Tips Praktis Menulis Buku dalam 8 Minggu !!

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Tips Praktis Menulis Buku dalam 8 Minggu.

Haii !! kalian tahu gak ? kenapa kami meminta Anda untuk menulis buku hanya dalam waktu 8 minggu? karena kami yakin Anda dapat menyelesaikan buku ini Anda hanya dalam 4 minggu atau hanya 1 bulan saja! Lalu, apa alasan kami  yang membuat yakin bahwa anda dapat menulis hanya dalam 8 minggu atau 4 minggu ?

  1. Anda telah memiliki materi lengkap tentang mata kuliah yang Anda ampu/ajar.
  2. Anda telah menguasai dengan sangat baik outline dari bahan ajar yang anda miliki.
  3. Anda telah membuat slide presentasi yang pada dasarnya itu adalah kalimat-kalimat inti dari tiap-tiap paragraf yang akan Anda tulis nanti.
  4. Anda telah menguasai di luar kepala isi dari materi pelajaran pada mata kuliah tersebut.

Dari empat alasan ini kami rasa sudah cukup untuk membuat Anda yakin bahwa Anda dapat menyelesaikan tulisan Anda hanya dalam 8 bahkan 4 minggu saja. Benar?

Mungkin Anda tidak sabar menunggu tips praktis yang disajikan dalam ulasan ini untuk membantu Anda saat menulis. Setiap langkah menjelaskan secara rinci apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Semua langkah ini perlu ditanggapi dengan serius jika proses penulisan buku akan selesai dalam 4 minggu (paling lambat 8 minggu).

Berikut tips praktis menulis buku dalam 8 minggu :

  • Pekan ke-1

Menentukan Tujuan Anda dalam Membuat Buku

Jika kita punya tujuan dan fokus pada tujuan itu dalam hati, ucapan, dan tindakan maka Tuhan dan seluruh alam akan mendukung. Tujuan itu mampu memberi motivasi yang kuat. Oleh karena itu, segera rumuskan tujuan menulis buku Anda, agar semakin terpacu untuk mewujudkannya.

Mencari Ide

Dalam penulisan buku ajar atau buku referensi, ide dasar dan bahan baku buku sudah ada di depan mata. Yakni handout dan materi presentasi perkuliahan yang Anda ampu. Untuk memperkaya ide dan informasi terkait, media internet dan perpustakaan merupakan solusi cerdas.

Memilah-milah Ide

Patokan dalam menyeleksi ide yang akan dimasukkan ke dalam tulisan Anda, sebagai berikut.

  • Kebutuhan pembaca. Apakah ide kita sesuai dengan kebutuhan pembaca?
  • Keinginan pembaca. Apakah ide kita sesuai dengan keinginan pembaca?
  • Solusi buat pembaca. Apakah isi buku kita bisa menjadi solusi buat pembaca?
  • Bermanfaat. Apakah buku kita akan memberikan manfaat buat pembaca dan masyarakat? Seberapa besar manfaat tersebut?

Membuat Outline

Setelah melewati berbagai tahap menyangkut ide, tibalah saatnya kita membuat kerangka tulisan/outline. Outline merupakan sebuah uraian berisi pokok-pokok pikiran yang akan ditulis dalam buku. Setiap penulis hampir pasti harus membuat kerangka tulisan, agar penulisannya lebih mudah, lebih rapi, dan sistematis. Jarang sekali ada penulis yang mampu membuat buku tanpa outline. Pada saat outline selesai dibuat, Anda sudah tau kira-kira ketebalan buku Anda.

Mengembangkan dan Menyempurnakan Outline

Setelah Outline selesai dibuat, maka saatnya outline tersebut dikembangkan. Hal ini dapat dilakukan melalui penambahan bahan bacaan, atau berdiskusi dengan pihak lain. Kembangkan terus kerangka tulisan kita. Jangan pernah merasa bahwa outline kita sudah baik dan bagus. Telaah lagi dan cek lagi, ada yang kurang, atau malah ada poin yang tidak relevan. Segera hapus dan kurangi. Ingat, kerangka tulisan merupakan pondasi buku kita. Makin kuat outline-nya, makin bagus hasilnya.

Melengkapi Bahan

Setelah outline telah sempurna Anda buat, fokuskan diri Anda pada kegiatan mengumpulkan bahan terkait ide buku selengkap mungkin. Caranya sebagai berikut.

  • Lihat kembali kerangka tulisan
  • Tandai poin-poin yang menurut kita bahannya masih kurang
  • Jangan sampai ada yang terlewat
  • Membaca literatur dan referensi sebanyak mungkin agar tulisan kita nanti akan menjadi sangat kaya dan berkualitas
  • Browsing internet untuk memperkaya bahan, pengetahuan, dan wawasan tentang tema yang sudah dipilih.
  • Pekan ke-2

Merancang Struktur Tulisan

Sebelum tahap ini dilakukan, lihat lagi outline-nya, analisis lagi mau seperti apa buku ini kelak. Pada tahap ini sangat mengasyikkan. Kita bisa membuat berbagai bentuk tulisan sesuai dengan gaya. Kita juga bisa menyesuaikan dengan selera pembaca yang menjadi segmen buku ini. Untuk buku bahan ajar dengan segmen mahasiswa (anak muda) maka biasanya mereka harus ada contoh konkretnya. Kalau demikian, setiap tulisan akan diawali dengan contoh kasus dalam bentuk cerita. Selain diawali dengan contoh, banyak buku yang diawali oleh kutipan atau kata mutiara

Menetapkan Alur Buku

Pada tahap ini lagi-lagi kita mengutak-atik outline. Perhatikan alur outline kita, sudah sistematis atau belum? Selain itu, di dalam tulisan juga perlu disisipkan unsur hiburan agar pembaca tidak bosan. Hiburan seperti apa yang dapat disisipkan dalam tulisan? Gambar, karikatur, dsb. Untuk mempermudah pencarian contoh kasus dan kata-kata mutiara, alangkah baiknya ketika pada tahap melengkapi bahan di pekan ke-1, semua bahan yang didapat disimpan dalam 1 folder yang sama dan telah diberi nama sesuai judulnya. Dengan cara ini, kita akan mengurangi risiko lupa yang biasa hinggap di kepala.

Dengan cara ini pula, proses penulisan menjadi lebih lancar. Kita tidak perlu lagi mencari-cari bahan dari sumber aslinya. Semua sudah tersedia dalam folder dan file khusus. Kita sudah mesti tahu dulu bahan yang kemungkinan akan terpakai dalam buku. Itulah mengapa kami menempatkan tahapan membuat outline lebih dulu sebelum melengkapi bahan.

Menulis dari bagian yang paling mudah lebih dulu

Dalam menulis buku, kita tidak perlu menulis secara berurutan dari awal pembukaan sampai penutup/akhir. Kita juga jangan menyimpan seluruh tulisan kita dalam satu file yang sama. Cara ini sama saja dengan bunuh diri. Bagaimana jika filenya hilang? Ke-delete tidak sengaja? Kacau semua.

Langkah pertama menulis buku, tulislah bagian-bagian yang paling mudah dulu. kerjakan yang mudah dulu dan yang susah belakangan. Teknik ini juga merupakan rumus ampuh dalam menulis. Intinya, kerjakan bagian yang paling dikuasai atau disukai terlebih dahulu.

  • Pekan ke-3

Mulai menulis bab demi bab

Mulailah dari bab awal (jika bagian yang mudah, di outline sudah dikerjakan semua). Buatlah file sendiri-sendiri, misalnya file bab 1, bab 2, dan seterusnya. Makin sedikit isi sebuah file di komputer, semakin baik. Makin banyak isi sebuah file, dijamin kita akan semakin pusing. Tidak disarankan jika satu buku ditulis dalam satu file sendiri karena akan menyulitkan proses penulisan. Lebih baik pisahkan file menjadi beberapa buah sesuai dengan jumlah babnya. Tips, dalam menulis gunakanlah kata-kata yang mudah dipahami. Jangan membuat kalimat terlalu panjang dan menggunakan kata abstrak yang terdiri dari banyak suku kata. Hal ini akan memusingkan pembaca.

Selesaikan satu per satu

Kita tentu sudah menguasai semua bahannya, maka lanjutkan terus untuk menyelesaikan semua tulisan kita satu per satu, bab per bab. Tandai saja bagian-bagian yang belum lengkap, dengan catatan khusus. File yang sudah tuntas, tandai dengan nama belakang yang berbeda. Misal, bab 1 beres, bab 2 beres, dan seterusnya. Sedangkan file yang belum diberi tanda beres, berarti masih belum selesai. Perlu ditekankan

di sini, kita jangan mengedit tulisan kita sebelum tulisan tersebut tuntas. Hal ini akan memperlambat proses penulisan selanjutnya. Proses editing itu diakhir saja setelah tulisan bab per bab sudah selesai ditulis semua.

Lengkapi dengan tabel, gambar, data statistik, atau foto

Pembaca akan senang bila buku tersebut dilengkapi dengan gambar, karikatur, tabel, atau data-data lain. Mereka menjadi tidak bosan hanya melihat tulisan saja. Demikian juga kita sebagai penulis kadang bosan juga kalau terus-menerus menulisnya. Oleh karena itu selingilah tulisan kita dengan tabel, gambar, karikatur, data statistik, ataupun foto.

  • Pekan ke-4

Selesaikan perbab

 Selesaikan bab 1

 Selesaikan bab 2

 Selesaikan bab 3

 Selesaikan bab yang paling dikuasai/disukai

Menulis dengan Pendekatan Artikel

Cara ini juga akan mempermudah Anda dalam proses penulisan. Mengapa? Karena dengan pendekatan artikel, Anda akan merasa lebih ringan dalam proses menulis. Hal ini karena pendekatan ini memecah tulisan menjadi beberapa bagian.

  • Pekan ke-5

Tetap semangat selesaikan perbab

Selesaikan bab 4

Selesaikan bab 5

Selesaikan bab 6

Tambahkan informasi-informasi berharga di tiap babnya

Jangan menulis sambil mengedit!

Pada pekan ke-5 ini, belum saatnya untuk memeriksa, mengedit, atau mengoreksi seluruh tulisan kita. Intinya, tidak boleh! Kenapa?

Berikut beberapa alasannya :

  • Proses penulisan akan terhenti begitu kita mengedit. Bahan yang siap dikeluarkan akan terhambat bahkan bisa hilang oleh pikiran lain yang menilai tulisan kita sendiri.
  • Ketika mengedit, otak kiri kita bekerja, dan mengeluarkan berbagai pendapat; kurang bagus, kurang pas, dan banyak kekurangan lainnya dari tulisan tersebut.
  • Apa yang sudah kita tuliskan bisa hilang lagi karena mengedit biasanya sama dengan menghapus.

Awali tulisan dengan contoh

  • Pekan ke-6

Mari cek ulang

Setelah proses penulisan telah selesai, sekarang saatnya kita untuk melakukan cek ulang semuanya dari awal. Mulai dari daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, bab per bab, daftar pustaka, glosarium, index, termasuk profil penulis. Jangan sampai ada yang terlewat. Lihat dan cek semuanya. Untuk mempermudah proses pengecekan, kami sarankan untuk mencetak/print seluruh naskah Anda. Kemudian baca satu persatu, lembar demi lembar secara teliti. Coret dan tandai bagian yang salah/kurang tepat. Kemudian ketik ulang/koreksi pada file yang direvisi tersebut di komputer.

Lakukan proses editing sendiri sesuai selera

Pada proses ini, editlah mulai dari penggunaan huruf sampai dengan kalimat terakhir. Di sini kita bukan hanya memeriksa yang salah, tetapi juga memperbaiki gaya bahasa, logika bahasa, dan rasa bahasa. Ingat-ingat kembali teori menulis. Jika diperlukan sediakan kamus bahasa Indonesia, agar dapat menemukan kosakata yang variatif.

Mempercantik naskah

Untuk mempercantik naskah, ada beberapa tips berikut yang mungkin bermanfaat untuk Anda.

  • Gunakan maksimal 3 jenis font yang berbeda (contoh : paragraph pakai font A; poin, pertanyaan, dan pernyataan pakai font B; contoh kasus dan informasi kutipan pakai font C)
  • Untuk materi yang sulit diterangkan menggunakan kalimat, dapat disertakan ilustrasi gambar sederhana.
  • Pekan ke-7

Meminta orang lain untuk membaca naskah

Cara ini sangat bermanfaat, dengan catatan orang yang dimintai untuk membaca naskah kita memiliki kompetensi yang sama dengan buku yang kita buat.

  • Pekan ke-8

Hubungi pihak penerbit buku

Pada pekan ini Anda dipersilakan menghubungi pihak penerbit, karena memang naskah Anda sudah siap lahir batin untuk masuk ke dalam dapur penerbitan. Pada proses ini Anda akan menandatangani SPPB (Surat Perjanjian Penerbitan Buku) dengan pihak penerbit. Pastikan bahwa Anda benar-benar mengetahui isi (hak dan kewajiban) dari masing-masing pihak.

Kroscek ulang untuk yang terakhir kalinya

Namun sebelum proses ini berjalan, alangkah baiknya jika satu kali lagi Anda mengoreksi ulang seluruh tulisan Anda agar lebih akurat penyampaiannya. Selain itu, endorsement yang Anda minta kepada rekan/kolega/atasan Anda wajib sudah selesai dan dimasukkan ke dalam naskah Anda. Jangan biarkan proses penerbitan buku ini terhambat gara gara menunggu endorsement dan testimonial yang lama dari teman teman Anda. Beri mereka tenggat waktu yang jelas dan tegas.

Distribusi halaman yang ideal

Buku Bukan Karya Pribadi Penulis

Banyak penulis yang telah berhasil menulis buku merasa bangga akan bukunya. Kadang kala sering lupa bahwa ia berhasil membuat buku tersebut sedikit banyak atas bantuan penerbitnya. Untuk mengantisipasi hal ini, maka kami sengaja menyisipkan sedikit informasi ini kepada Anda.

Menulis buku bukanlah semata-mata karya pribadi seorang penulis tetapi merupakan kerjasama dan kolaborasi antara penulis itu sendiri dengan editor naskah, illustrator, desainer sampul depan, lini produksi, dan penerbit. Dengan kata lain, menulis buku adalah sebuah karya kolektif untuk kepentingan bersama, dan untuk masa depan database keilmuan Indonesia yang semakin beragam.

Nah, Jadi itulah tips praktis menulis buku dalam waktu 8 minggu. Semoga ulasan ini membantu kalian yang sedang menulis.

Demikian referensi Tips Praktis Menulis Buku dalam 8 Minggu apabila anda membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.