Bab 1 Saatnya Membuat Bahan Ajar Inovatif (2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini Bab 1 SAATNYA MEMBUAT BAHAN AJAR INOVATIF(2)

  1. Pentingnya Pembuatan Bahan Ajar

Pada bagian ini, saya perlu menjelaskan tentang fung si, tujuan, dan kegunaan pembuatan bahan ajar. Melalui penjelasan ketiga hal ini, saya berharap dapat membu ka mata hati dan pikiran kita semua bahwa pembuatan

bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah hal yang sangat penting dan merupakan tuntutan bagi setiap pen didik. Hal ini mengingat pekerjaan membuat bahan ajar memiliki kontribusi yang besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita laksanakan. Dengan menyadari hal ini, kita tidak lagi menyepelekan dan mengesamping kan persoalan pembuatan bahan ajar. Akan tetapi, kita benar-benar dapat lebih serius menekuni dan mengerja kan pembuatan bahan ajar dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi.

Sebelum masuk ke penjelasan mengenai pentingnya pembuatan bahan ajar, hal yang tidak kalah penting de ngan persoalan tersebut dan perlu diungkapkan terlebih dahulu adalah tentang sumber belajar. Hal ini karena sumber belajar merupakan sumber dari bahan-bahan un tuk pembuatan bahan ajar. Maka dari itu, kita akan me ngupasnya secara detail dalam uraian berikut.

Perlu disadari bahwa sumber belajar sangat penting artinya dalam menyusun suatu bahan ajar. Oleh karena itu, keberadaan sumber belajar memiliki setidak-tidaknya tiga tujuan utama, yaitu memperkaya informasi yang diperlukan dalam menyusun bahan ajar, dapat digunakan oleh penyusun bahan ajar, dan memudahkan bagi peserta didik untuk mempelajari suatu kompetensi tertentu.

Adapun kegunaan sumber belajar sebenarnya tidak terlepas dari tujuan agar sumber belajar itu menjadi bermakna. Maka, kita sebagai seorang pendidik dituntut untuk dapat secara kreatif mendesain suatu bahan ajar yang memungkinkan peserta didik dapat secara langsung

memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Salah satu contohnya, membuat LKS (Lembar Kegiatan Siswa). LKS harus dapat memandu peserta didik untuk melakukan kegiatan tertentu berkaitan dengan sumber belajar yang tersedia, sehingga pada akhir kegiatan, peserta didik dapat menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.

  1. Fungsi Pembuatan Bahan Ajar

Kembali kepada persoalan utama, yaitu tentang pentingnya pembuatan bahan ajar, maka ada dua kla sifikasi utama fungsi bahan ajar sebagaimana diuraikan berikut ini.²

  1. Fungsi bahan ajar menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar

Berdasarkan pihak-pihak yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik.

1) Fungsi bahan ajar bagi pendidik, antara lain:

  1. menghemat waktu pendidik dalam mengajar;
  2. mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator;
  3. meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif;
  4. sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi

kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik; serta

  1. sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran.

2) Fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain:

  1. a) peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik yang lain;
  2. b) peserta didik dapat belajar kapan saja dan di mana saja ia kehendaki;
  3. c) peserta didik dapat belajar sesuai kecepatannya masing-masing;
  4. d) peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri;
  5. e) membantu potensi peserta didik untuk menjadi pelajar/mahasiswa yang mandiri; dan
  6. f) sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari atau dikuasainya.
  1. Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang digunakan

Berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu fungsi dalam pembelajaran klasikal, fungsi dalam pembelajaran individual, dan fungsi dalam pembelajaran kelompok.

  1. Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal, antara lain:
    1. sebagai satu-satunya sumber informasi serta pe ngawas dan pengendali proses pembelajaran (da

lam hal ini, peserta didik bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan pendidik dalam mengajar); dan b) sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan.

2) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual, antara lain:

  1. sebagai media utama dalam proses pembelajaran;
  2. sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi; serta
  3. sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya.

3) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok, antara lain:

  1. sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi, informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri; dan
  2. sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, dan apabila dirancang sedemikian rupa, maka da pat meningkatkan motivasi belajar siswa.

 

  1. Tujuan Pembuatan Bahan Ajar

Untuk tujuan pembuatan bahan ajar, setidaknya ada empat hal pokok yang melingkupinya, yaitu:³

  1. membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu;
  2. menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar, sehingga mencegah timbulnya rasa bosan pada peserta didik;
  3. memudahkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran, dan
  4. agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.

 

  1. Manfaat Pembuatan Bahan Ajar

Adapun manfaat atau kegunaan pembuatan bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kegunaan bagi pendidik dan kegunaan bagi peserta didik.¹

  1. Kegunaan bagi pendidik

Setidaknya, ada tiga kegunaan pembuatan bahan ajar bagi pendidik, di antaranya sebagai berikut:

  • pendidik akan memiliki bahan ajar yang dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan pem belajaran.
  • bahan ajar dapat diajukan sebagai karya yang dinilai untuk menambah angka kredit pendidik guna keperluan kenaikan pangkat.
  • menambah penghasilan bagi pendidik jika hasil karyanya diterbitkan.
  1. Kegunaan bagi peserta didik

Apabila bahan ajar tersedia secara bervariasi, inovatif, dan menarik, maka paling tidak ada tiga kegunaan bahan ajar bagi peserta didik, di antaranya sebagai berikut:

  • kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik;
  • peserta didik lebih banyak mendapatkan ke sempatan untuk belajar secara mandiri dengan bimbingan pendidik; dan
  • peserta didik mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus di kuasainya
  1. Unsur-Unsur Bahan Ajar yang Perlu Dipahami

Bahan ajar merupakan sebuah susunan atas bahan bahan yang berhasil dikumpul kan dan berasal dari berbagai sumber belajar yang dibuat se Bahan ajar merupakan sebuah cara sistematis. Oleh karena itu, bahan bahan ajar mengandung unsur unsur tertentu. Dan, untuk mampu membuat bahan ajar yang baik, kita tentu harus me mahami unsur-unsur tersebut.

Setidaknya, ada enam komponen yang perlu kita ketahui berkaitan dengan unsur-unsur tersebut, seba gaimana diuraikan dalam penjelasan berikut.

  1. Petunjuk belajar

Komponen pertama ini meliputi petunjuk bagi pendidik maupun peserta didik. Di dalamnya dijelaskan tentang bagaimana pendidik sebaiknya mengajarkan materi kepada peserta didik dan bagaimana pula peserta didik sebaiknya mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar tersebut.

  1. Kompetensi yang akan dicapai

Maksud komponen kedua ini adalah kompetensi yang akan dicapai oleh siswa. Sebagai pendidik, kita harus menjelaskan dan mencantumkan dalam bahan ajar yang kita susun tersebut dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator pencapaian hasil belajar yang harus dikuasai peserta didik. Dengan demikian, jelaslah tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.

  1. Informasi pendukung

Informasi pendukung merupakan berbagai informasi tambahan yang dapat melengkapi bahan ajar, sehingga peserta didik akan semakin mudah untuk menguasai pengetahuan yang akan mereka peroleh. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh peserta didik pun akan semakin komprehensif.

  1. Latihan-latihan

Komponen keempat ini merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari bahan ajar. Dengan demikian, kemampuan yang mereka pelajari akan semakin terasah dan terkuasai secara matang.

  1. Petunjuk kerja atau lembar kerja

Petunjuk kerja atau lembar kerja adalah satu lembar atau beberapa lembar kertas yang berisi sejumlah langkah prosedural cara pelaksanaan aktivitas atau kegiatan tertentu yang harus dilakukan oleh peserta didik berkaitan

dengan praktik dan lain sebagainya. Misalnya, petunjuk praktik dalam mata pelajaran IPA di MI untuk observasi pertumbuhan kecambah di laboratorium.

  1. Evaluasi

Komponen terakhir ini merupakan salah satu bagian dari proses penilaian. Sebab, dalam komponen evaluasi terdapat sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada peserta didik untuk mengukur seberapa jauh penguasaan kompetensi yang berhasil mereka kuasai setelah mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, kita dapat mengetahui efektivitas bahan ajar yang kita buat ataupun proses pembelajaran yang kita selenggarakan pada umumnya. Jika kemudian dipandang masih banyak peserta didik yang belum menguasai, maka diperlukan perbaikan dan penyempurnaan kegiatan pembelajaran.

  1. “Sumber Belajar dan Bahan Ajar”; Tampak Sama, tetapi Berbeda

Sebenarnya, dari penjelasan sebelumnya-terutama pada pembahasan mengenai makna sumber belajar maupun makna bahan ajar-kita dapat melihat bahwa sumber belajar dan bahan ajar memang berbeda. Namun, karena sering kali kita kurang jeli untuk mengamati substansi dari masing-masing makna tersebut, maka ketika praktik di lapangan, terkadang kita kerap menggunakan dua istilah tersebut secara bersamaan, padahal keduanya tidak sama. Maka dari itu, agar kita tidak lagi salah kaprah dalam memahami ataupun menggunakan istilah sumber belajar dan bahan ajar, di

sini akan saya jelaskan secara gamblang letak perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Sebagaimana telah kita pahami bersama, sumber be lajar adalah segala sesuatu (benda, data, fakta, ide, orang, dan lain sebagainya) yang bisa menimbulkan proses be lajar. Sedangkan bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pem perencanaan dan penelaahan im plementasi pembelajaran. Maka, secara jelas dan tegas, dapat kita perhatikan bahwa setidaknya ada tiga perbedaan utama antara sumber belajar dan ba han ajar.

Pertama, sumber belajar adalah bahan mentah untuk penyusunan bahan ajar. Jadi, untuk bisa disajikan kepada peserta didik, sumber belajar harus diolah terlebih dahulu. Sedangkan bahan ajar adalah bahan jadi yang merupakan hasil ramuan dari bahan-bahan yang diperoleh dari berbagai sumber belajar yang siap disajikan kepada peserta didik. Jadi, bahan ajar merupakan bahan siap saji bagi peserta didik untuk proses pembelajaran.

Kedua, sumber belajar adalah segala bahan yang baru memiliki kemungkinan untuk dijadikan bahan ajar, sehingga ia masih berada pada tingkatan mempunyai potensi mampu menimbulkan proses belajar. Sedangkan

bahan ajar adalah bahan yang sudah secara aktual dirancang secara sadar dan sistematis untuk pencapaian kompetensi peserta didik secara utuh dalam kegiatan pembelajaran.

Ketiga, semua buku atau program audio, video, dan komputer yang berisi materi pelajaran yang “dengan sengaja” dirancang secara sistematis, walaupun dijual di pasaran bebas, maka bahan-bahan tersebut dinamakan bahan ajar. Sementara, jika tidak dengan sengaja dirancang secara sistematis, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar, walaupun bahan-bahan tersebut mengandung materi pelajaran.

Setelah mengetahui perbedaan tersebut, tentunya kita tidak boleh lagi salah kaprah dalam memakai istilah sumber belajar ataupun bahan ajar. Keduanya memang tampak sama, namun sebenarnya berbeda. Maka dari itu, harus kita bedakan pula penggunaannya. Dengan demikian, pemahaman kita tidak rancu antara mana pun yang mesti disebut bahan ajar dan mana yang mesti disebut sumber belajar.

demikian referensi buku dengan judul Bab 1 Saatnya Membuat Bahan Ajar Inovatif (2) apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku