Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar (6-4)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar.

Evaluasi Kelompok Kecil

Langkah evaluasi kelompok kecil memiliki dua tujuan utama, yaitu memperoleh informasi tentang efektivitas bahan ajar dan program pembelajaran setelah melalui evaluasi perorang dan mengidentifikasi masalah-masalah yang masih ada pada bahan ajar dan program pembelajaran tersebut. Masalah-masalah yang masih terdapat pada bahan ajar dan program pembelajaran tersebut perlu diperbaiki sebelum digunakan pada sasaran yang sebenarnya. Selain itu, langkah evaluasi kelompok kecil juga dilakukan untuk mengetahui apakah bahan ajar dan program pembelajaran dapat digunakan tanpa oleh siswa tanpa harus melakukan interaksi dengan guru atau instruktur.

Data dan kriteria yang digunakan untuk menentukan efektivitas dan efisiensi bahan ajar meliputi hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar yang dapat diperoleh dari hasil pre-tes dan pos-tes. Selain itu, langkah evaluasi kelompok kecil juga bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang sikap responden atau calon pengguna terhadap bahan ajar yang akan digunakan sebagai sarana pembelajaran.

Pada langkah evaluasi kelompok kecil juga perlu diperoleh data dan informasi tentang kemudahan penggunaan bahan ajar yang meliputi waktu yang diperlukan oleh siswa untuk bekerja dengan bahan bahan ajar; biaya yang diperlukan dalam menggunakan bahan ajar; dan bagaimana bahan ajar dikelola sebagai sarana pembelajaran. Siswa yang terlibat sebagai responden dalam penerapan evaluasi formatif tahap kelompok kecil berjumlah sekitar delapan sampai dua puluh orang.

Hal penting yang sangat perlu diperhatikan dalam menentukan responden yang terlibat dalam langkah evaluasi kelompok kecil adalah lain, responden yang dipilih harus mewakili populasi target pengguna bahan representasi responden terhadap sasaran atau populasi target. Dengan kata ajar.

Prosedur yang dilakukan dalam evaluasi kelompok kecil sangat berbeda dengan prosedur pada tahap evaluasi perorangan. Prosedur yang perlu ditempuh dalam menerapkan tahap evaluasi kelompok kecil, yaitu:

  1. Pada awal sesi evaluasi, evaluator menjelaskan bahwa data dan informasi dari responden tentang kelemahan dan keterbatasan program sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas program atau bahan ajar.
  2. Jika diperlukan pre-tes maka hal tersebut harus dilakukan terlebih dahulu.
  3. Evaluator menugaskan responden untuk mulai mempelajari bahan ajar yang dikembangkan. Peran atau bantuan dari instruktur dikondisikan sangat minimal.
  4. Jika diperlukan peralatan khusus dalam menggunakan bahan ajar maka responden dapat melakukannya secara bergantian.

Alat penilaian dan instrumen yang digunakan dalam melakukan langkah evaluasi kelompok kecil ini adalah observasi dan kuesioner. Instrumen penilaian ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi tentang reaksi responden sebagai pengguna bahan ajar dan program pembelajaran. Data dan informasi dari responden tentang reaksi terhadap bahan ajar dan program pembelajaran meliputi persepsi responden, kekuatan, dan kelemahan penggunaan strategi pembelajaran. Berikut ini merupakan butir-butir pertanyaan untuk digunakan dalam mempelajari data dari responden tentang bahan ajar yang digunakan.

  1. Apakah bahan ajar yang digunakan menarik?
  2. Apakah Anda mengerti kemampuan yang harus dipelajari dalam bahan ajar?
  3. Apakah bahan ajar yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran?
  4. Apakah latihan yang tersedia dalam bahan ajar memadai?
  5. Apakah latihan yang tersedia dalam bahan ajar dan program pembelajaran selaras dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi?
  6. Apakah tes yang digunakan dapat mengukur hasil belajar atau kompetensi yang dicapai?
  7. Apakah umpan balik yang diberikan memadai terhadap latihan yang telah dilakukan oleh responden?
  8. Apakah responden merasa yakin dan dapat menjawab butir-butir jawaban yang diajukan?

Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan seperti di atas diperlukan adanya sesi observasi dan wawancara yang mendalam antara evaluator dengan responden. Data kualitatif dan kuantitatif yang terkumpul perlu dianalisis secara seksama untuk memperoleh hasil yang diinginkan.

Data kuantitatif dapat berupa skor hasil tes; durasi waktu yang diperlukan untuk mempelajari bahan ajar, dan biaya operasional yang telah dikeluarkan. Sedangkan data deskriptif meliputi komentar-komentar yang berhasil dikumpulkan dari kuesioner dan wawancara serta komentar komentar dan catatan evaluator selama kegiatan evaluasi formatif berlangsung.

Hasil analisa data pada langkah evaluasi kelompok kecil adalah penyempurnaan dan modifikasi program berdasarkan masukan yang diperoleh dari sesi evaluasi kelompok kecil. Penyempurnaan dan modifikasi pada program atau bahan ajar meliputi perubahan penjelasan atau deskripsi konsep dan contoh; penambahan waktu untuk mempelajari program dan bahan ajar, dan modifikasi yang diterapkan dalam bahan ajar.

Perubahan atau modifikasi pada strategi pembelajaran pada bahan ajar dan program pembelajaran meliputi: strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa; urutan kegiatan atau aktivitas pelajar; dan format penyampaian isi atau materi pelajaran. Apabila bahan ajar dan program pembelajaran yang dikembangkan telah direvisi sesuai dengan masukan dan reaksi responden maka program atau bahan ajar tersebut siap untuk diuji coba di lapangan.

Evaluasi /Uji Coba Lapangan

Langkah akhir dari pelaksanaan evaluasi formatif terhadap bahan ajar adalah melakukan uji coba lapangan atau field trial. Dalam langkah akhir ini bahan ajar dan program pembelajaran yang telah disempurnakan pada sesi evaluasi kelompok kecil diuji coba dalam situasi atau konteks pembelajaran yang mirip dengan situasi atau konteks pembelajaran sesungguhnya.

Dalam melakukan uji coba lapangan, bahan ajar dan program pembelajaran diuji coba terhadap responden yang mewakili target populasi pengguna pada tempat dan situasi yang hampir sama dengan tempat dan situasi program dan bahan ajar tersebut akan digunakan nantinya. Jelaskan kepada target populasi atau sampel bahwa penggunaan bahan ajar dan program pembelajaran ini masih dalam tahap uji coba dan memerlukan data dan informasi yang akurat untuk memperbaikinya.

Tahap uji coba lapangan paling tidak memerlukan sekitar 30 orang responden untuk ikut berperan serta dalam memberikan data dan informasi tentang kualitas bahan ajar dan program pembelajaran. Hal penting yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemilihan sampel, yang akan terlibat dalam kegiatan uji coba lapangan. Sampel yang dipilih harus mewakili karakteristik calon pengguna bahan ajar nantinya. Prosedur untuk melakukan tahap evaluasi lapangan pada dasarnya tidak berbeda dengan prosedur yang dilakukan pada tahap evaluasi kelompok kecil.

Hal yang berbeda antara tahap evaluasi lapangan dengan tahap evaluasi sebelumnya adalah peran pengembang program yang lebih banyak berperan sebagai pengamat berlangsungnya proses belajar dengan menggunakan bahan ajar dan program pembelajaran yang dikembangkan. Pre-tes dan pos-tes juga digunakan dalam tahap evaluasi lapangan. Namun demikian, format pre-tes dan pos-tes lebih dipersempit hanya pada konten bahan ajar yang diajarkan.

Sesi pre-tes lebih diarahkan pada upaya untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki oleh responden. Sesi pos-tes digunakan hanya untuk mengukur kemampuan siswa atau responden setelah mempelajari isi atau materi yang diajarkan dalam bahan ajar dan program pembelajaran yang dikembangkan.

Kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam tahap evaluasi lapangan lebih ditentukan pada faktor-faktor lapangan yang berpengaruh terhadap keberhasilan penggunaan bahan ajar dan program pembelajaran. Kuesioner yang digunakan harus berisi butir-butir pertanyaan

yang diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi cfaktivitas penggunaan bahan ajar dan program pembelajaran. Observasi terhadap penggunaan program atau bahan ajar dan wawancara terhadap siswa sebagai pengguna bahan ajar sangat penting untuk dilakukan dalam tahap uji coba lapangan.

Hasil dari uji coba lapangan terhadap program dan bahan ajar adalah data dan informasi yang diperlukan untuk melakukan revisi terhadap bahan ajar tersebut. Pada tahap ini revisi dilakukan untuk menjadikan bahan ajar dan program pembelajaran final sehingga dapat digunakan memfasilitasi berlangsungnya proses belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kompetensi yang diperlukan.

Evaluasi bahan ajar dan program pembelajaran dengan menggunakan pendekatan evaluasi formatif akan membantu perancang pembelajaran dan guru untuk menciptakan bahan ajar dan program yang efektif, efisien, dan menarik sebagai sarana pembelajaran.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

Anda baru saja selesai mempelajari konsep tentang pengertian dan tujuan evaluasi formatif pada Kegiatan Belajar 2. Untuk mengetahui pemahaman Anda tentang materi yang telah dipelajari, kerjakanlah latihan berikut ini.

1) Jika Anda melakukan evaluasi perorangan terhadap bahan ajar dan program pembelajaran yang Anda kembangkan, pertanyaan-pertanyaan apa saja yang perlu Anda ajukan untuk memperoleh informasi yang Anda perlukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang masih terdapat pada bahan ajar?

2) Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan pada waktu Anda melakukan uji coba lapangan terhadap bahan ajar dan program pembelajaran yang sedang Anda kembangkan?

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Contoh pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan:

  1. a) Apakah kosa kata dan struktur bahasa yang digunakan dalam bahan ajar dan program pembelajaran jelas?
  2. b) Apakah terdapat pendahuluan atau introduksi serta rangkuman dalam bahan ajar dan program pembelajaran?
  3. c) Bagaimana tingkat kerumitan penyajian isi atau materi pada bahan ajar dan program pembelajaran?

2) Jelaskan kepada target populasi atau sampel bahwa penggunaan program ini masih dalam tahap uji coba dan memerlukan data dan informasi yang akurat untuk memperbakinya.

  1. a) Tahap uji coba lapangan paling tidak memerlukan sekitar 30 orang responden untuk ikut berperan serta dalam memberikan data dan informasi tentang kualitas bahan ajar dan program pembelajaran.
  2. b) Sampel yang dipilih harus mewakili karakteristik calon pengguna bahan ajar dan program pembelajaran nantinya
  3. c) Prosedur untuk melakukan tahap evaluasi lapangan pada dasarnya tidak berbeda dengan prosedur yang dilakukan pada tahap evaluasi kelompok kecil.

RANGKUMAN

Untuk menerapkan evaluasi formatif diperlukan adanya langkah langkah yang sistematik dan menyeluruh dalam menilai kualitas bahan ajar dan program pembelajaran. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan evaluasi formatif terhadap program dan bahan ajar dan program pembelajaran adalah uji coba dan revisi. Walaupun uji coba dilakukan hanya dalam kelompok kecil, namun program dan bahan ajar yang direvisi berdasarkan hasil uji coba tersebut akan dapat meningkatkan kualitas bahan ajar sebagai sarana pembelajaran.

Model evaluasi tiga tahap yang terdiri dari langkah-langkah yang sistematik dan sistemik dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menghasilkan bahan ajar dan program pembelajaran berkualitas. Bahan ajar dan program pembelajaran yang berkualitas dicirikan oleh adanya kemampuan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa; meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan daya ingat siswa terhadap isi atau materi yang dipelajari; dan mampu membuat siswa menerapkanpengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. Model evaluasi tiga tahap terdiri dan evaluasi perorangan: evaluasi kelompok sedang; dan evaluasi lapangan.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Evaluasi Formatif terhadap Bahan Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.


sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)