4 Konsep Dasar Menulis Buku Monograf!

Halo Readers! Dari pembahasan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai pengertian monograf dan perbedaan antara buku monograf dengan dua buku pendidikan lainnya. Nah untuk sekarang ini, kita akan membahas mengenai empat konsep dasar yang diperlukan sebelum menulis buku monograf! Mari kita ingat terlebih dulu mengenai apa buku tersebut sebelum masuk dalam inti pembahasan!

Jika kita ingat kembali, buku monograf adalah suatu karya tulis yang memuat hasil penelitian atau riset dan berfokus pada satu cabang ilmu saja. Dari mendengar mengenai jenis buku tersebut, mungkin kita sudah merasa pusing membayangkan bagaimana jika kita menulis buku itu.

Namun, perlu kita ketahui, jika sebenarnya kita bisa menggunakan jasa buku monograf juga untuk membantu dalam pembuatan buku kita. Tetapi, jika ingin membuat bukunya secara mandiri, kita bisa menyusunnya apabila kita sudah mengetahui empat konsep dasar sebelum menulis buku.

Baiklah, tanpa basa-basi lagi, mari kita bahas bersama! Apa saja sih empat konsep dasar sebelum menulis buku monograf!

1. Melakukan Riset Terlebih Dahulu

Perlu kita ketahui, untuk menghasilkan suatu karya tulis yang laku dipasaran, kita perlu melalui tahapan yang sangat panjang hingga bisa memasarkan karyanya. Dan salah satu dari tahapan tersebut adalah melakukan riset. Tahap riset sendiri dapat bermanfaat dalam memetakan masalah, identifikasi masalah, dan memudahkan dalam mengambil tindakan serta solusi.

Semakin kita melakukan riset secara mendalam maka isi tulisan yang kita buat juga akan semakin berbobot dan eksklusif karena gagasan yang kita susun dapat memberi pengetahuan baru bagi pembaca. Hal ini sangat perlu untuk diperhatikan karena kita akan menyusun buku monograf yang isinya memuat hasil penelitian.

Selain melakukan riset pada tema dan hasil penelitian, kita juga dapat melakukan riset untuk menentukan jenis monograf mana yang dapat kita gunakan sebagai bentuk buku yang akan diterbitkan. Dalam buku ini, terdapat sekitar 7 macam buku monograf yang berbeda dan memiliki keunggulannya tersendiri dalam pembuatan buku.

2. Membuat Konsep Buku Monograf

Terkadang, saat kita tengah menyusun buku yang kita buat, kita merasa jenuh dan akhirnya mengalami hambatan dalam menemukan ide. Jika kita mengalami hal tersebut, kita bisa mulai dengan membuat konsep untuk buku kita. Dengan menggunakan konsep sebelum membuat buku, hal ini dapat membantu kita sebagai seorang penulis untuk mengingat dan memberikan pola pada proses penulisan kita. Sebuah pola penulisan sangatlah penting bagi seorang penulis karena ini akan berpengaruh pada karya tulisan kita. Tanpa adanya pola dalam penulisan, maka buku yang kita tulis akan menjadi hambar dan pesan yang disampaikan akan terpencar-pencar.

Selain membuat konsep, kita haruslah menentukan ide yang akan kita gunakan terlebih dahulu. Jika kita tidak memiliki ide, bagaimana mungkin suatu konsep bisa terlahir? Singkatnya, ide dan konsep saling terikat satu sama lainnya. Dengan menggunakan ide dan konsep, kita bisa menjelaskan beberapa hal dengan lebih spesifik dan terfokus pada satu titik, atau bahkan bisa melahirkan sebuah sudut pandang baru.

Lalu, jika bagaimana jika kita tidak memiliki ide atau bahkan konsep? Pastinya kita tidak akan bisa menyusun atau bahkan menghasilkan suatu karya. Kita bisa mencari ide dan konsep tersebut dengan cara melakukan berbagai aktifitas, entah dengan melakukan liburan, relaksasi, membaca buku, dan hal-hal lain yang memberikan kesegaran pada otak kita.

3. Mengembangkan Konsep yang Telah Dibuat

Setelah selesai dengan dua tahapan di atas, selanjutnya kita masuk pada tahapan ketiga yakni mengembangkan konsep yang sudah kita buat. Dengan adanya konsep yang sudah kita buat, kita bisa dengan mudah mengembangkan konsep tadi agar dapat melahirkan beberapa bab sesuai dengan garis besar konsep tadi. Saat tiap-tiap babnya sudah kita tuliskan, barulah sub bab dapat dibuat agar bisa memperinci tiap pembahasan dalam babnya.

Mungkin kita akan mengalami kesulitan saat berusaha membuat bab dan sub bab dari konsep yang telah dibuat. Akan tetapi, kita bisa mengatasi hal tersebut dengan menjabarkan tiap-tiap bab dan sub babnya. Contohnya seperti menjabarkan pengertian, karakteristik, metodologi, dan lain sebagainya.

Jika kalian masih kebingungan terkait cara menulis monograf, kalian tenang saja. Kita bisa melakukan riset dan banyak membaca riset. Semakin banyak riset dan bacaan yang kita baca, hal ini akan membantu mempermudah kita dalam memperoleh turunan untuk mengembangkan segala konsep yang sudah dibuat.

Perlu kita ketahui bersama, kunci dari menulis atau menyusun buku adalah membaca dan praktik. Tanpa keduanya, kita sama saja dengan membuang waktu karena berteori saja tidak akan cukup dalam menyusun buku.

4. Menargetkan Segmentasi Pembaca

Pastinya kita semua sudah mengetahui jika penulisan dari buku monograf ini bersifat akademis dan karena itulah sudah jelas jika isi buku monograf pasti diperuntukkan bagi para akademisi. Karena buku ini nantinya akan dibaca oleh dosen dan mahasiswa, maka kita harus memperhatikan penggunaan bahasa yang digunakan di dalamnya. Seperti penggunaan bahasa baku, penggunaan kata ilmiah, dan istilah-istilah yang berkaitan.

Secara umum, buku monograf dapat disebarluaskan atau diperjualbelikan sebagai buku pegangan para akademisi. Hanya saja, buku monograf ini khusus diperjualbelikan di ranah khusus atau di lingkungan akademik saja. Jadi, bisa kita pastikan jika target segmentasi dari pembaca buku monograf adalah jajaran mahasiswa atau dosen dari program studi dengan cabang ilmu yang berkaitan. Menentukan target segmentasi pembaca dapat membantu kita sebagai seorang penulis dalam penggunaan gaya bahasa yang sesuai dengan target pembaca kita nantinya.

Misalnya saja, target buku monograf kita adalah jajaran para dosen. Maka kita harus menggunakan gaya penulisan yang formal dan bahasanya haruslah baku. Akan tetapi, jika target pembaca kita adalah kalangan mahasiswa, kita bisa menggunakan bahasa ilmiah yang masih mungkin untuk dipahami atau dikenali oleh mahasiswa.

Bagi sebagian orang, kegiatan menyusun dan menulis buku mungkin adalah sesuatu yang menyebalkan dan sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, jika menyusun dan menulisnya dengan metode yang tepat, hal ini bisa jadi akan memberikan jalan atau kemudahan pada kita dalam membuat buku.

Terutama dalam membuat buku monograf. Terkadang kita merasa jenuh atau menemui jalan buntu ketika sedang menyusun buku monograf dikarenakan panjangnya tahapan yang diperlukan dan perlunya memperhatikan penggunaan bahasa yang sesuai dengan cabang ilmu terkait. Namun, kita tidak perlu risau selama kita sudah memiliki banyak membaca dan melakukan riset, sudah pasti dapat mempermudah kita untuk menyusun buku monograf.

Jadi, jangan khawatir mengenai penulisan buku monograf yang kita buat. Kita dapat memahami terlebih dahulu format buku monograf dan strukturnya sebelum menulis buku monograf. Setelah mengulas mengenai persiapan-persiapan yang kita perlukan sebelum menulis buku, pastikan agar kita melakukan tiap-tiap persiapannya dan bisa melewati tiap prosesnya saat menyusun buku monograf.

Demikian referensi buku monografi dengan judul 4 Konsep Dasar Menulis Buku Monograf! apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.