Dalam dunia perkuliahan, mahasiswa dan dosen tentu membutuhkan sarana buku dalam menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan. Buku tersebut dapat berupa monograf, buku referensi, maupun buku ajar, yang penyusunan bukunya dilakukan oleh dosen atau pakar dalam bidang terkait dengan tujuan pendidikan sebagai dasar penulisannya.
Sudah sewajarnya jika proses pembelajaran memerlukan materi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku agar dapat memberikan kemudahan dalam menyerap ilmu atau bahan ajar yang disediakan. Selain untuk dipergunakan sebagai penunjang pembelajaran, monograf, buku referensi, dan buku ajar, dapat digunakan sebagai bahan referensi atau bahan penelitian dosen.
Meski ketiga buku tadi sama-sama dipergunakan dalam membantu proses pembelajaran, akan tetapi ketiganya memiliki isi yang berbeda. Apa perbedaan di antara ketiganya? Mari kita simak bersama ulasan berikut untuk memahami perbedaan ketiganya.
Apa Itu Monograf?
Monograf adalah karya tulis ilmiah berbentuk buku yang dikarang atau dibuat oleh seorang pakar terkait dalam bidang yang ia kuasai. Buku ini tidak dapat asal ditulis karena tema yang diangkat perlu dipertimbangkan bobotnya dan juga buku ini merupakan karya tulis spesialis. Karena bentuk bukunya adalah karya tulis spesialis, maka buku ini umumnya disusun oleh satu penulis saja. Bentuk tulisan yang dimuat dalam buku ini membahas mengenai satu sub bidang ilmu pengetahuan yang spesifik dan dikemas dengan komprehensif.
Monograf seringkali difungsikan sebagai bahan pegangan dalam suatu materi pembelajaran atau penelitian dan kerap kali digunakan dosen sebagai acuan materi dalam kelas. Misalnya seperti seorang lulusan atau sarjana jurusan kedokteran, maka sudah pasti buku tersebut ditulis sesuai dengan bidang ilmu terkait. Mengapa demikian? Sederhana saja, jika kita ambil dari sudut pandang fungsi bukunya sendiri, buku ini nantinya akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga isi materi dan ilmu yang dituangkan dalam buku perlu disampaikan oleh pakarnya agar dapat mewujudkan tujuan difungsikannya buku.
Dalam penyusunan monograf, buku ini dilengkapi dengan metodologi, teori mutakhir, data terkait, kesimpulan, dan juga daftar pustaka yang melampirkan sumber referensi terkait. Secara teknis, buku ini sendiri cenderung dibuat secara terfokus dan tematik. Selain itu juga, format penulisan monograf juga perlu diperhatikan agar dapat mempermudah pembuatan buku.
Ciri-Ciri
- Bukan buku terbitan berseri yang lengkap dalam bentuk satu volume atau beberapa volume yang sudah diputuskan.
- Isi yang dibahas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh penulis dalam bidang terkait.
- Memuat satu atau beberapa topik yang memiliki keterkaitan satu sama lain di satu bidang ilmu saja.
- Isi dari buku yang ditulis tidak diambil dari hasil disertasi maupun tesis.
- Buku dibuat dengan memenuhi kaidah ilmiah dan estetika keilmuan yang utuh. Maksudnya adalah terdapat nilai kebaruan, metodologi penyelesaian masalah, data pendukung, teori termutakhir, kesimpulan akhir, dan juga daftar pustaka di dalamnya.
- Buku yang telah dibuat dapat dicari secara daring seperti publikasi pada website perguruan tinggi.
- Umumnya disusun dan ditulis oleh satu orang saja.
- Secara fisik, ukuran buku adalah 15 x 23 cm, dengan minimum tebal halaman adalah 40 halaman.
- Memiliki ISBN dan diterbitkan oleh badan terkait dengan menggunakan editor besar agar mempermudah penerbitan.
- Isi monograf tidak boleh menyimpang dari isi Pancasila dan UUD 1945.
Apa Itu Buku Referensi?
Buku referensi adalah suatu karya tulis ilmiah berbentuk buku yang pembahasan substansinya berfokus pada satu bidang keilmuan saja. Sekilas buku ini hampir mirip dengan monograf karena sama-sama ditulis oleh pihak yang sudah ahli dalam bidang ilmu terkait. Pada buku ini, tema yang dibahas termasuk cukup luas karena disudutkan pada satu bidang keilmuan sehingga konteks yang dibahas pun bisa berasal dari berbagai macam topik di dalamnya.
Dengan luasnya pembahasan yang terdapat dalam buku referensi, hal ini lah yang menjadi pembeda di antara buku lain seperti monograf maupun buku ajar. Selain itu, luasnya cakupan materi yang dibahas juga mengakibatkan buku tersebut jauh lebih kompleks dan memiliki ketebalan halaman yang cukup banyak.
Dalam penyusunan buku referensi, umumnya memiliki urutan pembahasan yang runtut mulai dari materi paling dasar hingga materi dengan tingkat pembahasan yang lebih kompleks. Hal ini disebabkan karena luasnya cakupan pembahasan topik dalam satu rumpun ilmu yang nantinya akan dituangkan sesuai dengan logika bidang ilmu terkait. Maka dari itu, pembahasan di tiap babnya selalu naik bertingkat ke pembahasan yang jauh lebih berat atau kompleks.
Selain itu, untuk membuat buku referensi secara utuh maka sangat diperlukan untuk memasukkan rumusan masalah yang bersifat kebaruan dan juga melengkapinya dengan metodologi pemecahan masalah terkait. Tentunya, dalam isi pembahasan juga perlu disediakan landasan teori dan dukungan data mutakhir yang digunakan sebagai penunjang isi materi. Lalu, perlu ditambahkan pula kesimpulan dan daftar pustaka sebagai sarana dalam mempermudah pembaca dalam mendapatkan informasi yang lebih jelas.
Untuk mempermudah penulisan buku referensi, kita dapat meminta bantuan dosen senior atau pakar terkait dalam memperluas sudut pandang. Tidak hanya demikian, kita juga bisa mengikuti kegiatan workshop penulisan buku ilmiah agar kita mendapatkan beberapa ilmu tambahan dalam proses penyusunan buku.
Ciri-Ciri
- Disusun berlandaskan dari hasil penelitian.
- Dipergunakan oleh dosen dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.
- Memiliki ISBN pada saat dipublikasikan dan diedarkan secara luas.
- Gaya penyajian materi yang digunakan menggunakan bahasa formal dan sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah.
- Isi yang disampaikan sesuai dengan alur logika atau urutan keilmuan.
- Substansi pembahasan buku hanya dalam satu bidang keilmuan saja.
- Secara fisik, tebal buku setidaknya memuat minimal 40 lembar dan memiliki ukuran standar UNESCO yakni 15.5cm x 23cm.
- Dapat dimanfaatkan sebagai acuan atau referensi, sitasi, dan dapat digunakan sebagai referensi ilmiah karya lain.
Apa Itu Buku Ajar?
Buku ajar adalah salah satu buku yang juga kerap kali digunakan sebagai acuan dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Salah satu kegunaan dari buku ajar sama seperti buku pendidikan lain yakni untuk digunakan dalam membantu proses pembelajaran suatu materi antara pendidik dan peserta didik. Buku ini umumnya digunakan oleh para akademisi seperti dosen ataupun mahasiswa pada perguruan tinggi.
Penggunaan buku ajar sebagai penunjang pembelajaran didasarkan karena isi dari buku tersebut memuat bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu, pengetahuan yang dituangkan di dalamnya dapat digunakan sebagai sarana belajar dan dapat dijadikan pelengkap dalam kegiatan pembelajaran.
Buku ajar memiliki beberapa sebutan lain seperti buku teks, buku paket, buku panduan belajar, ataupun buku materi karena bentuk buku ajar sendiri bermacam-macam. Jika dilihat dari bentuknya, buku ajar adalah buku yang digunakan sebagai pedoman berkualitas dan disahkan oleh pihak berwenang yang berada di bawah Dinas Pendidikan Nasional.
Karena difungsikan sebagai pedoman pembelajaran, maka sudah seharusnya jika penulisan buku ajar perlu dilakukan oleh ahli atau pakar dalam bidang terkait yang sudah memiliki ilmu mumpuni. Selain itu, alasan lain mengapa buku ini perlu ditulis oleh ahlinya adalah karena buku ajar bersifat intruksional dan sebagai pelengkap sarana pembelajaran mahasiswa.
Ciri-Ciri
- Penulisan buku didasarkan atas hasil penelitian atau hasil suatu pemikiran mengenai kajian dalam bidang tertentu.
- Bersifat instruksional dalam penyampaian tujuan pembelajaran.
- Penyusunan buku berlandaskan pola struktur belajar yang terstruktur dan fleksibel.
- Menggunakan gaya bahasa semi formal dan komunikatif.
- Dapat memuat panduan manual mengenai suatu bidang ilmu sesuai dengan tuntutan tiap institusi pendidikan terkait.
- Dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar.
- Sudut pandang penyampaian materi harus tegas dan jelas.
- Menggunakan pelengkap ilustrasi sebagai penunjang atau pendukung materi.
- Materi yang disusun harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
- Disusun dengan alur logika sesuai dengan RPP.
- Penyampaian materi bersifat mindful untuk meningkatkan pola pikir kritis pada pembacanya.
- Dikemas dengan sederhana agar jauh lebih mudah dalam dipahami.
- Secara fisik, ketebalan buku minimal 40 halaman dan menggunakan ukuran 15cm x 23cm.
- Diterbitkan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas, serta menggunakan editor bereputasi.
- Memiliki ISBN.
- Isi buku tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.
- Batas kepatutan adalah 1 buku per tahunnya.
Meski ketiga buku tersebut memiliki fungsi yang sama, tetapi dapat kita ketahui jika ketiganya merupakan buku yang berbeda satu sama lainnya. Perbedaan tersebut terletak mulai dari luasnya cakupan materi yang dibahas, cara penyampaian materi, bentuk buku, dan lain-lainnya. Jadi, kenali terlebih dahulu ketiga buku tersebut agar pembuatan buku yang kita lakukan tidak melenceng dari jenis buku yang sudah kita tentukan.
Demikian referensi artikel dengan judul Mari Mengenal Apa Itu Monograf, Buku Referensi, dan Buku Ajar! apabila Anda membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
