Pemgembangan Bahan Presentasi (3)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Pemgembangan Bahan Presentasi (3)

 

Model ARCS

Model ARCS dikemukakan oleh John Keller, akademisi Teknologi Pendidikan dari Florida State University dapat dijadikan pedoman untuk melakukan aktivitas presentasi. Sesuai dengan namanya model ini terdiri dari A (attention), R (relevance), C (confidence), dan S (satisfaction). Model desain sistem pembelajaran ARCS merupakan satu-satunya meodel yang mengintegrasikan aspek motivasi di dalamnya. Menurut Keller, model ARCS dapat digunakan untuk menghasilkan bahan ajar yang efektif, efisien, dan menarik. Peran komponen dalam model ARCS dapat digambarkan dalam tabel berikut.

Tabel 3.1

Model ARCS dan komponennya

Komponen Deskripsi  Contoh Strategi
Attention Meningkatkan Motivsi dengan menyajikan hal-hal menarik Memperlihatkan materi melalui media yang menarik
Relevance Menginformasikan kegunaan Memberi contoh manfaat
Komponen Deskripsi Contoh Strategi
Dan manfaat materi yang dipelajari Program Pembelajaran
Confindence Meyakinkan siswa bahwa mereka dapat menguasai kompetensi yang diajarkan Mendemontrasikan cara mempelajari keterampilan,
Satisfaction Memberi reward terhadap capaian hasil belajar Memperhatikan penguatan terhadap prestasi

Unsur-unsur yang terdapat di dalam model ARCS akan membuat bahan ajar mampu menarik perhatian penggunanya apabila menerapkan unsur attention. Bahan ajar yang didesain dan dikembangkan akan mampu memotivasi belajar siswa yang menggunakannya karena isinya didesain relevan dengan kebutuhan siswa. Bahan ajar yang didesain dan dikembangkan akan mampu membuat siswa merasa yakin akan kemampuan yang harus dipelajari karena berisi latihan-latihan yang sistematik dan berjenjang. Bahan ajar yang didesain dan dikembangkan harus dapat memberi kepuasan kepada siswa yang mempelajari isinya.

Seorang presenter perlu memiliki kreativitas agar dapat melibatkan pemirsa dalam sebuah aktivitas presentasi. Mengajukan pertanyaan pertanyan dan quiz merupakan salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan oleh presenter untuk membuat pemirsa terlibat dalam aktivitas presentasi. Selain mengaktifkan mental siswa, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat digunakan oleh presenter untuk memperoleh umpan balik berupa tingkat pemahaman pemirsa terhadap informasi dan pengetahuan yang telah dipresentasikan…

  1. Evaluasi Presentasi

Setelah melakukan presentasi seorang presenter biasanya akan memiliki rasa ingin tahu tentang kualitas presentasi yang telah dilakukan. Kita dapat melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kualitas presentasi yang telah dilakukan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperoleh umpan balik dari peserta tentang daya tarik dan dampak dari presentasi yang telah dilakukan.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk memperoleh gambaran tentang kualitas sebuah presentasi yang telah dilakukan, yaitu:

1) Apakah presentasi dilakukan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan?

2) Apakah presentasi yang telah dilakukan mampu menarik perhatian peserta?

3) Apakah bahan ajar yang kita gunakan dapat mendukung kegiatan presentasi?

4) Apakah presentasi yang telah dilakukan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan bagi peserta?

Ada beberapa cara dapat dilakukan untuk mengetahui kualitas sebuah presentasi. Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan observasi tentang perilaku peserta setelah mengikuti presentasi. Apabila peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan lanjutan atau advanced questions terhadap informasi dan pengetahuan yang telah disampaikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemirsa memiliki ketertarikan atau minat terhadap isi atau materi yang dipresentasikan. Cara lain yang dapat dilakukan adalah melalui penyebaran daftar pertanyaan atau questionnaires. Pemberian daftar pertanyaan dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pemirsa dan dampak presentasi yang disampaikan oleh presenter.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas. kerjakanlah latihan berikut!

Anda baru saja selesai mempelajari konsep tentang makna kegiatan presentasi pada Kegiatan Belajar 1. Untuk mengetahui pemahaman Anda tentang materi yang telah dipelajari, kerjakanlah latihan berikut ini.

  1. Jelaskan makna hasil penelitian yang menyatakan bahwa semakin tinggi keterlibatan mental pemirsa dalam aktivitas presentasi maka semakin mudah bagi pemirsa tersebut untuk menyerap informasi dan pengetahuan yang dipresentasikan!
  2. Jelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang calon presenter agar dapat melakukan aktivitas presentasi yang efektif!

Petunjuk Jawahan Latihan

1) Dalam melakukan kegiatan presentasi khususnya dengan khalayak yang berjumlah kecil dan sedang, seorang presenter perlu melakukan interaksi pembelajaran yang bersifat konstruktif dengan pemirsa atau audience. Interaksi yang dilakukan atau komunikasi dua arah antara narasumber dengan pemirsa akan dapat membantu dalam memahami isi pesan — informasi dan pengetahuan yang dikomunikasikan.

2) Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh seorang presenter agar dapat menciptakan kegiatan presentasi efektif, efisien, dan menarik, yaitu: (1) mengenal pemirsa yang menjadi sasaran dari aktivitas presentasi yang akan dilakukan; (2) menentukan tujuan atau kompetensi yang akan dimiliki oleh pemirsa setelah mengikuti aktivitas presentasi; (3) memilih bahan ajar yang akan digunakan untuk membantu aktivitas presentasi; (4) melaksanakan aktivitas presentasi yang telah disiapkan; (5) melibatkan pemirsa dalam aktivitas presentasi; (6) melakukan evaluasi terhadap kualitas presentasi yang telah dilakukan.

RANGKUMAN

Presentasi yang efektif dan efisien merupakan idaman bagi guru dan para presenter. Presentasi yang efektif dan efisien ditandai oleh ketercapaian beberapa kriteria, yaitu: (1) mampu memberi pengetahuan dan keterampilan baru bagi pemirsa; (2) mampu memotivasi pemirsa untuk melakukan proses belajar lebih lanjut tentang pengetahuan dan keterampilan yang telah dipresentasikan; (3) mampu menciptakan daya ingat atau retensi terhadap isi atau materi yang dipresentasikan; (4) mampu membuat peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari melalui kegiatan presentasi.

Dalam melakukan aktivitas presentasi, seorang presenter perlu memiliki kreativitas sehingga dapat melibatkan pemirsa dalam aktivitas presentasi yang dilakukan. Salah satu bentuk metode yang dapat melibatkan pemirsa dalam sebuah aktivitas presentasi adalah mengajukan pertanyaan dan quiz kepada pemirsa. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat digunakan untuk memperoleh umpan balik tentang tingkat pemahaman pemirsa terhadap informasi dan pengetahuan yang telah dipresentasikan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang presenter agar dapat menciptakan kegiatan presentasi efektif, efisien, dan menarik, yaitu (1) mengenal peserta yang menjadi sasaran dari aktivitas presentasi yang akan dilakukan; (2) menentukan tujuan atau kompetensi yang akan dimiliki oleh peserta setelah mengikuti aktivitas presentasi; (3) memilih bahan ajar yang akan digunakan untuk membantu aktivitas presentasi; (4) melaksanakan aktivitas presentasi yang telah dirancang; (5) melibatkan peserta dalam aktivitas presentasi; (6) melakukan evaluasi. terhadap kualitas presentasi yang telah dilakukan.

Prosedur Pengembangan Bahan Presentasi

Powerpoint merupakan program aplikasi komputer yang banyak. digunakan untuk keperluan presentasi. Program ini sengaja dirancang oleh perusahaan Microsoft khusus untuk digunakan dalam aktivitas presentasi. Dalam bab ini akan dibahas tentang pemanfaatan program Microsoft powerpoint khususnya langkah-langkah untuk mengembangkan aplikasi program tersebut sebagai sarana untuk mendukung kegiatan presentasi.

Penggunaan program powerpoint sebagai sarana presentasi dapat memberikan beberapa keuntungan, yaitu:

  1. Dapat digunakan sebagai kerangka presentasi.
  2. Menjadikan kegiatan presentasi berlangsung secara sistematik dan utuh.
  3. Menjadikan aktivitas presentasi menjadi lebih menarik.
  4. Melibatkan pemirsa dalam aktivitas belajar..
  5. Meningkatkan daya ingat atau retensi terhadap isi atau materi presentasi.

Untuk dapat membuat bahan presentasi yang efektif, efisien, dan menarik diperlukan adanya kemampuan dalam mendesain dan menggunakan aplikasi powerpoint. Desain merupakan proses untuk merencanakan tampilan powerpoint yang akan digunakan sebagai bahan presentasi. Tampilan program powerpoint biasanya terdiri dari serangkaian slide yang berisi informasi dan pengetahuan yang akan dikomunikasikan kepada pemirsa.

Merancang tampilan program powerpoint berarti menyusun informasi dan pengetahuan ke dalam serangkaian slide yang akan diproyeksikan ke dalam layar. Setiap slide yang akan diproyeksikan harus mengandung informasi dan pengetahuan yang jelas, akurat, dan dikemas dalam tayangan yang menarik. Perencanaan yang baik sebelum melakukan aktivitas presentasi biasanya akan memudahkan presenter dalam melakukan kegiatan presentasi.

Hal lain yang perlu dimiliki oleh pengembang bahan ajar dan presenter adalah kemampuan dalam menggunakan aplikasi powerpoint. Program aplikasi powerpoint pada hakikatnya memerlukan langkah-langkah yang sistematik dalam mengoperasikannya. Langkah awal dalam mengoperasikan program aplikasi powerpoint adalah menghidupkan perangkat komputer dan membuka aplikasi powerpoint yang merupakan bagian dari program microsoft office.

Jika kita membeli perangkat komputer seperti komputer personal dan laptop, maka program Microsoft Office biasanya sudah terpasang di dalamnya. Langkah awal dalam membuat bahan presentasi adalah menjalankan aplikasi powerpoint, setelah membuka aplikasi powerpoint, maka akan terlihat contoh tampilan slide kosong sebagai berikut di layar komputer.

Langkah selanjutnya adalah membuat judul presentasi pada slide presentasi yang telah tersedia di atas. Ketiklah judul presentasi yang akan ditayangkan ke dalam slide seperti yang terlihat pada contoh berikut.

Apabila pembuatan judul telah selesai dilakukan maka kita dapat menambah slide-slide lain untuk menempatkan semua informasi dan pengetahuan yang akan dipresentasikan melalui aplikasi powerpoint kepada pemirsa. Ada beberapa tampilan desain slide yang dapat kita pilih untuk memasukkan informasi dan pengetahuan ke dalam slide. Berikut ini merupakan tampilan desain text only yang digunakan untuk menaruh pesan informasi dan pengetahuan yang akan disampaikan.

Kita harus membuat serangkaian slide yang berisi informasi dan pengetahuan yang saling berhubungan satu sama lain. Hal ini akan dapat membantu presenter untuk memfasilitasi pemirsa agar dapat mempelajari informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam bahan presentasi secara sistematik dan menyeluruh. Berikut merupakan contoh slide lanjutan dari judul slide yang dikemukakan di atas Presentation Skills that Work.

Langkah selanjutnya adalah memasukan dan mengetik semua informasi dan pengetahuan yang telah dirancang ke dalam setiap slide yang akan dipresentasikan kepada pemirsa. Ingat, bahwa setiap slide harus berisi informasi dan pesan yang saling terkait satu sama lain.

Seorang presenter harus mampu menampilkan tayangan sirde domi slude secara sistematik dan menjelaskan isinya secara tepat kepada pemirsa. Jangan membacakan isi slide kepada pemirsa karena akan memberi kesan Anda sebagai presenter tidak menguasai isi atau materi yang dipresentasikan.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Pemgembangan Bahan Presentasi apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV. Prima)