Pengertian dan Prinsip-prinsip Pengembangan Bahan Ajar (2)

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Pengertian dan Prinsip-prinsip Pengembangan Bahan Ajar.

B. INDIKATOR BAHAN AJAR EFEKTIF

Pemanfaatan bahan ajar, apa pun bentuknya harus mampu memfasilitasi berlangsungnya proses belajar dalam diri peserta didik. Dengan kata lain, bahan ajar yang digunakan dalam ktivitas pembelajaran harus merupakan bahan ajar yang efektif dan efisien. Heinich dan kawan-kawan (2005) mengemukakan empat indikator yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menilai efektivitas dan efisiensi penggunaan bahan ajar, yaitu:

  1. Mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
  2. Mampu memotivasi peserta didik untuk melakukan proses belajar secara berkesinambungan.
  3. Mampu meningkatkan daya ingat atau retensi peserta didik terhadap isi atau materi yang telah dipelajari.
  4. Mampu membuat peserta didik berperan aktif dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari.

 Meningkatkan Hasil Belajar atau Kompetensi

Bahan ajar, cetak dan non-cetak, yang sengaja dirancang dan dikembangkan untuk mendukung sebuah aktivitas pembelajaran perlu diselaraskan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik. Bahan ajar yang digunakan perlu dirancang agar memuat isi atau materi yang akurat dan dapat disampaikan secara sistematik. Bahan ajar yang digunakan harus dapat membuat peserta didik memiliki kemampuan spesifik setelah mempelajari isinya. Peserta didik akan memiliki kemampuan baru yang mencakup aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor

Meningkatkan Motivasi Belajar

Bahan ajar yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran harus memuat ilustrasi gambar yang dapat mendukung penguasaan kompetensi atau kemampuan yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Penggunaan gambar, grafik dan chart, serta tabel dalam sebuah bahan ajar akan memudahkan peserta didik dalam memahami isi atau materi pelajaran yang termuat di dalam sebuah bahan ajar.

Selain itu, bahan ajar tersebut perlu dikembangkan agar memiliki daya tarik sehingga membuat peserta didik tidak merasa bosan untuk mempelajari isi dan pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Bahan ajar yang memiliki kemampuan seperti di atas akan dapat memfasilitasi berlangsungnya proses belajar dalam diri peserta didik.

Bahan ajar yang memadukan unsur teks dan unsur flustrasi gambar secara harmonis akan menjadi bahan ajar yang mampu menarik perhatian penggunanya. Unsur teks dan unsur gambar yang dipadukan secara harmonis sekaligus akan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Meningkatkan Daya Ingat atau Retensi

Bahan ajar yang dirancang dengan memadukan unsur substansi atau isi materi pelajaran dengan tata letak dan penggunaan ilustrasi gambar yang tepat, biasanya akan dapat meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap isi atau materi yang sedang dipelajari. Peserta didik akan termotivasi untuk melakukan proses belajar apabila isi atau materi yang terdapat dalam bahan ajar disusun secara sistematik dan dilengkapi dengan gambar-gambar atau unsur visual yang menarik.

Daya ingat atau retensi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengingat isi atau materi yang telah dipelajari setelah melewati kurun waktu tertentu. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dwyer (1980) menunjukkan bahwa unsur visual atau gambar sangat efektif untuk digunakan dalam meningkatkan daya ingat peserta didik terhadap isi atau materi pelajaran.

Menerapkan Pengetahuan dan Keterampilan yang Telah Dipelajari

Bahan ajar yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran harus dapat membuat peserta didik mampu mengaplikasikan atau menerapkan konsep konsep dan keterampilan yang dipelajari dalam situasi yang nyata. Bahan ajar, apa pun ragamnya perlu dirancang dan dikembangkan secara cermat sehingga dapat membuat penggunanya mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.

Hal di atas sesuai dengan pandangan tentang pembelajaran bermakna atau meaningful learning yang mengaitkan antara pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari oleh peserta didik dengan situasi dan kondisi tempat pengetahuan dan keterampilan tersebut digunakan.

Keempat indikator dari bahan ajar yang efektif dan efisien yang telah dijelaskan di atas dapat digambarkan dalam ilustrasi berikut.

PENGADAAN DAN PEMILIHAN BAHAN AJAR

Pengadaan dan pemilihan bahan ajar yang akan digunakan dalam mendukung aktivitas belajar dan pembelajaran dapat dilakukan melalui beberapa cara. Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan atau

memodifikasi bahan ajar yang telah ada untuk digunakan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik.

Cara yang kedua adalah memproduksi bahan ajar haru yang sesuai untuk digunakan dalam memfasilitasi terjadinya proses pembelajaran pada diri peserta didik. Sedangkan cara ketiga pendidik dan instruktur dapat juga membeli bahan ajar dari sumber-sumber komersial penyedia bahan ajar untuk digunakan dalam aktivitas belajar dan pembelajaran.

Heinich dan kawan-kawan (2005) juga mengemukakan beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bahan ajar yang tepat untuk digunakan dalam menciptakan aktivitas belajar dan pembelajaran yang efektif dan efisien,  yaitu:

  • Apakah bahan ajar yang digunakan sesuai dengan kurikulum?
  • Apakah isi informasi dan pengetahuan yang terkandung di dalam bahan ajar tergolong akurat dan baru?
  • Apakah isi informasi yang terdapat pada bahan ajar disampaikan dengan jelas dan singkat?
  • Apakah bahan ajar yang akan digunakan mampu memotivasi dan meningkatkan minat belajar peserta didik?
  • Apakah bahan ajar yang dipilih mampu melibatkan mental peserta didik dalam aktivitas pembelajaran?
  • Apakah kualitas teknis dari bahan ajar yang akan digunakan baik?
  • Apakah bahan ajar yang akan digunakan telah diuji coba sebelumnya?
  • Apakah bahan ajar yang akan digunakan bebas dari kepentingan iklan komersial di dalamnya?
  • Apakah penggunaan bahan ajar tersebut telah dilengkapi dengan panduan dan petunjuk tentang bagaimana cara menggunakannya?

Selain faktor di atas, bahan ajar yang akan digunakan dalam mendukung program pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) akses; (2) biaya produksi; (3) dukungan terhadap aktivitas belajar mengajar, (4) interaktivitas dan kemudahan penggunaan; (5) dukungan institusi; (6) kebaruan materi atau isi pelajaran; (7) kecepatan untuk memodifikasi bahan ajar jika diperlukan.

Pertanyaan-pertanyaan yang perlu ada dalam upaya memilih dan menentukan bahan ajar yang akan digunakan dalam mendukung aktivitas belajar dan pembelajaran di suatu institusi pendidikan adalah:

1) Seberapa besar akses peserta didik dapat menggunakan bahan ajar?

2) Seberapa besar biaya yang diperlukan untuk mengembangkan bahan pembelajaran?

3) Kontribusi apa yang dapat diberikan oleh bahan ajar secara optimal terhadap aktivitas pembelajaran?

4) Seberapa besar tingkat interaktivitas dan kemudahan yang dapat diberikan oleh bahan ajar?

5) Dukungan apa yang dapat mengimplementasikan bahan ajar? diberikan institusi

6) Apakah isi atau materi pelajaran yang terdapat dalam bahan ajar untuk mutakhir?

7) Seberapa cepat bahan ajar yang dipilih dapat dimodifikasi jika diperlukan?

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

Anda baru saju selesai mempelajari konsep tentang pengertian dan klasifikasi bahan ajar pada Kegiatan Belajar 1. Untuk mengetahui apakah Anda memahami isi materi atau modul yang telah Anda baca, kerjakanlah latihan berikut ini.

1) Berikan contoh sebuah bahan ajar yang memenuhi kriteria sebagai bahan ajar yang efektif!

2) Jika Anda diminta olch institusi Anda untuk menerapkan model pembelajaran dengan memanfaatkan komputer dan jaringan sebagai sarana belajar, faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan agar peserta didik dapat mempelajari isi atau materi pelajaran tersebut secara efektif?

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Ada empat indikator yang dapat dijadikan sebagai acuan atau indikator untuk menilai efektivitas dan efisiensi bahan ajar, yaitu: (1) Mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) Mampu memotivasi peserta didik untuk melakukan proses belajar secara berkesinambungan: (3) Manipu meningkatkan daya ingat atau retensi peserta didik terhadap isi

atau materi yang dipelajari; (4) Mampu membuat peserta didik aktif dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari. 2) Bahan ajar yang dipilih untuk digunakan dalam mendukung program pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) akses; (2) biaya produksi; (3) dukungan terhadap aktivitas belajar mengajar; (4) interaktivitas dan kemudahan penggunaan; (5) dukungan institusi; (6) kebaruan materi atau isi pelajaran; (7) kecepatan untuk memodifikasi bahan ajar jika diperlukan.

RANGKUMAN

Bahan ajar dapat diartikan sebagai suatu yang berisi informasi dan pengetahuan yang dapat dipelajari. Bahan ajar pada hakikatnya dapat diklasifikasikan menjadi: bahan ajar cetak; bahan ajar audio; bahan ajar video, bahan ajar multimedia; dan bahan ajar digital dan jaringan atau internet.

Dalam aktivitas pembelajaran, bahan ajar berperan sebagai medium yang menjadi perantara proses penyampaian pengetahuan dan keterampilan dari narasumber kepada orang yang belajar atau learner. Bahan ajar yang dirancang secara sistematik dan lengkap akan dapat menarik minat belajar peserta didik dan sekaligus akan memfasilitasi berlangsungnya proses balajar pada diri peserta didik.

Bahan ajar yang dipilih untuk digunakan dalam mendukung sebuah program pembelajaran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) akses; (2) biaya produksi; (3) dukungan terhadap aktivitas belajar mengajar; (4) interaktivitas dan kemudahan dalam penggunaan; (5) dukungan institusi; (6) kebaruan materi atau isi pelajaran; dan (7) kecepatan untuk memodifikasi bahan ajar jika diperlukan.

Kriteria bahan ajar yang efektif dan efisien untuk digunakan dalam aktivitas belajar dan pembelajaran meliputi beberapa indikator, yaitu: (1) mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik: (2) mampu memotivasi peserta didik untuk belajar secara berkesinambungan; (3) mampu meningkatkan daya ingat atau retensi peserta didik terhadap isi atau materi yang telah dipelajari; (4) mampu mengaktifkan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.

Prosedur dan Prinsip Pengembangan Bahan Ajar

Untuk dapat mencapai hasil yang optimal, bahan ajar yang akan digunakan dalam aktivitas belajar dan pembelajaran perlu didesain dan dikembangkan selaras dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang perlu dicapai oleh peserta didik. Selain itu, bahan ajar tersebut juga perlu diselaraskan dengan karakteristik peserta didik yang akan menempuh program pembelajaran.

Proses pengembangan bahan ajar pada dasarnya merupakan sebuah aktivitas yang sistematik dan menyeluruh untuk menciptakan ragam bahan ajar yang dapat digunakan secara efektif dan efisien dalam aktivitas pembelajaran. Dalam melakukan pengembangan bahan ajar, pendidik dan perancang program pembelajaran perlu melakukan langkah-langkah yang sistematis dan menyeluruh.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Pengertian dan Prinsip-prinsip Pengembangan Bahan Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

sumber: Pengembangan Bahan Ajar Benny A.P Dan Dewi A.P.P 2019 (CV.  Prima)