RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bahan Ajar Digital dan Multimedia.
1) Presentasi
Presentasi merupakan metode pada program multimedia yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik atau audience. Metode presentasi biasanya diselenggarakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik dalam jumlah yang relatif besar.
Metode presentasi dilakukan dengan cara menggunakan bahan ajar sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik. Pada dasarnya metode presentasi merupakan sebuah metode. komunikasi satu arah dari sumber sebagai sender kepada peserta didik sebagai receiver.
2) Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara yang dilakukan untuk memperlihatkan dan menunjukkan kepada peserta didik tentang kondisi suatu objek atau peristiwa. Metode demonstrasi dilakukan untuk mengajarkan tentang cara melakukan suatu tugas atau pekerjaan. Metode demonstrasi juga dilakukan dengan cara menjelaskan tentang apa, kupan, dan bagaimana suatu tugas dan pekerjaan perlu dilakukan oleh peserta didik.
3) Latihan berulang
Metode latihan berulang atau drill and pratice berisi serangkaian latihan atau praktik yang sengaja dirancang untuk membangun suatu kecakapan atau fluency dalam melaksanakan sebuah keterampilan baru. Metode ini juga dapat digunakan untuk melatih kembali kemampuan atau keterampilan yang telah dimiliki namun lama tidak digunakan.
Metode latihan berulang telah dikenal secara luas di kalangan instruktur dan pelatih atau trainer. Penerapan metode ini dalam program multimedia dapat membuat penggunanya menjadi lebih kompeten dalam melakukan suatu keterampilan.
Melalui penerapan metode latihan berulang pengguna program multimedia akan dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan secara bertahap dan kontinu. Salah satu contoh dari penerapan metode latihan berulang adalah aktivitas menghafal dan menerapkan informasi dan pengetahuan yang memerlukan adanya pengulangan atau repetisi latihan secara terus-menerus dalam melakukannya.
Perancang program multimedia perlu memastikan bahwa pengguna telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar dapat terlibat secara aktif dalam menggunakan metode latihan berulang. Dalam menerapkan metode pembelajaran ini, pemberian umpan balik dan juga koreksi sangat diperlukan agar dapat memperkuat hasil belajar yang telah dicapai oleh pengguna. Konsep ini dikenal juga dengan istilah reinforcement atau pemberian penguatan terhadap hasil belajar peserta didik.
4) Diskusi
Diskusi adalah metode pembelajaran yang bersifat dinamis dan dapat mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam sebuah kegiatan belajar. Dalam metode ini peserta didik diminta untuk melakukan aktivitas, seperti berbagi informasi; mengemukakan pendapat untuk mencapai suatu konsensus. Metode diskusi selain bertujuan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapat secara verbal juga untuk melatih peserta didik agar dapat menghargai pendapat orang lain.
Dalam menggunakan metode diskusi, peserta didik diperkenalkan dengan pendapat dan pandangan serta keyakinan yang berbeda yang dikemukakan oleh pihak lain. Untuk itu, peserta didik perlu melakukan evaluasi atau penilaian terhadap logika dan opini baik bagi dirinya maupun orang lain.
5) Pemecahan masalah
Metode pemecahan masalah merupakan metode yang bertujuan untuk melatih peserta didik agar memiliki kemampuan dalam menemukan solusi yang diperlukan untuk mengatasi suatu permasalahan masalah. Dalam menerapkan metode pemecahan masalah, pendidik atau instruktur periu memastikan bahwa peserta didik telah memiliki pemahaman yang baik tentang materi pelajaran dan keterampilan yang diperlukan untuk digunakan dalam mengatasi suatu masalah.
Dalam melakukan metode pemecahan masalah pendidik atau instruktur perlu memastikan bahwa peserta didik telah memiliki kemampuan dalam hal: (1) merumuskan masalah dengan jelas; (2) menguji data dan mengemukakan alternatif solusi. Keaktifan peserta didik dalam proses belajar dengan menggunakan pemecahan masalah akan membantu peserta didik untuk memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari.
6) Simulasi
Pembelajaran yang menggunakan metode simulasi, menghendaki pendidik untuk berperan dalam membawa peserta didik ke dalam sebuah situasi yang menyerupai kondisi sebenarnya. Keunggulan metode simulasi adalah memungkinkan peserta didik untuk belajar dalam sebuah lingkungan atau setting tertentu tanpa harus menghadapi risiko yang muncul. Metode pembelajaran simulasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
Metode simulasi juga memungkinkan peserta didik untuk mempraktikkan bagaimana melakukan aktivitas kerja kelompok atau team work. Selain itu, metode simulasi juga dapat digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam mengambil sebuah keputusan atau decision making.
7) Permainan
Permainan merupakan metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menarik perhatian dan minat belajar peserta didik tentang suatu subjek. Dalam melakukan proses belajar yang menggunakan metode permainan peserta didik perlu mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan yang bersifat menantang.
Metode permainan pada hakikatnya memanfaatkan pendekatan motivasi yang tinggi. Melalui permainan, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam mengatasi suatu masalah. Metode permainan dapat membantu peserta didik memiliki penguasaan terhadap penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang tengah dipelajari,
Metode permainan memiliki unsur-unsur kompetitif dan tantangan di dalamnya. Dalam melakukan metode permainan, peserta didik atau pengguna program multimedia digital dapat berkompetensi baik dengan dirinya sendiri, orang lain, maupun dengan standar yang telah ditetapkan.
d. Memanfaatkan sumber belajar
Pemanfaatan sumber-sumber belajar sangatlah penting dalam mendesain dan mengembangkan sebuah program multimedia. Hal ini disebabkan program multimedia memiliki kemampuan untuk menyampaikan isi atau materi melalui beragam format tayangan teks, audio, visual, video, dan hyperlink-baik secara simultan maupun tunggal.
Pengembang program multimedia dapat memperoleh sumber-sumber informasi dan pengetahuan dari beragam web dan internet atau membuat sendiri isi atau meteri tersebut dalam format digital. Pencarian dan perolehan sumber informasi tentunya dengan memperhatikan hak cipta atau copyright dari sumber belajar tersebut.
e. Melibatkan peserta didik dalam aktivitas belajar
Pengembang atau produser program multimedia harus mampu memanfaatkan potensi bahan ajar multimedia yang memiliki kemampuan interaksi yang tinggi. Potensi program multimedia memungkinkan peserta didik untuk melakukan interaksi belajar dengan instruktur dan sesama peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat interaksi peserta didik dengan isi atau materi pelajaran maka akan semakin besar pula kemungkinan peserta didik untuk berhasil dalam mencapai tujua pembelajaran.
f. Melakukan evaluasi dan revisi
Evaluasi merupakan langkah terakhir yang perlu dilakukan dalam mendesain dan mengembangkan bahan ajar multimedia. Evaluasi dalam program multimedia digunakan untuk menilai hasil belajar peserta didik setelah mengikuti program pembelajaran. Ragam evaluasi ini disebut dengan istilah evaluasi hasil belajar. Penilaian hasil belajar dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan tes yang dapat mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
Ragam tes yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar peserta didik setelah melakukan proses belajar dengan menggunakan program multimedia, yaitu tes objektif. Hal ini disebabkan penilaian terhadap hasil tes objektif mudah untuk dilakukan.
Ragam tes objektif dapat digunakan dalam program multimedia, yaitu tes benar salah (true-false). tes pilihan ganda (multiple choice), dan tes mencocokan (matching). Evaluasi dalam program multimedia dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan proses belajar.
Pemberian umpan balik atau feedback terhadap hasil belajar merupakan hal yang penting. Dalam program pembelajaran pemberian umpan balik digunakan untuk memberi informasi tentang hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik setelah menempuh aktivitas belajar dan pembelajaran,
Penggunaan umpan balik dalam program multimedia berfungsi sebagai sarana untuk memberi informasi tentang pencapaian tujuan pembelajaran. Fungsi umpan balik dalam hal ini dikenal dengan istilah knowledge of results. Umpan balik pada dasarnya merupakan komponen yang penting dalam sebuah program pembelajaran.
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!
Anda baru saja selesai mempelajari konsep tentang bahan ajar digital dan multimedia pada Kegiatan Belajar 2. Untuk mengetahui pemahaman Anda tentang materi yang telah dipelajari, kerjakanlah latihan berikut ini.
1) Jelaskan manfaat metode demonstrasi yang diaplikasikan dalam program multimedia bagi penggunanya!
2) Jelaskan tujuan dari pemanfaatan metode pemecahan masalah atau problem solving dalam program multimedia!
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Manfaat yang dapat diperoleh jika tutor menerapkan metode demonstrasi dalam menggunakan program multimedia, yaitu: (1) mengajarkan peserta tentang cara atau prosedur untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan; (2) menjelaskan bagaimana, kapan, mengapa, dan di mana suatu pekerjaan harus dilakukan; (3) menjelaskan bagaimana suatu tugas atau pekerjaan harus dilakukan secara semestinya.
2) Tujuan pemanfaatan metode pemecahan masalah atau problem solving dalam program multimedia, yaitu untuk: (1) melatih kemampuan peserta didik dalam berpikir sistematis untuk mencari solusi terhadap suatu permasalahan; (2) mengajarkan kemampuan dalam menemukan penyebab terjadinya permasalahan sebelum menemukan solusi yang dapat digunakan; (3) melatih kemampuan dalam membuat keputusan untuk menerapkan solusi terbaik dalam mengatasi sebuah permasalahan.
RANGKUMAN
Unsur interaktivitas dalam program multimedia membuat penggunanya dapat memilih dan menentukan ragam informasi dan pengetahuan yang akan dipelajari. Hal ini sesuai dengan minat dan keperluan penggunanya. Sebuah program multimedia pada umumnya dilengkapi dengan menu dan navigasi yang membuat pengguna program tersebut dapat berinteraksi dengan informasi dan pengetahuan yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, program multimedia juga kerap dilengkapi dengan fasilitas umpan balik bagi penggunanya.
Sebuah program multimedia memiliki unsur tampilan yang mencakup teks, audio, gambar, video dan animasi. Unsur-unsur tampilan tesebut ditayangkan secara terintegrasi dalam sebuah program multimedia. Setiap unsur program multimedia memiliki peran yang penting dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan yang dapat dipelajari oleh penggunanya.
Ada beberapa metode atau cara yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi atau materi dalam program multimedia. Ada sejumlah ragam metode yang digunakan untuk menyampaikan isi informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam program multimedia antara lain: (1) Presentasi; (2) Diskusi; (3) Latihan berulang: (4) Simulasi; (5) Tutorial; (6) Latihan berulang: (7) Pemecahan Masalah; (8) Demonstrasi, (9) Permainan. Penggunaan setiap ragam metode memiliki keunikan yang perlu disesuaikan dengan kompetensi yang perlu dimiliki oleh pengguna setelah menempuh aktivitas belajar.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Bahan Ajar Digital dan Multimedia apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)
