4 Langkah Cara Menulis dan Membuat Buku Ajar Bagi Pemula!

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan buku ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Definisi, Langkah Cara Menulis dan Membuat Buku Ajar.

Sudah menjadi suatu hal yang wajar jika kerap kali kita menemui adanya buku ajar pada sekolah atau perguruan tinggi. Buku ini sering digunakan untuk membantu mahasiswa dan dosen untuk mempelajari suatu materi. Isi atau materi yang terdapat dalam buku disusun berdasarkan kurikulum.

Mungkin beberapa di antara kita telah mengetahui jika kita sebagai seorang dosen memiliki tanggung jawab untuk membuat buku ajar. Dengan adanya tanggung jawab tersebut, maka kita perlu mengenal buku ajar agar dapat menulis dan membuatnya dengan benar.

Definisi Buku Ajar

Buku ajar adalah buku yang digunakan sebagai buku pedoman pada bidang studi tertentu. Buku ini merupakan standar yang diproduksi oleh para ahli di bidang tertentu untuk maksud dan tujuan pendidikan, dilengkapi dengan perangkat pengajaran yang sesuai kurikulum dan dapat dengan mudah dipahami oleh mahasiswa maupun dosen perguruan tinggi.

Jika merujuk pada peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005, menyatakan bahwa buku ajar adalah buku acuan wajib yang digunakan dalam sekolah dan berisikan pembelajaran yang berkaitan dengan peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak, kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan, estetika kinerja, serta potensi fisik dan kesehatan dengan penyusunan berdasarkan standar nasional pendidikan.

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa buku ajar adalah buku pedoman mata pelajaran yang ditulis dan diedit oleh para ahli di bidang yang relevan, sesuai dengan aturan buku ajar, serta diterbitkan dan didistribusikan secara resmi.

Saat ini, kita sudah mengenal sekilas mengenai buku ajar. Setelah mengenal apa itu buku ajar, sudah saatnya bagi kita untuk memahami bagaimana cara menulis dan membuat buku ajar tersebut.

Cara Menulis dan Membuat Buku Ajar

Dalam membuat buku ajar sebenarnya tidaklah serumit dan sesulit yang kita lihat, tetapi juga tidak semudah itu untuk membuatnya. Perlu ketelitian dan kedisiplinan dalam menulis serta membuat buku ajar. Akan tetapi, jika kita melakukan dengan benar cara melakukannya, maka bukan tidak mungkin bagi kita untuk dapat menyelesaikan pembuatan buku ajar. Berikut ini adalah lima cara yang bisa kita lakukan dalam menulis dan membuat buku ajar.

1. Menentukan dan Memilih Topik Paling Terbaru

Persiapan menulis buku harus dimulai dengan menentukan topik. Karena tanpa topik yang jelas, tulisan akan menjadi ambigu. Apalagi menulis buku ajar akan menjadi kabur jika subjek yang hendak ditulis tidak jelas. Menulis buku tidak hanya tentang menetapkan topik. Tetapi juga sebagai seorang penulis yang baik maka kita perlu berpikir untuk memiliki subjek yang dapat dikembangkan menjadi judul yang menarik.

Menentukan tema dengan melihat perkembangan keadaan dan kondisi cenderung dapat menarik perhatian pembaca. Itulah sebabnya kita sebagai penulis buku harus rajin meneliti buku-buku baru yang diterbitkan. Di tiap waktunya, buku baru yang diterbitkan perlu kita perhatikan dan teliti. Toko buku dan peluncuran buku baru selalu menjadi perhitungan bagi penulis. Mengunjungi perpustakaan buku juga merupakan bisa kita jadikan salah satu cara dalam menentukan tema.

Cara lain untuk mengetahui tren perkembangan tema buku pengarang adalah dengan mempelajari katalog buku yang biasanya dipamerkan di pameran buku. Buku-buku terbitan terbaru atau saat ini biasanya tersedia dengan akses yang mudah dan cukup kita jelajahi saja banyak situs web penerbitan buku.

Gunakan cara-cara di atas untuk mendapatkan wawasan tentang tren topik apa yang sedang berlangsung tahun ini. Dengan cara ini, kita sebagai penulis dapat menemukan tema dan judul yang memenuhi kebutuhan pasar tanpa mengurangi kualitas. Kita dapat bersiap untuk merancang buku ajar dengan lebih baik untuk menguraikan buku kita daripada mempersiapkan dengan hati-hati dan terburu-buru untuk menyusunnya.

Setelah topik yang jelas, kita juga harus membuat judul yang semenarik mungkin untuk buku kita. Bagaimana cara membuat judul yang menarik? Secara umum, kita bisa membuat judul dengan salah satu ciri berikut ini karena judul sendiri adalah pintu pertama sebelum memasuki buku.

1) Judul yang dibuat haruslah unik atau berbeda.

2) Judul dibuat semenarik mungkin.

3) Judul dibuat dengan kontroversial.

4) Judul yang mengungkapkan rahasia.

5) Judul bersifat memberikan jawaban dari pertanyaan.

Meski dalam memberi nama buku haruslah menarik, tapi tetap harus memperhatikan aturannya. Jangan biarkan judul buku membodohi atau menyesatkan pembaca kita. Judul yang dibuat meski bersifat kontroversial, tetapi tidak boleh sampai memupuk konflik terkait SARA. Penting juga untuk dicatat bahwa judul buku tidak boleh sama persis dengan judul buku lain yang telah diterbitkan.

2. Merancang Kerangka Buku

Saat menyusun buku, ada baiknya kita menyiapkan kerangka yang rapi. Ini adalah gaya penulisan buku dengan plot konvensional. Di mana penyuntingan buku dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Gaya penulisan buku ini cenderung menggunakan pendekatan otak kiri untuk menulis buku, dan biasanya menggunakan alur sistematis.

Mempersiapkan buku dengan membuat kerangka terlebih dahulu adalah sesuatu hal yang umum dilakukan. Kebanyakan penulis menggunakan cara seperti ini dalam penyusunan buku mereka. Jadi sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi kita dalam hal membuat kerangka naskah untuk buku.

Sekalipun jenis buku yang kita coba tulis adalah buku pelajaran atau buku ajar, maka cara yang dipakai hampir sama persis dengan kerangka skripsi. Oleh karena itu, buku ini dapat diklasifikasikan sebagai buku ilmiah umum. Pembuatan kerangka buku tidaklah selalu sama meski terdapat tiga struktur umum yakni pembuka, isi, dan penutup.

3. Mengembangkan Kerangka dan Melakukan Self Editing

Setelah kita berhasil membuat kerangka untuk naskah buku, bagian pertama dari proses persiapan buku telah selesai. Kita dapat mulai mengembangkan kerangka buku dan menyusun isi buku ajar dengan bahan yang telah kita kumpulkan. Perlu diketahui, kita harus melakukan riset terlebih dahulu terhadap materi yang akan kita sajikan pada pembaca.

Setelah kita melanjutkannya ke proses penulisan naskah buku ajar, dapat dikatakan bahwa naskah buku tersebut hampir 80 atau 90 persen jadi. Artinya isi naskah untuk buku telah berhasil diselesaikan, mengikuti alur kerangka yang sudah kita buat sebelumnya.

Langkah yang berikutnya adalah kita dapat melakukan edit sendiri atau self editing. Sebelum kita mengirim naskah ke penerbit, kita perlu melakukan penyuntingan sendiri terlebih dahulu. Baca kembali hasil pengetikan atau penulisan naskah buku yang telah dilakukan.

Periksa baik-baik jika mungkin masih ada kesalahan ketik pada buku. Karena setelah kita selesai mengetik dan mungkin menemukan bahwa kita memiliki beberapa atau banyak kesalahan ketik maka kita perlu merombaknya meski tidak secara keseluruhan. Apalagi saat mengetik di computer, terkadang layar komputer terlalu terang dan kita tidak bisa melihat tampilan layar dengan jelas karena kelelahan.

Agar teliti dalam menemukan kesalahan ketik dan baris yang salah dalam kata dan kalimat, kita bisa menggunakan cara mencetak seluruh skrip dan melakukan pemeriksaan mandiri. Kesalahan biasanya dapat dengan mudah ditemukan dengan mencetak selama tahap penyuntingan sendiri.

Jika kita khawatir dengan adanya kesalahan yang terlewat, kita dapat meminta teman atau anggota keluarga untuk memeriksa kesalahan pada naskah. Ini sering disebut sebagai langkah seperti proofreading sebelum melanjutkan ke produksi atau penerbitan buku. Meski, langkah ini biasanya dilakukan oleh penerbit sebelum tahap produksi akhir. Tetapi sebelum mengirimkannya ke penerbit, kita perlu melakukan proofreading sendiri agar tidak terlalu memberatkan pihak penerbit.

Langkah self editing ini cukup mudah untuk dilakukan. Seperti yang kita ketahui, dalam banyak kasus terdapat sejumlah kalimat yang ambigu dan rancu dapat dengan mudah terlihat setelah seluruh naskah selesai. Terkadang pula, tulisan yang tidak efektif biasanya akan membuat pembaca merasa malas untuk membacanya.

Kita dapat memperbaiki kesalahan ketik, perataan huruf, spasi yang hilang, tanda baca yang salah, huruf besar atau kecil, dan banyak lagi. Metode yang dilakukan sangatlah sederhana. Cukup dengan sering menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia baku yang digunakan oleh para penulis atau dengan menggunakan Glosarium dan Panduan Penulisan EYD untuk menyelesaikannya. Serta biasakan untuk membawa dan membaca Buku Panduan Penyuntingan Tata Bahasa dan Naskah.

Dikarenakan kita tidak terbiasa, mungkin akan agak sulit pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak kita menulis, semakin sering kita membaca ulang hasil pengetikan kita, dan semakin cepat pula kita akan mengenali jika ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Pada akhirnya, Panduan Penulisan dan Dasar-dasar Pengeditan secara otomatis lebih mudah digunakan sebagai panduan. Setelah beberapa saat, kita secara tidak langsung akan mempelajari teknik pengeditan dan indra kita akan diasah secara alami sehingga merasa lebih mudah dalam melakukan penyuntingan.

4. Menawarkan Naskah Buku

Setelah kita selesai menulis naskah buku ajar, maka langkah selanjutnya adalah menemukan penerbit yang tepat untuk naskah buku kita. Langkah ini mungkin terlihat mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. Sejak awal pengerjaan naskah, kita dituntut untuk menyiapkan topik dan judul yang menurut kita menarik, serta yakin jika konten tersebut layak untuk diterbitkan.

Pada awalnya, menemukan penerbit yang mau menerima naskah buku kita cukuplah sulit. Tapi hal ini perlu kita lakukan agar naskah buku yang sudah dibuat dapat diterbitkan dan disebarluaskan. Jika kita ingin mengajukan naskah buku, kita dapat mengirimkannya langsung ke penerbit dengan datang langsung ke kantor penerbit. Tentunya setelah berkonsultasi dengan penanggung jawab terkait.

Apabila kita mengirim secara langsung, naskah buku biasanya perlu diberikan dalam bentuk cetakan yang dibundel. Jangan lupa sertakan juga surat lamaran yang rapi dan sopan serta informasi pribadi yang lengkap. Selain itu dapat pula menambahkan hasil tinjauan segmen pembaca dan peluang pasarnya.

Selain dengan cara menghampiri langsung, kita juga dapat mengirimnya melalui email. Kirim naskah buku dalam bentuk format file, biasanya dalam format MS Word. Tetapi beberapa juga dapat dikirim dalam format PDF. Tentu saja, meski naskah akan dikirim melalui email, tetapi harus dikirim dalam bentuk lampiran juga untuk memudahkan penerimaan naskah beserta biodata lengkap penulis, termasuk nomor rekening bank. Ingat pula jika dalam mengirimkan naskah buku, perlu diawali dengan surat pengantar di badan email.

Cara pengiriman naskah lainnya adalah dengan menggunakan jasa agen naskah. Jika kita mengenal seseorang yang banyak menulis dan memiliki agen naskah, kita juga dapat menggunakan ini untuk menawarkan naskah buku ajar kita. Agen naskah ini biasanya merupakan bagian dari layanan profesional, tetapi dia akan meminta sebagian dari royalti yang didapat. Setidaknya 1-3% dari royalti yang didapat.

Jasa keagenan naskah biasanya digunakan oleh para penulis pemula. Tetapi bisa saja jika penulis untuk menerbitkan buku mereka sendiri, karena mereka mungkin sudah nyaman dan lebih memilih untuk selalu menggunakan jasa agen naskah. Hal ini tentu kembali lagi pada keinginan dan tujuan penulis sendiri.

Dari empat langkah tersebut, kita dapat melakukannya secara bertahap hingga buku ajar yang kita buat dapat diterbitkan dan disebarluaskan dalam masyarakat luas. Mulai dari menentukan topik yang akan diangkat hingga sampai pada menawarkan naskah pada penerbit agar buku ajar kita dapat disebarluaskan.

Demikian artikel mengenai 4 Langkah Cara Menulis dan Membuat Buku Ajar Bagi Pemula! apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk buku bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.