RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai format buku ajar.
STATISTIKA TERAPAN DI BIDANG MANAJEMEN
Prakata
(Prakata berisi mengapa buku ditulis, siapa pengguna buku, bagaimana struktur buku, apa ada pesan khusus bagi pengguna buku ajar) Komitmen Perkuliahan.
Bab I. Pendahuluan
Kompetensi, tujuan instruksional dan peta konsep
A. Sejarah statistik
Statistik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistik adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah ‘statistik’ (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan ‘statistik’ (statistic).
Statistik merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistik deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistik mengasumsikan teori probabilitas.
B. Definisi dan sumber data
Sumber data adalah subjek penelitian di mana data menempel. Sumber dapat berupa benda, gerak, manusia, temapt, dan sebagainya. Ditinjau dari wilayah sumber data, maka dibedakan adanya 3 jenis penelitian, yaitu penelitian populasi, penelitian sampel, dan penelitian kasus.
C. Statistik deskriptif dan induktif
`Statistik deskriptif hanya terbatas pada menyajikan data bentuk tabel, diagram, grafik, dan besaran lain. Sedangkan statistik inferensial selain mencakup statistik deskriptif juga mampu dipakai untuk melakukan estimasi dan penarikan kesimpulan terhadap populasi dari sampelnya.
D. Metode pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang ia gunakan, dugaan tersebut disebut dengan hipotesis (Baca juga: Pengertian Hipotesis dan Langkah Perumusan Hipotesis).
E. Soal
Bab II. Distribusi frekuensi Kompetensi,
Tujuan instruksional dan peta konsep
A. Pengertian Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar yang dihubungkan dengan masing-masing frekuensinya sehingga memberikan keterangan atau gambaran sederhana dan sistematis dari kumpulan suatu data.
B. Macam distribusi frekuensi
- Distribusi Frekuensi Biasa
Distribusi ini berisikan jumlah frekuensi dari setiap kelompok data. Dalam hal ini dibedakan kembali menjadi dua, yakni sebagai berikut:
Distribusi frekuensi kategori adalah dengan mengelompokkan datanya disusun berbentuk kata-kata (kualitatif).
Distribusi frekuensi numerik adalah distribusi penyatuan kelas-kelasnya (disusun secara interval) didasarkan pada angka-angka.
2. Distribusi Frekuensi Relatif
Distribusi frekuensi relatif berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan, serta menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval. Distribusi jenis ini dalam suatu kelas didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data yang ada dari pengamatan atau observasi.
3. Distribusi Frekuensi Kumulatif
Distribusi frekuensi kumulatif berisikan frekuensi yang telah dijumlahkan. Distribusi ini memiliki kurva yang disebut ogif. Terdapat dua macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu distribusi frekuensi kumulatif kurang dari (<)dan distribusi frekuensi lebih dari (>).
C. Penyusunan distribusi frekuensi
1. Urutkan data dari yang terkecil sampai ke data terbesar
2. Tentukan Range atau jangkauan data (R) Jangkauan = data terbesar – data terkecil
3. Tentukan banyak kelas (k) Rumus Sturgess: k=1+3,3 log n
4. Tentukan panjang interval kelas (i) i = Jangkauan / banyak kelas
5. Tentukan batas data terendah, kemudian hitung kelas interval dengan cara menjumlah tepi bawah kelas ditambah dengan panjang kelas (P) dan hasilnya dikurangi 1 sampai pada data terakhir.
6. Buatlah tabel sementara (tabulasi dengan cara menghitung satu per satu sesuai dengan urutan interval kelas).
(HDP)
D. Penyajian data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana, jelas agar mudah dibaca.
E. Soal
Bab III. Ukuran tendensi sentral
Kompetensi, Tujuan instruksional dan peta konsep
A. Pengertian nilai atau ukuran tendensi sentral
Ukuran tendensi sentral merupakan setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan).
B. Mean, median dan modus
Mean dapat diartikan sebagai nilai rata-rata suatu kelompok data. Median adalah nilai tengah data setelah diurutkan. Sedangkan modus merupakan nilai yang sering muncul dalam suatu kelompok data.
C. Rata-rata ukur dan rata-rata harmoniD. Hubungan mean, median dan modus
1. Jika rata-rata, median dan modus memiliki nilai yang sama, maka nilai rata-rata, median dan modus akan terletak pada satu titik dalam kurva distribusi frekuensi. Kurva distribusi frekuensi tersebut akan terbentuk simetris.
2. Jika rata-rata lebih besar dari median, dan median lebih besar dari modus, maka pada kurva distribusi frekuensi, nilai rata-rata akan terletak di sebelah kanan, sedangkan median terletak di tengahnya dan modus di sebelah kiri. Kurva distribusi frekuensi yang terbentuk adalah menceng kanan atau kemencengan positif.
3. Jika rata-rata lebih kecil dari median, dan median lebih kecil dari modus, maka pada kurva distribusi frekuensi, nilai rata-rata akan terletak di sebelah kiri, sedangkan median terletak di tengahnya dan modus di sebelah kanan. Kurva distribusi frekuensi yang terbentuk adalah menceng kiri atau kemencengan negatif.
4. Jika kurva distribusi frekuensi tidak simetris (menceng ke kiri atau ke kanan), maka biasanya akan berlaku hubungan antara rata-rata median dan modus sebagai berikut.
Rata-rata – Modus = 3 (Rata-rata – Median)
E. Soal
Bab IV. Ukuran letak dan bentuk distribusi
Kompetensi, tujuan instruksional dan peta konsep
A. Pengertian ukuran letak
Ukuran letak suatu rangkaian data adalah ukuran yang didasarkan pada letak ukuran tersebut dalam suatu distribusi. Ukuran letak dinyatakan dalam fraktil. Fraktil adalah nilai yang menbagi data yang berurutan menjadi beberapa bagian, diantaranya kuartil, desil, persentil.
B. Kuartil
Kuartil adalah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi kedalam empat bagian yang sama besar, yaitu masing-masing sebesar 1/4N.
C. Desil dan persentil
Penentuan dan penggunaan desil dan persentil hampir sama dengan kuartil. Perbedaannya, kuartil digunakan untuk membagi distribusi menjadi empat bagian, sedangkan desil digunakan untuk membagi distribusi menjadi sepuluh bagian, dan persentil digunakan untuk membagi distribusi menjadi seratus bagian.
D. Ukuran kemencengan dan keruncingan
i. Ukuran kemencengan Pearson tipe 1 dan tipe 2;
ii. Ukuran kemencengan kuartil (Koefisien kemencengan Bowley);
iii. Koefisien kemencengan Kelly;
iv. Koefisien kemencengan kurva dengan Moment
Ukuran keruncingan (Kurtosis) adalah derajat kepuncakan dari suatu distribusi, biasanya diambil relative terhadap distribusi normal.
E. Soal
Bab V. Ukuran penyebaran
Kompetensi, Tujuan instruksional dan peta konsep
A. Pengertian penyebaran
Penyebaran adalah suatu kejadian dimana suatu berita atau peristiwa disebarkan melalui media online atau berita ditv atau juga dari media cetak. penyebaran menyebabkan suatu peristiwa menjadi banyak diketahui oleh orang orang .
B. Range
Range adalah gabungan dari beberapa cell atau bisa juga di artikan gabungan dari beberapa kolom atau beberapa baris.
C. Deviasi kuartil dan rata-rata
Nilai-nilai Xi yang ordinatnya membagi seluruh distribusi dalam 4 (empat) bagian yang sama dinamakan nilai-nilai kuartil. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa deviasi kuartil adalah sebesar +dQ atau –dQ dari mediannya.
D. Deviasi standar dan relatif
Deviasi standar relatif adalah ukuran presisi, dihitung dengan membagi deviasi standar untuk serangkaian pengukuran oleh ukuran rata-rata. Tingkat modulasi sinyal FM ditentukan oleh jumlah pergeseran frekuensi dari frekuensi pembawa utama.
E. Soal
Bab VI. Teknik sampling
Kompetensi, Tujuan instruksional dan peta konsep
A. Populasi dan sampel
Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi tersebut. Nilai yang dihitung dan diperoleh dari populasi ini disebut dengan parameter. Populasi merupakan seluruh jumlah dari subjek yang akan diteliti oleh seorang peneliti.
B. Persyaratan sampel
Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi dalam prosedur pengambilan sampel, yaitu representatif (dapat mewakili karakteristik populasi) dan besamya memadai (Atherton. dan Clemmack, 1982 dalam Busnawir). Dikatakan representatif apabila ciri-ciri sampel sama atau hampir sama dengan ciri-ciri populasi.
C. Ukuran sampel
Demikian pula ukuran sampel (sample size), yakni jumlah subjek yang diperlu kan dalam sebuah penelitian, merupakan aspek penting dari sebuah penelitian, karena menentukan presisi (ketelitian) estimasi (taksiran) tentang parameter populasi yang diteliti, dan reliabilitas (konsistensi) kesimpulan tentang hipotesis yang diuji.
D. Teknik pengambilan sampel
1. Purposive Sampling
Purposive Sampling artinya teknik sampling yg cukup sering dipergunakan. Metode ini memakai kriteria yang telah dipilih sang peneliti pada menentukan sampel. Kriteria pemilihan sampel terbagi menjadi kriteria inklusi serta eksklusi.
2. Snowball Sampling
Snowball Sampling artinya teknik pengambilan sampel sesuai wawancara atau korespondensi. Metode ini meminta info asal sampel pertama buat mendapatkan sampel berikutnya, demikian secara terus menerus hingga semua kebutuhan sampel penelitian bisa terpenuhi.
Format Penulisan Buku Ajar
Jika sudah mengetahui apa saja strategi yang bisa diterapkan untuk menulis buku ajar secara disiplin dan bisa produktif. Maka tahap berikutnya adalah mengenal format penulisannya, karena bagaimanapun juga buku ajar termasuk karya tulis ilmiah.
Otomatis struktur penulisannya akan terikat oleh ketentuan yang sudah ditetapkan, sehingga sangat sistematis. Berikut format penulisan yang berlaku secara umum:
- Bagian Luar Buku
Bagian pertama dalam format buku ajar adalah bagian luar buku yang terdiri dari tiga bagian. Yaitu:
a. Cover Depan
Buku ajar sesuai namanya berbentuk buku, yang artinya berupa lembaran yang kemudian dijilid. Sebagaimana buku pada umumnya maka ada sampul yang disebut juga sebagai cover.
Bagian cover terbagi dua, yakni cover depan dan cover belakang. Pada buku ajar, cover depan berisi judul utama, sub judul, nama penulis, dan nama penerbit.
b. Punggung Buku
Bagian berikutnya adalah punggung buku yang berisi informasi mengenai judul utama, nama penulis, dan juga nama penerbit. Letaknya adalah halaman setelah sampul depan.
c. Cover Belakang
Terakhir adalah sampul belakang atau cover belakang, yang isinya mencakup judul utama, sub judul, nama dan tentang penulis, sinopsis, nama penerbit, nomor ISBN, dan juga tingkatan penulis apakah menengah, pemula, atau yang lainnya.
- Bagian Dalam Buku
Bagian kedua di dalam buku ajar adalah bagian dalam buku yang juga terdiri dari tiga sub bagian, yaitu:
a. Preliminaries
Sub bagian pertama di dalam bagian dalam buku adalah preliminaries yang terdiri dari beberapa halaman. Dimulai dari halaman perancis, judul utama, halaman hak cipta, halaman persembahan, halaman ucapan terima kasih, kata sambutan, kata pengantar, halaman prakata, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar singkatan, dan halaman pendahuluan.
b. Isi Utama Buku
Sub bagian kedua pada bagian dalam buku ajar adalah isi utama buku yang menjelaskan seluruh materi yang akan disampaikan. Pada halaman ini terdapat poin-poin materi yang akan disampaikan dilengkapi penjelasannya.
Pada bagian akhir isi utama kemudian menjelaskan rangkuman materi yang dibahas. Bagian akhirnya adalah menyediakan tugas, misalnya soal-soal yang perlu dijawab dan dikerjakan oleh mahasiswa untuk menguji tingkat pemahaman mereka pada materi yang disampaikan.
c. Postliminaries
Sub bagian terakhir dari bagian dalam buku ajar adalah postliminaries yang isinya mencakup beberapa halaman. Dimulai dari lampiran, epilog, daftar istilah, halaman indeks, dan biografi penulis.
- Bagian Dalam Buku Modul Ajar
Bagian ketiga adalah bagian dalam buku modul ajar, yang juga terdiri dari tiga sub bagian. Berikut detailnya:
a. Preliminaries
Bagian pertama dari modul buku ajar adalah preliminaries yang isinya tidak berbeda jauh dengan buku ajar yang disampaikan sebelumnya. Mencakup halaman perancis, judul buku, sub judul, halaman hak cipta, halaman persembahan, halaman ucapan terima kasih, kata sambutan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan halaman pendahuluan.
b. Isi Utama Buku
Bagian kedua adalah isi utama modul buku ajar yang mencakup seluruh buku yang berisi penjelasan kegiatan pembelajaran. Setiap modul menyajikan informasi mengenai deskripsi singkat, relevansi, capaian pembelajaran, dan ragam kegiatan yang dijalankan.
c. Postliminaries
Terakhir adalah bagian postliminaries yang berisi halaman lampiran, daftar istilah, halaman indeks, dan juga biografi penulis.
Jadi itulah, beberapa isi an dari format buku ajar. Jika kalian kurang paham bisa menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Demikian referensi buku ajar dengan judul format buku ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
