Pemgembangan Bahan Presentasi (1)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Pemgembangan Bahan Presentasi.

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi yang tengah berlangsung seperti sekarang ini telah memudahkan kita sebagai guru untuk merancang bahan ajar yang elektif, efisien, dan juga menarik. Teknologi informasi yang berkembang ke arah digital telah membuat kita mampu merancang dan memproduksi bahan ajar atau media yang dapat membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan.

Contoh sederhana dari penggunaan bahan digital adalah penggunaan piranti lunak atau software powerpoint sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan informasi dari narasumber kepada pemirsa. Hampir sebagian besar aktivitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan institusi pendidikan di kota-kota besar saat ini telah menggunakan program powerpoint sebagai sarana pembelajaran.

Modul ketiga ini akan mengupas tentang konsep dan prinsip pengembangan bahan presentasi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi proses belajar siswa. Seperti kita ketahui, presentasi merupakan kegiatan yang telah menyatu dengan tugas guru dan instruktur sebagai pengajar dan juga pendidik. Untuk dapat melakukan aktivitas presentasi yang sukses, Anda harus menguasai materi yang akan dipresentasikan dan juga bagaimana cara mempresentasikannya.

Setelah mempelajari modul pertama ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang pengertian dan prinsip-prinsip yang dapat digunakan dalam mengembangkan bahan presentasi yang dapat mendukung aktivitas belajar dan pembelajaran. Secara spesifik setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan akan dapat menjelaskan:

Pengertian dan konsep kegiatan presentasi.

Penggunaan dan kontribusi bahan presentasi dalam pembelajaran.

Kriteria bahan presentasi yang efektif sebagai sarana pembelajaran.

Teknik presentasi dengan aplikasi powerpoint.

Keunggulan dan keterbatasan bahan ajar presentasi.

Prosedur pengembangan bahan presentasi dengan aplikasi powerpoint.

Pelajarilah modul secara sistematik dan catat serta praktikkan konsep konsep utama yang telah Anda pelajari dalam modul ini. Selamat belajar!

Makna Kegiatan Presentasi

Teknologi informasi yang berkembang dengan pesat telah memberikan kontribusi yang positif terhadap pemanfaatan bahan ajar untuk mendukung aktivitas belajar dan pembelajaran. Perkembangan teknologi yang tengah berlangsung sekarang ini telah memudahkan kita sebagai guru untuk merancang bahan ajar yang efektif, efisien, dan juga menarik.

Saat ini teknologi informasi berkembang ke arah digital dan membuat kita dapat merancang dan memproduksi bahan ajar atau media yang dapat membantu proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan. Selain itu, teknologi digital juga dapat me antu guru dan instrukt untuk menciptakan bahan ajar yang mampu . memotivasi siswa agar dapat melakukan proses belajar secara intensif.

Salah satu contoh sederhana dari penggunaan bahan ajar digital adalah penggunaan piranti lunak atau software powerpoint sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan informasi. Hampir sebagian besar aktivitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah dan institusi pendidikan di kota kota besar saat ini telah menggunakan program powerpoint sebagai sarana pembelajaran.

Program powerpoint telah terbukti mampu membantu proses penyampaian informasi dan pengetahuan secara efektif, efisien dan menarik. Program powerpoint yang dirancang dan dikembangkan dengan baik akan mendukung berlangsungnya proses pembelajaran yang diperlukan oleh audience atau pemirsa untuk memahami isi atau materi pelajaran secara komprehensif.

Contoh lain dari pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, yaitu pemanfaatan program multimedia. Beragam program komputer multimedia dapat dipilih untuk digunakan sebagai bahan ajar yang mampu memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Program multimedia memiliki kemampuan dalam menayangkan unsur teks, audio, video, dan animasi secara terintegrasi untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada pemirsa.

Modul ini akan membahas tentang teknik dan langkah yang perlu. dilakukan oleh guru untuk mendesain dan mengembangkan bahan presentasi yang dapat digunakan dalam mendukung proses belajar dan pembelajaran. Bahan presentasi dalam hal ini dapat dimaknai sebagai sarana dan perangkat yang dapat digunakan oleh narasumber guru dan instruktur menayangkan informasi dan pengetahuan dalam aktivitus pembelajaran. untuk

HAKIKAT PRESENTASI

Presentasi pada hakikatnya merupakan salah satu ragam dari metode pembelajaran. Metode pembelajaran ini digunakan dengan cara menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada khalayak atau audience. Aktivitas presentasi cenderung berlangsung melalui proses komunikasi satu arah atau one-way-communication antara seorang narasumber kepada sekelompok orang yang menjadi pemirsa.

Heinich dan kawan-kawan (2005) mengemukakan definisi presentasi sebagai berikut.

Presentasi dapat dimaknai schagai metode yang dilakukan oleh guru atau instruktur dengan cara menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada sekelompok siswa atau audiences.

Metode presentasi biasanya diselenggarakan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan dari narasumber kepada pemirsa dalam jumlah yang relatif besar.

Metode presentasi biasanya dilakukan oleh guru atau instruktur dengan cara menggunakan bahan ajar dan media sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan.

Metode presentasi pada dasarnya merupakan metode komunikasi satu arah dari guru atau instruktur kepada siswa (lihat materi tentang tahap inti presentasi pada sub pelaksanaan presentasi).

Guru pada hakikatnya adalah akademisi dan juga pengajar yang kerap diminta untuk melakukan presentasi ide atau pemikiran kepada individu/kelompok tertentu. Ide atau pemikiran yang dikomunikasikan dapat berupa pengetahuan baru, temuan atau hasil penelitian, ajakan atau persuasi untuk melakukan suatu praktik pembaharuan atau inovatif, dan bentuk pengetahuan atau informasi lainnya. Presentasi pada dasarnya adalah proses penyampaian pengetahuan dan informasi dari seseorang yang memiliki pengetahuan atau informasi tertentu kepada khalayak yang memerlukan pengetahuan atau informasi tersebut.

Bagaimana membuat sebuah presentasi yang dapat dipandang sukses? Untuk dapat menciptakan sebuah presentasi yang sukses diperlukan adanya enam langkah yang perlu dilakukan secara sistematik dan sistemik Sistematik berarti proses dilakukan secara bertahap. Sedangkan sistemik bermakna adanya kegiatan yang bersifat menyeluruh.

Bab ini akan membahas tentang langkah-langkah yang diperlukan agar kita dapat menciptakan sebuah aktivitas presentasi yang sukses dan mengesankan bagi pemirsa yang menjadi sasaran presentasi. Dalam bab ini juga akan dibahas mengenai kriteria presentasi sukses yang dapat dijadikan sebagai patokan atau acuan dalam melakukan presentasi.

INDIKATOR PRESENTASI SUKSES

Menurut Heinich dan kawan-kawan (2005) aktivitas presentasi dapat dimaknai sebagai sebuah pendekatan atau metode pembelajaran yang digunakan untuk menyebarkan atau mendiseminasikan informasi dan pengetahuan dari narasumber kepada khalayak.” (hlm. 388). Sejalan dengan pandangan Heinich, Cruickshank (2006) mengemukakan bahwa presentasi adalah: “…pembicaraan yang bersifat informatif dari seorang yang berpengetahuan atau knowledgeable person’ kepada khalayak.” (hlm. 184). Dengan kata lain, presentasi dapat dimaknai sebagai sebuah proses penyampaian informasi dan pengetahuan dari seorang narasumber kepada pemirsa. Dalam hal ini pemirsa adalah siswa atau peserta sebuah program pelatihan.

Sebuah presentasi dapat dikatakan sukses atau berhasil apabila memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

Mampu memberi pengetahuan dan keterampilan baru bagi individu/kelompok.

Mampu memotivasi individu/kelompok untuk belajar lebih lanjut tentang pengetahuan dan keterampilan yang telah dipresentasikan.

Mampu menciptakan daya ingat atau retensi individu kelompok terhadap isi atau materi yang dipresentasikan.

Membuat individu/kelompok mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari melalui presentasi.

Presentasi yang baik mampu membuat siswa atau pesertanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang disampaikan oleh seorang presenter. Penyajian isi atau materi pelajaran yang sistematik dengan memanfaatkan bahan ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai akan memfasilitasi siswa dalam melakukan proses belajar. Siswa akan memiliki hasil belajar berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik setelah selesai mengikuti program presentasi.

Presentasi yang baik akan dapat mendorong siswa untuk menggali informasi dan pengetahuan yang dipresentasikan. Penggunaan media dan bahan ajar yang dirancang dengan baik mampu menarik perhatian dan meningkatkan minat siswa terhadap isi atau materi pelajaran yang dipresentasikan.

Isi atau materi pelajaran yang dikemas dengan menggunakan bahan presentasi yang sesuai dengan kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa akan dapat meningkatkan motivasi belajar. Penggunaan video dan animasi, yang tergolong sebagai bahan atau media gambar bergerak atau motion pictures akan membantu dalam meningkatkan pemahaman dan juga motivasi belajar siswa.

Presentasi yang dilakukan dengan memanfaatkan bahan ajar yang didesain sesuai dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai pada dasarnya akan dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap isi atau materi pelajaran yang dipresentasikan. Retensi atau daya ingat dalam diri siswa akan meningkat apabila guru sebagai presenter memanfaatkan bahan ajar atau media yang mengandung unsur gambar dan audio visual di dalamnya.

Secara umum penggunaan ilustrasi visual dan animasi dalam bahan ajar akan dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap isi atau materi yang dipresentasikan. Ilustrasi visual berupa gambar, diagram, foto, chart, animasi dan video yang diintegrasikan dengan isi atau materi pelajaran akan dapat menarik minat dan sekaligus meningkatkan hasil belajar.

Bahan presentasi yang digunakan oleh presenter untuk menyampaikan isi atau materi yang perlu dipelajari oleh siswa perlu dirancang agar tidak hanya memuat teori-teori semata. Penggunaan bahan presentasi dapat dioptimalkan dengan menggunakan gambar dan video yang dapat memperlihatkan sebuah proses atau prosedur yang diperlukan untuk melakukan suatu jenis pekerjaan.

Pemanfaatan bahan presentasi akan mendorong siswa untuk tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dipresentasikan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam situasi dan kondisi yang sesuai. Uraian tersebut di atas menggambarkan tentang aktivitas presentasi yang sukses.

Guru perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang kriteria program presentasi yang dipandang sukses. Kriteria ini sekaligus dapat digunakan sebagai acuan atau standar untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang sukses.

Menurut Conrad dan Donaldson (2004) mengemukakan bahwa presentasi yang baik perlu memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

a. Mempunyai tujuan yang jelas (clear objectives).

b. Mempunyai struktur yang sistematik (well structured).

c.Mampu mempertahankan perhatian pemirsa (keep audiences’ attention).

d. Menyampaikan isi atau materi secara meyakinkan (delivered content clearly and confidently).

e. Menggunakan alat bantu visual yang sesuai (use proper visual aids).

Keterampilan presentasi pada dasarnya merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang perlu dimiliki oleh peserta setelah mempelajari isi atau materi yang dipresentasikan. Pada umumnya setelah mengikuti program presentasi siswa atau peserta akan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru atau

peningkatan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dimiliki sebelumnya. Oleh karena itu, seorang presenter perlu menentukan tujuan program presentasi yang akan dilakukan sebelum melakukan aktivitas presentasi.

Setelah menentukan tujuan presentasi, presenter perlu merancang isi informasi dan pengetahuan yang akan disampaikan kepada siswa atau peserta. Isi informasi dan pengetahuan tersebut perlu dirancang agar sistematik yang disertai dengan data pendukung yang akurat. Siswa atau peserta akan mudah mempelajari isi pesan atau informasi jika disampaikan secara bertahap dan menyeluruh. Informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan presentasi biasanya berupa konsep, gagasan, prinsip, prosedur, dan nilai-nilai spesifik yang perlu dipelajari oleh siswa.

Informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam aktivitas presentasi perlu dirancang dengan kreatif agar dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang presenter untuk membuat bahan presentasi yang menarik dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Penggunaan teks, gambar, grafik, bagan, animasi, dan video yang terintegrasi dengan informasi dan pengetahuan yang akan disampaikan akan mampu membuat isi informasi tersebut menarik untuk dipelajari.

Penggunaan teks, gambar, grafik, bagan, animasi, dan video yang seimbang dalam aktivitas presentasi akan dapat meningkatkan retensi atau daya ingat siswa atau peserta terhadap informasi dan pengetahuan yang dipresentasikan Presenter dapat merancang bahan presentasi dengan cara mengemas konsep, gagasan, prinsip. prosedur, dan nilai-nilai yang dipresentasikan melalui kombinasi unsur teks, gambar, grafik, bagan, animasi, dan video.

Presenter perlu menyampaikan isi informasi dan pengetahuan yang dipresentasikan dengan cara yang meyakinkan. Dengan kata lain, seorang presenter harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menyajikan isi atau materi pelajaran kepada siswa atau peserta program presentasi. Keyakinan dan rasa percaya diri seorang presenter akan tumbuh jika sebelumnya presenter tersebut merancang bahan presentasi dan melakukan persiapan yang diperlukan dengan baik.

Presenter perlu memanfaatkan sarana atau media yang dapat membantu efektivitas dan efisiensi penyajian informasi dan pengetahuan yang akan dipresentasikan. Banyak jenis media yang dapat dimanfaatkan oleh presenter untuk menyajikan informasi dan pengetahuan secara efektif dan efisien kepada siswa atau peserta presentasi. Salah satu jenis media presentasi yang dianggap dapat membantu presenter dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan adalah program atau aplikasi Microsoft Office Powerpoint.

Program powerpoint dapat digunakan untuk menayangkan isi informasi dan pengetahuan secara sistematik dan menyeluruh kepada siswa atau peserta program presentasi. Selain itu, powerpoint juga dapat digunakan untuk mengintegrasikan unsur teks, gambar, animasi dan video yang akan menjadikan penyajian informasi dan pengetahuan yang ditayangkan terlihat jelas dan menarik. Hal ini tentu saja akan membuat penyajian informasi dan pesan yang disampaikan dapat menarik minat dan meningkatkan motivasi belajar siswa.

Presentasi pada dasarnya adalah sebuah aktivitas komunikasi. Dalam aktivitas presentasi seorang penyaji atau presenter melakukan penyampaian informasi dan pengetahuan kepada pemirsa. Presenter dalam hal ini perlu memanfaatkan bahan ajar yang dapat memperkuat proses penyampaian pengetahuan dan informasi tersebut. Hal ini dapat dilihat dalam gambar berikut.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Pemgembangan Bahan Presentasi apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)