Peran Grafik dalam Multimedia 11-6

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar peran grafik dalam multimedia.

GAMBAR dalam PROSES PEMBELAJARAN

Gambar merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat dikenal di dalam setiap kegiatan pembelajaran. Hal ini disebabkan kesederhanaannya, tanpa memerlukan perlengkapan, dan tidak perlu diproyeksikan untuk mengamatinya. Gambar termasuk pada gambar tetap atau still picture yang terdiri dari dua kelompok. Pertama flat opaque picture atau gambar datar tidak tembus pandang, seperti gambar, foto, dan lukisan tercetak. Kedua adalah transparent picture atau gambar tembus pandang, seperti film, film slides, film strips, dan transparancies.

Gambar pada dasarnya membantu peserta didik dan membangkitkan minatnya pada pelajaran. Gambar dipilih dan dipergunakan sesuai dengan tujuan khusus materi pelajaran, artinya tidak bisa gambar itu hanya dipertunjukan secara tersendiri, melainkan harus dipadukan dengan materi pelajaran tertentu. Namun demikian, terlalu banyak mempergunakan gambar pada saat yang sama akan merugikan proses belajar mengajar. Oleh karena itu pilihlah gambar yang dapat mengembangkan pemahaman bagi peserta didik.

James W. Brown dkk (1995:410) mengemukakan tentang peserta didik yang belajar melalui gambar yaitu:

  • Ilustrasi gambar merupakan perangkat pembelajaran yang dapat menarik minat belajar peserta didik secara efektif.
  • Ilustrasi gambar merupakan perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman di masa lalu, melalui penafsiran kata-kata. Oleh karena itu, pendidik hendaknya berhati-hati dalam menerapkan pengalaman artistik maupun pengalaman lingkungan di masa lampau. Pengalaman peserta didik di bidang seni bisa menentukan keberhasilannya dalam menafsirkan ilustrasi. Demikian pula pengalamannya dengan pelbagai jenis adegan yang dilukiskan juga bisa mempengaruhi keberhasilan penafsiran terhadap ilustrasi gambar dalam materi pembelajaran.
  • Ilustrasi gambar membantu peserta didik membaca buku pelajaran terutama dalam menafsirkan dan mengingat isi materi teks yang menyertainya.
  • Dalam booklet, pada umumnya peserta didik lebih menyukai setengah atau satu halaman penuh bergambar, disertai beberapa petunjuk yang jelas. Lebih baik lagi apabila lebih dari separuh isi boklet itu memuat ilustrasi gambar.
  • Ilustrasi gambar isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat peserta didik menjadi efektif.
  • Ilustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan gerakan mata peserta didik, dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu harus dipusatkan di bagian sebelah kiri atas medan gambar.

Tentang penguasaan gambar atau grafik dalam pembelajaran dapat disimpulkan (James Brown, 1959:416), bahwa: Untuk memperoleh hasil belajar peserta didik secara maksimal, gambar harus erat kaitannya dengan materi pelajaran, dan ukurannya cukup besar sehingga rincian unsur-unsurnya mudah diamati, sederhana, direproduksi bagus, lebih realistik, dan menyatu dengan teks.

Terdapat bukti bahwa gambar berwarna lebih menarik minat peserta didik daripada hitam putih, dan daya tarik terhadap gambar bervariasi sesuai dengan umur, jenis kelamin serta kepribadian seseorang. Sekalipun demikian, gambar berwarna tidak selamanya merupakan pilihan terbaik. Menurut hasil penelitian kualitas warna diperlukan untuk gambar-gambar yang sifatnya realistik.

Gambar yang disukai peserta didik, menunjukkan bahwa suatu penyajian visual yang sempurna realismenya adalah pewarnaan, karena pewarnaan pada gambar akan menumbuhkan impresi atau kesan realistik.

Isyarat gerak yang terdapat pada gambar tampaknya memperkuat gagasan mengenai gerak bagi peserta didik yang sudah dikembangkan selama masa tahap pre operasional sebagaimana dirumuskan Piaget pada peserta didik usia tujuh tahun, dibandingkan peserta didik yang lebih muda usianya.

Ada dua cara untuk menentukan apa yang diperhatikan peserta didik dari pesan-pesan visual yang mereka lihat, yaitu:

Pertama, membuat kesimpulan berdasarkan apa yang dipelajari peserta didik dari materi gambar. Menurut para ahli ilmu jiwa perilaku, cara mengamati dan apa yang diceritakan kembali oleh seseorang tentang materi gambar harus benar-benar diperhatikan karena hal itu amat penting bagi pendidik sebagai bahan masukan apakah peserta didiknya memahami bahan pelajaran.

Kedua, tentukan pola gerakan-gerakan pengamatan, waktu peserta didik mengamati materi gambar yang serupa. Dalam hal ini tidaklah penting bagaimana reaksi peserta didik sewaktu mengamati materi gambar sebab yang lebih utama adalah apakah persepsi peserta didik terhadap materi gambar itu efisien, efektif atau tidak. Bisa saja peserta didik itu sewaktu mengamati materi gambar dikacaukan oleh tanda-tanda, isyarat-isyarat yang tidak relevan dengan isi pelajaran yang terkandung pada materi gambar.

Berdasarkan gerak mata peserta didik pada waktu melihat gambar, menunjukkan bahwa pengamatan itu cenderung hanya mengamati seperempat bagian kiri atas daripada medan gambar. Medan gambar terbagi dalam empat bagian, dan persentase pada setiap perempatnya mewakili frekuensi sering tidaknya medan gambar tersebut diamati. Bagian sebelah kiri gambar, dua sampai tiga kali lebih sering diamati para peserta didik.

Hasil penelitian juga menentukan adanya kecenderungan pengamatan mulai mengamati suatu gambar dari sebelah kiri, terutama pada bagian kiri atas. Jadi pengamatan dimulai oleh peserta didik dari bagian perempat kiri atas medan gambar ke arah kanan, lalu diteruskan dari bagian perempat kiri bawah medan gambar ke sebelah kanan. Informasi hasil penelitian tersebut mengarahkan atau membawa implikasi terhadap penentuan di mana seharusnya menetapkan isi pelajaran dalam suatu medan gambar, dan bagaimana peserta didik akan menafsirkan penyajian-penyajian grafis tertentu.

Kelebihan dan Kelemahan Gambar dalam Kegiatan Pembelajaran

Ada beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dari gambar dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran, antara lain:

  • Mudah dimanfaatkan di dalam kegiatan belajar mengajar, karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apapun.
  • Harganya relatif lebih murah daripada jenis media pembelajaran lainnya, dan cara memperolehnya pun mudah sekali tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Dengan memanfaatkan benda atau barang bekas atau bahan-bahan grafis lainnya.
  • Gambar bisa digunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pembelajaran dan berbagai disiplin ilmu. Gambar dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi lebih realistik. Menurut Edgar Dale, gambar dapat mengubah tahap-tahap pembelajaran, dari lambang kata (verbal symbols) beralih kepada tahapan yang lebih konkrit yaitu lambang visual (visual symbols).

Kelemahan media gambar, antara lain:

  • Beberapa gambar sudah cukup memadai akan tetapi tidak cukup besar ukurannya bila digunakan untuk tujuan pembelajaran kelompok besar.
  • Gambar adalah berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. Kecuali jika dilengkapi dengan beberapa seri gambar untuk objek yang sama atau adegan yang diambil dilakukan dari berbagai sudut pemotretan yang berlainan.
  • Gambar bagaimanapun indahnya tetap tidak akan memperlihatkan gerak seperti halnya gambar hidup. Namun demikian beberapa gambar seri yang disusun secara berurutan dapat memberikan kesan gerak dapat saja dicobakan, dengan maksud guna meningkatkan daya efektivitas proses belajar mengajar.

Karakteristik Gambar Grafik dalam Multimedia

Penggunaan media pembelajaran hendaknya dapat mencapai hasil paling baik dalam situasi pembelajaran yang diharapkan. Untuk itu perlu memahami karakteristik setiap media. Karakteristik media gambar adalah:

  • Gambar adalah media dua dimensi, dan dari sudut pandang pembelajaran hal itu menjadi sangat penting, terutama bagi peserta didik usia muda atau untuk meteri pelajaran yang rumit.
  • Gambar adalah medium yang ‘diam’, oleh karena itu dalam hal ini sering dipergunakan istilah gambar tetap atau gambar diam untuk menyatakan bahwa gambar itu tidak bergerak.
  • Gambar menekankan gagasan pokok dan impresi, bahwa untuk menilai dan memilih gambar yang baik harus menampilkan satu gagasan utama. Dengan satu pusat perhatian maka seluruh adegan akan mendukung kepada pesan apa yang ingin disampaikan. Jadi dengan adanya impresi atau tekanan pada satu gagasan pokok nilai gambar menjadi sangat bermanfaat dalam pembelajaran.
  • Gambar memberi kesempatan untuk diamati rincinya secara individual.
  • Gambar dapat menyajikan berbagai materi pelajaran, segala macam objek dapat dilihat dari yang konkrit sampai kepada gagasan yang abstrak.

Kriteria Memilih Gambar

Ada beberapa kriteria dalam memilih gambar yang memenuhi persyaratan bagi tujuan pembelajaran. Hendaknya menetapkan kegunaan gambar yang secara relatif memadai, dan memilihnya yang terbaik untuk tujuan khusus pembelajaran. Dari sudut pandang ini ada dua macam pertimbangan, pertama dari sudut pendidikan dan kedua dari sudut seni. Dalam memilih gambar ada lima kriteria untuk tujuan pembelajaran, yaitu harus memadai untuk tujuan pembelajaran, kualitas artistik, kejelasan dan ukuran yang cukup, validitas serta menarik.

Pertama, gambar itu harus cukup memadai, artinya pantas untuk tujuan pembelajaran yaitu harus menampilkan gagasan, bagian informasi atau satu konsep jelas yang mendukung tujuan serta kebutuhan pembelajaran. Di samping itu gambar hendaknya realistik dan hidup, pewarnaan yang bagus, dan harus cukup besar sehingga rinciannya bisa diamati untuk dipelajari.

Kedua, gambar harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu, yaitu harus bernilai proporsional, perspektif, keseimbangan, dan keterpaduan, yaitu:

Komposisi yang baik, yaitu gambar mempunyai pusat perhatian yang jelas sehingga memberikan keseimbangan kepada gambar secara keseluruhan, kedudukan atau arah garis, pemakaian cahaya, bayangan serta pewarnaan. Jadi pusat perhatian dari suatu gambar adalah gagasan, misi, pesan yang ingin dikomunikasikan bukan bersifat fisik. Keefektifan suatu gambar ditentukan oleh sejauh mana baiknya gagasan dikomunikasikan melalui gambar itu.

Pewarnaan yang efektif, berarti pemakaian warna secara harmonis merupakan gambar berwarna harus dipilih betul menurut kenyataan dan alamiah. Teknik penggambaran yang unggul bernilai lebih dari komposisi dan pewarnaan.

Ketiga, gambar untuk tujuan pembelajaran harus cukup besar dan jelas. Gambar yang tajam dan kontras mempunyai kelebihan, karena kecepatan dan rinciannya menggambarkan kenyataan secara lebih baik. Besarnya gambar akan tampak jelas dilihat oleh seluruh sisi.

Empat, validitas gambar, yaitu gambar yang melukiskan suasana yang ideal atau lebih pantas ditampilkan yang menampilkan pesan yang benar-benar menurut ilmu, merupakan gambar yang tepat untuk maksud pembelajaran yang sahih.

Kelima, gambar memikat perhatian peserta didik, yaitu cenderung kepada hal-hal yang diminatinya, yaitu terhadap benda-benda yang akrab dengan kehidupannya.

Prinsip-Prinsip Pemakaian Gambar

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam mempergunakan gambar sebagai media visual pada setiap kegiatan pembelajaran, antara lain:

  • Pergunakan gambar untuk tujuan pelajaran yang spesifik, yaitu dengan memilih gambar tertentu yang akan mendukung penjelasan inti pelajaran atau pokok-pokok pelajaran.
  • Padukan gambar-gambar pada pelajaran, sebab keefektifan pemakaian gambar di dalam proses belajar mengajar memerlukan keterpaduan,
  • Pergunakan gambar seefektif mungkin. Penggunaan gambar yang sedikit lebih baik dari pada menggunakan banyak gambar tetapi tidak efektif. Pergunakan gambar yang mengandung makna.
  • Kurangi penambahan kata-kata pada gambar, karena gambar itu justeru sangat penting dalam mengembangkan kata-kata atau cerita, atau dalam menyajikan gagasan baru.
  • Mendorong pernyataan yang kreatif, melalui gambar peserta didik akan didorong untuk mengembangkan keterampilan berbahasa lisan dan tulisan, seni grafis, dan bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Keterampilan jenis keterbacaan visual dalam hal ini sangat diperlukan bagi peserta didik dalam ‘membaca’ gambar itu.
  • Mengevaluasi kemajuan kelas bisa juga dengan memanfaatkan gambar baik secara umum maupun khusus. Jadi pendidik bisa menggunakan gambar, slides, atau transparan untuk melakukan evaluasi hasil belajar. Pemakaian instrumen tes secara bervariasi akan sangat baik dilakukan pendidik, dalam upaya memperoleh hasil tes yang komprehensif serta menyeluruh.

Demikian referensi buku ajar dengan judul peran grafik dalam multimedia apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

Sumber: Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan (Alfabeta, 2012)