RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 5 Modul Buku Ajar(1)
-
Apa Modul Itu?
Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar istilah “modul”. Bahkan, mungkin kita pernah tahu dan memegang (secara fisik) bahan ajar yang disebut “modul” ini. Tetapi, untuk bisa membuat bahan ajar ini, kita tidak cukup hanya tahu bentuknya. Namun, lebih dari itu kita juga perlu mengetahui cara pembuatan dan pengembangannya, sehingga kita dapat membuat bahan ajar modul yang “hebat”.
Sementara, sebagian orang mungkin ada yang belum tahu apa itu modul. Atau, barangkali mereka pernah mendengar (sebatas mendengar saja) istilah modul, namun tidak tahu pasti seperti apa dan bagaimana bahan ajar yang disebut dengan modul. Sehingga, mereka kesulitan membedakan dan mengidentifikasi mana bahan ajar berbentuk modul dan mana bahan ajar yang berbentuk lainnya.
Oleh karena itu, pada kesempatan awal ini, agar kita semua memiliki persepsi yang sama tentang modul, maka tidak ada salahnya jika kita kupas sekali lagi mengenai definisi modul sebagai salah satu bentuk bahan ajar cetak. Dan, untuk itu, beberapa pandangan para ahli berikut kiranya dapat menjadi titik tolak bagi kita untuk membangun persepsi yang sama tentang pengertian modul.
Dalam buku Pedoman Umum Pengembangan Bahan Ajar (2004) yang diterbitkan oleh Diknas, modul diartikan sebagai sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Sementara, dalam pandangan lainnya, modul dimaknai sebagai seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis, sehingga penggunanya. dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator atau guru. Dengan demikian, sebuah modul harus dapat dijadikan bahan ajar sebagai pengganti fungsi pendidik. Jika pendidik mempunyai fungsi menjelaskan sesuatu, maka modul harus mampu menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah diterima peserta didik sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia juga ditemukan pengertian yang hampir serupa bahwa modul adalah kegiatan program belajar mengajar yang dapat dipelajari oleh peserta didik dengan bantuan yang minimal dari guru atau dosen pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yang dibutuhkan dan alat untuk penilai, serta pengukuran keberhasilan peserta didik dalam penyelesaian pelajaran.
Hal senada dikemukakan oleh Badan Pengembangan Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa yang dimaksud modul adalah satu unit program kegiatan belajar mengajar terkecil yang secara terperinci menggariskan hal-hal sebagai berikut:
- tujuan-tujuan instruksional umum yang akan ditunjang pencapaiannya;
- topik yang akan dijadikan pangkal proses belajar mengajar;
- tujuan-tujuan instruksional khusus yang akan dicapai oleh siswa;
- pokok-pokok materi yang akan dipelajari dan diajarkan;
- kedudukan dan fungsi satuan (modul) dalam kesatuan program yang lebih luas;
- peranan guru di dalam proses belajar mengajar;
- alat-alat dan sumber yang akan dipakai;
- kegiatan-kegiatan belajar yang harus dilakukan dan dihayati murid secara berurutan;
- lembaran-lembaran kerja yang harus diisi murid; dan
- program evaluasi yang akan dilaksanakan selama berjalannya proses belajar ini.
Sementara itu, Surahman (2010:2) mengatakan bahwa modul adalah satuan program pembelajaran terkecil yang dapat dipelajari oleh peserta didik secara perseorangan (self instructional); setelah peserta menyelesaikan dalam modul, selanjutnya peserta dapat melangkah maju dan mempelajari satuan modul berikutnya. Sedangkan modul pembelajaran, sebagaimana yang dikembangkan di Indonesia, merupakan suatu paket bahan pembelajaran (learning materials) yang memuat deskripsi tentang tujuan pembelajaran, lembaran petunjuk pengajar atau instruktur yang menjelaskan cara mengajar yang efisien, bahan bacaan bagi peserta, lembaran kunci jawaban pada lembar kertas kerja peserta, dan alat-alat evaluasi pembelajaran. satu satuan
Dari beberapa pandangan di atas dapat kita pahami bahwa modul pada dasarnya adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka, agar mereka dapat belajar sendiri (mandiri) dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik. Kemudian, dengan modul, peserta didik juga dapat mengukur sendiri tingkat penguasaan mereka terhadap materi yang dibahas pada setiap satu satuan modul, sehingga apabila telah menguasainya, maka mereka dapat melanjutkan pada satu satuan modul tingkat berikutnya. Dan sebaliknya, jika peserta didik belum mampu menguasai, maka mereka akan diminta untuk mengulangi dan mempelajari kembali. Sementara itu, untuk menilai baik tidaknya atau bermakna tidaknya suatu modul ditentukan oleh mudah tidaknya suatu modul digunakan oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran dengan modul memungkinkan peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Oleh karena itu, modul harus menggambarkan kompetensi dasar Pembelajaran dengan modul memungkinkan peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. yang akan dicapai oleh peserta didik, serta disajikan dengan bahasa yang baik, menarik, dan dilengkapi dengan ilustrasi.
-
Memahami Fungsi, Tujuan, dan Kegunaan Modul
Sebagaimana telah dijelaskan pada subbab sebelumnya, pengertian modul mengisyaratkan bahwa penyusunan modul memiliki arti penting bagi kegiatan pembelajaran. Arti penting ini bila dijabarkan lebih luas, meliputi fungsi, tujuan, dan kegunaan modul bagi kegiatan pembelajaran peserta didik.
-
Fungsi Modul
Sebagai salah bentuk bahan ajar, modul memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Bahan ajar mandiri. Maksudnya, penggunaan modul dalam proses pembelajaran berfungsi meningkatkan kemampuan peserta didik untuk belajar sendiri tanpa tergantung kepada kehadiran pendidik.
b. Pengganti fungsi pendidik. Maksudnya, modul se bagai bahan ajar yang harus mampu menjelaskan materi pembelajaran dengan baik dan mudah di pahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengeta huan dan usia mereka. Sementara, fungsi penjelas sesuatu tersebut juga melekat pada pendidik. Maka dari itu, penggunaan modul bisa berfungsi sebagai pengganti fungsi atau peran fasilitator/pendidik.
c. Sebagai alat evaluasi. Maksudnya, dengan modul, peserta didik dituntut untuk dapat mengukur dan menilai sendiri tingkat penguasaannya terhadap materi yang telah dipelajari. Dengan demikian, modul juga sebagai alat evaluasi.
d. Sebagai bahan rujukan bagi peserta didik. Maksudnya, karena modul mengandung berbagai materi yang harus dipelajari oleh peserta didik, maka modul juga memilih fungsi sebagai bahan rujukan bagi peserta didik.
-
Tujuan Pembuatan Modul
Adapun tujuan penyusunan atau pembuatan modul, antara lain:
- Agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan pendidik (yang mi nimal).
- Agar peran pendidik tidak terlalu dominan dan otoriter dalam kegiatan pembelajaran.
- Melatih kejujuran peserta didik.
- Mengakomodasi berbagai tingkat dan kecepatan belajar peserta didik. Bagi peserta didik yang kece patan belajarnya tinggi, maka mereka dapat belajar lebih cepat serta menyelesaikan modul dengan le bih cepat pula. Dan, sebaliknya bagi yang lambat, maka mereka dipersilakan untuk mengulanginya kembali.
- Agar peserta didik mampu mengukur sendiri tingkat penguasaan materi yang telah dipelajari.
-
Kegunaan Modul bagi Kegiatan Pembelajaran
Sementara itu, menurut Andriani,” kegunaan modul dalam proses pembelajaran antara lain sebagai penyedia informasi dasar, karena dalam modul disajikan berbagai materi pokok yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut; sebagai bahan instruksi atau petunjuk bagi peserta didik; serta sebagai bahan pelengkap dengan ilustrasi dan foto yang komunikatif. Di samping itu, kegunaan lainnya adalah menjadi petunjuk mengajar yang efektif bagi pendidik serta menjadi bahan untuk berlatih bagi peserta didik dalam melakukan penilaian sendiri (self assessment).
-
Karakteristik Modul yang Penting untuk Dimengerti
Setiap ragam bentuk bahan ajar, pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik tertentu yang membe dakannya dengan bentuk bahan ajar yang lain. Begitu pula untuk modul, bahan ajar ini memiliki beberapa karakteristik, antara lain dirancang untuk sistem pembelajaran mandiri; merupakan program pembelajaran yang utuh dan sistematis; mengandung tujuan, bahan atau kegiatan, dan evaluasi; disajikan secara komunikatif (dua arah); diupayakan agar dapat mengganti beberapa peran pengajar; cakupan bahasan terfokus dan terukur; serta mementingkan aktivitas belajar pemakai.
Sementara, menurut Sajdati,” karakteristik modul yaitu terdiri atas bermacam-macam bahan tertulis yang digunakan untuk belajar mandiri. Adapun menurut pandangan Vembriarto (1985: 36), terdapat lima karakteristik dari bahan ajar. Pertama, modul merupakan unit (paket) pengajaran terkecil dan lengkap. Kedua, modul memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan dan sistematis. Ketiga, modul memuat tujuan belajar (pengajaran) yang dirumuskan secara eksplisit dan spesifik. Keempat, modul memungkinkan siswa belajar sendiri (independent), karena modul memuat bahan yang bersifat self-instructional. Kelima, modul adalah realisasi pengakuan perbedaan individual, yakni salah satu perwujudan pengajaran individual.
Demikian referensi buku dengan judul Bab 5 Modul Buku Ajar(1) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.
