BAB 3 Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini BAB 3 Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(2)

 Langkah Ketiga; Memilih dan Menentukan Bahan Ajar

Langkah ketiga ini bertujuan memenuhi salah satu kriteria bahwa bahan ajar harus menarik dan dapat membantu peserta didik untuk mencapai kompetensi. Karena pertimbangan tersebut, maka langkah-langkah yang hendaknya kita lakukan antara lain menentukan dan membuat bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kecocokan dengan kompetensi dasar yang akan diraih oleh peserta didik; serta menetapkan jenis dan bentuk bahan ajar berdasarkan analisis kurikulum dan analisis sumber bahan.

Berkaitan dengan pemilihan bahan ajar, ada tiga prinsip yang dapat dijadikan pedoman.” Pertama, prinsip relevansi. Maksudnya, bahan ajar yang dipilih hendaknya ada relasi dengan pencapaian standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Kedua, prinsip konsistensi. Maksud nya, bahan ajar yang dipilih memiliki nilai keajegan. Jadi, antara kompetensi dasar yang mesti dikuasai peserta didik dengan bahan ajar yang disediakan memiliki keselarasan dan kesamaan. Ketiga, prinsip kecukupan. Maksudnya,

ketika memilih bahan ajar, hendaknya dicari yang me- madai untuk membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.

Selain itu, ditambahkan juga oleh Arif dan Napitupulu (1997:36-37) bahwa ada empat hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bentuk bahan ajar, yaitu kebutuhan dan tingkat kemampuan awal para peserta didik yang menjadi sasaran pembelajaran, tempat dan keadaan di mana bahan ajar akan digunakan, metode penerapan dan penjelasannya, serta biaya proses dan produksi serta alat-alat yang digunakan untuk memproduksi bahan ajar.

Dalam proses pemilihan bahan ajar, selain ketiga prinsip tersebut, ada beberapa langkah pemilihan bahan ajar yang juga perlu kita pahami dan jadikan sebagai pegangan, di antaranya adalah sebagai berikut” 15

  1. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar, apakah aspek kognitif, psikomotorik, atau afektif.
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar, apakah termasuk aspek kognitif (fakta, konsep, prinsip, atau prosedur), afektif, atau motorik.

c.Memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar

telah teridentifikasi. Cara yang paling mudah untuk melakukannya adalah dengan mengajukan enam pertanyaan sebagai berikut:

  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek, simbol, atau suatu peristiwa? Bila jawabannya “ya”, maka bahan ajar yang harus diajarkan adalah “fakta”.
  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa kemampuan untuk menyatakan suatu definisi, menuliskan ciri khas sesuatu, atau mengelompokkan beberapa contoh objek sesuai dengan suatu definisi? Apabila jawabannya “ya”, maka bahan ajar yang harus diajarkan adalah “konsep”.
  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menjelaskan atau melakukan langkah-langkah secara urut ataukah membuat sesuatu? Apabila jawabannya “ya”, maka bahan yang harus diajarkan adalah “prosedur”.
  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa menentukan hubungan antara beberapa konsep atau menerapkan hubungan antara berbagai konsep? Apabila jawabannya “ya”, maka bahan ajar yang harus diajarkan adalah “prinsip”.
  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa memilih berbuat atau tidak berbuat sesuatu berdasarkan pertimbangan baik buruk, suka-tidak suka, dan indah-tidak indah? Apabila jawabannya “ya”, maka bahan ajar yan

harus diajarkan berupa “aspek afektif, sikap, atau nilai”.

  • Apakah kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berupa melakukan perbuatan secara fisik? Apabila jawabannya “ya”, maka bahan ajar yang mesti diajarkan adalah “aspek motorik”.
  1. Memahami Kriteria Pemilihan Sumber Belajar

Sebagaimana telah kita singgung sedikit di awal bahwa sumber belajar sangat beragam jenisnya. Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri sendiri. Hal ini tentu saja membuat kita harus selektif dan tidak bisa secara sekaligus menggunakan semua sumber belajar tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyeleksian atau pemilihan terhadap berbagai sumber belajar tersebut. Pemilihan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Untuk memudahkan dalam proses pemilihan sumber belajar ini, ada dua kriteria yang bisa kita gunakan dalam pemilihan sumber belajar, yaitu kriteria umum dan kriteria khusus.16

  1. Kriteria Umum

Kriteria dalam pemilihan sumber umum meliputi empat hal sebagai berikut: secara

  1. Ekonomis, artinya sumber belajar tidak mahal. Dengan harga yang terjangkau, semua lapisan

masyarakat akan mam pu mengadakan sum ber belajar tersebut.

  1. Praktis dan seder hana, artinya sumber belajar tidak memer lukan pelayanan atau pengadaan sampingan yang sulit dan langka.
  2. Mudah diperoleh, artinya sumber belajar dekat dan mudah di cari
  3. Fleksibel, artinya sumber belajar bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan pembelajaran, atau dengan istilah lain kompatibel.
  4. Kriteria Khusus

Secara khusus, kriteria yang harus kita perhatikan dalam pemilihan sumber belajar adalah sebagai berikut.

  1. Sumber belajar dapat memotivasi peserta didik dalam belajar.
  2. Sumber belajar untuk tujuan pengajaran. Maksud nya, sumber belajar yang dipilih sebaiknya mendu kung kegiatan belajar mengajar yang diselenggara kan.
  3. Sumber belajar untuk penelitian. Maksudnya, sumber belajar yang dipilih hendaknya dapat di observasi, dianalisis, dicatat secara teliti, dan seba gainya.
  4. Sumber belajar untuk memecahkan masalah. Mak sudnya, sumber belajar yang dipilih hendaknya da

pat mengatasi problem belajar peserta didik yang dihadapi dalam kegiatan belajar mengajar.

  1. Sumber belajar untuk presentasi. Maksudnya, sumber belajar yang dipilih hendaknya bisa berfungsi sebagai alat, metode, atau strategi penyampaian pesan.

Dengan menggunakan beberapa kriteria tersebut, proses pemilihan sumber belajar menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Sumber belajar yang dipilih juga men jadi lebih sesuai dan selaras dengan kebutuhan. Selain itu, sumber belajar yang ditentukan juga lebih berdaya guna, terutama dalam peningkatan kualitas pembelajaran.

Menyusun Peta Bahan Ajar

Setelah proses analisis kebutuhan bahan ajar selesai kita laksanakan, kita akan mengetahui jumlah bahan ajar yang mesti kita siapkan dalam satu semester tertentu. Maka, langkah yang perlu kita lakukan berikutnya adalah menyusun peta kebutuhan bahan ajar. Hal ini penting kita lakukan mengingat peta bahan ajar memiliki banyak kegunaan. Menurut Diknas (2004), paling tidak ada tiga kegunaan penyusunan peta kebutuhan bahan ajar, yakni untuk mengetahui jumlah bahan ajar yang harus ditulis, mengetahui sekuensi atau urutan bahan ajar (urutan bahan ajar ini sangat diperlukan dalam menentukan prioritas penulisan), dan menentukan sifat bahan ajar.

Berkaitan dengan sifat bahan ajar, penting bagi kita untuk memahami bahan ajar yang bersifat dependent dan independent. Bahan ajar dependent adalah bahan ajar

yang ada kaitannya antara bahan ajar yang satu dengan bahan ajar yang lain, sehingga dalam penulisannya harus saling memperhatikan satu sama lain, apalagi jika masing-masing bahan ajar itu saling mempersyaratkan. Sedangkan bahan ajar independent adalah bahan ajar yang berdiri sendiri atau dalam penyusunannya tidak harus memperhatikan atau terikat dengan bahan ajar yang lainnya.

Tabel 2. Peta kebutuhan bahan ajar mata pelajaran al-Qur’an dan al-Hadits untuk MI kelas II semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Judul Bahan Ajar
Menulis huruf Hijaiah secara terpisah dan bersambung Menulis huruf huruf Hijaiah secara bersambung dengan benar 1.     Penulisan huruf-huruf Hijaiah sambung di awal
2.     Penulisan huruf-huruf Hijaiah sambung di tengah
3.     Penulisan huruf-huruf Hijaiah sambung di akhir
4.     Penulisan huruf-huruf Hijaiah yang tidak boleh di sambung

Jika peta kebutuhan bahan ajar telah kita buat, maka tahap berikutnya (sebagai bagian akhir) adalah menyusun bahan ajar menurut struktur bentuk bahan ajar masing masing. Dengan demikian, perlu kita pahami bahwa masing-masing bentuk bahan ajar memiliki struktur yang berbeda-beda. Maka dari itu, kita juga harus memahami struktur dari berbagai bentuk bahan ajar tersebut, sebagaimana akan kita bahas pada subbab berikut ini.

Memahami Struktur Bahan Ajar

Bahan ajar terdiri atas susunan bagian-bagian yang kemudian dipadukan, sehingga menjadi sebuah bangu nan utuh yang layak disebut bahan ajar. Susunan atau bangunan bahan ajar inilah yang dimaksud dengan struk tur bahan ajar. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa masing-masing bentuk berbeda. Oleh karena itu, kita perlu memahami dan menge tahui masing-masing bentuk bahan ajar tersebut agar bisa membuat berbagai bahan ajar dengan baik. Namun, dari beraneka ragam struktur bahan ajar yang ada, secara umum hanya ada tujuh komponen dalam setiap bahan ajar, yaitu judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, latihan, tugas atau langkah kerja, dan penilaian.

  1. Struktur Bahan Ajar Cetak

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa bentuk bahan ajar cetak, di antaranya handout, buku, modul, LKS, brosur, leaflet, wallchart, dan foto/gambar. Masing-masing bahan ajar tersebut memiliki struktur yang berlainan, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

  1. Handout. Struktur bahan ajar handout sangat sederhana, hanya terdiri atas dua komponen, yaitu judul dan informasi pendukung.
  2. Buku. Struktur bahan ajar buku terdiri atas empat komponen, yaitu judul, kompetensi dasar atau materi pokok, latihan, dan penilaian.

c.Modul. Struktur bahan ajar modul terdiri atas tujuh komponen, yaitu judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, latihan, tugas atau langkah kerja, dan penilaian.

  1. LKS (Lembar Kerja Siswa). Struktur bahan ajar LKS lebih sederhana daripada modul, namun lebih kompleks daripada buku, yaitu terdiri atas enam komponen, meliputi judul, petunjuk belajar, kom petensi dasar atau materi pokok, informasi pendu kung, tugas atau langkah kerja, dan penilaian.
  2. Brosur. Untuk bahan ajar berbentuk brosur, strukturnya hanya meliputi empat komponen, yaitu judul, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, dan penilaian.
  3. Leaflet. Struktur bahan ajar leaflet terdiri atas empat komponen seperti halnya brosur, yaitu judul, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, dan penilaian.
  4. Wallchart. Struktur bahan ajar wallchart meliputi empat komponen. Akan tetapi, yang tercantum pada bahan hanya komponen judul, sedangkan tiga komponen lainnya (kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, dan penilaian) terdapat pada lembaran kertas yang lain.
  5. Foto/gambar. Struktur bahan ajar foto atau gambar meliputi lima komponen, hampir mirip dengan wallchart. Jadi, komponen yang tercantum pada bahan hanya judul, sedangkan empat komponen lainnya (kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja, dan penilaian) terdapat pada lembaran kertas lain.

demikian referensi buku dengan judul Bab 3Langkah -Langkah Pokok Pembuatan Bahan Ajar(3) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku