku hasil penelitian tadi.
Prosesnya sendiri akan memakan waktu yang sulit untuk diprediksi, sebab dalam kasus Bu Ika menghadapi kendala karena pandemi. Sehingga proses pengumpulan sampai olah data ini memakan waktu lebih lama dari yang sudah direncanakan.
- Menyusun Secara Bertahap
Sebagai sesama dosen, Bu Ika juga memahami padatnya kesibukan seorang dosen. Maka untuk mempercepat pembukuan hasil penelitian perlu disusun bertahap, bab demi bab. Lakukan secara kontinyu meskipun hanya ada waktu 15 menit sehari.
Meskipun hanya ada waktu sebentar untuk melanjutkan menulis buku hasil penelitian, sebaiknya ditekuni secara kontinyu. Sebab dengan waktu 15 menit tadi, jika mampu menghasilkan 1 halaman saja.
Maka dalam sebulan sudah bisa menghasilkan antara 26 sampai 30 halaman. Dalam kurun waktu satu tahun maka bisa mendapatkan 360-an halaman, sehingga sudah bisa disebut sebagai calon buku hasil penelitian.
Jadi, manfaatkan waktu yang dimiliki untuk mengejar penulisan buku hasil penelitian. Sebab menjadi dosen akan dihadapkan pada banyak kesibukan, dan jika tidak memanfaatkan waktu yang ada dijamin tidak akan ada waktu.
- Melakukan Diskusi dan Review
Tips berikutnya adalah melakukan diskusi tentunya dari satu bidang keilmuan agar lebih relevan. Kemudian baru disusul melakukan review terhadap buku hasil penelitian yang disusun, apakah sudah sesuai harapan atau belum.
Diskusi ini bisa dilakukan dengan sesama dosen, utamakan dosen yang mengambil bidang keilmuan yang sama. Opsional lainnya adalah dengan dosen yang sudah selesai menyusun buku hasil penelitian.
Sehingga bisa mendapatkan semangat untuk mempercepat penyelesaian buku hasil penelitian. Sekaligus bisa menyempurnakan isinya, karena bisa mendapatkan masukan dari banyak pihak yang memang paham isi dan cara penyusunannya seperti apa.
Jadi itulah, beberapa struktur yang ada di dalam menulis buku referensi dari hasil penelitian. Jika kurang paham dengan isi an yang ada di atas bisa menghubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Menulis Buku Referensi Kuasai 9 Syaratnya apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
