RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Landasan Penulisan Buku Teks.
Haii!! Sebelum membahas landasan menulis buku teks. Apa kalian masih ingat dengan pengertian buku teks ? Yukk, kita mengingat kembali !! Buku teks adalah jenis buku yang diperuntukkan bagi peserta didik sebagai bekal pengetahuan dasar, dan digunakan sebagai sarana belajar serta dipakai untuk menyertai pelajaran di sekolah.
Oleh karena itu, istilah buku teks dipakai sebagai padanan atas istilah textbook.Sebagai calon pendidik, mahasiswa prodi kependidikan harus memiliki bekal dalam menulis buku teks. Selain sebagai pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa juga dapat menjadi penulis buku teks sendiri ketika mereka sudah mengajar. Namun, tentunya buku teks yang dihasilkan harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Menurut Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016, definisi buku teks adalah sumber belajar utama untuk mencapai keterampilan dasar dan inti dan telah dinyatakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat digunakan pada satuan pendidikan. Sebagai media dan sumber belajar, buku teks dapat mengubah pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan dalam kaitannya dengan keterampilan dasar yang diberikan.
buku teks dari Haifa Afifa (2014). Buku teks dalam bidang studi tertentu harus disusun oleh para ahli di bidang itu untuk tujuan dan tujuan pendidikan, menyediakan sumber daya pendidikan yang sesuai, dan memberikan standar yang mudah dipahami oleh pengguna di sekolah dan universitas untuk mendukung program pendidikan.
Buku teks adalah buku yang berisi uraian materi yang berkaitan dengan mata pelajaran atau bidang studi tertentu, disusun secara sistematis dan dipilih sesuai dengan tujuan tertentu, arah belajar, dan perkembangan siswa yang dirawat (Muslich, 2010). Menurut Mudzakir
AS, buku teks adalah buku standar yang berisi pelajaran atau materi yang berkaitan dengan suatu bidang ilmu atau kajian, yang digunakan di sekolah atau lembaga pendidikan untuk memperoleh sertifikat atau gelar.
Nah, setelah mengetahui pengertian dari buku teks, ketahui landasan penulisan buku teks, Yukk !!
Landasan Menulis Buku Teks
Penyusunan buku teks yang baik berlandaskan pada keilmuan dan landasan keterbacaan materi dan kebahasaan.
Ketahui penjelasannya dibawah ini :
- Landasan keilmuan
Salah satu landasan penyusunan buku teks adalah keilmuan mata kuliah tertentu. Pertanyaan yang harus diajukan ketika merancang buku teks adalah mata kuliah berada di ranah ilmu apa. Dengan mengetahui landasan keilmuan, maka mudah bagi penulis untuk mengetahui cakupan serta susunan buku teks yang hendak ditulis. Penafsiran terhadap materi dalam kurikulum pun, pada tahap ini, dilakukan dari struktur keilmuan yang digunakan. Misalnya, mata kuliah Kemahiran Berbahasa Indonesia berada dalam ranah keilmuan Bahasa Indonesia.
Mengetahui dengan baik titik tolak keilmuan sebuah buku teks, akan sangat membantu penulis dalam merancang secara efektif, efisien, dan terprogram jalinan setiap bab dalam buku teks. Penulisan buku teks pada dasarnya tidak jauh berbeda dari menulis karya ilmiah. Patokan keilmuan yang dikenal secara universal adalah patokan keilmuan yang berpilar pada: ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Prinsip ketaatasasan keilmuan dengan demikian juga akan terdapat pada buku teks. Prinsip demikian dirancang untuk menjawab:
- apa yang hendak dibahas
- mengapa penting dibahas
- bagaimana membahas dan menyajikan,
- untuk siapa pembahasan ditujukan.
Berdasarkan pandangan di atas, buku teks dirancang berlandaskan sejumlah prinsip berikut ini:
- Prinsip akar rumput: penentuan mata pelajaran dimulai dari disiplin keilmuan yang diketahui, dikuasai, dan sangat dikuasai.
- Prinsip kejelasan tujuan/kebermaknaan: penentuan tujuan penulisan atau perancangan buku teks berdasarkan penentuan keunggulan atau kompetensi apa yang hendak diraih. Prinsip ini berlandaskan pada:
- Motivator/pendorong seseorang untuk mengembangkan daya nalar dan kemampuan analisis (prinsip motivasi/keberfungsian)
- Motivator/pendorong seseorang untuk menjadi “akademisi-ilmuwan yang merdeka” (prinsip pembangunan karakter)
- Prinsip ketaatasasan keilmuan: cetak biru buku teks mengikuti patokan keilmuan yang berpilar pada: ontologis, epistemologis, aksiologis, dan mencari jawaban atas pertanyaan apa yang hendak dibahas, mengapa penting dibahas, bagaimana membahas dan menyajikan, dan untuk siapa pembahasan ditujukan.
- Prinsip diferensiasi: penentuan sesuatu yang berbeda yang akan disampaikan untuk mencari jawaban atas pertanyaan, “sesuatu yang berbeda apa yang dapat saya sampaikan dan bagaimana cara saya menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan cara yang berbeda?”
- Prinsip keotentikan: penentuan metode/model perancangan buku teks berdasarkan:
- rancang asli sendiri (diktat mata pelajaran yang diperluas), naskah buku teks murni (skripsi, tesis, disertasi yang dimodifikasi)
- model benchmarking karya penulis lain (model yang meniru rancang buku teks orang lain, model modifikasi buku teks). Pemilihan metode yang disukai, bisa satu atau gabungan bergantung pada kebutuhan.
- Prinsip standardisasi: mengikuti standar aturan penulisan yang berlaku universal dengan kualitas sebuah buku teks bergantung pada tingkat kesesuaiannya dengan standar yang ada
- Prinsip dinamika kualitas atau prinsip perbaikan berkelanjutan –penerapan dari pandangan bahwa kualitas buku teks adalah pencapaian berkelanjutan, maka penentuan standar uji kualitas dilakukan dengan mekanisme swacek kualitas/cek kualitas secara mandiri atau melibatkan pihak luar.
- Prinsip keseimbangan teori dan praktik: penentuan bagaimana keseimbangan antara teori dan praktik dapat terlihat pada sebuah buku teks dengan menentukan tingkat proporsi yang tepat antara pandangan filosofis, teori, dan konsep dengan sejumlah contoh aplikatif dunia nyata
- Prinsip komunikatif: cetak biru buku teks bersifat komunikatif. Buku teks yang baik memiliki metode penyampaian materi yang bersifat lugas, akademis, ilmiah, edukatif, dan komunikatif. Semakin komunikatif sifat sebuah buku teks, semakin baik buku teks dapat diterima.
- Landasan keterbacaan dan kebahasaan
Landasan selanjutnya adalah keterbacaan materi dan bahasa yang digunakan. Hal-hal yang harus dipahami dalam penyusunan buku teks terkait dengan bagaimana materi harus diolah agar memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memahaminya, dan bagaimana panjang dan susunan kata, frasa, kalimat, dan wacana tidak menyulitkan mereka.
Buku teks yang memberi kemudahan kepada peserta didik disebut sebagai buku teks yang mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi. Sebaliknya, buku teks yang menimbulkan kesulitan kepada peserta didik untuk memahaminya disebut sebagai buku teks yang mempunyai keterbacaan rendah. Dengan demikian, penting sekali untuk merancang buku teks berbasis prinsip komunikatif.
Selain 2 landasan diatas Menurut Muslich (2010) terdapat 2 landasan lagi dalam penulisan buku teks. Yaitu :
- Landasan Ilmu Pendidikan dan Keguruan
landasan yang perlu dipertimbangkan saat menulis buku teks yaitu landasan ilmu pendidikan dan pelatihan guru, terutama yang relevan hakikat pembelajaran, pembelajaran kontekstual, pembelajaran model standar, Mengembangkan kegiatan, kreativitas dan motivasi siswa.Berikut ini penjelasannya :
- Hakikat Belajar
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan. Hal ini penting untuk pembentukan karakter dan perilaku individu. Bahkan, Sebagian besar pertumbuhan pribadi terjadi melalui pembelajaran.
- Pembelajaran kontekstual
Pendekatan kontekstual adalah pembelajaran yang terhubung dukung siswa antara situasi fisik dan nyata mereka pengetahuan mereka dan aplikasi untuk hidup sebagai anggota keluarga komunitas dengan memasukkan tujuh elemen kunci pembelajaran efektif yaitu konstruktivisme, bertanya, penemuan, pembelajaran sosial, Pemodelan dan evaluasi aktual. Hasil dengan konsep ini belajar harus menjadi lebih bermakna.
- Pembelajaran model standart
Salah satu permasalahan mendasar yang dihadapi pendidikan di Indonesia adalah pelaksanaan pembelajaran yang dipandang masih belum efektif. Indikasinya adalah adanya praktik pembelajaran yang cendrung membosankan bahkan membuat siswa menjadi terktekan pendekatan dan metode yang digunakan tampak kurang bervariasi karena didominasi oleh pemberian informasi yang berlebihan, untuk mengantisipasinya, pembelajaran model pakem dipandang lebih efektif. Pakem adalah akronim dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
- Mengembangkan kegiatan, kreativitas dan motivasi siswa
Efektivitas pembelajaran banyak tergantung pada motivasi dan cara pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, baik yang dilakukan secara mandiri, maupun kelompok Dalam konteks ini, penyajian buku teks adalah dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan aktivitas, kreativitas dan motivasi siswa dalam belajar.
- Landasan kebutuhan siswa
Landasan yang juga perlu diperhatikan dalam penulisan buku teks adalah landasan kebutuhan siswa. Hal itu dikarenakan landasan kebutuhan ini erat kaitannya dengan motivasi, maka pemahaman tentang teori motivasi perlu diperdalam.
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu maupun dari luar individu. Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas prilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja, maupun dalam kehidupan lainya.
buku teks harus memenuhi 3 kelayakan yaitu:
a. Kelayakan Isi
Kelayakan isi, terdapat tiga indikator yang harus diperhatikan, yaitu :
1. kesesuaian uraian materi dengan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran yang bersangkutan Indikator kesesuaian uraian materi dengan KI dan KD ini diarahkan pada hal berikut:
a) Kelengkapan materi
b) Keluasan materi
c) Kedalaman materi
2. keakuratan materi
Indikator keakuratan materi diarahkan pada sasaran berikut:
a) Akurasi konsep dan definisi
b) Akurasi prinsip
c) Akurasi prosedur
d) Akurasi contoh, fakta, dan ilustrasi
e) Akurasi Sosial
3. materi pendukung pembelajaran (Muslich, 2010:292)
Indikator materi pendukung pembelajaran diarahkan pada hal-hal berikut:
- a) Kesesuaiannya dengan perkembangan ilmu dan teknologi
- b) Keterkinian fitur, contoh, dan rujukan
- c) Penalaran(reasoning)
- d) Pemecahan masalah (problem solving)
- e) Keterkaitan antarkonsep
- f) Komunikasi (write and talk)
- g) Penerapan (aplikasi)
- h) Kemenarikan materi
- i) Mendorong untuk mencari informasi lebih jauh
- j) Materi pengayaan (enrichment)
b. Kelayakan Penyajian
Kelayakan penyajian, ada tiga indikator yang harus diperhatikan, yaitu :
- Teknik Penyajian
Indikator teknik penyajian buku teks ada tiga poin, yaitu sistematika penyajian, keruntutan penyajian, dan keseimbangan antar-bab.
2. Penyajian Pembelajaran
Indikator penyajian pembelajaran dalam buku teks diarahkan pada Berpusat Pada Siswa, Mengembangkan Keterampilan proses, Memerhatikan Aspek Keselamatan Kerja
3. Kelengkapan Penyajian
Indikator kelengkapan penyajian dalam buku teks diarahkan pada hal-hal berikut.
a. Bagian Pendahuluan
Pada bagian awal buku teks terdapat prakata, petunjuk penggunaan, dan daftar isi atau daftar simbol atau notasi. Prakata adalah sebuah pengantar dari penulis yang berisi ulasan tentang maksud dan metode yang digunakan penulis dalam menulis bukunya (Iyan, 2007:14).
b. Bagian Isi
Penyajian materi dalam buku teks dilengkapi dengan gambar, ilustrasi, tabel, rujukan atau sumber acuan, soal latihan atau rangkuman setiap bab.
c. Bagian Penyudah
Pada akhir buku teks terdapat daftar pustaka, indeks subyek, daftar istilah (glosarium), daftar simbol atau notasi dapat dicantumkan pada akhir buku.
c. Kelayakan Bahasa
Kelayakan bahasa, terdapat 3 indikator yang harus diperhatikan, yaitu :
(Muslich, 2010:303)
1. Kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Siswa
Indikator pemakaian bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa,yaitu: kesesuaian dengan tingkat perkembangan intelektual, kesesuaian dengan Tingkat Perkembangan Sosial Emosional,
2. Kekomunikatifan
Indikator pemakain bahasa yang komunikatif diarahkan pada hal-hal berikut : Keterbacaan Pesan, Keterbacaan Kaidah Bahasa Indonesia, Keruntutan dan Keterpaduan Alur Pikir, Kelayakan Kegrafikan
Jadi, itulah penjelasan mengenai landasan penyusunan buku teks. Jika Menurut Muslich (2010) terdapat 4 landasan dalam penulisan buku teks. Yaitu landasan keilmuan, landasan keterbacaan dan kebahasaan , Landasan Ilmu Pendidikan dan Keguruan , Landasan kebutuhan siswa. Semoga penjelasan diatas membantu anda .
Demikian referensi buku ajar dengan judul Landasan Penulisan Buku Teks apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
