RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Format Penulisan Buku Ajar.
Halo Teman – teman!!! Kembali lagi disini kita akan membahas tentang apa saja yang ada di dalam format penulisan buku ajar? Mari kita simak bareng – bareng yukk!!!
Pengertian Format Penulisan Buku Ajar
Menurut Effendi, proses penulisan buku ajar dapat dilakukan secara mandiri berdasarkan ide, gagasan, pengetahuan, dan pengalamannya sendiri. Penulis dapat juga menghimpun, mengkompilasi, menganalisa, dan menyitir tulisan dari berbagai sumber yang relevan dengan buku ajar yang akan disusun.
Selain itu penulis dapat juga mengemas ulang informasi dari buku- buku dan naskah publikasi lain yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, teknik penulisan buku ajar dengan cara kompilasi maupun kemas ulang harus memperhatikan kaidah dan etika akademik yaitu menghindari plagiarism. Penulis dituntut untuk menghindari plagiarisme yaitu tindakan menjiplak, mengambil pendapat, karangan, karya tulis, dll dari orang lain dan menjadikanya seolah hasil karyanya sendiri.
Jika sudah mengetahui apa saja strategi yang bisa diterapkan untuk menulis buku ajar secara disiplin dan bisa produktif. Maka tahap berikutnya adalah mengenal format penulisannya, karena bagaimanapun juga buku ajar termasuk karya tulis ilmiah.
Otomatis struktur penulisannya akan terikat oleh ketentuan yang sudah ditetapkan, sehingga sangat sistematis.
Berikut format penulisan yang berlaku secara umum:
1. Bagian Luar Buku
Bagian pertama dalam format buku ajar adalah bagian luar buku yang terdiri dari tiga bagian. Yaitu:
a. Cover Depan
Buku ajar sesuai namanya berbentuk buku, yang artinya berupa lembaran yang kemudian dijilid. Sebagaimana buku pada umumnya maka ada sampul yang disebut juga sebagai cover.
Bagian cover terbagi dua, yakni cover depan dan cover belakang. Pada buku ajar, cover depan berisi judul utama, sub judul, nama penulis, dan nama penerbit.
b. Punggung Buku
Bagian berikutnya adalah punggung buku yang berisi informasi mengenai judul utama, nama penulis, dan juga nama penerbit. Letaknya adalah halaman setelah sampul depan.
c. Cover Belakang
Terakhir adalah sampul belakang atau cover belakang, yang isinya mencakup judul utama, sub judul, nama dan tentang penulis, sinopsis, nama penerbit, nomor ISBN, dan juga tingkatan penulis apakah menengah, pemula, atau yang lainnya.
2. Bagian Dalam Buku
Bagian kedua di dalam buku ajar adalah bagian dalam buku yang juga terdiri dari tiga sub bagian, yaitu:
a. Preliminaries
Sub bagian pertama di dalam bagian dalam buku adalah preliminaries yang terdiri dari beberapa halaman. Dimulai dari halaman perancis, judul utama, halaman hak cipta, halaman persembahan, halaman ucapan terima kasih, kata sambutan, kata pengantar, halaman prakata, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar singkatan, dan halaman pendahuluan.
b. Isi Utama Buku
Sub bagian kedua pada bagian dalam buku ajar adalah isi utama buku yang menjelaskan seluruh materi yang akan disampaikan. Pada halaman ini terdapat poin-poin materi yang akan disampaikan dilengkapi penjelasannya.
Pada bagian akhir isi utama kemudian menjelaskan rangkuman materi yang dibahas. Bagian akhirnya adalah menyediakan tugas, misalnya soal-soal yang perlu dijawab dan dikerjakan oleh mahasiswa untuk menguji tingkat pemahaman mereka pada materi yang disampaikan.
c. Postliminaries
Sub bagian terakhir dari bagian dalam buku ajar adalah postliminaries yang isinya mencakup beberapa halaman. Dimulai dari lampiran, epilog, daftar istilah, halaman indeks, dan biografi penulis.
3. Bagian Dalam Buku Modul Ajar
Bagian ketiga adalah bagian dalam buku modul ajar, yang juga terdiri dari tiga sub bagian. Berikut detailnya:
a. Preliminaries
Bagian pertama dari modul buku ajar adalah preliminaries yang isinya tidak berbeda jauh dengan buku ajar yang disampaikan sebelumnya. Mencakup halaman perancis, judul buku, sub judul, halaman hak cipta, halaman persembahan, halaman ucapan terima kasih, kata sambutan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan halaman pendahuluan.
b. Isi Utama Buku
Bagian kedua adalah isi utama modul buku ajar yang mencakup seluruh modul yang berisi penjelasan kegiatan pembelajaran. Setiap modul menyajikan informasi mengenai deskripsi singkat, relevansi, capaian pembelajaran, dan ragam kegiatan yang dijalankan.
c. Postliminaries
Terakhir adalah bagian postliminaries yang berisi halaman lampiran, daftar istilah, halaman indeks, dan juga biografi penulis.
Format buku ajar yang baik antara lain:
1. Maksimal ukuran kertas A4 (21 cm x 29.7 cm) dan minimal menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi adalah ukuran A5 (14.8 cm x 21 cm).
2. Jumlah halaman minimalnya adalah 49 halaman.
3. Buku ajar yang baik harus ber ISBN (international Standard Book Number) dengan menggunakan gaya bahasa semi normal. Maksud dari penggunaan gaya bahasa semi normal adalah, buku ajar tidak terlalu formal. Karena buku ajar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga gaya bahasa yang digunakan bisa menggunakan bahasa lisan seperti mengajar di kelas, namun tetap mudah dipahami pembaca dengan struktur kalimat SPOK (subjek, predikat, objek, keterangan)
4. Buku ajar yang baik juga perlu mencantumkan TIU, TIK dan Kompetensi yang disusun sesuai dengan rencana pembelajaran. Sedangkan untuk materi yang diajarkan bisa mengambil beberapa hasil penelitian untuk menambah referensi pengajaran yang masih relevan dengan pokok bahasan.
5. Tidak kalah pentingnya adalah menyertakan catatan kaki (footnote), daftar pustaka, dan index. Effendi Tri Bahtiar dalam Makalah Penulisan Bahan Ajar, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Diambil dari https://penerbitdeepublish.com/panduan-cara-menulis-buku-ajar-g100/
Halaman Isi Buku Ajar
Dalam menyusun buku ajar, bagian halaman isi tentu menjadi fokus utama. Penyajian materi sebaiknya dibuat ringkas, jelas, padat, dan mudah dipahami. Sekaligus dipaparkan dengan bahasa yang menarik karena akan mempengaruhi tingkat pemahaman mahasiswa.
Pada bagian isi, dosen dianjurkan untuk menerapkan beberapa strategi berikut agar isinya berkualitas dan mudah dipahami oleh mahasiswa:
1. Setiap alinea sebaiknya berisi satu pokok pikiran dan disusun dengan kalimat yang pendek namun menjelaskan suatu materi dengan jelas.
2. Sebaiknya menggunakan kalimat pendek, antara 4 sampai 10 kata per kalimat. Sehingga enak dibaca, mahasiswa yang membacanya bisa tetap bernafas dengan lancar dan hal ini mempengaruhi pemahaman mereka pada materi yang dijabarkan.
3. Lengkapi penjelasan materi dengan gambar, grafik, diagram, dan item lain yang memberi penjelasan lebih mendetail.
4. Berikan penomoran yang urut dan runtut, bisa disesuaikan dengan ketentuan yang ada antara judul utama dengan sub judul dan sub judul berikutnya.
Spesifikasi Umum Penulisan Buku Ajar
Berikutnya adalah mengenai spesifikasi penulisan buku ajar yang mengarah pada ketentuan teknis. Yakni pengaturan halaman aplikasi saat mengetik semua materi di dalam isi buku ajar. Spesifikasi umum bisa digunakan, dan berikut detailnya:
- Diketik dengan perangkat komputer.
- Menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 atau huruf Cambria ukuran 11.
- Isi buku ajar jumlah halamannya sekitar 200 buku dan sebaiknya tidak kurang, karena umumnya buku bisa diterbitkan ber-ISBN minimal 200 halaman.
- Ukuran minimal 15,5 cm x 23 cm.
- Diterbitkan oleh badan ilmiah atau organisasi, bisa juga diterbitkan oleh perguruan tinggi.
- Sesuai dengan kode etik penulisan karya tulis ilmiah.
- Satu buku ajar untuk satu mata kuliah.
Lewat penjelasan di atas, para dosen tentu lebih mudah memahami apa itu buku ajar, strategi penulisannya bagaimana, dan format penulisannya seperti apa. Sehingga tidak lagi mengalami kendala untuk menulis buku ajar yang mendukung kegiatan pembelajaran.
Berikut adalah beberapa format yang perlu memperoleh perhatian.
Jenis Kertas
Format buku ajar dikti memberikan standar jenis kertas. Kertas yang digunakan menggunakan kertas HVS. Adapun beberapa ukuran kertas yang digunakan, yaitu jenis kertas F4 atau HVS yang dibagi dua, atau dengan ukuran 21,5 x 16,5cm. selain menggunakan kertas F4, bisa juga menggunakan kertas A4 yang berukuran 29,7 x 21 cm.
Standar Margin
Adapun format standar margin untuk tiap jenis kertas. Jika menggunakan kertas F4 standar baku marjin atas 2cm, margin kiri 2,5 cm dan margin bawah bawah 2cm. Berbeda ukuran margin jika menggunakan A4. Marjin bagian atas 2,5 cm, marjin kiri 3cm, marjin kanan 2 cm dan margin bagian bawah 2,5 cm.
Ukuran Huruf
Format buku ajar dikti membuat standar ukuran huruf. Ukuran huruf yang disarankan untuk kertas HVS (F4) berukuran 10 dan 11 saja. Sedangkan untuk spasi paragraph cukup 1 atau 1,15. Berbeda jika menggunakan ukuran kertas A4, maka ukuran huruf bisa menggunakan ukuran font 11 atau 12. Sedangkan untuk jarak spasi paragraph cukup gunakan spasi 1,5.
Ketika Kalian memformat judul tiap bab, maka judul diformat menggunakan font 15 atau 16. Adapun aturan standar untuk sub bab, yaitu menggunakan font 13 atau 14 saja. Sebenanya format penulisan buku ajar dikti lebih senang menggunakan huruf Calibri, Times new roman dan ariel. Prinsipnya, mudah dibaca.
Struktur Isi
Format buku ajar dikti yang tidak kalah penting memperhatikan struktur isi. Struktur isi dibagi menjadi halaman judul, halaman dan dalam dan halaman penutup. di halaman judul ada dua macam, yaitu halaman judul bagian luar dan halaman judul bagian dalam. Halaman judul bagian luar terdiri dari cover, dan halaman dalam judul adalah halaman judul yang berada dibelakang cover.
Format buku ajar yang lain juga harus memiliki halaman pengesahan, yang berfungsi sebagai lembar pengesahan. Terdapat pula halaman prakata dan daftar isi. Kemudian baru masuk kebagian inti, yang berisi bab dan sub bab.
Teknis Format Isi Buku Ajar
Format buku ajar dikti secara teknis dari sudut pandang isi, terdiri dari bab. Setiap bab terdiri sub bab. Pada dasarnya setiap bab memiliki tiga unsur penting, yaitu pendahulua, penyajian dan penutup.
Pertama, pendahuluan: Isi pendahuluan berisi tentang sasaran pembelajaran dan mengulas terkait materi atau pokok bahasan yang relevan. Di bab pendahuluan, menekankan apa saja manfaat dan pentingnya menulis buku ajar. Termasuk juga memaparkan petunjuk metode pembelajaran yang diterapkan oleh mahasiswa/pembaca.
Kedua, penyajian: format standar buku ajar dikti dari segi penyajian meliputi beberapa penyajian. Mulai dari penyajian judul bab, sub bab dan uraian dari masing-masing bab dan sub bab. Hal terpenting dalam penyajian, menyampaikan materi pembahasan yang relevan dengan silabus dan kurikulum.
Metode penyampaian di bagian penyajian, gunakan bahasa yang mudah dipahami, komunikatif dan sertakan dengan ilustrasi atau gambar. Dibagian akhir, buku ajar yang baik menyantumkan ringkasan dan intisari.
Ketiga, bagian penutup: unsur yang paling terakhir adalah penutup. Format buku ajar dikti dibagian penutup meliputi beberapa hal penting. Yaitu menyertakan latihan soal/kasus, memberikan umpan balik/tindak lanjut, indexs dan senarai kata penting.
Itulah lima format buku ajar dikti yang sifatnya mendasar. Setelah tahu teknis, kini waktunya mempraktekan dan menulis. Semoga dengan ulasan ini bermanfaat dan tidak ragu untuk memulai dengan format yang benar.
Jika diantara beberapa uraian diatas kurang jelas, bisa menghubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
Demikian referensi buku ajar dengan judul Format Penulisan Buku Ajar apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
