Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu, Anda bisa menyimak pembahasan di bawah ini mengenai Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku

Jika Anda ingin terjun ke dunia menulis atau menjadi penulis, tentu Anda akan dihadapkan dengan apa itu penerbit. Penerbit seolah jadi hal penting bagi penulis yang ingin menerbitkan bukunya, baik itu buku fiksi maupun non fiksi. Jadi, penulis yang tidak tahu penerbit adalah apa, itu akan terasa aneh.

Mengapa demikian? Karena penerbit adalah sebuah perusahaan atau usaha yang akan mengapresiasi karya penulis untuk pertama kali. Bahkan, penerbit adalah bisa menjadi rekan kerja terbaik dan membuat berbagai karya para penulis laris di pasaran. Oleh sebab itu, sudah jadi keharusan penulis mengetahui penerbit adalah rekan kerja terbaiknya.

Meski sudah mengenal penerbit dan mengetahui penerbit adalah sebuah industri untuk menerbitkan buku dan berbagai hal mengenai tulisan, belum banyak yang tahu pengertian penerbit adalah apa. Oleh sebab itu, di bawah ini akan dijelaskan mengenai berbagai hal mengenai penerbit, mulai apa itu pengertian penerbit, penerbit adalah badan usaha apa, bagaimana jenis-jenis penerbit, dan bagaimana cara menerbitkan buku di penerbit.

Pengertian Penerbit

Menurut Educational Publisher Council, Inggris, penerbitan adalah ‘publishing is not printing, nor it is bookselling. Essentially it is the business of supporting, and developing an author’s idea, and preparing it for public use’. Artinya, penerbit adalah tidak dapat disamakan dengan percetakan, tidak sama dengan kegiatan penjualan buku.

Pengertian lain dari penerbitan buku adalah kegiatan intelektual dan profesional dalam menyiapkan naskah, menyunting naskah, menghasilkan berbagai jenis bahan publikasi, dan memperbanyak serta menyebarluaskan naskah untuk kepentingan umum. Proses penerbitan di dalam penerbit membutuhkan proses panjang yang melibatkan banyak orang serta waktu untuk mengolah naskah sampai berbentuk dummy.

Penerbit umum yakni penerbit adalah yang menerbitkan buku populer atau ilmiah secara umum, sedangkan penerbit khusus adalah penerbit spesialis yang menerbitkan berbagai buku khusus, seperti buku teks, buku pelajaran, buku perguruan tinggi, buku agama, buku kedokteran, dan lain sebagainya.

Penerbit juga menyajikan berbagai ilmu dan pengetahuan melalui berbagai produk penerbitan serta dapat melakukan perdagangan dengan mencari keuntungan dari produk penjualan buku yang diterbitkannya. Selain itu, tugas penerbit adalah sebagai rekan usaha atau jejaring yang sangat vital bagi penulis.

Pada dasarnya, tugas penerbit adalah dapat mengkoordinasikan berbagai unsur penerbitan, misalnya penulis, percetakan, distributor, dan lain sebagainya. Sehingga, tugas penerbit adalah dapat menggandakan naskah, mencari pengarang atau penulis, memperkirakan biaya produksi meliputi bahan baku buku, distribusi, dan lain sebagainya, memberi estimasi daya jual, menghubungi desainer, percetakan, promosi, dan masih banyak lagi.

Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa perbedaan percetakan dan penerbit adalah dari karakteristiknya. Penerbit bekerja berdasarkan service orientation yang mana penggolongan penerbit ini berdasarkan dengan orientasi pelayanannya, bekerja berdasarkan konvensional, dan moderat.

Jenis-Jenis Penerbit

Setelah mengetahui pengertian penerbit adalah badan usaha yang melakukan kegiatan intelektual dan profesional dalam menyiapkan naskah, menyunting naskah, menghasilkan berbagai jenis bahan publikasi, dan memperbanyak serta menyebarluaskan naskah untuk kepentingan umum, Anda juga harus memahami apa saja jenis-jenis penerbit yang ada,.

Dengan mengenal berbagai jenis penerbit, maka Anda akan dimudahkan dalam sasaran tulisan Anda, kira-kira penerbit mana yang lebih spesifik dapat menerima tulisan atau karya dan sesuai dengan sasaran buku yang Anda tulis. Dengan demikian, bagi penulis tentu akan lebih menghemat waktu dalam mencetak buku.

Setidaknya, ada tiga jenis penerbit adalah penerbit mayor, penerbit indie, dan penerbit vanity publisher. Apa saja pengertian dan tugas dari masing-masing penerbit tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

1. Penerbit Mayor

Penerbit mayor yakni penerbit adalah yang memiliki jangkauan nasional. Biasanya, buku-buku yang diterbitkan penerbit mayor adalah buku yang akan dipasarkan secara nasional, dengan sekali cetak, judul buku tersebut langsung dicetak dalam jumlah besar untuk didistribusikan.

Hasilnya, buku-buku dari penerbit mayor ini akan dijual di berbagai toko untuk menerbitkan buku yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Jenis buku dari penerbit mayor ini adalah penerbit yang memiliki aturan lebih ketat dari penerbit lain. Hal ini karena ada beberapa aspek yang harus dipenuhi seorang penulis buku.

Kriteria dari penerbit adalah penerbit mayor yakni penerbit adalah yang memperhatikan kualitas dan kelengkapan naskah, dengan tujuan memiliki selling point dan asli tulisan atau gagasan dari penulis. Sehingga hal-hal yang terkait dengan kelengkapan naskah harus dipatuhi dan ditaati sesuai kriteria atau aturan main dari penerbit.

2. Penerbit Indie

Selain penerbit mayor ada penerbit adalah penerbit indie. Berbeda dengan penerbit mayor yang berani mencetak banyak buku, penerbit indie biasanya hanya mencetak buku dalam jumlah sedikit dan umumnya menerbitkan buku yang dicetak berdasarkan pre-order atau berdasarkan permintaan dari pihak penulis.

Namun, kelebihan dari penerbit indie penerbit adalah dapat lebih memiliki waktu yang efisien. Setidaknya naskah atau buku yang masuk ke penerbit indie biasanya akan langsung diproses dan dicetak. Hal ini karena penerbit indie tidak memiliki kriteria yang mengikat atau sulit seperti kriteria dari penerbit mayor.

3. Penerbit Vanity Publisher

Apa penerbit adalah vanity publisher itu? Penerbit vanity publisher ini pada dasarnya hampir mirip dengan penerbit indie. Namun bedanya adalah pada fasilitas yang ditawarkan. Jika penerbit indie menawarkan dan memasrahkan segala urusan misalnya layout, cetak buku, cover, dan editing ke penulis, berbeda dengan penerbit vanity publisher.

Penerbit adalah yang memberikan fasilitas berupa penawaran paket penerbitan. Misalnya penulis hanya memiliki naskah mentah saja, belum melakukan proses editing, pemilihan layout, cover, dan lain sebagainya. Penerbit vanity publisher ini akan menawarkan berbagai paket all in sampai proses cetak.

4. Penerbit Self Publishing

Penerbit self publishing adalah metode menerbitkan buku karya sendiri yang sudah diedit dan direview secara mandiri lalu dimasukkan ke penerbit atau percetakan dengan mengikuti regulasinya.

Dengan self publishing, Anda perlu membuat template naskah, layout, hingga cover secara mandiri.

Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku

  • Pra Writing

Tahap awal yang bisa Anda lakukan adalah tahap pra writing. Pada tahapan ini penulis akan mulai mencoba mencari ide yang sesuai dengan tema yang ditulis. Tahapan pra writing punya peranan penting dalam menulis dan menerbitkan sebuah karena bagian ini merupakan pakai dasar untuk seorang penulis. Kenapa? Karena kalau ide tidak berhasil didapatkan maka sang penulis tidak dapat berkarya. Penulis akan bingung mau menulis apa.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan penulis agar mendapatkan ide menerbitkan bukuya. Misalnya seperti J.K. Rowling penulis Harry Potter justru menemukan ide ketika ia dalam perjalanan di kereta api. Ada pula penulis yang menemukan idenya saat ia sedang berkencan bersama kekasihnya. Tapi ada pula penulis yang mendapat inspirasi ketika banyak membaca buku sebagai referensi lain.

Tapi yang jelas untuk meningkatkan kemampuan menulis dan memperbanyak kosa kata dalam tulisan, Anda memang perlu membaca banyak buku. Selain kosa kata yang semakin banyak, wawasan dan sudut pandang Anda pun juga akan bertambah. Dengan bertambahnya sudut pandang dan wawasan maka Anda akan semakin mudah dalam menulis.

Anda juga disarankan untuk memperbanyak jalan-jalan. Ini bukan untuk bermain dan hedon ala anak hitz jaman sekarangmya. Tapi kegiatan traveling (jalan-jalan) bisa membuat penulis merasa fresh, dengan begitu dapat membuat diri kita menjelajah. Ketika penulis berada dalam kondisi fresh, justru akan merasa sangat bebas, sehingga cenderung mudah menemukan ide. Tak jarang, ide menulis datang saat kita sedang dalam perjalanan.

Selain itu Anda harus juga harus pay attention terhadap sekitar Anda. Maksudnya, penulis harus peka dengan dunia sekitar. Contohnya, saat Anda memiliki banyak teman perempuan yang cantik baik hati dan parasnya, Anda dapat menilik tentang seluk beluk dunia kecantikan. Melalui fenomena kecantikan teman-teman Anda tadi dapat diangkat sebagai ide menulis sebuah buku.

  • Drafting

Tahap kedua adalah drafting atau membuat karya. Pada tahap ini seorang penulis akan mulai menulis naskah menerbitkan bukunya. Saat proses ini, penulis boleh menulis apa saja untuk naskahnya. Ia boleh bebas menulis yang ada dipikirkan tentang ide yang sudah dipilih. Menulis dengan bebas artinya kita menulis tanpa beban, kita benar-benar menumpahkan segala kreativitas yang kita miliki.

Dalam proses drafting, sikap kreatif harus betul-betul dijunjung tinggi. Dengan kreativitas inilah seorang penulis akan membuat karya-karyanya. Oleh karena itu, saat proses drafting teknik menulis betul-betul diperlukan. Kemampuan merangkai kata, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, semuanya perlu dikeluarkan agar tercipta tulisan yang menarik dibaca.

Maka seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menulis bukan soal bakat atau kemampuan khusus. Menulis itu keahlian yang bisa ditekuni. Supaya pada proses drafting ini Anda tidak kesulitan, maka mulai banyak latihan menulis mulai dari sekarang, ya! Setelah seorang penulis menyelesaikan proses drafting maka ia akan memiliki draft pertama dari tulisannya.

  • Revisi

Setelah menuliskan banyak hal yang ingin ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan atau tidak. Pada tahap ini, Anda akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah sudah sesuai dengan alur, atau masih melebar kemana-mana.

Di tahap revising ini seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revising inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

  • Editing

Setelah masuk tahap revisi, kini saatnya menuju tahap editing. Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih bisa menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan Anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri. Kan malu kalau seorang penulis masih banyak revisi apalagi soal tanda baca. Karena perlu melakukan proses editing sendiri, seorang penulis dituntut memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  • Publikasi

Jika sudah yakin dengan tulisan naskah menerbitkan buku Anda, maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahapan ini Anda bisa meneruskan naskah Anda ke penerbit. Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah Anda sudah menemukan penerbit yang bisa menerima naskah Anda apa belum? Sebab menemukan penerbit yang mau menerima naskah kita juga gampang-gampang susah lho. Tapi jangan khawatir, sekarang Anda bisa menerbitkan buku secara independen kok. Ada banyak penerbit independen yang siap membantu Anda untuk menerbitkan naskah. Berbeda dengan penerbit mayor yang memang sedikit ketat untuk memilih menerbitkan buku mana yang pantas untuk diterbitkan.

Saat naskah Andah sudah diterima oleh penerbit, maka naskah tersebut akan diproses. Selanjutnya naskah tersebut akan melalui proses dan alur penerbitan di penerbit. Naskah akan dibaca oleh editor, naskah akan diedit, naskah akan di-layout, dibuatkan cover, ditambah ilustrasi tertentu, dan kemudian diproduksi.

Ketika proses publishing sudah dilalui maka menerbitkan buku sang penulis akan terbit. Setelah terbit, buku akan mulai didistribusikan. Distribusi ini tergantung dari siapa yang mendistribusikan. Pada bagian ini, Anda bisa bekerjasama dengan penerbit. Biasanya mereka akan membantu mempublikasikan buku Anda, entah secara offline maupun digital.

Demikian beberapa hal mengenai referensi buku ajar dengan judul Kiat Menulis dan Menerbitkan Buku apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.