Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar (6-1)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar.

PENDAHULUAN

evaluasi mempunyai arti adanya upaya yang dilakukan oleh penilai atau E evaluator untuk menilai kualitas sesuatu biasanya berupa program atau produk tertentu. Kegiatan evaluasi merupakan bagian yang penting dalam sebuah sistem pembelajaran. Aktivitas evaluasi dimulai dari perencanaan, pengumpulan data, dan informasi yang diperlukan sampai kepada pengan keputusan dan pemberian rekomendasi tentang produk atau program yang dievaluasi.

Evaluasi berdasarkan tujuannya dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif merupakan ragam evaluasi yang kerap digunakan dalam mengembangkan sebuah produk atau program pembelajaran. Evaluasi formatif lazimnya diterapkan s

elama produk atau program pembelajaran berada dalam tahap pengembangan. Sebaliknya evaluasi sumatif bertujuan untuk memperoleh informasi dan efektivitas sebuah program atau produk dengan maksud untuk memutuskan apakah program atau produk yang dievaluasi dihentikan atau dilanjutkan penggunaannya.

Modul ini akan membahas tentang implementasi ragam evaluasi formatif yang digunakan untuk mengembangkan bahan atau produk pembelajaran. Ragam evaluasi formatif sangat diperlukan untuk menciptakan bahan ajar dan program pembelajaran yang efektif dan efisien.

Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat menerapkan prosedur evaluasi formatif untuk membuat sebuah bahan ajar yang mampu digunakan dalam memfasilitasi proses belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar dapat mencapai kompetensi tersebut, Anda harus mampu menjelaskan:

  1. Konsep evaluasi.
  2. Tujuan evaluasi.
  3. Makna evaluasi formatif.
  4. Contoh evaluasi formatif terhadap bahan ajar.
  5. Prosedur sistematik evaluasi formatif bahan ajar.
  6. Pelaksanaan evalusi tiga tahap dalam pengembangan bahan ajar

Pelajarilah modul ini dengan seksama agar Anda dapat memiliki kemampuan dalam menerapkan evaluasi formatif pada saat Anda mengembangkan bahan ajar untuk mendukung aktivitas belajar dan pembelajaran yang menjadi tugas Anda. Selamat belajar!

Pengertian dan Tujuan Evaluasi Formatif

Evaluasi merupakan bagian yang penting dalam sebuah sistem E pembelajaran. Evaluasi mempunyai arti adanya upaya yang dilakukan oleh seorang penilai atau evaluator untuk menilai kualitas sesuatu – program atau produk tertentu. Hal ini sejalan dengan definisi evaluasi yang dikemukakan oleh Stufflebeam (2007), yaitu: “…upaya yang dilakukan untuk membuat keputusan tentang nilai dari sesuatu.” (hlm. 9).

Definisi lain tentang evaluasi dikemukakan oleh Scriven (1991), yaitu “…evaluation is the process of determining merit, worth, or significance, an evaluation is a product of that process” (p. 53). Evaluasi merupakan sebuah proses untuk menetapkan dan menentukan nilai terhadap sesuatu atau objek yang dinilai. Penilaian didasarkan pada hasil pengumpulan data dan informasi yang telah dilakukan.

Aktivitas dalam melakukan kegiatan evaluasi dimulai dari tahap perencanaan, pengumpulan data, dan informasi yang diperlukan sampai kepada tahap pengambilan keputusan dan pemberian rekomendasi tentang produk atau program yang dievaluasi. Tahapan dalam evaluasi dapat digambarkan dalam diagram berikut.

Aktivitas evaluasi pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan pembelajaran. Dalam aktivitas pembelajaran, evaluasi kerap digunakan untuk mengetahui atau menilai hasil yang telah dicapai oleh siswa setelah menempuh sebuah proses belajar. Evaluasi seperti ini dikenal dengan istilah evaluasi hasil belajar, Ragam evaluasi lain yang dapat diterapkan selain evaluasi hasil belajar adalah evaluasi program, yaitu ragam evaluasi yang bertujuan untuk menetapkan kualitas dari sebuah program atau produk pembelajaran berdasarkan data dan informasi yang telah berhasil dikumpulkan.

Berdasarkan tujuan pelaksanaannya, evaluasi dapat diklasifikasikan menjadi evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlanjutan pemanfaatan dari suatu produk atau program. Sedangkan evaluasi formatif adalah ragam evaluasi yang ditujukan untuk menemukan kelemahan yang terdapat dalam sebuah produk atau program dengan tujuan untuk mengembangkan produk atau program tersebut. Evaluasi formatif pada hakikatnya diterapkan selama produk atau program sedang berada dalam tahap pengembangan. Klasifikasi evaluasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dapat dilihat pada diagram berikut.

Evaluasi yang dilakukan untuk memutuskan nilai dari sebuah program atau produk pembelajaran dan membuat keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan penggunaan program tersebut tergolong ke dalam evaluasi sumatif. Sedangkan evaluasi yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk atau program pembelajaran disebut sebagai evaluasi formatif Pembahasan materi pada modul ini akan difokuskan pada ragam evaluasi formatif yang penggunaannya ditujukan untuk menyempurnakan bahan dan program pembelajaran yang tengah dikembangkan agar menjadi efektif dan efisien apabila digunakan dalam setting atau situasi yang sesungguhnya.

ARTI EVALUASI FORMATIF

Sesuai dengan asal katanya, yaitu “to form”, jenis evaluasi formatif digunakan untuk mengembangkan sebuah program. Tujuan penerapan evaluasi formatif pada dasarnya sangat berbeda dengan tujuan pada evaluasi sumatif. Tujuan pelaksanaan dari evaluasi formatif adalah untuk memperbaiki kualitas dari sebuah produk program sebelum produk atau program tersebut digunakan pada situasi dan kondisi yang sesungguhnya

Evaluasi sumatif pada dasarnya merupakan bagian dari proses desain dan pengembangan sebuah produk atau program. Evaluasi formatif dilakukan dengan cara melakukan uji coba terhadap produk atau program yang tengah dikembangkan sampai dipandang siap untuk digunakan.

Proses uji cuba terhadap sebuah produk dan program dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang masih terdapat dalam produk atau program yang akan digunakan. Kelemahan-kelemahan yang terdapat program tersebut selanjutnya diperbaiki atau direvisi sebelum digunakan dalam situasi yang sesungguhnya.

Seseorang yang akan mengembangkan sebuah bahan ajar atau program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik dapat memilih ragam pendekatan evaluasi formatif untuk membuat bahan ajar atau program tersebut menjadi efektif dan efisien apabila digunakan. Langkah-langkah dalam melakukan evaluasi pada dasarnya berupa formatif berupa uji coba dan revisi yang berkesinambungan. Hal ini sangat diperlukan dalam mengembangkan sebuah bahan ajar atau program pembelajaran.

Dick, Carey, dan Carey (2006) mengemukakan definisi evaluasi formatif sebagai: “…evaluasi yang dirancang untuk mengumpulkan data dan informasi yang akan digunakan untuk memperbaiki kualitas sebuah program atau produk yang tengah dikembangkan. Evaluasi formatif dilaksanakan pada saat sebuah program sedang berada pada tahap pengembangan.” (hlm. 364).

Evaluasi formatif lazimnya digunakan untuk mengembangkan sebuah produk atau program pembelajaran mulai dari tahap desain sampai kepada produk atau program pembelajaran tersebut digunakan dalam situasi yang sesungguhnya. Alasan dilakukannya evaluasi formatif pada umumnya adalah untuk menjamin bahwa produk atau program pembelajaran yang tengah dikembangkan dapat digunakan secara efektif dan efisien sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai.

Implementasi evaluasi formatif biasan dilakukan sebelum sebuah program atau bahan ajar digunakan pada situasi yang sesungguhnya. Langkah evaluasi formatif dilakukan dengan harapan agar bahan ajar atau program pembelajaran yang tengah dikembangkan tersebut dapat digunakan secara optimal untuk memfasilitasi proses belajar siswa.

Dengan kata lam, prosedur evaluasi formatif yang dilakukan pada tahap pengembangan bahan ajar atau program pembelajaran akan dapat menjamin bahwa bahan ajar atau program pembelajaran tersebut dapat memberikan dampak yang positif terhadap pencapaian hasil belajar siswa.

Menurut Dick, Carey, dan Carey (2006) hasil studi tentang penggunaan evaluasi formatif telah membuktikan bahwa uji coba program pembelajaran kepada calon penggunanya dan melakukan revisi berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan tersebut akan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi bahan ajar atau produk pembelajaran secara signifikan (hlm. 278).

Berdasarkan sejarahnya, evaluasi formatif merupakan proses yang digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sebuah produk atau program pembelajaran setelah draf awal produk dan program dikembangkan. Para perancang dan pengembang program pembelajaran berpandangan bahwa uji coba dan revisi yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap bahan ajar atau program pembelajaran dipandang perlu agar dapat meningkatkan kualitas-efektivitas dan efisiensi bahan ajar atau program pembelajaran pada saat digunakan.

Hakikat dan aplikasi konsep evaluasi formatif adalah adanya proses uji coba dan revisi yang dilakukan secara berkesinambungan atau kontinu terhadap bahan ajar atau program pembelajaran yang dievaluasi. Revisi terhadap bahan ajar atau program pembelajaran dapat dihentikan setelah program dan bahan ajar tersebut dianggap siap digunakan untuk memfasilitasi proses belajar siswa.

Prosedur sistematik dalam melakukan evaluasi formatif terhadap bahan ajar dan program pembelajaran dapat dilihat pada gambar berikut.

Salah satu bentuk evaluasi formatif yang kerap digunakan dalam mengembangkan program pembelajaran dan bahan ajar adalah model evaluasi formatif tiga tahap yang dikemukakan oleh Dick, Carey, dan Carey (2005). Model evaluasi ini terdiri dari tiga langkah penting yang harus diterapkan pada saat mengembangkan bahan ajar atau program pembelajaran yaitu: evaluasi perorangan; evaluasi kelompok kecil, dan evaluasi lapangan. Pada setiap tahap bahan ajar dan program pembelajaran diuji coba pada target atau responden yang representatif dan direvisi untuk melakukan penyempurnaan.

Uji coba terhadap produk dan program pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada program pada saat program tersebut digunakan oleh calon penggunanya. Selanjutnya revisi terhadap program pembelajaran dan bahan ajar dilakukan sesuai dengan kelemahan-kelemahan yang berhasil diidentifikasi pada saat program pembelajaran dan bahan ajar tersebut diuji coba.

Evaluasi formatif oleh karenanya sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah program pembelajaran dan bahan ajar yang berkualitas – efektif. efisien dan menarik. Dalam hal ini program pembelajaran dan bahan ajar dapat berupa bahan ajar cetak, program audio, program video, program multimedia, situs web dan bahan pembelajaran berbasis internet.

Program atau bahan ajar yang efektif ditandai dengan adanya kemampuan dari program pembelajaran dan bahan ajar tersebut dalam memfasilitasi siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Bahan ajar yang efisien adalah bahan ajar yang relatif mudah untuk digunakan dan memerlukan waktu yang relatif singkat untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya. Selain itu, program atau bahan ajar yang dikembangkan juga perlu diciptakan agar mampu menarik perhatian dan meningkatkan motivasi belajar siswa yang menggunakannya.

Proses untuk menerapkan pendekatan evaluasi formatif biasanya dilakukan setelah guru atau pendidik merasakan adanya suatu permasalahan yang dialami oleh siswa dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh siswa, guru, dan pendidik perlu mencari solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah tersebut.

Solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah biasanya berupa pengembangan program pembelajaran dan bahan ajar yang dipandang perlu untuk digunakan dan dapat mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi. Produk atau program tersebut kemudian didesain dan dikembangkan sebelum digunakan dalam sebuah situasi belajar dan pembelajaran yang nyata.

Sebagai seorang teknolog pendidikan, Anda perlu menerapkan pendekatan evaluasi formatif pada saat mengembangkan sebuah program pembelajaran dan bahan ajar. Langkah-langkah evaluasi formatif perlu Anda lakukan untuk menjamin bahwa bahan ajar dan program pembelajaran yang Anda kembangkan tersebut dapat digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam melakukan proses belajar secara optimum. Penerapan prosedur evaluasi formatif akan dapat membantu untuk menciptakan sebuah bahan ajar dan program pembelajaran yang memiliki kemampuan untuk memfasilitasi siswa agar dapat mencapai kompetensi yang diperlukan.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.


sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)