RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Peran grafik dalam multimedia.
Pengertian grafik dalam Multimedia
Istilah grafik berasal dari kata ‘graphikos’ (Yunani) yang artinya melukiskan atau menggambarkan garis-garis. Webster mendefinisikan graphics sebagai seni atau ilmu menggambar, terutama diartikan untuk menggambar mekanik. Dalam penerapannya kepada media visual, maknanya berkembang lebih luas bukan hanya sekedar gambar saja. Dalam pengertian media visual, istilah graphics atau graphic materials mempunyai arti yang lebih luas, bukan hanya sekedar menggambar. Sebagai kata sifat, graphics diartikan sebagai penjelasan yang hidup, penjelasan yang kuat atau penyajian yang efektif.
Grafik adalah medium berbasis visual. Seluruh gambar dua dimensi adalah grafik. Apabila gambar di render dalam bentuk tiga dimensi (3D), maka tetap disajikan melalui medium dua dimensi. Hal ini termasuk gambar yang disajikan lewat kertas, televisi atau layar monitor. Grafik bisa menyajikan kenyataan (reality) (contohnya foto) atau berbentuk iconic (contohnya kartun). Grafik terdiri dari gambar diam dan gambar bergerak. Contoh dari gambar diam yaitu foto, gambar digital, lukisan, dan poster. Gambar diam biasa diukur berdasarkan size (sering disebut canvas size) dan resolusi. Contoh gambar bergerak adalah animasi, video dan film. Selain bisa diukur dengan menggunakan size dan resolusi. Gambar bergerak juga memiliki durasi.
Grafik memainkan peranan penting dalam multimedia, diantaranya digunakan untuk menerangkan suatu konsep yang tidak dapat atau sulit diterangkan oleh teks. Hal ini dikarenakan pada dasarnya manusia berorientasikan terhadap apa yang dilihat. Grafik dapat digunakan sebagai petunjuk, demonstrasi, keterangan, dan lain-lain. Menurut Agnew dan Kellerman (1996) grafik adalah garis, bulatan, kotak, bayangan, warna dan sebagainya dengan menggunakan program melukis. Dengan adanya grafik penyampaian sebuah informasi akan lebih menarik dan efektif.
Grafik merupakan rumusan informasi dalam bentuk visual. Menurut Newby et al. (2006), grafik sering digunakan dalam suatu multimedia interaktif, karena grafik merupakan salah satu media visual yang dapat menjadikan suatu proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dengan menggunakan grafik dapat memberikan penguatan terhadap informasi yang penting melalui gambar, diagram, chart, dan sebagainya. Grafik mampu menambah daya tarik suatu sajian informasi atau pembelajaran menjadi lebih bermakna karena grafik merupakan salah satu pesan non verbal. Biasanya pesan non verbal lebih mudah diterima/ditangkap karena mampu menyampaikan makna dan maksud penyampaian informasi yang relatif lebih bebas dari distorsi, dan kerancuan.
Pentingnya Grafik dalam Multimedia
Grafik merupakan media yang digunakan untuk memperlihatkan keterampilan sebuah aplikasi multimedia. Grafik sangat penting karena paparan visual grafik mampu menyampaikan suatu informasi dengan lebih bermakna. Grafik seperti lukisan, gambar, foto misalnya sangat membantu dalam menyampaikan suatu informasi dengan lebih efektif.
Penggunaan grafik dalam suatu penyajian informasi berkomputer bukan hanya untuk menonjolkan keindahan atau kecanggihan sebuah program multimedia tetapi juga berperan sebagai suatu sumber penyampaian informasi yang sangat bermakna. Grafik dikatakan sebagai sumber penyampai informasi yang sangat bermakna karena segala bentuk pesan yang diterima oleh manusia melalui penglihatan dapat diterima secara terperinci dan mempunyai daya tahan dan daya ingat yang tinggi terhadap 274 informasi tersebut.
Selain itu grafik juga untuk penggunaan visual dalam menerangkan konsep yang tidak dapat atau sukar dijelaskan oleh teks. Grafik mampu menambah daya tarik dalam suatu presentasi atau penyajian. Grafik juga dapat mempercepat penyampaian informasi dan dapat memberikan penjelasan dengan tepat dan konsisten antara individu yang berbeda.
Visualisasi merupakan proses yang sangat penting dalam komunikasi informasi dan grafik bisa digunakan untuk meningkatkan penekanan terhadap informasi tersebut. Ia juga berperan untuk menarik perhatian pengguna, mengilustrasikan sebuah konsep dan juga sebagai latar belakang untuk suatu konsep. Penggunaan grafik di dalam kebanyakan halaman web mampu menjadikan sebuah halaman internet itu menjadi lebih menarik dan menyegarkan mata memandangnya serta menghidupkan suasana pencarian informasi di sebuah laman web.
JENIS GRAFIK
Ada empat jenis grafik yang dapat digunakan dalam membuat multimedia interaktif yaitu bitmap, clip art, gambar digital, dan hypergambar.
- BITMAP.Gambar biasanya disimpan secara komprehensif di dalam komputer berbentuk gambar raster atau bitmap. Ini untuk menghasilkan gambar dua dimensi di dalam penyajian komputer. Gambar grafik bitmap terbentuk dari kumpulan piksel-piksel. Setiap piksel mempunyai satu set bit yang menyatakan warna dan intensitasnya (intensity). File gambar bitmap mempunyai ukuran yang besar.
Dua faktor yang memberi kesan pada ukuran sebuah gambar adalah resolusi (Resolution) dan kedalaman (depth). Resolusi adalah bilangan piksel yang terdapat pada gambar. File gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi. Setiap kali file gambar 275 dibuat, resolusi gambar perlu dinyatakan.Resolusi gambar yang tinggi akan menghasilkan gambar yang lebih tajam dan jelas, dibandingkan dengan resolusi gambar yang rendah. Semakin tinggi resolusi gambar, semakin besar ukuran filenya. Kedalaman menunjukkan warna dan kejelasan (brightness) untuk setiap piksel. Setiap piksel mengandung 2 atau lebih warna. Kedalaman warna dapat digambarkan melalui berapa banyak data dalam bits yang menghasilkan warna. Contohnya:
- 1 bit menghasilkan 2 warna (hitam atau putih)
- 2 bit menghasilkan 4 warna
- 4 bit menghasilkan 16 warna
- 8 bit (1 byte) menghasilkan 256 warna
- 16 bit (2 byte) menghasilkan 65,536 warna
- 24 bit (3 byte) menghasilkan 16,777,216 warna
Semakin besar kedalaman setiap piksel, akan menghasilkan ukuran file gambar yang bertambah besar.
Ada tiga cara untuk menghasilkan gambar jenis bitmap, yaitu:
- Dihasilkan dari awal dengan menggunakan Program Lukisan berdasarkan komputer(Paint Program).
- Menggunakan Screen Capture
- Scanner, kamera digital, atau video capture
Program pengedit bitmap (bitmap editor) sering disebut paint program. Program grafik yang sering digunakan untuk mengubah gambar jenis bitmap adalah Adobe Photoshop, Macromedia XRes, Corel Draw, Corel Photo-Paint, Fractal Design Painter dan aturcara Paint.
- Kelebihan Menggunakan Gambar Bitmap. Bitmap mampu menyimpan informasi dalam jumlah yang besar dan bisa mengubah warna setiap piksel yang ada pada gambar tersebut.
- Kelemahan Gambar Bitmap. Kelemahan gambar bitmap adalah:
- Bergantung pada resolusi dan membentuk ukuran file yang besar.
- Ukuran atau skala sebuah gambar bitmap sebenarnya merupakan proses memaparkan piksel gambar yang bisa dibesarkan atau dikecilkan. Namun ini akan menimbulkan masalah dalam menangani kualitas sebuah gambar pada sebuah program grafik karena perlu menambah atau membuang piksel tertentu untuk memenuhi keperluan ukuran gambar yang dikehendaki.
- Gambar hasil dari proses pengecilan/pembesaran ukuran ini biasanya kabur dan tidak menarik. Jika gambar bitmap dibesarkan, piksel gambar tersebut akan membesar pula dan selanjutnya mengubah informasi untuk setiap piksel yang ada.
2. Clip Art Dalam Multimedia
Membuat grafis dengan tangan sangat menyita waktu. Untuk menghemat waktu, ada banyak koleksi (library) clip art yang dapat digunakan waktu membuat multimedia. Ada banyak koleksi dengan kategori umum, termasuk foto, ikon, animasi, background tile, button, dan bullet, sementara koleksi lain berfokus pada visual theme, seperti image alam atau keilmuan. Biasanya bisa menggunakan berbagai clip art image tanpa harus bayar, tapi pastikan dulu membaca lisensinya, siapa tahu ada pembatasan tertentu. Mungkin diharuskan menyertakan courtesy hyperlink (berisi izin) ke situs web library clip art yang bersangkutan.
3. Gambar Digital
Parameter dalam pemilihan gambar digital adalah bit/color resolution, device/output resolution, screen resolution, dan image resolution. Resolusi adalah bilangan pixel yang terdapat pada gambar. Semakin tinggi resolusi gambar semakin besar ukuran file gambar tersebut. Resolusi gambar yang tinggi akan menghasilkan gambar yang lebih tajam dan jelas. Kedalaman (depth) pun merujuk kepada warna dan kecerahannya (brightness) untuk setiap pixel. Satu pixel mengandung dua atau lebih warna. Kecerahan (brightness) warna dapat digambarkan melalui bilangan data dalam bit yang menghasilkan warna.
- Bit/color resolution. Bit merupakan ukuran jumlah bit yang disimpan per pixel yang menunjukkan jumlah warna yang dapat ditampilkan dalam waktu bersamaan di layar.
- Device/output resolution. Device menunjukkan jumlah dots per inch (dpi) yang dapat dihasilkan oleh piranti keluaran seperti monitor, LCD panel, atau video proyektor. Resolusi monitor biasanya 72 dpi
- Screen Resolution. Screen resolution menunjukkan jumlah dpi dalam halftone yang digunakan oleh layar untuk menampilkan gambar abuabu atau separasi warna. Resolusi layar diukur dalam satuan lines per inch (lpi)
- Image resolution. Image resolution menunjukkan jumlah informasi yang tersimpan untuk sebuah warna; diukur dalam satuan pixels per inc (ppi). Semakin tinggi resolusi gambar → semakin besar ukuran file → semakin lama di-load → semakin lama di-print. Contoh ukuran: 640 x 480, 800 x 600, 1024 x 768
4. Hypergambar (Hyperpicture)
Jika suatu kata bisa menjadi pemicu di sebuah hypertext, maka gambar pun bisa. Pada gambar terdapat bagian yang bisa digunakan untuk memicu sebuah multimedia event, maka gambar demikian itu disebut hyperpicture. Selain keempat jenis tadi (bitmaps, clip art, gambar digital, dan hypergambar), grafik merujuk kepada berbagai lukisan, ilustrasi, fotografi, carta, kartun dan sebagainya.
- Fotografi (Gambar Foto). Merupakan penyajian gambar/gambar yang paling menyamai keadaan sebenarnya. Pita video warna, gambar berwarna maupun foto hitam putih merupakan alat yang paling menarik dalam suatu komunikasi. Gambar foto atau fotografi berwarna memainkan peranan yang sangat besar di dalam sebuah penyajian dan bisa dijadikan latar belakang untuk teks dan grafik.
- Lukisan. Lukisan digunakan untuk menangani masalah yang terjadi pada fotografi yang tidak mampu untuk menampilkan gambar atau foto sebenarnya.
- Kartun. Kartun merupakan sejenis lukisan yang tentang manusia, hewan, objek, dan sebagainya. Sasarannya biasanya anakanak atau remaja. Kartun digunakan untuk menarik perhatian pengguna.
- Diagram. Diagram merupakan sejenis lukisan yang digunakan untuk melambangkan sesuatu seperti aslinya. Contohnya diagram jantung mewakili seperti gambar jantung yang sebenarnya.
- Carta/ Graf. Cara berkomunikasi mengandung data dan angka/numerik. Suatu informasi yang kompleks akan menjadi mudah jika disampaikan dalam bentuk carta atau graf.
Melihat semua gambar dari sebuah objek dapat memberikan dampak yang lebih besar jika dibandingkan dengan hanya membacanya, misalnya sebuah karya lukis, seni grafis, karya fotografi atau gambar dari video. Dalam multimedia, gambar tampaknya menjadi cara yang efektif untuk belajar informasi spasial. Suara/bunyi (sound/audio) tampaknya menjadi cara yang efektif untuk mengkomunikasikan sejumlah kecil informasi lisan untuk jangka waktu yang singkat. Untuk rincian mengenai cerita, video dengan soundtrack tampaknya efektif.
Gambar juga muncul untuk membantu peserta didik belajar auditori atau prosa lisan. Ada dukungan empiris untuk menyimpulkan bahwa kombinasi media tertentu tampaknya lebih baik untuk membantu orang untuk belajar jenis informasi spesifik. Kombinasi ini dapat mendorong informasi yang akan diolah dengan cara lebih mudah untuk mengkodekan, menyimpan, mengambil, dan menggunakannya.
Demikian referensi buku ajar dengan judul peran grafik dalam multimedia apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
Sumber: Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan (Alfabeta, 2012)
