Kuasai 7 Macam Buku Monograf

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai kuasai 7 macam buku monograf.

Teman-teman ketika mendengar monograf, apa yang terlintas di dalam pikiran Kalian? Apakah itu dalam bentuk sebuah buku? Atau bentuk lain? Banyak yang ternyata tidak mengenali bentuk monograf itu seperti apa. Pada kesempatan kali ini akan memaparkan macam-macam monograf sebagai bahan pustaka.

Mungkin Kalian tidak pernah mendengar monograf, namun sebenarnya Kalian sudah cukup sering menemui jenis monograf ini. Dilihat dari cara terbit dan penampilannya, monograf termasuk bahan pustaka yang dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, sebagai berikut.

Kuasai 7 Macam Buku Monograf

1. Monograf Buku

Indikasi mengetahui ciri monograf dari segi isi membahas satu ide pokok yang membahas permasalahan. Bisa juga mengulas satu tema, kemudian satu tema tersebut menggunakan literatur penelitian banyak, asal literatur tersebut masih sejalan. Adapun ciri lain dari buku monograf dikemas dengan tampilan berjilid, memiliki halaman, daftar isi dan tentunya pemaparan di tulis menggunakan kalimat yang mudah dimengerti yang dikemas ke dalam beberapa bab.

Ciri utama buku monograf yang lain adalah, memiliki lembar pendahuluan atau lembar kata pengantar. Dimana setiap lembar pendahuluan dan lembar pengantar yang dituliskan memiliki tujuan, yaitu untuk menyampaikan informasi kepada pembaca. Adapun ciri lain, seperti dapat diterbitkan dalam satu jilid atau beberapa volume dengan bentuk jilid yang sama. Lantas, bagaimana jika tidak dijilid dalam satu bentuk yang sama? Maka tidak termasuk ke dalam buku monograf. Ciri indikasi buku monograf yang terakhir dapat ditandai dengan hadirnya International Standard Book Number (ISBN).

2. Monograf Seri

Pernahkah Kalian mendengar monograf berseri? Bagi yang berkecimpung di dunia pendidikan, pastinya sudah tidak asing dengan istilah ini. Salah satu ciri Monograf berseri memiliki judul buku monograf seri yang tetap. Karena bentuknya berseri, maka tidak mendapatkan ISBN, melainkan memiliki International Standard Serial Number (ISSN). Dikatakan berseri biasanya diterbitkan secara berkala. Ada yang diterbitkan dalam kurun waktu tertentu.

Prinsipnya berkesinambungan. Monograf juga termasuk kumpulan jurnal atau prosiding yang sudah dipublikasikan. Nah, sedangkan untuk yang diluar akademis, memang jarang dan nyaris tidak pernah dengar istilah monograf berseri bukan? Meskipun demikian, sebenarnya mereka pernah menemuinya, hanya tidak tahu nama atau istilahnya.

3. Monograf Analitik

Monograf analitik secara umum memiliki ciri yang sama dengan monograf pada umumnya. Hanya saja khusus monograf analitik dari segi isi terdiri dari beberapa makalah. Dimana makalah tersebut berdiri sendiri baik sebagian ataupun seluruhnya. Meskipun demikian, satu sama lain masih saling berkesinambungan dalam satu subjek. Seperti buku monograf, monograf analitik tidak menggunakan ISSN tetapi menggunakan ISBN. Jadi, monograf ada yang menggunakan ISSN dan ada pula yang menggunakan ISBN, tergantung dari jenisnya, apakah untuk monograf tunggal atau untuk monograf berseri.

4. Monograf Analitik Berseri

Secara umum, ciri monograf analitik berseri mirip dengan monograf analitik. Menariknya, monograf analitik berseri ini juga memiliki ciri seperti monograf seri. Salah satu ciri dari monograf analitik berseri dapat dilihat dari segi judul. Setiap judul yang dikeluarkan disertai dengan nomor seri yang masih berkesinambungan. Terkait dengan serial number ada yang menggunakan ISBN dan ISSN, hanya ada juga yang cuma menggunakan salah satunya saja, seperti ISBN saja.

Monograf sebagai bahan pustaka, tentunya memiliki beberapa golongan monograf, ada buku pedoman, buku pegangan, tesis, disertasi, skripsi, termasuk juga kamus. Adapun yang juga termasuk golongan monograf, yaitu ensiklopedia, direktori dan prosiding. Prosiding inilah yang termasuk monograf berseri. Adapun jenis golongan yang lain, yaitu buku statistik, buku bibliografi tunggal dan buku teks. Ketika dipaparkan beberapa jenis monograf, pasti banyak yang tahu istilah prosiding bukan.

5. Terbitan Berseri

Monograf atau terbitan berseri disebut juga terbitan serial. Adapun ciri-ciri dari terbitan berseri sudah pasti memiliki judul berseri. Dimana judul tersebut memiliki nomor penerbitan yang sama. Ciri yang kedua hampir mirip dengan jenis jasa buku modul yaitu wajib untuk dipublikasikan. Selama proses penerbitan, harus berturut- turut, sesuai nomor dan volume. Sedangkan dari segi isi, di bagian dalam terdiri dari banyak kumpulan laporan karya ilmiah atau artikel. Namun, pada kenyataan di lapangan, ada pula terbitan berseri yang berartikel tunggal.

Karena jenis terbitan berseri memiliki kriteria publikasi yang cukup ketat, maka perlu dan penting sekali editor atau tim redaksi yang mengedit tingkat kebahasaan. Ciri terakhir adalah, terdapat daftar isi. Keberadaan daftar isi inilah yang mendukung dan membantu pembaca melihat peta atau gambaran ulasan tema yang dibahas. Jadi pembaca cukup membaca daftar isi, sudah tahu secara singkat keseluruhan yang hendak dibahas di dalam terbitan berseri tersebut.

Salah satu contoh terbitan berseri sebenarnya ada banyak jenisnya, misalnya jurnal, newsletter, seri monograf, monograf berseri termasuk serial. Intinya, terbitan berseri menyuguhkan informasi penting yang bersifat informatif. Terkait dengan isi yang ada di bagian dalamnya, tergantung dari masing-masing fokus terbitan tersebut. Barangkali Anda tertarik juga ingin menjadi pelopor ingin membuat terbitan berseri, tidak ada salahnya untuk dicoba dan mengawalinya.

6. Ephemeral Material

Selain mendengar buku monograf, pernahkah Anda mendengar ephemeral materials? Mungkin lebih banyak orang yang merasa asing dengan istilah ini. Secara umum, istilah ephemeral material disebut juga dengan terbitan yang sifat sementara. Ephemeral Material salah satu golongan terbitan monograf, adapun ciri terbitan yang bersifat sementara, yaitu berbentuk selebaran atau pengumuman, isinya tidak lengkap tetapi mudah dipahami, dan mudah dibawa atau kecil.

Terkait dengan waktu terbitnya, tidak teratur. Contoh terbitan sementara terdiri pamflet, brosur, selebaran dan reprint. Ephemeral material bisa berbentuk hardfile berupa selebaran fisik, bisa juga bentuk softfile yang disebarkan melalui media elektronik. Intinya, memberikan informasi kepada khalayak.

7. Bahan Pustaka Referensi

Sumber pustaka yang lain ada bahan pustaka referensi. Bahan pustaka referensi inilah yang isinya jenis monografi. Mulai dari buku monograf, monograf berseri dan serial. Inti dari bahan referensi adalah buku yang menuliskan informasi secara tersistematis, dan diperuntukkan untuk pembaca secara umum. Terkait bagaimana cara pengelolaan atau pembuatannya, maka bahan referensi ini disusun seperti halnya menyusun buku jika dalam bentuk buku monograf. Jika ingin dikemas seperti majalah, maka diolah seperti majalah.

Maka dari itulah beberapa bahan pustaka yang perlu diketahui. Jadi selain monograf, ada beberapa jenis lain. Terkait bagaimana cara menulis buku monograf sebenarnya dibagi menjadi dua macam, yaitu monograf biasa dan monograf berseri. Di Perpustakaan, istilah monograf biasanya disebut oleh mereka sebagai buku.

Teman-teman itulah macam-macam monograf sebagai bahan pustaka. Nah, di bab selanjutnya akan di bahas, teknis dan bagaimana cara menulis buku monograf. Apakah Anda ingin menjadi salah satu penulis di dalamnya? Tenang karena ebook ini akan mengulas secara teknis menulis monograf, untuk membantu memudahkan Anda untuk menulis. Semoga bermanfaat.

Demikian wawasan mengenai referensi buku ajar dengan judul kuasai 7 macam buku monograf apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.