RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 10 Video Bahan Ajar 1
Pendahuluan
Seiring berkembangnya teknologi, muncullah berbagai macam bentuk bahan ajar baru yang semakin canggih, mulai dari berkembangnya bentuk bahan ajar cetak, lalu merambah ke bahan ajar audio, hingga bahan ajar audio-video serta bahan ajar interaktif dengan komputer. Ini semua menunjukkan bahwa bentuk bahan ajar selalu mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu. pengetahuan.
Dengan melihat dinamika tersebut, tentunya setiap pendidik dituntut untuk harus mampu selalu meng update pengetahuan dan keterampilannya terhadap perkembangan terbaru. Seorang pendidik juga harus senantiasa meningkatkan kompetensinya untuk men cipta dan mengkreasi berbagai macam bentuk bahan ajar baru yang selalu inovatif. Dengan begitu, pendidik bisa menciptakan dan menyuguhkan bahan ajar yang tidak monoton dan membosankan bagi peserta didik.
Apabila hal ini terwujud, tentunya akan menjadi salah satu faktor penunjang utama bagi terwujudnya kegiatan pembelajaran yang efektif untuk peserta didik.
Kalau pada bab sebelumnya telah kita bahas tentang bahan ajar audio, maka pada bab ini kita akan membahas bentuk bahan ajar lainnya yang juga berbasis teknologi modern, yaitu bahan ajar video. Tujuan pembahasan kita kali ini adalah agar kita menguasai cara menyusun maupun cara mengembangkan bahan ajar audio visual. Sehingga, kita bisa semakin meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik dengan bahan ajar yang semakin variatif.
-
Pengertian Video
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2006), video diartikan sebagai rekaman gambar hidup atau program televisi lewat tayangan pesawat televisi. Atau, dengan kata lain video merupakan tayangan gambar bergerak yang disertai dengan suara.
Sebagai bahan ajar noncetak, video kaya informasi dan lugas untuk dimanfaatkan dalam program pembela jaran, karena dapat sampai ke hadapan peserta didik se cara langsung. Selain itu, video menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran. Peserta didik dapat melihat gambar dari bahan ajar cetak dan suara dari program au dio. Tetapi, dalam video, peserta didik bisa memperoleh keduanya, yakni gambar bergerak beserta suara yang menyertainya. Sehingga, peserta didik seperti berada di suatu tempat yang sama dengan program yang ditayang kan dalam video.
Lalu, apa saja yang tergolong kategori video? Segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikom binasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial da t digolongkan sebagai video.” Contoh program video pat ini antara lain kaset video atau CD video dan siaran tele visi.
Video termasuk dalam kategori bahan ajar audiovi sual atau bahan ajar pandang dengar. Bahan ajar audio visual merupakan bahan ajar yang mengombinasikan dua materi, yaitu materi visual dan materi auditif. Materi auditif ditujukan untuk merangsang indra pendengaran, sedangkan materi visual untuk merangsang indra pengli hatan. Dengan kombinasi dua materi ini, pendidik dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas, karena komunikasi berlangsung secara lebih efektif.
Hal itu berdasarkan pandangan bahwa peserta didik cenderung akan lebih mudah mengingat dan memahami suatu pelajaran jika mereka tidak hanya menggunakan satu jenis indra saja, apalagi jika hanya indra pendengaran. Seperti kata Confucius (seorang filosof besar Cina), “Apa yang saya dengar, saya lupa. Apa yang saya lihat, saya ingat. Apa yang saya lakukan, saya paham”. Maka dari itu, kalau peserta didik hanya menerima penjelasan materi auditif semata, sangat dimungkinkan materi akan kurang dipahami. Berbeda halnya jika penjelasan melalui suara juga dikombinasikan dengan gambar, maka peserta didik akan lebih meningkat kemampuan mengingatnya.
Hal serupa juga diungkapkan pakar lain, seperti Mell Silberman yang mengungkapkan suatu hasil penelitian bahwa dengan menambahkan visual pada pelajaran, dapat menaikkan ingatan dari 14% menjadi 38%. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbaikan hingga 200% ketika kosakata diajarkan dengan menggunakan alat visual. Bahkan, waktu yang diperlukan untuk menyampaikan konsep berkurang sampai 40% ketika visual digunakan untuk menambah presentasi verbal.
Selain itu, ada pula sejumlah manfaat lain yang bisa kita peroleh dari pemanfaatan program video dalam kegiatan pembelajaran, di antaranya sebagai berikut:60
- memberikan pengalaman yang tak terduga kepada peserta didik, misalnya dengan cara memperagakan proses sirkulasi darah yang sangat kompleks;
- memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat;
- jika dikombinasikan dengan animasi dan peng aturan kecepatan, dapat mendemonstrasikan per ubahan dari waktu ke waktu;
- menampilkan presentasi studi kasus tentang kehidupan sebenarnya yang dapat memicu diskusi peserta didik;
- menunjukkan cara penggunaan alat atau per kakas;
- memperagakan keterampilan yang akan dipelajari;
- menunjukkan tahapan prosedur;
- menghadirkan penampilan drama atau musik;
- menganalisis perubahan dalam periode waktu tertentu;
- menyampaikan objek tiga dimensi,
- memperlihatkan diskusi atau interaksi antara dua atau lebih orang; dan
- memberikan pengalaman kepada peserta suatu keadaan tertentu, contohnya keadaan di geladak kapal, di dalam kapal selam, dan sebagainya. didik untuk merasakan
- Kelebihan dan Keterbatasan Video
- Kelebihan dan Keterbatasan Video Menurut American Hospital Association
Dari hasil penelitian American Hospital Association (1978), ditemukan bahwa bahan ajar video memiliki sejumlah kelebihan serta keterbatasan tertentu. Adapun 67 kelebihan-kelebihannya, antara lain bermanfaat untuk menggambarkan gerakan, keterkaitan, dan memberikan dampak terhadap topik yang dibahas; dapat diputar ulang. Selain itu, gerakan mulut dapat direkam dengan video; dapat dimasukkan teknik film lain, seperti animasi; dapat dikombinasikan antara gambar diam dengan gerakan; dan proyektor standar dapat ditemukan di mana-mana.
Sedangkan keterbatasan-keterbatasannya yaitu ongkos produksinya mahal dan tidak kompatibel untuk beragam format video. Namun, untuk dua keterbatasan ini, kalau kita amati dari kondisi sekarang, kelihatannya sudah tidak relevan lagi. Sebab, saat ini kita bisa menemukan berbagai alat perekam video dengan
harga murah, misalnya dengan menggunakan peralatan telekomunikasi (terutama hand phone) atau peralatan digital multimedia player (misalnya MP5, MP6, dan MP7). Dari sisi format videonya, untuk saat ini juga lebih kompatibel, bahkan dengan peralatan dan software yang tersedia di pasaran maupun di internet, kita bisa mengubah-ubah formatnya ke berbagai jenis format video yang kita inginkan. Caranya yakni dengan menjalankan software konversi video yang kita inginkan. Beberapa contoh format video digital, antara lain mpeg, avi, flv, 3gp, dan sebagainya.
- Kelebihan dan Keterbatasan Video Menurut Anderson
Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Anderson (1987). Ia mengatakan bahwa video sebagai bahan ajar, meskipun memiliki sejumlah keunggulan dibanding bahan ajar cetak ataupun bahan ajar audio, ternyata juga masih memiliki keterbatasan.
Kelebihan Video
Dengan video (disertai suara atau tidak), kita dapat menunjukkan kembali gerakan tertentu. Gerakan yang ditunjukkan tersebut dapat berupa rangsangan yang serasi atau berupa respons yang diharapkan dari peserta didik. Semisal, program pendek (rignette) yang memperlihatkan interaksi orang-orang. Dengan melihat program ini, peserta didik dapat melihat apa yang harus atau tidak dilakukan.
Dengan video, penampilan peserta didik dapat segera dilihat kembali untuk dikritik atau dievalu asi. Caranya yaitu dengan merekam kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan keterampi lan interpersonal, seperti teknik mewawancarai, memimpin sidang, memberi ceramah, dan seba gainya. Semua ini dimaksudkan untuk memantap kan penguasaan peserta didik terhadap suatu kete rampilan sebelum terjun ke arena yang sebe narnya.
Dengan menggunakan efek tertentu, dapat mem perkokoh proses belajar maupun nilai hiburan dari penyajian tersebut. Beberapa jenis efek visual yang bisa didapat dengan video antara lain penyingkatan atau perpanjangan waktu, gambaran dari beberapa kejadian yang berlangsung bersamaan split atau multiple screen image (pada layar terlihat dua atau tiga kejadian), perpindahan yang lembut dari satu gambar atau babak ke gambar atau babak berikutnya, dan penjelasan gerak (diperlambat atau dipercepat).
Dengan video, kita akan mendapatkan isi dan susunan yang masih utuh dari materi pelajaran atau latihan, yang dapat digunakan secara interaktif dengan buku kerja, buku petunjuk, buku teks, serta alat atau benda lain yang biasanya digunakan di lapangan.
Dengan video, informasi dapat disajikan secara se rentak pada waktu yang sama di lokasi (kelas) yang berbeda dan dengan jumlah penonton (peserta)
yang tidak terbatas. Caranya yaitu dengan menem patkan monitor (pesawat televisi) di kelas-kelas.
Pembelajaran dengan video merupakan suatu kegiatan pembelajaran mandiri, di mana siswa belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing dapat dirancang. Rancangan kegiatan yang mandiri ini biasanya dilengkapi atau dikombinasikan dengan bantuan komputer atau bahan cetak.
-
Keterbatasan Video
Ketika akan digunakan, peralatan video tentu harus sudah tersedia di tempat penggunaan serta harus cocok ukuran dan formatnya dengan pita video atau piringan video (VCD/DVD) yang akan digunakan.
Menyusun naskah atau skenario video bukanlah pekerjaan yang mudah, di samping menyita banyak waktu.
Biaya produksi video sangat tinggi dan hanya sedikit orang yang mampu mengerjakannya. (Akan tetapi, keterbatasan ini tampaknya sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan teknologi digital dan informasi yang begitu pesat saat ini, karena kita bisa memperoleh alat perekaman video dengan harga yang murah. Selain itu, kita juga bisa dengan mudah membuat atau mengedit video tersebut dengan software yang bisa diperoleh di banyak tempat ataupun melalui sarana dunia maya).
Apabila gambar pada pita video ditransfer ke film, hasilnya tidak bagus.
Layar monitor yang kecil akan membatasi jumlah penonton, kecuali jaringan monitor dan sistem proyeksi video diperbanyak.
Jumlah grafis pada garis untuk video terbatas, yakni separuh dari jumlah huruf grafis untuk film atau gambar diam.
Perubahan yang pesat dalam teknologi menyebab kan keterbatasan sistem video menjadi masalah yang berkelanjutan.
Demikian referensi buku dengan judul Bab 10 Video Bahan Ajar 1 membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.
