Bab 6 Buku Teks Buku Ajar(1)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bab 6 Buku Teks Buku Ajar(1)

Dalam jenis bahan ajar cetak, selain handout dan modul, ada pula yang berbentuk buku teks pelajaran. Nasution (1987) mengatakan bahwa buku teks pelajaran adalah bahan pengajaran yang paling banyak digunakan di antara semua bahan pengajaran lainnya. Untuk mampu memahami cara membuat buku ajar atau buku teks. pelajaran tersebut dengan baik, ada beberapa hal penting yang harus kita pahami, di antaranya tentang pengertian buku ajar; fungsi, tujuan, dan kegunaannya; unsur-unsur buku sebagai bahan ajar; langkah-langkah penyusunan buku ajar yang menarik; dan cara mengembangkan buku teks pelajaran.

Melalui lima fokus pembahasan tersebut, diharapkan bisa mengantarkan kita untuk memahami seluk-beluk tentang buku teks secara menyeluruh. Sehingga, pada akhirnya, kita bisa membuat dan mengembangkan sendiri buku teks pelajaran yang inovatif dan menarik.

  • Pengertian Buku sebagai Bahan Ajar

Dalam mengkaji mengenai substansi buku teks pelajaran, hal pertama yang mesti kita ketahui adalah apa itu buku teks pelajaran. Hal ini perlu dibahas di awal agar kita tidak bingung ketika harus menentukan mana yang disebut buku teks pelajaran dan mana yang bukan. Berikut ini beberapa pandangan para ahli mengenai pengertian buku secara umum dan buku teks pelajaran secara khusus.

Dalam Kamus Oxford, buku diartikan sebagai number of sheet of paper, either printed or blank, fastened together in a cover, yaitu sejumlah lembaran kertas, baik cetakan maupun kosong, yang dijilid dan diberi kulit. Hal serupa juga dapat ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mendefinisikan buku sebagai lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong (Setiawan, 2010).

Menurut pandangan lainnya, buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan atau buah pikiran dari pengarangnya. Oleh pengarangnya, isi buku didapat melalui berbagai cara, misalnya dari hasil penelitian, pengamatan, aktualisasi pengalaman, atau imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. Selain itu, ada pula yang mengartikan buku sebagai salah satu sumber bacaan, yang berfungsi sebagai sumber bahan ajar dalam bentuk materi cetak (printed material) (Surahman, 2010:4).

Sementara itu, buku sebagai bahan ajar didefinisikan sebagai buku yang berisi suatu ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum dalam bentuk tertulis.” Buku teks pelajaran pada umumnya merupakan bahan ajar hasil seorang pengarang atau tim pengarang yang disusun berdasarkan kurikulum atau tafsiran kurikulum yang berlaku. Biasanya, buku teks pelajaran merupakan salah satu pendekatan tentang implementasi kurikulum, dan karena itu ada kemungkinan terdapat berbagai macam buku teks pelajaran tentang satu bidang studi tertentu. Salah satu contohnya, di Jepang terdapat 10-20 macam buku teks pelajaran yang disusun oleh berbagai pengarang tentang bidang studi tertentu berdasarkan kurikulum yang sama, yang ke semuanya disetujui oleh kementerian pendidikan. Pendidik diberi kesempatan untuk memilih buku teks mana yang mereka anggap paling sesuai dengan peserta didiknya (Nasution, 1987).

Secara umum, buku dibedakan menjadi empat jenis (Surahman, 2010:4), yakni:

  1. Buku sumber, yaitu buku yang biasa dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap.
  2. Buku bacaan, adalah buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya cerita, legenda, novel, dan lain sebagainya.
  3. Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melaksanakan proses pengajaran.
  4. Buku bahan ajar, yaitu buku yang disusun, untuk proses pembelajaran, dan berisi bahan-bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan.

Kemudian, secara khusus, buku teks pelajaran (sebagai bahan ajar) dibedakan menjadi dua macam, yaitu buku teks utama dan buku teks pelengkap (Mohammad, 2010:16). Buku teks utama berisi bahan-bahan pelajaran suatu bidang studi yang di gunakan sebagai buku pokok. bagi peserta didik dan pen didik. Sedangkan buku teks pelengkap adalah buku yang sifatnya membantu atau meru pakan tambahan bagi buku teks utama serta digunakan oleh pendidik dan peserta didik.

Dari uraian di atas dapat kita pahami bahwa pada dasarnya, buku adalah bahan tertulis dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang dijilid dan diberi kulit (cover), yang menyajikan ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis oleh pengarangnya. Sementara, yang disebut dengan buku teks pelajaran adalah buku yang berisi ilmu pengetahuan, yang diturunkan dari kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum, di mana buku tersebut digunakan oleh peserta didik untuk belajar.

  • Pentingnya Buku Teks Pelajaran bagi Kegiatan Pembelajaran

Buku teks pelajaran hingga kini masih dianggap. sebagai bahan ajar yang paling utama. Ini terbukti hampir di berbagai institusi pendidikan, dari jenjang yang paling dasar hingga yang paling tinggi, pada umumnya menggunakan buku teks pelajaran sebagai bahan ajar utamanya. Hal ini membuktikan pula bahwa keberadaan buku teks pelajaran masih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran yang berlangsung di berbagai institusi pendidikan kita saat ini. Buku teks pelajaran juga merupakan bagian penting dari kegiatan pembelajaran.

Untuk lebih memahami mengenai arti penting dari bahan ajar ini, berikut dijelaskan tentang fungsi, tujuan, dan kegunaan buku teks pelajaran (Nasution, 1997).

  1. Fungsi buku teks pelajaran:

  • sebagai bahan referensi atau bahan rujukan oleh peserta didik,
  • sebagai bahan evaluasi,
  • sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum,
  • sebagai salah satu penentu metode atau teknik pengajaran yang akan digunakan pendidik, dan
  • sebagai sarana untuk peningkatan karier dan jabatan.
  1. Tujuan buku teks pelajaran:

  • memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran,
  • memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru, dan
  • menyediakan materi pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.
  1. Kegunaan buku teks pelajaran:

  • membantu pendidik dalam melaksanakan kuriku lum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku,
  • menjadi pegangan guru dalam menentukan metode pengajaran,
  • memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru,
  • memberikan pengetahuan bagi peserta didik  maupun pendidik,
  • menjadi penambah nilai angka kredit untuk mempermudah kenaikan pangkat dan golongan, serta
  • menjadi sumber penghasilan, jika diterbitkan.
  • Karakteristik Buku Teks Pelajaran

Sebagaimana bentuk bahan ajar lainnya, buku teks pelajaran memiliki karakteristik tertentu. Beberapa karakteristik tersebut di antaranya sebagai berikut:

  1. Secara formal, buku teks pelajaran diterbitkan oleh penerbit tertentu dan memiliki ISBN.
  2. Penyusunan buku teks pelajaran memiliki dua misi utama, yaitu:
    • optimalisasi pengembangan pengetahuan deklaratif dan prosedural, serta
    • pengetahuan tersebut harus menjadi target utama dari buku pelajaran yang digunakan di sekolah.
  3. Buku teks pelajaran dikembangkan oleh penulis dan penerbit buku dengan senantiasa mengacu pada apa yang sedang diprogramkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Ketentuan tersebut di antaranya
    1. bahwa buku pelajaran harus:
      • mengikuti kurikulum pendidikan nasional yang sedang berlaku;
      • berorientasi pada keterampilan proses dengan menggunakan pendekatan kontekstual,
      • teknologi dan masyarakat, serta demonstrasi dan eksperimen;serta
      • memberi gambaran secara jelas tentang keterpaduan atau keterkaitannya dengan disiplin ilmu lainnya.
  4. Buku teks pelajaran memiliki tujuh keuntungan sebagai berikut (Nasution, 1987):
    • Buku teks pelajaran membantu pendidik melaksanakan kurikulum.
    • Buku teks pelajaran juga merupakan pegangan dalam menentukan metode pengajaran.
    • Buku teks pelajaran memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru.
    • Buku pelajaran dapat digunakan untuk tahun tahun berikutnya, dan jika direvisi, maka dapat bertahan dalam waktu yang lama.
    • Buku teks pelajaran yang uniform memberi kesamaan mengenai bahan dan standard pengajaran.
    • Buku teks pelajaran memberikan kontinuitas pelajaran di kelas yang berurutan, sekalipun pendidik berganti.
    • Buku teks pelajaran memberi pengetahuan dan metode mengajar yang lebih mantap jika guru menggunakannya dari tahun ke tahun.
  • Unsur-Unsur Buku sebagai Bahan Ajar

Sebagai bahan tertulis dalam bentuk lembaran-lem baran kertas yang dijilid dan diberi kulit (cover) yang menyajikan ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis oleh pengarangnya, dapat dilihat bahwa buku teks pelajaran tersusun atas beberapa komponen tertentu. Susu nan komponen-komponen ini juga disebut sebagai struk tur buku teks.

Untuk menguasai langkah-langkah pembuatan buku teks pelajaran, maka harus kita pahami dan mengerti terlebih dahulu mengenai struktur bahan ajar ini. Seperti telah disinggung sedikit pada Bab 3, bahan ajar berbentuk buku teks pelajaran terdiri atas lima komponen, yaitu judul, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, latihan, serta penilaian. Jadi, dalam membuat sebuah buku teks pelajaran, maka kelima komponen utama itu harus ada. Selain itu, isi kandungannya juga harus mengacu kepada kompetensi dasar yang ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku.

 

Demikian referensi buku dengan judul Bab 6 Buku Teks Buku Ajar(1) membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin Ruang Buku.