Bagian 5 Panduan praktik konseling 1

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Bagian 5 Panduan praktik konseling

MEMULAI KONSELING

Rapport atau pendekatan yang baik kepada klien merupakan kunci keberlanjutan dan keberhasilan konseling. Dalam rapport konselor perlu memberi salam yang bersifat netral kepada klien, misalnya selamat sore jika konseling dilakukan pada sore hari. Penerimaan, pengertian, penghargaan, empati, dan kesegeraan adalah merupakan unsur pokok yang harus menyertai sikap konselor sejak awal dan selama konseling berlangsung.

Selanjutnya hal-hal yang penting untuk diketahui selama konseling berlangsung adalah :

  1. Mengetahui seberapa besar kesungguhan klien untuk datang berkonsultasi.

Ada tiga kemungkinan klien datang kepada konselor yaitu : Klien yang datang atas kemauannya sendiri dan telah berusaha

  1. lama untuk mencari bantuan bagi pemecahan masalahnya.
  2. Klien yang merasa bermasalah dan datang kepada konselor atas dorongan orang lain.
  3. Klien yang dibawa kepada konselor oleh pihak lain dan tidak merasa jika bermasalah.

Klien yang termasuk dalam golongan a) akan lebih mudah dibantu jika dibandingkan dengan klien dari golongan b) dan c)

Kalimat-kalimat yang dapat dipakai untuk menggali hal ini misalnya; Konselor: Silahkan duduk, apakah saudara cukup lama menanti ?, ……….(setelah ada jawaban klien, dapat dilanjutkan) Bagaimana saudara sampai datang kemari?…………….

Menanyakan tentang apa masalah yang sedang mengganggu klien.

Pertanyaan terarah ini dapat bermacam-macam, misalnya :

Konselor: – Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu saudara?

  • Masalah apa yang sedang saudara hadapi sehingga saudara datang kemari ?
  • Memang tidak menyenangkan jika sedang menghadapi masalah yang berat?

Apabila klien nampak berat untuk mengemukakan alasannya. karena berbagai alasan, maka pada saat ini perlu sekali disampaikan tujuan konseling kepada klien. Kalimat yang dipakai dapat bermacam macam asalkan mengandung unsur-unsur:

  1. Menegakkan kepercayaan klien kepada dirinya sendiri, sehingga diharapkan klien menjadi tidak tergantung secara emosional dengan konselor.
  2. Membuat klien menjadi terbuka kepada konselor sehingga akan secara jujur menceritakan masalahnya.
  3. Meletakkan dasar kepercayaan klien kepada konselor.

Contoh kalimat yang dapat dipakai untuk menyatakan tujuan konseling:

Konselor:        Begini saudara, yang sangat perlu saudara ketahui adalah bahwa tujuan konseling ini adalah untuk membantu saudara agar saudara dapat atau mampu untuk memecahkan masalah yang sedang saudara rasakan mengganggu saudara sekarang ini. Saya yakin bahwa yang paling tahu tentang diri dari masalah saudara adalah saudara sendiri, saya tahu tentang saudara dan masalah saudara sangat terbatas pada apa yang saudara ceritakan kepada saya. Dengan demikian saya tidak yakin bahwa pertemuan konseling ini akan bermanfaat bagi saudara jika saudara tidak dapat terbuka dan tidak

menceritakan masalah saudara yang sesungguhnya kepada saya. Saudara tidak perlu ragu-ragu, sebab kerahasiaan saudara akan saya jamin sepenuhnya. Apakah saudara paham dengan apa yang saya maksudkan ?………… (tunggu respon klien).

Menyelidiki berat ringannya masalah dan berapa lama masalah telah berlangsung.

Seperti halnya penyakit fisik, maka masalah psikologis pun harus diketahui kapan mulai menjadi masalah, sudah sejak lamakah atau baru-baru saja. Kadang masalahnya sama tapi sebelumnya bukan merupakan masalah yang mengganggu, sedangkan sekarang menjadi mengganggu. Misalnya masalah kesulitan belajar, yang dialami klien baru-baru ini setelah klien mulai dijuruskan di kelas II SMA padahal sebelumnya belajar bukan merupakan masalah baginya. Bentuk kalimat yang dapat digunakan untuk mengungkapkan hal ini misalnya :

Konselor: Menurut ingatan saudara, sejak kapan hal….. (sebutkan masalahnya) menjadi masalah bagi saudara ?

  1. Mengetahui usaha-usaha apa yang telah pernah dilakukan klien dalam rangka mengatasi masalahnya, dan mengapa usaha-usaha tersebut tidak mampu memecahkan masalahnya dan adakah usaha yang direncanakannya (belum pernah dicoba). Usaha yang dimaksudkan adalah cara-cara mengatasi masalah.

Hal ini perlu diketahui untuk mengetahui apa saja usaha yang telah dilakukan dan akan dilakukan klien, barangkali ada usaha yang menurut pertimbangan konselor memang efektif akan tetapi gagal menolong Klien. Jika memang ada usaha yang memang baik maka perlu menjadi bahan pertimbangan bagi proses konseling selanjutnya untuk dapat dilaksanakan secara efektif oleh klien. Kalimat yang dapat dipakai misalnya :

Konselor : – Sebelum saudara datang pada saya, apakah saudara sudah pernah berusaha mencoba mengatasi masalah saudara?…….. (tunggu respon klien).

–   Apa sajakah usaha itu ?……. (tunggu respon klien).

– Menurut saudara mengapa usaha (sebutkan usahanya) tersebut gagal

Adakah usaha yang saudara rencanakan akan tetapi belum saudara laksanakan ?……..(tunggu respon klien). Kalau ada mengapa belum saudara coba laksanakan?

Mengetahui sumber-sumber pemberi informasi yang pernah dikunjungi klien sebelum klien datang kepada konselor.

Hal ini sebetulnya dapat digabungkan dengan (no.4 di atas) apabila klien telah memberikan informasi tentang siapa saja orang orang yang pernah didatangi klien untuk dimintai bantuan memecahkan masalahnya. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk menggali sebanyak mungkin informasi yang telah diperoleh klien dari sumber lain. Kalau memang informasi yang telah diperoleh klien memang baik dan berguna bagi pemecahan masalah klien, maka konselor tidak perlu mengulang kembali sebab mungkin akan memunculkan kebosanan dan ketidakpercayaan klien kepada kemampuan konselor, konselor hanya perlu memperkuat informasi tersebut setelah dipertimbangkan bersama-sama dengan klien agar klien lebih yakin bahwa informasi yang telah diterimanya dari sumber sebelumnya tersebut akan dapat menolongnya. Bentuk-bentuk kalimat yang dapat dipakai untuk tujuan ini adalah;

Konselor         : – Jika saudara tidak berkeberatan, dapatkah saudara katakan kepada siapa saja saudara pernah datang untuk menceritakan masalah saudara ini ?…..(atau dengan kalimat lain) Siapa sajakah yang sudah saudara ceritakan tentang masalah saudara ini? Atau pernahkah saudara datang kepada sumber lain dalam rangka mencari bantuan bagi pemecahan masalah saudara…..(tunggu respon klien, jika jawaban klien belum pernah, maka bentuk kalimat bagi pertanyaan selanjutnya adalah): Mengapa…..? (tunggu respon klien) Kalimat selanjutnya tergantung pada apa bentuk respon klien. Jika respon klien sudah pernah, maka dapat dilanjutkan dengan kalimat berikut ini:

– Siapa saja yang sudah pernah saudara kunjungi……? (tunggu respon klien)

–  Saran apa saja yang telah mereka berikan pada saudara dalam hubungannya dengan pemecahan masalah saudara, dapatkah saudara sebut satu persatu…… (tunggu respon klien).

– Apa keberatan saudara dengan sejumlah saran-saran tersebut sehingga saudara masih memerlukan datang kepada saya ?……..(tunggu respon klien).

– Selain saran-saran yang telah saudara terima dari sumber sumber tersebut, apakah saudara memiliki cara sendiri yang pernah saudara coba lakukan ataupun yang belum saudara cobakan…..? (tunggu respon klien).

Demikian referensi buku ajar dengan judulBagian 5 Panduan praktik konseling 1 apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.


Sumber: Anwar, Z. (2014). Praktik Konseling. Malang: UMM Press