BAB 9 BAHAN AJAR AUDIO 2

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai BAB 9 BAHAN AJAR AUDIO

  1. Keterbatasan Bahan Ajar Audio

Sementara itu, untuk keterbatasan bahan ajar audio, paling tidak ada enam macam. Keenam keterbatasan inilah yang sering kali menjadi alasan bagi pendidik untuk tidak menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran. Keterbatasan-keterbatasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Membutuhkan kehati-hatian jika hanya audio yang digunakan. Karena, waktu yang lama tanpa mem berikan rangsangan visual daapat membosankan dan akan mengganggu pengajaran dengan kecepatan sendiri (audio yang diputar selama 15 menit akan memakan waktu peserta didik sebanyak itu pula, tanpa memperhatikan keterampilan peserta didik).
  2. Perbaikan biasanya menuntut diproduksinya rekaman master (induk) baru dan dibuatnya copy rekaman baru. Hal ini akan memakan waktu dan biaya yang besar.
  3. Masalah pendistribusian akan muncul manakala produksi gambar diselaraskan dengan audio, Hal

ini disebabkan oleh adanya keragaman perangkat keras yang ada dan yang digunakan di berbagai tempat latihan. Pengembang pelajaran mesti mengetahui perlengkapan apa yang ada untuk disesuaikan dengan perangkat lunaknya (software).

  1. Pengembangan naskah audio yang baik (terutama yang akan digunakan untuk menunjang visual) dapat menyita waktu dan membutuhkan kete rampilan-keterampilan khusus.
  2. Perlu berkali-kali dalam memperkirakan kecepatan penyajian materi verbal. Seandainya bahan di sajikan terlalu cepat, atau pengajaran yang rumit diberikan terlalu cepat, maka para peserta didik akan kehilangan jejak atau kebingungan. Dalam beberapa hal, sebaiknya peserta didik diberikan pengulangan melalui peringatan visual, misalnya dituliskan kembali dalam perlengkapan buku kerja atau ditampilkan pada gambar diam. Hal ini umumnya dapat ditentukan selama tes pengembangan (developmental test).
  3. Peserta didik menemukan kesulitan dan kebingu ngan, jika mereka menggunakan audiovisual yang diselaraskan, tetapi menyimpang dari keselarasan.

 Kelebihan dan Keterbatasan Bahan Ajar Radio

Bahan ajar audio secara lebih spesifik, yakni radio, juga memiliki kelebihan dan keterbatasan. Kelebihannya antara lain terletak pada kemampuannya dalam membangkitkan kreativitas mitra, memengaruhi pembentukan perasaan

dan kesan (impresi) seseorang, serta merangsang daya imajinasi. Sedangkan kelemahannya, menurut Wijaya dkk. (1992) adalah sebagai berikut:

  1. Pendengar memiliki pilihan untuk kemungkinan mendengarkan terus atau mematikan pesawat radio (penerima). Hal ini akan bergantung pada perhatian pendengar terhadap suatu program siaran.
  2. Daya ingat manusia tidak bisa menangkap terlalu banyak informasi dalam satu waktu, sehingga waktu siaran untuk satu program harus dibatasi agar tidak terlalu lalu lama.
  3. Radio adalah alat komunikasi satu arah, sehingga materi siaran harus sederhana untuk bisa dipahami oleh kebanyakan pendengar.
  4. Kecepatan penyajian pesan harus sesuai dengan kecepatan daya tangkap pendengar.
  5. Segala arti dan pengertian disampaikan melalui saluran pendengaran (suara) atau berbentuk audio.
  6. Kebanyakan kita belajar melalui saluran penglihatan atau visual. Oleh karena itu, radio harus bisa memvisualisasikan sesuatu dalam bentuk suara suara.
  7. Setiap pendengar beranggapan hanya berkomunikasi dengan pesawat radio. Oleh karenanya, radio harus berbicara dengan seseorang secara individual.
  8. Ada beberapa hambatan dan rintangan lain secara teknis-mekanis, bahasa, dan noise dalam proses mendengarkan melalui radio.
  9. Unsur-Unsur Penting dalam Bahan Ajar Audio

Seperti halnya bahan ajar yang lain, bahan ajar audio juga memiliki struktur. Namun, untuk masing-masing bentuk, strukturnya tidak sama. Oleh karena itu, sesuai dengan jenisnya.

  1. Struktur Kaset/PH/CD

Pada bahan ajar berbentuk kaset, CD, atau PH, strukturnya meliputi lima komponen, yaitu judul, pe tunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, dan penilaian. Tiga komponen (judul, petunjuk belajar, dan informasi pendukung) ter dapat pada bahan ajar, sedangkan dua komponen lainnya (kompetensi dasar atau materi pokok dan penilaian) ada pada kertas lain.

  1. Struktur Radio

Bahan ajar radio memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur bahan ajar bentuk kaset/PH/CD. Hanya saja, pada bahan ajar radio tidak ada komponen petunjuk belajar. Jadi, komponen yang terdapat pada bahan ajar radio ada dua, yaitu judul dan informasi pendukung. Se dangkan dua komponen lainnya, yaitu kompetensi dasar atau materi pokok dan penilaian ada pada lembar kertas lain.

Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif

  1. Memahami Langkah-Langkah Penyusunan dan Pengembangan Bahan Ajar Audio

Dalam menyusun sebuah bahan ajar audio, ada be berapa langkah yang perlu dilakukan. Namun, sebelum masuk ke penjelasan tersebut, ada hal penting yang perlu kita pahami, yaitu tentang penulisan naskah audio.

  1. Penulisan Naskah Audio

Penulisan naskah untuk didengar (audio) dan penu lisan naskah untuk dibaca tidaklah sama. Menuliskan bahan pelajaran untuk diperdengarkan memerlukan keterampilan khusus serta mempunyai ukuran kualitas tertentu. Hal ini bukan berarti aturan tata bahasa yang baik dan ungkapan yang jelas harus ditinggalkan dalam menulis kalimat untuk diucapkan. Maksudnya, kalimat yang ditulis harus dapat diungkapkan dengan wajar dan easy listening (enak didengar dengan tutur kata yang mu dah dipahami). Untuk memenuhi persyaratan tersebut, kita perlu memperhatikan beberapa karakteristik sebagai berikut: 57

  1. Kombinasikan kata dan bunyi yang dapat diucapkan dengan mudah, jelas, dan lancar.
  2. Tata bahasa. Taruhlah kata-kata kunci di tempat tempat yang pasti dapat didengar oleh peserta didik.. Misalnya, kata pertama yang diucapkan mungkin tidak pasti akan didengar, karena peserta didik perlu memusatkan perhatiannya untuk menerima

pesan kata-kata penting. Oleh karenanya, struktur kalimat harus dimulai dengan kata-kata yang menarik perhatian dan pelan-pelan diarahkan kepada kata-kata atau kalimat-kalimat kunci.

  1. Struktur kalimat. Umumnya, struktur kalimat yang digunakan pendek-pendek dan tidak kompleks. Artinya, ide-ide dirangkum dalam kalimat lengkap atau kalimat pendek yang jelas. Karena, kecepatan pembacaan narasi bukan diatur oleh peserta didik (tetapi oleh narator), berbeda dengan bahan cetak yang dibaca. Maka, kita haruslah menyajikan ide kita sedemikian rupa, sehingga dapat ditangkap dengan mudah, cepat, dan tepat oleh peserta didik.
  2. Kalimat aktif. Jenis kalimat ini harus digunakan pada setiap kemungkinan, maksudnya untuk men jaga perhatian pendengar serta untuk mengurangi kesalahpahaman atau kesalahan tafsir.

Perlu kita ingat bahwa petunjuk di atas bukanlah obat dosis tinggi yang mujarab untuk semua masalah yang kita hadapi pada saat penulisan naskah audio. Itu semua hanya memberikan pendekatan sistematis yang sudah lama digunakan oleh para penulis profesional da lam menghasilkan materi audio yang baik. Saran-saran teknis prosedural yang diberikan hanyalah untuk men jaga agar transmisi yang diterima mutunya. peserta didik tetap baik

Dan, seperti halnya keterampilan khusus lainnya, kemampuan menulis untuk pendengar tidak sama antara orang yang satu dengan yang lainnya. Sebagian

orang mungkin merasa sulit untuk berpikir secara visual, sehingga susah untuk menyiapkan naskah presentasi visual yang ringkas dan menunjang. Bagaimanapun kurangnya keterampilan tersebut, janganlah dijadikan alasan untuk menyerah, atau untuk memilih media lain yang sebenarnya kurang cocok sebagai bahan ajar. Yakinlah, dengan waktu yang cukup serta kesabaran, keterampilan ini pasti akan dapat kita kembangkan

 

Demikian referensi buku dengan judul  BAB 9 BAHAN AJAR AUDIOmembutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.