Pengantar Pendidikan Pancasila 3

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Pancasila.

  1. Tujuan Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada nilai moral. Melalui pendidikan pancasila, diharapkan juga para mahasiswa memahami, menganalisis dan menjawab masalah masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa secara berkesinambungan dan konsisten, dengan cita-cita dan tujuan nasional. Di samping itu mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengambil sikap bertanggung jawab sesuai hati nurani serta mampu memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia. Untuk kelancaran pengajaran pendidikan Pancasila diperguruan tinggi ini maka materi-materi yang diajarkan dituangkan dalam suatu garis besar proses pembelajaran GBPP dan pemberian silabus pada mahasiswa.

Mata kuliah pendidikan Pancasila adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar mahasiswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki pengetahuan, kepribadian, dan keahlian, sesuai dengan program studinya masing-masing. Dengan demikian, mahasiswa mampu memberikan kontribusi konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan mengacu kepada nilai-nilai Pancasila. Mata kuliah Pancasila merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan student centered learning, untuk mengembangkan knowledge, attitude, dan skill mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dalam membangun jiwa profesionalitasnya sesuai dengan program studinya masing masing, serta dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai prinsip panduan (guiding principle) sehingga menjadi warga negara yang baik (good citizenship).

Pendidikan Pancasila memiliki tujuan untuk mempersiapkan Mahasiswa sebagai calon Sarjana yang berkualitas, berdedikasi tinggi, dan bermartabat agar: 1) Menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2) Sehat jasmani dan rohani, berahlak mulia, dan berbudi pekerti luhur; 3) Memiliki kepribadian mantap, mandiri, dan bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani; 4) Mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan seni; dan 5) Mampu dalam mewujudkan kehidupan yang cerdas dan berkesejahteraan bagi bangsanya. Mahasiswa diharapkan dapat menguasai kompetensi: bersyukur atas karunia kemerdekaan dan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia; menunjukkan sikap positif terhadap pentingnya pendidikan Pancasila; menjelaskan tujuan dan fungsi pendidikan Pancasila sebagai komponen mata kuliah wajib umum pada program diploma dan sarjana; menalar dan menyusun argumentasi pentingnya pendidikan Pancasila sebagai komponen mata kuliah wajib umum dalam sistem pendidikan di Indonesia. Urgensi pendidikan Pancasila bagi mahasiswa sebagai calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa untuk berbagai bidang dan tingkatan, yaitu agar tidak terpengaruh oleh paham-paham asing yang negatif.

Tujuan pendidikan Pancasila adalah membentuk watak bangsa yang kukuh, juga untuk memupuk kepribadian (sikap dan perilaku) yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila. Tujuan perkuliahan pendidikan Pancasila adalah agar mahasiswa memahami, menghayati dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara RI, juga menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan pemikiran yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Berdasarkan Surat Keputusan Ditjen Dikti Nomor 265 Tahun 2000 dijelaskan bahwa untuk mencapai tujuan Pendidikan nasional, wajib diberikan Pendidikan Pancasila kepada peserta didik. Pendidikan Pancasila dirancang dengan maksud untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa tentang Pancasila sebagai filsafat (tata nilai) bangsa, sebagai dasar Negara dan Ideologi dengan segala implikasinya. Sedangkan yang menjadi tujuannya adalah, untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa, berprikemanusiaan yang adil dan beradab, mendukung kerakyatan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan, mendukung upaya mewujudkan suatu keadilan sosial dalam masyarakat. Tujuan Pendidikan Pancasila, berdasarkan Pasal 3 ayat (2), Keputusan Dirjen Dikti Nomor 38/Dikti/Kep/2002, tentang Kompetensi Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian adalah menguasai kemampuan berpikir, bersikap rasional, dan dinamis, serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual dengan cara mengantarkan mahasiswa: 1) Agar memliki kemampuan untuk mengambil sikap bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani; 2) Agar memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya; 3) Agar mampu mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni; dan 4) Agar mampu memakanai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi secara spesifik adalah untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan pendidikan dapat diartikan sebagai “Seperangkat tindakan intelektual penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu untuk melaksanakan tugas-tugas dalam bidang profesi tertentu”. Sedangkan Pendidikan itu sendiri adalah “Upaya sadar dari suatu msyarakat dan pemerintahan suatu negara”. Tujuannya adalah untuk melangsungkan hidup dan kehidupan generasi penerus selaku warga masyarakat Bangsa dan Negara agar berguna dan bermakna, serta mampu mengantisipasi hari depan mereka yang senantiasa berubah dan selalu berkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa negara, dan hubungan internasionalnya.

Berbekal tujuan pendidikan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk menjamin berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sedangkan fungsinya adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang mencerdaskan kehidupan bangsa. bermartabat dalam rangka

Menghadapi kondisi kemajemukan, setiap individu berkewajiban untuk berpikir, bersikap dan berperilaku yang mencerminkan keserasian dan keselarasan, mengindahkan persatuan dan kesatuan, dilandasi semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kearifan dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemajemukan bangsa Indonesia, termasuk kemajemukan sosial budaya, agama, adat istiadat, perlu disadari dan dipahami serta dihayati oleh segenap komponen bangsa.

  1. Pembahasan Pancasila Secara Ilmiah

Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia diharapkan mampu mengakomodir segala aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demikian pula halnya dalam aktivitas ilmiah. Pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat mengacu pada beberapa jenis pemahaman. Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua, bahwa setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek itu sendiri. Ketiga, bahwa nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia, artinya mampu mengendalikan iptek agar tidak keluar dari cara berpikir dan cara bertindak bangsa Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah indigenisasi ilmu (pempribumian, atau proses penumbuhan ilmu dari bumi Indonesia atau meminjam teori asing yang kemudian disesuaikan dengan akar budaya Indonesia).

Pancasila sebagai sistem ilmiah merupakan salah satu objek pembahasan, bahwa secara umum Pancasila merupakan hasil budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu, objek pembahasan Pancasila tidak dapat dilepaskan dengan objek material, yaitu bangsa Indonesia dan segala aspek pola budayanya. Dengan kata lain, objek material Pancasila adalah. segala unsur, nilai yang secara konkrit tercermin pada bangsa Indonesia, berupa kepribadian, sifat, karakter, dan pola dalam rangka bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Objek formal Pancasila adalah berupa pelaksanaan Pancasila dalam praktek kenegaraan secara resmi, segi yuridis kenegaraan (Budisutrisna, 2006).

Pentingnya Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu dapat ditelusuri ke dalam hal-hal sebagai berikut: 1) Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia dewasa ini seiring dengan kemajuan IPTEK menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa; 2) Dampak negatif yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadir yang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan IPTEK di Indonesia; dan 3) Perkembangan IPTEK yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan bangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu, diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring danmenangkal pengaruh nilai-nilai global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila secara ilmiah merupakan sebuah objek,

metode, sistem, dan universal. Pengetahuan dikatakan ilmiah. jika memenuhi syarat-syarat ilmiah, yaitu: berobjek, bermetode, bersistem, dan bersifat universal. Berobjek terbagi dua yakni objek material dan objek formal. Objek material berarti memiliki sasaran yang dikaji, disebut juga pokok soal (subject matter) merupakan sesuatu yang dituju atau dijadikan bahan untuk diselidiki. Sedangkan objek formal adalah titik perhatian tertentu (focus of interest, point of view) merupakan titik pusat perhatian pada segi-segi tertentu sesuai dengan ilmu yang bersangkutan. Bermetode atau mempunyai metode berarti memiliki seperangkat pendekatan sesuai dengan aturan-aturan yang logis. Metode merupakan cara bertindak menurut aturan tertentu. Bersistem atau bersifat sistematis bermakna memiliki kebulatan dan keutuhan yang bagian bagiannya merupakan satu kesatuan yang yang saling berhubungan dan tidak berkontradiksi sehingga membentuk kesatuan keseluruhan. Bersifat universal atau dikatakan bersifat objektif, dalam arti bahwa penelusuran kebenaran. tidak didasarkan oleh alasan rasa senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, melainkan karena alasan yang dapat diterima oleh akal.

Rangkuman:

Konsep Pancasila diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan dasar serta pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia. Suatu bangsa tidak dapat berdiri kokoh tanpa adanya dasar negara yang kuat dan tidak dapat mengetahui dengan jelas kemana arah tujuan yang hendak dicapai tanpa pandangan hidup. Dengan adanya dasar negara, suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi permasalahan, baik permasalahan dari dalam maupun dari luar. Konsekuensinya adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Hal ini menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai dasar negara.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Buku Ajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Pancasila apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.


Suber: Buku Ajar Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Zulfikar Putra & H. Farid Wajdi 2021