5 Alasan Pentingnya Mulai Menulis Buku Ajar!

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan buku ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Alasan Mengapa Perlu Mulai Menulis Buku Ajar.

Apakah ada di antara kita yang hendak menulis buku ajar tetapi sedang mengurungkan niat karena merasa malas untuk memulainya? Mungkin ada beberapa dari kita yang sedang mengalami hal tersebut. Tetapi tenang saja karena kita dapat membangkitkannya dengan mencari tahu alasan pentingnya menulis buku ajar yang akan kita bahas setelah mengulas dari definisi buku ajar.

Pengertian Buku Ajar

Buku ajar, atau yang biasa kita sebut dengan buku teks, adalah bahan ajar yang tertanam dalam sebuah buku, yang merupakan salah satu dari beberapa jenis karya ilmiah yang terdapat dalam dunia pendidikan. Berdasarkan gagasan dari beberapa ahli, buku ajar memiliki definisi seperti berikut.

1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti)

Menurut Ditjen Dikti, buku ajar dapat diartikan sebagai buku yang dapat digunakan sebagai pedoman suatu mata kuliah, serta disunting dan ditulis oleh para ahli di bidang yang bersangkutan. Tentunya buku ini harus memuat silabus buku ajar dan harus terbuka untuk umum.

2. Bacon

Menurut Bacon, buku ajar dapat didefinisikan sebagai buku yang dirancang untuk penggunaan di kelas, yang dibuat dengan hati-hati dan diproduksi oleh para profesional yang ahli di bidangnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai bahan ajar yang sesuai dan relevan dengan isi pembahasan.

3. Buckingham

Dalam pandangan Buckingham, konsep buku ajar merupakan alat atau sarana pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dan perguruan tinggi. Tujuan dari buku ini adalah untuk mendukung program atau sistem pembelajaran dan pemahaman umum tentang keadaan pemahaman saat ini.

Dari perbedaan pendapat tentang definisi buku ajar di atas, jelaslah jika buku ini didefinisikan sebagai karya kepenulisan, atau buku yang bahannya dirancang dan disusun oleh para profesional untuk tujuan pendidikan dan digunakan sebagai pedoman pendidikan pada bidang terkait.

Buku ajar adalah buku yang digunakan sebagai standar kegiatan pembelajaran dan disusun untuk digunakan dosen dan mahasiswa guna mendukung proses pengajaran di kelas. Buku-buku yang digunakan dalam bidang studi tertentu ditulis oleh para ahli yang berkaitan dengan mata pelajaran tersebut, sehingga tidak semua orang dapat menulisnya.

Penerbitan buku ajar harus disertai dengan ISBN dan izin dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Dewan Pendidikan untuk memastikan bahwa buku ajar tersebut diakui secara hukum sebagai buku ajar, untuk diterbitkan dan didistribusikan kepada masyarakat luas.

Alasan Perlu Menulis Buku Ajar

Sebagai seorang penulis buku terutama jika kita adalah seorang dosen yang hendak membuat buku ajar tetapi merasa malas atau tidak yakin untuk mulai menulisnya, kita perlu membangkitkan rasa semangat untuk menulisnya. Bagaimana cara membangkitkan rasa semangat tersebut? Caranya cukup mudah yakni dengan mencari tahu alasan mengapa kita perlu menulis buku ajar. Dengan kita mengetahui alasan-alasan dibalik menulis buku ajar tersebut, kita bisa menjadikan alasan tersebut untuk mulai menulis buku ajar.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa kita perlu menulis buku ajar, jadi perhatikan dengan seksama!

1. Menaikkan Nilai Poin Kredit

Sebagai seorang dosen, pasti sudah diketahui dengan jelas jika salah satu cara kita dalam menaikkan jabatan adalah dengan menaikkan poin kredit. Dalam menaikkan poin tersebut dapat kita tempuh dengan langkah menerbitkan buku ajar atau buku referensi. Ketika kita menerbitkan buku ajar, setidaknya poin kredit maksimal yang bisa kita dapatkan adalah 40 poin.

Memang benar jika terdapat cara lain seperti melakukan bimbingan untuk mendapatkan poin kredit, tetapi jumlah poin yang didapat tidaklah sebanyak saat kita menerbitkan buku referensi.

2. Menunjang Sistem Pembelajaran

Sudah bukan menjadi rahasia umum jika buku ajar digunakan sebagai salah satu buku pegangan dalam suatu kelas. Buku ini kerap kali digunakan oleh dosen untuk dijadikan acuan belajar dengan mahasiswa pada kelasnya.

Mengapa banyak dosen yang menjadikan buku ajar sebagai acuan belajar pada kelas mereka? Singkat saja, alasannya adalah karena buku ini dirancang sesuai dengan kurikulum yang berlaku sehingga dapat mempermudah dosen dalam mengajar mahasiswanya dan mahasiswa pun akan jauh lebih mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh dosen.

Dengan demikian, buku inisangat membantu dan memiliki peranan yang penting dalam menunjang sistem pembelajaran.

3. Investasi Masa Depan

Bagi beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya mengenai apa kaitan dari pembuatan buku dengan investasi masa depan. Dengan membuat buku, ini mengartikan jika kita telah membagikan sebagian ilmu kita pada orang lain. Ilmu yang kita bagi tentunya memberikan manfaat bagi orang yang menggunakan buku tadi.

Investasi masa depan di sini dapat mengartikan jika apa yang kita lakukan saat ini, yakni membagi ilmu, dapat berpengaruh baik untuk orang lain dan dapat menjadi investasi dunia akhirat. Investasi di dunia dapat berupa ketenaran yang akan kita dapatkan dalam waktu beberapa saat setelah buku terbit.

4. Sumber Penghasilan Tambahan

Meski kita sudah memiliki sumber penghasilan tetap dari pekerjaan yang kita lakukan, tetapi terkadang masih banyak di antara kita yang ingin memiliki penghasilan tambahan guna dipakai untuk uang simpanan atau tabungan.

Dengan menulis buku ajar, kita akan mendapatkan komisi atau royalty sekitar lima hingga sepuluh persen dari hasil penjualan tergantung dari kontrak antara penerbit dengan kita. Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menerbitkan naskah buku yang sudah dibuat dan pastinya perlu juga untuk disebarluaskan sehingga kita bisa menjadikan hal ini sebagai sumber penghasilan tambahan.

5. Branding

Selain empat hal yang sudah dijabarkan sekilas di atas, kita secara tidak langsung juga akan memberikan branding pada diri sendiri. Kita akan lebih mudah dikenali bagi pembaca baik dari segi reputasi dan dari segi lainnya. Menulis sebagai penulis sudah pasti memiliki reputasi yang baik dan tentunya akan meningkatkan status kita sebagai dosen. Ini bisa kita sebut sebagai salah satu bentuk kesuksesan dari branding citra kita.

Setelah mengetahui alasan mengapa kita perlu membuat buku ajar, pasti sudah dapat kita ketahui dengan jelas jika ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan di dalamnya. Oleh karenanya kita perlu menulis buku ajar milik kita sendiri dan pastinya tetap perlu memperhatikan unsur pembentuknya juga agar kita tidak sembarangan dalam menulis buku.  

Unsur Pembentuk Buku Ajar

Dalam setiap buku pasti terdapat unsur yang membentuk isi sehingga materi-materi yang tersusun dapat disebut memenuhi kriteria dari jenis buku terkait. Demikian halnya dengan buku ajar, buku ini memiliki unsur pembentuk atau sistematika yang perlu diperhatikan dalam penulisannya. Unsur pembentuk pada buku ajar adalah seperti berikut ini:

1. Bagian Pembuka

Sama seperti unsur pembentuk umum, buku ajar terdiri dari tiga bagian utama yakni pembuka, isi, dan penutup. Bagian pembuka berfungsi sebagai pendahuluan atau bagian awal sebelum pengguna memasuki isi materi yang dibahas. Pada bagian ini terdiri dari beberapa bagian seperti:

a) Sampul buku

Sampul buku (book cover) adalah bagian yang digunakan untuk melindungi isi buku yang seperti lembaran, dan juga berfungsi sebagai pengikat agar lembaran kertas tidak mudah lepas dari buku. Bagian ini tidak hanya dirancang untuk melindungi buku tetapi juga untuk memuat informasi umum dari buku yang ditulis seperti penerbit, penulis, judul, jumlah halaman, sinopsis, dan lain sebagainya.

b) Halaman judul

Pada halaman judul, bagian ini berisikan judul buku dan segala identitas singkat buku. Sebenarnya, isi pada halaman ini hampir mirip dengan isi sampul buku tetapi dalam halaman judul tidak terdapat desain atau ilustrasi gambar.

c) Prakata

Halaman prakata haruslah murni ditulis oleh penulis buku dan berisikan ungkapan-ungkapan perasaan yang dimiliki oleh si penulis. Biasanya memuat mengenai maksud atau tujuan tertentu yang disampaikan dalam bentuk tulisan pengantar secara ringkas.

d) Kata pengantar

Halaman Kata Pengantar tidaklah sama dengan kata pengantar. Pada kata pengantar, halaman ini dapat ditulis oleh orang lain dan tidak harus penulis bukunya sendiri. Kata pengantara biasanya membahas mengenai isi buku secara kilas dan juga memuat mengenai perkenalan singkat atas maksud serta tujuan penerbitan buku.

e) Daftar isi

Daftar isi adalah halaman yang berisikan runtutan daftar bab dan sub bab yang terdapat dalam buku. Pada halaman ini, daftar isi dibuat secara lengkap dan dilengkapi dengan nomor halaman agar dapat mempermudah penggunanya.

f) Daftar gambar

Selain terdapat daftar gambar, terdapat pula daftar gambar yang berisikan sekumpulan nama dari ilustrasi gambar yang digunakan di dalam buku.

g) Daftar tabel

Dalam menggunakan penunjang materi seperti ilustrasi gambar, biasanya di dalam buku ajar juga mencantumkan ilustrasi berbentuk tabel untuk menampilkan laporan data dan lain sebagainya. Sama halnya dengan daftar gambar, tabel-tabel yang terdapat dalam buku perlu untuk diberikan rancangan susunan tabelnya.

2. Batang Tubuh atau Isi

Dalam bagian batang tubuh, isi materi atau bahan ajar yang diangkat mulai dibahas dan dijabarkan setiap poinnya. Batang tubuh pada buku ajar umumnya terdiri dari bab, judul bab, capaian, pembahasan, dan evaluasi. Di setiap babnya, akan terdapat evaluasi di bagian akhir setelah pembahasan-pembahasan yang disampaikan telah usai pada materi akhir.

3. Bagian Penutup

Setiap buku pasti memerlukan penutup sebagai pelengkap, serta juga sebagai pembatas jika materi yang dibahas sudah selesai dan pembaca sudah sampai di bagian akhir buku. Dalam penutup biasanya tercantum oleh beberapa hal seperti berikut.

a) Daftar Pustaka

Pada bagian penutup buku sudah pasti perlu untuk menampilkan sumber-sumber atau referensi-referensi yang telah dipakai oleh penulis. Referensi di sini merupakan materi rujukan yang digunaka dalam buku. Terdapat aturan tersendiri dalam penulisan daftar pustaka yang perlu diperhatikan agar dapat mempermudah pengguna buku dalam mempelajari sumber referensi lebih dalam.

b) Glosarium

Halaman ini merupakan halaman yang berisikan kumpulan kata atau istilah dan disusun berdasarkan abjad. Tujuan dari adanya glosarium adalah untuk mempermudah pengguna buku dalam mencari tahu arti dari istilah-istilah apa yang terdapat dalam buku.

c) Indeks

Hampir sama seperti glosarium, indeks juga menampilkan istilah-istilah atau kata asing dalam buku hanya saja dalam halaman ini juga menampilkan lokasi di mana kata tersebut dapat ditemukan.

d) Lampiran

Pada sebuah buku ajar pasti terdapat beberapa penulisnya yang ingin memberikan materi tambahan hanya saja tidak bisa disampaikan langsung dalam tiap babnya. Jika demikian, para penulis buku ajar akan membuat halaman lampiran yang memuat mengenai kumpulan materi pendukung seperti laporan, makalah, proposal, dan lain sebagainya.

Jadi, itu tadi adalah alasan mengapa kita perlu mulai menulis buku ajar dan unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam membuat buku ajar. Jika sudah mengetahui semua itu, tidak alasan bukan bagi kita untuk mengurungkan niat mulai menulis buku ajar. Oleh karenanya, mari mulai menulis buku kita sendiri dengan baik dan tepat.

Demikian artikel mengenai 5 Alasan Pentingnya Mulai Menulis Buku Ajar! apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk buku bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.