RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 6 Buku Teks Buku Ajar(4)
-
Menjadikan Buku sebagai “Ladang Emas”
Dalam pengembangan jenis bahan ajar ini, selain menjadikan buku teks pelajaran menjadi bahan ajar yang menarik dan bisa memotivasi peserta didik untuk belajar, juga bertujuan agar peserta didik dapat terinspirasi dari buku tersebut. Di samping itu, hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu bahan ajar yang kita buat bisa menjadi “ladang emas” bagi kita.
Apa maksudnya ladang emas? Ladang adalah tempat bercocok tanam, sementara emas adalah sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Dengan memiliki ladang emas, berarti kita bisa kaya raya karena mempunyai sumber penghasilan yang menjanjikan. Dengan kata lain, kalau kita bisa menerbitkan buku teks tersebut, maka kita dapat mengumpulkan pundi-pundi uang.
Selama ini, mungkin masih ada sebagian pendidik, baik guru ataupun dosen, yang mengeluhkan bahwa penghasilan mereka masih pas-pasan. Memang harus diakui bahwa standar penghasilan tenaga pendidik di Indonesia masih jauh dari garis kelayakan. Bahkan, bagi mereka yang sudah PNS sekalipun, tidak juga berbeda jauh, meskipun pada beberapa segi lebih baik.
Kita mungkin pernah melihat di televisi ataupun membaca di surat kabar, berita yang menampilkan sosok guru yang sekaligus berprofesi sebagai pemulung. Memang pemulung bukanlah pekerjaan yang dosa dan nista, namun jika para guru di Indonesia, termasuk kita, bisa melipatgandakan potensi yang ada pada diri, maka hal tersebut tidak akan sampai terjadi. Bagaimana caranya?
Salah satu caranya adalah dengan melejitkan kemampuan kita dalam membuat bahan ajar, terutama buku teks pelajaran. Karena, jika kita dapat membuat buku teks pelajaran yang berkualitas dan menarik, maka buku tersebut akan layak diterbitkan dan dijual. Jika buku yang kita buat bisa diterbitkan dan dijual, maka buku itu bukan hanya berguna bagi peserta didik, tetapi juga akan menjadi sumber pundi-pundi uang baru kita. Dengan kata lain, melalui buku, guru ataupun dosen bisa hidup kecukupan dan berlimpah harta.
Salah satu contoh orang yang meraih kesuksesan dengan menjadikan tulisan sebagai ladang emasnya adalah yaitu J.K. Rowling, pengarang novel anak-anak fenomenal Harry Potter. Berkat tulisannya itu, dari seorang janda miskin yang harus mengantri untuk sekadar mendapat kan popok gratis dan uang tunjangan negara, pada tahun 2003, kekayaannya ditaksir melebihi harta milik Ratu Elizabeth II. Kemudian, contoh sosok penulis cemerlang lainnya adalah Robert Kuaok, Ananda Krishnan, Lim Goh Tong, Tung Dangsem Waringin, Dan Brown, serta Bill Bryson. Atau, mungkin yang masih agak hangat saat ini adalah Andrea Hirata melalui tetraloginya. Bahkan, salah satu tetraloginya yang berjudul Laskar Pelangi di jadikan sebuah film. Maka, sudah barang tentu ia meraup keuntungan jutaan bahkan miliaran rupiah. Ini semua merupakan penyemangat bagi kita sekaligus bukti bahwa kalau kita mau memaksimalkan potensi menulis kita (selain tujuan utamanya untuk menyediakan bahan ajar bagi peserta didik serta menyediakan ilmu bagi orang banyak), maka uang pun akan menghampiri kita tanpa kita duga.
-
Beberapa Hal Penting yang Perlu Diperhatikan agar Buku Kita Dapat Diterbitkan
Agar buku kita bisa diterbitkan, Yuliarti mengemukakan beberapa hal yang perlu kita perhatikan berikut ini.”
-
Buat dan Siapkan Naskah Terbaik
Menyiapkan naskah terbaik adalah hal penting dalam proses menerbitkan buku. Sebab, penerbit akan bersedia menerbitkan buku jika naskah buku yang telah kita tawarkan benar-benar berkualitas dan layak jual. Dengan demikian, baik dari segi isi maupun teknik penulisannya, keduanya mesti kita perhatikan.
Dalam dunia penerbitan, kita diharapkan mampu menyajikan sebuah karya yang komunikatif dan tidak kaku. Maka dari itu, gaya bahasa yang kita gunakan, meskipun itu sebuah buku teks pelajaran, mesti mengalir dan tidak kaku. Hal ini tentu juga sangat terkait dengan target pasar yang ingin dibidik.
Namun, tidak mesti bahwa karya kita harus benar benar sempurna, sehingga secara tata bahasa tidak ada yang cacat ataupun kurang. Bukan seperti itu maksudnya, tetapi kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk menyajikan sebuah naskah yang dari segi isi lengkap dan menarik, sementara dari sisi tata bahasa maupun gaya bahasa juga memadai. Upayakan agar bahasa yang kita gunakan dalam buku itu, meskipun mengguna kan standar baku, namun tetap mengalir. Jadi, ketika dari itu, gaya bahasa kita menulis buku, maka kita harus mampu membayangkan bahwa dalam setiap kata yang kita toreh kan, kita seolah sedang berbicara dengan seseorang (pembaca buku kita). Sehingga, tulisan kita menjadi hidup dan berkesan.
Intinya, ketika kita memandang bahwa buku kita tulis itu sudah lengkap dari segi isi dan runtut dari sisi bahasanya, penyajian, kemudian jika dimungkinkan masih ada satu atau beberapa hal yang kurang dalam tata maka itu adalah hal yang lumrah. Karena, pada proses berikutnya, jika naskah buku yang telah kita buat itu disetujui oleh penerbit untuk diterbitkan, maka mereka akan melakukan proses editing. Jadi, ada editor yang akan memoles naskah kita menjadi lebih layak dan sesuai dengan keinginan pasar. Dengan demikian, apa lagi yang kita tunggu? Segera bawa buku kita ke penerbit dan tawarkan ke mereka. Siap tahu naskah kita diterima. yang
Naskah yang masuk ke penerbit akan dinilai oleh tim penyeleksi dari penerbit yang bersangkutan untuk diputuskan apakah naskah kita layak diterbitkan atau tidak. Waktu penilaian naskah biasanya berkisar antara 1 minggu sampai 3 bulan, tergantung kebijakan masing-masing penerbit.
-
Pahami Selera Pasar
Bagaimanapun, penerbit hidup dari keuntungan hasil penjualan buku yang mereka terbitkan. Oleh karena itu, setiap naskah yang masuk, selain kualitas naskah tersebut baik, biasanya juga harus diseleksi sesuai dengan selera pasar. Jika selera pasar ini tidak kita pertimbangkan, maka jangan berharap banyak bahwa naskah kita akan diterima.
Dalam hal buku teks pelajaran, selera pasar umumnya ada pada lingkungan sekolah dan perguruan tinggi. Maka dari itu, kita harus cermat dalam melihat perkembangan tersebut. Model buku dengan tampilan seperti apa, isi kandungan yang bagaimana, dan struktur buku teks seperti apa yang sedang digemari dan populer saat ini, itu semua penting untuk kita ketahui. Sebagai pendidik, kita harus bisa menyelami berbagai keinginan dan kebutuhan, baik siswa/mahasiswa maupun rekan guru/ rekan dosen. Dengan demikian, kita dapat menyajikan buku teks pelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan kita.
Selain itu, dalam kaitannya dengan buku teks pelajaran, kita perlu senantiasa memantau perkembangan kuri kulum yang sedang berlaku. Sebagai praktisi pendidikan, kita tentu paham dan tahu benar akan hal tersebut. Dan, buku kita pun harus disusun secara selaras dengan tuntutan kurikulum yang ada. Dengan demikian, pasar akan menerima buku kita dengan baik.
-
Tidak Membebani Penerbit
Kita harus ingat bahwa penerbit juga perlu meng ambil keuntungan dari hasil penjualan buku yang kita tulis. Oleh karena itu, selain layak jual, buku tersebut juga mutlak tidak boleh membebani keuangan penerbit. Menurut pengamatan Yuliarti (2008), saat ini penerbit umumnya akan berpikir ulang dalam menerbitkan buku buku yang terlalu tebal, sehingga membebani keuangan perusahaan. Kekhawatirannya, perusahaan sudah telanjur mengeluarkan modal besar untuk menerbitkan buku tersebut, namun ternyata bukunya tidak laku. Hal ini tentu sangat tidak diharapkan oleh pihak penerbit.
Maka dari itu, kita sebaiknya menulis naskah buku yang tidak terlalu tebal. Sebagai acuan, sebaiknya untuk buku teks pelajaran, cukup 90-325 halaman jadi (buku ukuran standar dengan font 12). Atau, kalau masih dalam bentuk naskah mentah, yakni ditulis dalam kertas ukuran kuarto, spasi 1,5, dan ukuran font 12, maka jumlah halaman kira-kira 50-160 atau sesuai ketentuan masing-masing penerbit.
-
Segi Keilmuan yang Memadai
Setelah penerbit menilai dari sisi selera pasar, maka barulah penerbit akan menilai dari segi keilmuan. Di sini, akan diperhitungkan kualitas naskah serta kemam puan penulis dalam membahas buku tersebut. Apakah pembahasan penulis cukup dalam, apakah penulis cukup menguasai materi yang disampaikan, apakah penulis cukup baik dalam membahas permasalahan yang ada, serta bagaimana kemampuan penulis mengemas naskah, sehingga menarik bagi para pembaca, semuanya akan dini lai dari segi ini.
Perlu kita pahami bahwa karya besar yang dihargai masyarakat adalah sebuah karya yang bisa membuat suatu hal rumit menjadi hal yang sederhana, sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Sementara, sebagai pendidik, tentu kita telah menguasai materi. Maka dari itu, kita harus mampu menyajikan bidang keilmuan yang kita kuasai itu menjadi bahan dan pengetahuan yang bisa dipahami secara sederhana. Sehingga, para pembaca dapat mudah memahami tulisan kita.
Demikian referensi buku dengan judul Bab 6 Buku Teks Buku Ajar(4) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.
