RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bahan Ajar Digital dan Multimedia.
-
Keunggulan Bahan Ajar Video
Erickson dan Curl dalam Pinnington (1992) melalui bukunya yang berjudul Using Video in Training and Education mengemukakan beberapa keuntungan dan kontribusi penggunaan medium video sebagai sarana belajar dan pembelajaran, yaitu:
- Menambah wawasan pengetahuan pemirsa.
- Mendorong timbulnya minat belajar.
- Menghadirkan peristiwa yang sulit dialami secara langsung.
- Memperlihatkan objek dan peristiwa dengan tingkat akurasi dan realisme yang tinggi.
- Mendorong upaya pemecahan masalah.
- Mengungkapkan kesalahan dalam proses belajar dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
a. Menambah wawasan pengetahuan pemirsa
Bahan ajar video memiliki kemampuan untuk memperluas wawasan pengetahuan pemirsa dengan menampilkan informasi dan pengetahuan, serta pengalaman belajar yang sulit diperoleh secara langsung oleh pemirsa. Misalnya, peristiwa yang terjadi di negara lain dapat dihadirkan dengan menggunakan medium video. Demikian pula halnya dengan objek langka yang sulit untuk diobservasi dapat ditayangkan dengan menggunakan medium video.
b. Merangsang timbulnya minat helajar
Bahan ajar video mampu mendorong minat belajar pemirsa melalui penyajian gambar atau visual yang menarik. Penggunaan bahan ajar video dalam proses belajar dan pembelajaran akan mampu mengarahkan terjadinya respons spesifik pemirsa sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya peristiwa dramatis dan objek menarik dapat ditampilkan untuk menarik perhatian pemirsa dalam mempelajari isinya atau materi yang terdapat dalam program.
c. Mampu menghadirkan peristiwa yang sulit dialami secara langsung
Keuntungan lain yang merupakan kontribusi bahan ajar video dalam proses belajar adalah kemampuannya dalam membawa pemirsa mengalami peristiwa yang sulit untuk dialami secara langsung. Bahan ajar video dengan kata lain dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan pemirsa dalam memperoleh pengalaman belajar karena adanya hambatan berupa faktor fisik, ruang, dan waktu. Bahan ajar video dapat menghadirkan peristiwa-peristiwa yang sedang dan telah terjadi dan berlangsung di tempat lain. Misalnya, pemirsa dapat mempelajari peristiwa bersejarah yang telah berlangsung di tempat lain.
d. Mampu memperlihatkan objek dan peristiwa dengan akurasi dan realisme tinggi
Bahan ajar video saat ini memiliki kemampuan dalam memperlihatkan objek dan peristiwa secara akurat dengan tingkat kejelasan atau realisme yang tinggi. Program video juga mampu memberikan pengalaman belajar yang kaya bagi pemirsanya. Dengan memanfaatkan program video, pemirsa dapat mengamati rekaman tentang obje dan peristiwa yang berlangsung secara nyata. Bahan ajar video juga mampu membawa pemirsa mengalami peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Bahan ajar video yang digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran juga dapat membawa pemirsa ke tempat sulit untuk dikunjungi.
e. Memperlihatkan hal yang benar dan hal yang salah dalam melakukan proses belajar
Kemampuan lain yang dimiliki oleh bahan ajar video adalah dapat memperlihatkan suatu proses yang salah dan sekaligus juga memperlihatkan proses yang benar. Hal ini memungkinkan pemirsa dapat membandingkan kedua proses tersebut dan melakukan upaya perbaikan atau remedial yang diperlukan.
f . Mendorong upaya pemecahan masalah
Medium video yang digunakan sebagai bahan ajar mampu memberikan pengalaman belajar yang bersifat standar. Kemampuan ini memungkinkan pemirsa dapat melakukan diskusi dan menjadikan informasi yang terdapat di dalamnya sebagai dasar pemikiran untuk memecahkan suatu permasalahan.
g. Mengungkapkan kesalahan dalam proses belajar dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut
Bahan ajar video dengan atribut sebagai media yang mampu menjelaskan proses dan prosedur secara efektif mampu membuat pemirsa melakukan koreksi terhadap kemampuan yang telah dipelajari. Dengan memanfaatkan bahan ajar dalam pembelajaran olahraga atletik, misalnya siswa dapat meniru gerakan-gerakan yang efektif dalam olahraga atletik dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan pada saat melakukan proses belajar. Contoh lain dalam pembelajaran praktik, siswa dapat meniru langkah langkah yang benar dalam mempelajari sebuah keterampilan. Selain itu, siswa juga dapat menghindari kesalahan dalam mempraktikkan keterampilan yang tengah dipelajari.
-
Keterbatasan Bahan Ajar Video
Di samping memiliki kelebihan yang diperlukan dalam menayangkan informasi dan pengetahuan bahan ajar video juga memiliki beberapa keterbatasan dalam penggunaannya. Menurut Heinich dan kawan-kawan (2005) keterbatasan yang dimiliki oleh bahan ajar video, antara lain: fixed pace; kesalahan interpretasi; biaya produksi relatif besar.
Informasi yang ditayangkan melalui bahan ajar video selalu berlangsung dalam kecepatan yang tetap atau fixed pace. Beberapa bagian dari informasi yang ditayangkan melalui bahan ajar video kadang terlalu cepat untuk diamati. Jika hal ini terjadi maka sekelompok pemirsa akan mengalami kesukaran untuk melihat kembali informasi yang ada dalam sebuah program video
Bahan ajar video dapat juga menimbulkan terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pemirsa dalam menginterpretasikan isi informasi yang ditayangkan. Dengan teknologi dan fasilitas teknis yang dimiliki, pembuat program video dapat memodifikasi informasi dan pengetahuan yang ditayangkan.
Untuk memproduksi sebuah program video diperlukan jumlah biaya yang tidak sedikit. Bahan ajar video memerlukan biaya produksi yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya produksi medium yang lain.
-
Pemanfaatan Bahan Ajar Video
Banyak instansi dan organisasi pendidikan yang telah memanfaatkan medium video sebagai sarana pembelajaran khususnya untuk keperluan sebagai berikut.
- bahan orientasi dalam pelatihan atau training bagi karyawan baru;
- menayangkan isi materi program pelatihan; pegawai atau
- mengenalkan sebuah produk dan kebijaksanaan baru;
- membuat informasi yang ditayangkan dapat dipahami secara bersama.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah memengaruhi bentuk dan penggunaan media video. Penayangan program video saat ini dilakukan dengan menggunakan format digital, yaitu melalui Videu Compact Disk atau VCD dan Digital Versatile Disk atau DVD. Selain itu, formal perekaman program video juga memiliki ragam yang variatif, salah satunya, yaitu format mpeg 4 dan avi.
Penggunaan format digital ini telah membuat aktivitas belajar dan pembelajaran dengan menggunakan program video menjadi bersifat portable dan mobile. Pemirsa dapat melihat rekaman video pada perangkat digital seperti personal komputer, tablet, dan smart phone. Artinya program video dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
c. BAHAN AJAR MULTIMEDIA
Multimedia merupakan ragam bahan ajar yang relatif baru yang muncul akibat adanya perkembangan teknologi komputer dan digital. Program. multimedia dalam konteks ini dapat dimaknai sebagai sebuah program komputer yang mampu menampilkan pesan dan informasi melalui integrasi unsur teks, gambar, video, animasi, dan audio. Program multimedia memiliki kemampuan dalam menampilkan kombinasi beberapa unsur di atas – teks, gambar, video, animasi dan audio menjadi suatu tampilan pesan dan informasi yang dapat dipelajari secara komprehensif oleh penggunannya.
KOMPONEN PROGRAM MULTIMEDIA
Multimedia
- Video
- Teks
- Gambar
- Audio
Kombinasi tampilan unsur teks, gambar, video, animasi, dan audio dalam menayangkan pesan dan informasi telah membuat program multimedia mampu memberikan pengalaman-pengalaman belajar yang hampir mendekati kenyataan atau realita. Program multimedia dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam aktivitas pembelajaran yang menggunakan metode presentasi, latihan berulang, demonstrasi, problem solving, dan simulasi.
Program multimedia merupakan produk dari kemajuan teknologi digital yang berkembang saat ini. Program multimedia yang digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran mampu memberikan pengalaman pengalaman belajar atau learning experiences yang kaya bagi penggunanya.
Penggunaan program multimedia sebagai sarana pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan belajar yang dimiliki oleh individu penggunanya. Saat ini program multimedia pembelajaran telah terintegrasi penggunaannya dengan perangkat komputer. Kemampuan ini menyebabkan program multimedia dapat digunakan sebagai media yang bersifat interaktif.
Banyak strategi dan metode yang dapat digunakan untuk merancang dan memproduksi sebuah program multimedia yang efektif sebagai bahan ajar interaktif. Sifat interaktif yang terdapat di dalam program multimedia mampu membuat proses dan kegiatan belajar dan pembelajaran bersitat dialogis.
Henich dan Molenda (2005) mengemukakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh program multimedia jika dimanfaatkan dalam aktivitas pembelajaran, yaitu:
- Membuat proses belajar lebih baik dalam meningkatkan daya ingat atau retensi.
- Memfasilitasi proses belajar pengguna program yang memiliki gaya belajar berbeda.
- Membantu peserta didik dalam mencapai beragam tujuan pembelajaran secara efektif.
- Menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan tingkat relalisme yang tinggi.
- Meningkatkan motivasi belajar pengguna program
- Memiliki sifat interaktif.
- Mendukung aktivitas pembelajaran baik individual maupun kelompok.
- Menampilkan isi atau materi pelajaran secara konsisten.
- Memungkinkan pengguna untuk melakukan kendali terhadap proses belajar yang dilakukan.
Membuat Proses Belajar Lebih Baik dan Meningkatkan Daya Ingat Atau Retensi
Program multimedia dengan potensi yang dimiliki dalam mengintegrasikan unsur teks, audio, gambar. video, dan animasi dapat digunakan untuk mempelajari beragam informasi dan pengetahuan.
Unsur teks bermanfaat untuk mempelajari deskripsi atau penjelasan tentang konsep-konsep yang diungkapkan secara tertulis. Teks memiliki sifat serbaguna karena dapat digunakan untuk mengkomunikasikan hampir semua jenis informasi dan pengetahuan kepada pemirsa.
Unsur audio berguna untuk mempelajari kemampuan dalam menyimak informasi dan pengetahuan yang disampaikan melalui unsur suara. Kemampuan dalam memahami informasi dan pengetahuan yang disampaikan melalui unsur suara dikenal dengan istilah listening comprehension. Pemanfaatan unsur dalam program multimedia audio banyak dilakukan pada pelajaran bahasa, musik, dan seni.
Unsur gambar dapat digunakan untuk membuat konsep-konsep abstrak yang dipelajari menjadi lebih nyata. Unsur gambar mempunyai kekuatan tersendiri untuk digunakan dalam memahami konsep atau informasi yang bersifat abstrak.
Unsur video dan animasi, dengan fitur gambar bergerak, tergolong sebagai medium yang dapat digunakan dalam menjelaskan berlangsungnya prosedur, proses, atau suatu peristiwa. Animasi juga dapat digunakan untuk menggambarkan dan memperlihatkan objek dan benda yang digerakkan untuk menjelaskan sebuah konsep atau pengetahuan.
Dengan segala keunggulan yang dimiliki, program multimedia dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dalam mempelajari konsep konsep dan beragam pengetahuan. Tidak hanya itu, keunggulan program multimedia yang berisi integrasi berbagai unsur tayangan – teks, audio, gambar, video dan animasi dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan mampu meningkatkan daya ingat atau retensi pemakainya terhadap informasi dan pengetahuan yang telah dipelajari.
Memfasilitasi Proses Belajar Pengguna Program dengan Gaya Belajar Berbeda
Dengan integrasi tayangan teks, audio, gambar, video dan animasi. program multimedia memberikan pilihan akses bagi pemakainya untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Program multimedia juga dapat digunakan untuk memfasilitasi aktivitas belajar individu yang memiliki gaya belajar yang berbeda. Secara umum gaya belajar individu dapat diklasifikasikan menjadi gaya belajar auditif, gaya belajar visual, dan gaya belajar kinestetik.
Orang dengan gaya belajar auditif mampu mempelajari informasi dan pengetahuan lebih cepat melalui tayangan unsur suara. Orang yang memiliki gaya belajar auditif akan cepat memahami informasi dan pengetahuan yang disampaikan melalui unsur suara.
Sedangkan orang dengan gaya belajar visual dapat lebih copat mempelajari informasi dan pengetahuan melalui unsur gambar. Orang yang memiliki gaya belajar visual dapat dengan cepat memahami informasi yang disampaikan melalui grafis, bagan chart, dan juga teks.
Orang yang memiliki gaya belajar kinestetik pada umumnya menyukai aktivitas belajar yang melibatkan kegiatan-kegiatan fisik di dalamnya. Mereka sangat menyukai proses belajar yang dilakukan dengan cara learning by doing atau belajar sambil melakukan suatu kegiatan. Tayangan program multimedia dapat memberi akses kepada penggunanya untuk memilih informasi dan pengetahuan yang akan dipelajari dan juga cara mempelajarinya.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Bahan Ajar Digital dan Multimedia apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)
