Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(4)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(4)

4. Model Berbahan Tanah Liat

Kalau kita menggunakan tanah liat sebagai bahan pembuatan model, maka kita harus menentukan terlebih dahulu tanah liat macam apa yang akan kita gunakan. Sebab, ada dua jenis tanah liat. Pertama, tanah liat alami atau dengan bahan pelarut air yang bisa mengeras jika dikeringkan. Kedua, tanah liat dengan pelarut minyak atau malam yang tidak bisa kering.

Sebagai contohnya adalah pembuatan model topeng adat Sunda. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya.

  1. Kumpulkan foto atau gambar tentang topeng adat Sunda yang akan dijadikan model.
  2. Apabila sudah ditentukan foto yang mau dijadikan model, kemudian buatlah sketsa topeng adat Sunda tersebut.
  3. Cermati unsur-unsur model topeng adat Sunda yang perlu disiapkan.
  4. Siapkan bahan dasar, yaitu tanah liat. Bahan ini bisa dibeli di toko-toko seni atau toko bahan kimia. Kemudian, siapkan pula air. Sementara, untuk peralatan yang dibutuhkan, antara lain kuas, pisau, kawat, ember, kertas, pensil, dan papan. *.
  5. Siapkan ember atau kaleng, lalu isi setengahnya dengan air bersih.
  6. Masukkan tanah liat ke dalam air, sekepal demi sekepal, sehingga mencapai tinggi melebihi per mukaan air yang merendamnya. Biarkan tanah liat terendam sejenak, kemudian aduk-aduk dengan jari tangan dan tambahkan tanah liat hingga kental merata. Pada tahap ini, biasanya tanah liat masih sangat lengket dan sulit untuk dipergunakan oleh peserta didik. Maka dari itu, biarkanlah tanah liat itu di dalam kaleng selama semalam, lalu keesokan paginya, buang air yang ada di atasnya.
  7. Jika tanah liat masih terlalu lengket untuk dikerjakan, tambahkan lagi tepung tanah sedikit demi sedikit atau ratakan gumpalan tanah liat tersebut pada sebidang papan hingga cukup kering untuk digunakan.
  8. Buatlah model sesuai sketsa gambar topeng adat Sunda yang telah direncanakan.
  9. Apabila waktu tidak cukup untuk membuat model dalam seharian, letakkan bahan tanah liat tersebut di tempat yang lembab, seperti di dalam peti yang ditutup rapat, ditutup dengan kain basah, atau di dalam gentong. Karena, jika diletakkan pada tem pat yang kering akan membuat tanah liat mengeras dan sulit untuk dikerjakan.
  10. Lanjutkan pembuatan model topeng untuk membuat tahap akhir pengerjaan model tersebut.
  11. Keringkan model secara bertahap hingga beberapa hari. Perlu kita ingat bahwa jika pengeringannya terlalu ekstrem dengan suhu yang langsung sangat panas, maka hal tersebut bisa merusak model, seperti retak, pecah, gosong, dan lain sebagainya.
  12. Lakukan finishing model dengan cara mengecat atau mewarnainya sesuai gambar yang telah direncanakan sejak awal.
  13. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut.
  14. Berikan tugas yang berkenaan dengan model kepada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  15. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan.

5. Model Berbahan Kayu

Untuk model yang berbahan dasar kayu, salah satu contohnya adalah miniatur mobil. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan miniatur mobil.

Kumpulkan gambar atau foto yang akan dijadikan model.

  1. Pelajari detail gambar tersebut, kemudian buat sketsanya.
  2. Catatlah strukturnya secara cermat dan teliti.
  3. Siapkan bahan utama, yaitu kayu. Untuk kayu yang digunakan dalam pembuatan bahan ajar ini disarankan kayu yang lunak, sehingga mudah di kerjakan, misalnya dipotong, ditatah, dibor, di paku, dan lain sebagainya. Adapun contoh kayu lu nak antara lain pinur putih, kayu merah atau kayu ara, dan kayu balsa. Nah, untuk jenis yang terakhir ini paling banyak ditemukan di toko-toko keraji nan tangan dan di tempat penyimpanan kayu. Se mentara, contoh kayu keras adalah mahoni.
  4. Siapkan bahan tambahan yang dibutuhkan, seperti kawat, cat, atau zat pewarna, dan tali rafia. Dan, siapkan pula alat-alat yang diperlukan, seperti pisau, gunting, palu, paku, gergaji, kuas, tang, lem kayu, plaster, serta obeng.
  5. Potong-potong kayu sesuai sketsa model yang kita buat.
  6. Sambung dan lekatkan kayu (yang telah dipotong potong menurut strukturnya) dengan paku atau alat perekat lainnya.
  7. Berikan pewarnaan dengan pengecatan untuk menambahkan kesan asli pada model.
  8. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut. Berikan tugas yang berkenaan dengan model
  9. kepada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  10. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan

6. Model Berbahan Lilin

Salah satu contoh model berbahan lilin adalah mini atur rumah. Berikut adalah langkah-langkah pembuat annya.

  1. Kumpulkan gambar-gambar atau foto-foto yang terkait dengan rumah yang akan dijadikan model.
  2. Buatlah sketsa gambar dalam ukuran mini, dengan detail unsur-unsur yang ingin ditampilkan dari rumah tersebut.
  3. Siapkan bahan utama, yaitu malam. Untuk malam biasa atau plastisin dengan berbagai warna, dapat dibeli di toko-toko peralatan seni, toko-toko hobi, atau toko-toko sejenis lainnya. Karena bahan ini tidak bisa mengeras, maka malam paling cocok untuk pembuatan objek yang bersifat sementara.
  4. Siapkan peralatan untuk memahat dan mengukir malam, seperti tatah, pisau, penggaris, kayu, kertas, papan kayu, dan kawat.
  5. Padarkan dan bentuklah malam dalam bentuk kubus. Kemudian, dari bentuk kubus itu, buatlah kreasi sesuai sketsa miniatur rumah yang ingin diciptakan.
  6. Gunakan penggaris untuk mengukur tinggi, lebar, dan dalam bangunan. Gunakan pisau, tatah, dan kawat untuk membuat ukiran serta guratan pada malam, sehingga bisa membentuk lekuk-lekuk rumah sebagaimana sketsa yang telah dibuat. g. Letakkan model miniatur rumah yang sudah jadi diatas papan kayu untuk di-display.
  7. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut.
  8. Berikan tugas yang berkenaan dengan model kepada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  9. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan.

7. Model Berbahan Plaster Paris

Plaster paris merupakan serbuk putih yang bagus, bila ditaburkan ke dalam air akan cepat membentuk gumpalan padar, dan mudah dikikis dengan cara menggunakan pisau atau pahat. Namun, untuk menggunakannya kita perlu mempelajari cara pengolahannya terlebih dulu.

  • Cara Mengolah Plaster Berikut adalah cara mengolah potongan plaster menurut Sudjana dan Rivai (2005).

    1. Tuangkan air bersih ke dalam wadah yang luas, misalnya panci enamel atau panci timah. Air yang dituangkan ke wadah itu sebaiknya lebih sedikit dibandingkan dengan ukuran balok atau gumpalan yang akan dipotong-potong kemudian.
    2. Taburkan serbuk tepung plaster paris tersebut sedikit demi sedikit ke dalam air hingga merata di bawah permukaan air.
    3. Aduklah dengan tangan hingga menjadi selembut krim, lalu sisihkan gelembung serta gumpalannya. Teruskan pengadukan secara perlahan-lahan sampai campuran tersebut terasa mengental. Jika larutan telah mengental, maka larutan siap digunakan.
  • Contoh Langkah-Langkah Pembuatan Miniatur Bumi

Untuk model berbahan plaster paris ini, sebagai contohnya, kita bisa membuat model struktur kulit bumi. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya.

  1. Kumpulkan gambar-gambar bumi dari berbagai sumber. tentang struktur kulit
  2. Buatlah sketsa model penampang struktur kulit bumi yang ingin dibuat dengan skala mini.
  3. Siapkan bahan utama, yaitu adonan atau larutan plaster paris siap tuang. Sediakan juga peralatan peralatan yang dibutuhkan untuk membuat model tersebut, antara lain pisau, bola plastik, penggaris, jangka, gunting, ampelas, dan cat.
  4. Buatlah cetakan bumi dengan membelah bola plastik menjadi dua bagian. Dalam posisi setengah bulat, letakkan cetakan menghadap ke atas. Kemudian, tuangkan adonan plester paris ke dalamnya hingga penuh menutupi seluruh permukaannya.
  5. Diamkan larutan plester paris hingga mengeras kurang lebih selama 12 jam.
  6. Bongkarlah cetakan dengan menyobek bola plastik, lalu haluskan permukaan modelnya dengan ampelas.
  7. Buatlah guratan-guratan struktur kulit bumi (pada bagian belahan) menggunakan pisau atau pahat.
  8. Sebagai tahap finishing, berilah pewarna pada masing-masing struktur kulit bumi dengan warna yang berbeda-beda untuk memperjelas perbedaan masing-masing struktur.
  9. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut.
  10. Berikan tugas yang berkenaan dengan model ke pada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  11. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan.

8. Model Berbahan Metal

Untuk model berbahan metal ini, sebagai contohnya, kita bisa membuat model kerangka kapal layar pinisi. Berikut adalah cara pembuatannya.

  1. Kumpulkan foto-foto atau gambar-gambar tentang kapal layar pinisi.
  2. Buatlah sketsa gambar kerangka kapal layar pinisi tersebut.
  3. Tentukan struktur dan ukuran-ukuran bahan dibutuhkan untuk membuat model kapal layar tersebut.
  4. Siapkan bahan, terutama kawat email dan kaleng. Sediakan pula peralatan, seperti gunting kawat, solder, timah, spidol, cat, ampelas, tang, dan kabel.
  5. Potong-potong kawat email sesuai ukuran dari struktur miniatur kapal layar yang ingin dibuat. Kemudian, sambung kawat-kawat tersebut mem bentuk kerangka kapal layar dengan timah panas (menggunakan solder). Perlu diingat bahwa untuk menyambung kawat email dengan timah, lapisan email pada permukaan kawat tersebut harus dikupas dahulu menggunakan ampelas, sehingga yang terlihat adalah kawat tembaganya semata. Sebab, jika bagian luar (bagian emailnya) tidak dikupas, maka tidak bisa dilekati oleh timah.
  6. Potong-potong kaleng sesuai dengan bentuk yang telah direncanakan sebelumnya untuk menutup bagian bawah kapal. Kemudian, sambung seng dan kawat email dengan timah.
  7. Sambung pula kabel-kabel sebagai miniatur tali yang digunakan pada kapal layar yang sebenarnya.
  8. Setelah semua struktur terpasang, maka pada bagian akhir, haluskan setiap sambungan timah menggunakan ampelas. Setelah halus, lakukan pengecatan sesuai warna yang telah direncanakan sebelumnya. Supaya awet, gunakan cat besi atau vernis.
  9. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut.
  10. Berikan tugas yang berkenaan dengan model kepada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  11. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan.

9. Model Berbahan Material dan Perangkat Konstruksi (Bangunan)

Contoh model yang berbahan material dan perang kat konstruksi (bangunan) sebenarnya ada banyak sekali. Namun, di sini saya hanya akan menunjukkan satu con toh saja, yaitu model alat pengukur angin. Berikut ada lah langkah-langkah pembuatannya.

  1. Kumpulkan gambar-gambar tentang alat peng ukur angin. Jika memungkinkan, lakukan juga observasi langsung ke lokasi yang ada alat pengukur anginnya.
  2. Buatlah sketsa alat pengukur angin sedetail mungkin.
  3. Tentukan struktur alat pengukur angin.
  4. Siapkan bahan utama, yaitu gabus, tiga buah bola pingpong, dan empat buah tongkat. Siapkan pula peralatannya, seperti pisau, gunting, lem, gergaji. dan cat poster.
  5. Potong-potong tongkat kayu menjadi empat bagian. Kemudian, belah bola pingpong menjadi dua bagian. Selanjutnya, masukkan masing-masing tongkat ke balon satu per satu sedalam diameter balon lebih sedikit.
  6. Siapkan gabus yang dipotong menjadi dua macam, yaitu satu berbentuk seperti kerucut namun ujungnya tidak lancip, dan yang satunya berbentuk kotak persegi panjang sebagai dasar sekaligus alas tempat model ditancapkan.
  7. Tancapkan tiap tongkat dan bola pingpong yang sudah terpasang ke gabus dalam titik pada sudut yang sama besar.
  8. Setelah ketiga tongkat bola pingpong itu terpasang pada gabus (yang berbentuk kerucut), masukkan tongkat satunya (yang berfungsi sebagai tiang utama penyangga) ke gabus tersebut dari arah bawah. Adapun sisi yang lain dari tiang penyangga dimasukkan (ditancapkan) ke gabus yang berukuran persegi panjang.
  9. Setelah bentuk kasar model tersebut selesai, maka untuk tahap akhirnya, berikanlah pewarnaan menggunakan cat poster sesuai gambar yang kita jadikan acuan.
  10. Siapkan informasi pendukung dalam selembar kertas tentang model tersebut.
  11. Berikan tugas yang berkenaan dengan model kepada peserta didik, bisa secara lisan atau tulisan.
  12. Lakukan penilaian terhadap jawaban-jawaban yang diberikan peserta didik dengan kriteria-kriteria yang telah kita tetapkan.

Demikianlah aneka contoh model dari berbagai jenis bahan. Dengan melihat contoh-contoh tersebut beserta cara pembuatannya, hendaknya dapat memacu dan merangsang kreativitas kita untuk memanfaatkan berbagai macam bahan yang berserakan dan berlimpah di sekitar kita. Sehingga, dari bahan-bahan yang tak terpakai bisa menjadi model yang kaya manfaat. Bahkan. jika dibuat dengan lebih serius, akan menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Ini merupakan sebuah peluang yang sungguh menguntungkan.

 

Demikian referensi buku dengan judul Bab 8 Model(Market) Buku Ajar(4) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.