Cara Penyusunan Buku Teks

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu, Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini mengenai Cara Penyusunan Buku Teks

Penyusunan buku teks pada dasarnya adalah mengemas materi secara sistematis agar memudahkan peserta didik. Agar buku teks yang disusun sistematis, maka teks harus disusun berdasarkan langkah-langkah atau prosedur yang ada. Berikut langkah-langkah penyusunan buku teks yang dipaparkan para ahli.

Cara Penyusunan Buku Teks

Identifikasi masalah pembelajaran yang telah terjadi di kelas, melalui mengkaji buku teks, mengkaji literatur, observasi kelas pada proses penggunaan buku teks, dan telaah dokumen.

Sebelum melaksanakan pengembangan buku teks, maka perlu dilakukan identifikasi masalah terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi acuan dalam proses pengembangan selanjutnya, masalah yang telah ditemukan dari hasil mengkaji persoalan mengenai pembelajaran akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Analisis kurikulum dengan menganalisis standar kompetensi, kompetensi dasar, merumuskan indikator, dan merumuskan tujuan pembelajaran. Kegiatan analisis kurikulum perlu dilakukan, guna menyesuaikan pembelajaran dengan kurikulum yang berlaku. Kompetensi dasar yang dicapai pun harus dikaji, agar peserta didik paham mengenai tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Menyusun konsep buku teks berdasarkan teoritik, validasi ahli untuk mengetahui kesesuaian konsep dengan landasan teoritiknya, dan menggunakan instrumen validasi. Penyusunan buku teks tentunya membutuhkan campur tangan para ahli. Para ahli akan memvalidasi konsep pengembangan buku teks sesuai dengan landasan teoritik.

Tahap-Tahap Penyusunan Buku Teks

Terdapat enam tahap yang harus dilalui dalam menyusun buku teks, yaitu analisis kurikulum, menentukan judul buku, merancang outline buku, mengumpulkan referensi sebagai bahan penulisan, menulis buku dengan memperhatikan penyajian kalimat, dan mengevaluasi atau mengedit hasil tulisan dengan membaca ulang. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

Menganalisis kurikulum

Salah satu kriteria bahan ajar yang baik adalah kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, sebelum memulai menulis, penulis bahan ajar seyogianya terlebih dahulu mempelajari kurikulum yang berlaku.

Analisis kurikulum meliputi kajian terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dari kompetensi dasar kemudian dijabarkan menjadi indikator pencapaian dan materi pokok. Selanjutnya materi pokok yang telah diidentifikasi dipetakan dan disusun. Setelah itu, proses penulisan dimulai.

Menentukan judul buku

Untuk menentukan judul pada umumnya berdasarkan materi pokok. Jadi, jika kita sudah menemukan materi pokok, maka itulah yang kita jadikan judul masing-masing bab dari buku yang kita susun. Sementara judul bukunya disesuaikan dengan mata pelajaran.

Merancang outline buku

Pembuatan kerangka buku membantu kita membuat paragraf yang baik, membangun ide menuntun pembaca menelusuri tulisan kita.
Mengumpulkan referensi sebagai bahan penulisan
Referensi yang dikumpulkan hendaknya yang terkini dan relevan dengan bahan kajian. Referensi dapat diambil dari buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian, koran dan lain-lain.

Menulis buku dengan memperhatikan penyajian kalimat yang disesuaikan dengan usia dan pengalaman pembacanya. Kalimat yang dibuat dalam buku yang sedang kita susun harus memperhatikan tingkat keterbacaan. Panjang kalimat harus mempertimbangkan kemampuan peserta didik.

Mengevaluasi atau mengedit hasil tulisan dengan membaca ulang

Kita perlu membaca ulang atau meminta teman untuk membaca apa yang telah ditulis dalam rangka memperbaiki kualitas tulisan kita. Jika terdapat kekurangan, maka dapat ditambah atau dikomentari.

langkah menyusun buku teks terdiri dari tujuh langkah sebagai berikut.

1. Memahami kurikulum dan menganalisisnya. Kajian kurikulum perlu dilakukan untuk menyesuaikan materi isi dengan kompetensi dasar.

2. Menentukan judul buku yang akan ditulis. Judul buku biasanya disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan disusun.

3. Merancang outline. Rancangan outline tersebut diperlukan agar isi buku mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan untuk mencapai suatu kompetensi yang diinginkan.

4. Mengumpulkan berbagai macam referensi yang sesuai. Referensi yang dimuat harus relevan dan terkini. Seperti buku, majalah, jurnal penelitian.

5. Menulis buku teks dilakukan dengan memperhatikan penyajian kalimat yang disesuaikan dengan usia pembaca.

6. Mengevaluasi hasil tulisan dapat dilakukan dengan cara membaca ulang. Jika ada kesalahan dapat langsung diperbaiki.

7. Memperbaiki tulisan menjadi tahap akhir, hal ini dilakukan demi hasil yang memuaskan untuk para pembaca.

Berdasarkan beberapa rujukan yang telah dipaparkan di atas, diketahui bahwa langkah-langkah penyusunan modul memiliki beragam versi dan variasi. Penulis lebih cenderung menggunakan pendapat yang dikemukan oleh Prastowo. Hal tersebut dikarenakan langkah-langkah yang dijelaskan lebih efektif serta efisien.

Buku Teks Disusun Dengan Syarat Tertentu

Apakah Kalian merasa kesulitan membuat buku teks? Jika merasakannya, maka Kalian dapat menggunakan formula khusus agar lebih simple saat menyusun. Setidaknya dalam menyusun buku teks, ada metode dan sarana penyajian dalam buku teks. Apa saja syaratnya? Sebagai berikut.

a. Menarik, syarat penulisan buku ajar disusun secara menarik. Tentu saja buku teks disusun semenarik mungkin, agar peserta didik tidak merasa monoton dan bosan. Apalagi jika segmentasi sasaran adalah peserta didik menengah atas, mereka sangat mudah bosan dengan system belajar yang itu-itu saja.

b. Menantang, tidak ada salahnya menulis buku teks dengan alur yang lebih menantang. Fungsinya untuk menstimulus syaraf otak peserta didik. Karena peserta didik lebih senang materi yang mampu menghidupkan dan menyentil kreatifitas. Sedangkan buku teks yang ditulis terlalu kaku, sebenarnya tidak cukup menarik bagi mereka. Apalagi jiwa peserta didik banyak yang memiliki jiwa muda.

c. Merangsang system syaraf otak inilah yang paling penting. tanpa rangsangan otak, daya tarik peserta didik akan hilang. Dengan kata lain, merangsang system syaraf hanya sebagai metode, agar mereka aktif berfikir dan mampu menggerakan motivasi belajar secara mandiri.

d. Bervariasi menyampaikan materi itu penting. Karena mereka sudah cukup bosan belajar secara formal. Salah satu meredam rasa bosan belajar di kelas, maka buku teks di buat lebih bervariatif. agar ada suasana yang baru.

e. Bahan mendalam juga menjadi poin penting. Apalagi buku teks era sekarang, anak memiliki cara berfikir yang lebih kreatif. Tentunya materi harus di paparkan lebih mendalam dan semenarik mungkin.

Macam-macam Buku Teks

Mengetahui syarat penulisan buku teks saja tidak cukup. Kalian juga penting mengenali macam-macam buku teks. Fungsinya memudahkan Kalian lebih mengetahui buku yang hendak di tulis ke depannya. Menurut Tarigan (1986) buku teks memiliki beberapa macam kelompok. Setidaknya ada empat macam kelompok, yang keempat kelompok tersebut tentunya memiliki tujuan yang fundamental.

A. KLASIFIKASI BERDASARKAN MATA PELAJARAN

Macam-macam buku teks di dasarkan pada klasifikasi berdasarkan mata pelajaran. Jadi pembuatan buku teks di sesuaikan dengan mata pelajaran apa saja. Misal untuk matapelajaran untuk anak SMA, misal ada buku teks matematika, buku teks IPA, Agama, Bahasa dan PPKN.

Jadi buku teks di buat berdasarkan masing-masing mata pelajaran. Misal mengulas tentang buku teks bahasa Indonesia, maka ulasan di bagian dalam benar-benar mengulas teori tentang bahasa Indonesia. Begitupun dengan buku Matematika, maka hanya mengulas ilmu matematika. Tentu setiap buku teks di batasi oleh tingkatan atau dibatasi oleh semester.

B. BERDASARKAN MATA KULIAH

Jika di poin a di paparkan menulis buku teks berdasarkan mata pelajaran, maka buku ajar juga di tulis berdasarkan mata kuliah. Padahal kita tahu ada banyak sekali cabang ilmu mata kuliah yang digunakan. Jika di hitung hingga tidak terhingga. Karena banyaknya jumlah tersebut, maka banyak buku teks yang juga ditulis.

Sedangkan jumlah penulis buku teks hingga saat ini masih terbilang sedikit. Padahal, transformasi ilmu sesuai masing-masing bidang sangat di butuhkan. Dari sisi penulisan, buku teks pun memang khusus ditulis dengan menyesuaikan atau mengikuti kebutuhan. Missal fakultas Sastra, maka membutuhkan buku teks tentang sastra.

C. BERDASARKAN CARA PENULISAN BUKU TEKS

Dari segi cara penulisan buku teks, di susun bisa berdasarkan pada beberapa kasus. misalnya buku teks berjilid, buku teks tunggal atau buku teks berseri. dikatakan buku teks tunggal apabila buku tersebut sekali ditulis dan langsung selesai dalam sekali pembahasan atau satu buku. Dengan kata lain, satu buku, langsung khatam.

Berbeda dengan buku berseri. Dikatakan buku berseri apabila buku tersebut di ulas lebih dari satu buku. Dikatakan buku berseri karena memiliki periode tertentu, dengan cabang ilmu yang sama, hanya beda pembahasan. misal buku teks matematika satu dan ada juga matematika dua.

Atau buku bahasa Indonesia jilid satu dan jilid dua. Maka itulah yang disebut dengan buku berseri. Satu hal penting tentang buku berseri yang tidak banyak diketahui. Buku berseri dikirimkan secara bersamaan. Fungsinya agar lebih efisien waktu dalam pengurusan cetak. Jadi sekali kirim, penulis mendapatkan satu nomor ISBN untuk dua buku.

D. BERDASARKAN JUMLAH PENULIS BUKU

Jenis buku teks yang terkahir disusun berdasarkan jumlah penulis buku. misal dalam satu buku ditulis lebih dari satu penulis. Misal ditulis oleh 4 penulis. Itu boleh-boleh saja, asalkan dalam satu buku memiliki struktur atau tatanan sub tema yang masih selaras satu sama lain. Biasannya hasil kompilasi penulisan buku inilah akan disusun dalam satu buku, yang memang sudah diurutkan tatanan topic atau temannya.

Itulah keempat jenis atau macam-macam buku teks dari segi cara pengisian naskah. Cara-cara ini pulalah yang akan membantu penyusun lebih fokus dengan materi yang akan ditulis. Setidaknya buku teks lebih bervariasi, beragam dan lebih menyenangkan setiap kali di baca.

Buku Teks dan Kurikulum

Buku teks berkaitan erat sekali dengan dengan kurikulum. Keeratan hubungan buku teks dan kurikulum dapat diumpamakan, digambarkan, atau dibandingkan dengan hubungan antara iakan dan air atau air dan tebing.

  1. Kurikulum Mendahului Buku Teks

Pendapat yang umum diikuti dan dianggap paling logis-nalar adalah kurikulum mendahului buku teks. Kurikulum ditetapkan atau diumumkan oleh pihak yang berwenang, para pengarang menulis buku teks yang relevan dengan kurikulum.

  1. Buku Teks Mendahului Kurikulum

Buku teks yang dianggap bermutu yang juga memang ditulis oleh para pakar di bidangnya dijadikan dasar, landasan, dan pedoman penyusunan kurikulum. 3. Buku Teks dan Kurikulum Serentak Diumumkan Pertama, kurikulum disusun lebih dahulu, lalu disusun buku teksnya. Kedua, mungkin pula berdasarkan buku teks tertentu, lalu disusun kurikulum. Baik buku teks maupun kurikulum serentak digunakan dan diumumkan.

  1. Buku Teks dan Kurikulum Lahir Sendiri-sendiri

Buku teks disusun tersendiri, lalu diterbitkan mungkin mendahului atau sesudah adanya kurikulum yang berlaku. Menurut Brown, stevens ataupun Tarigan, ada lima butir yang tercakup dalam kurikulum yang perlu diperhatikan, yakni tujuan, pendekatan, bobot, urutan, metodologi. Pada buku pedoman kurikulum 1984, kita dapat membaca bahwa pendekatan kurikulum tersebut tidak hanya berorientasi kepada tujuan, tetapi juga kepada keterampilan proses.

Buku Teks dan Kurikulum serentak diumumkan Penyusunan buku teks sejalan dan bersamaan kurikulum. Dalam penggodokannya memang ada dua kemungkinan, kurikulum disusun dulu kemudian disusun buku teks atau berdasarkan buku teks disusun kurikulum. Bila cara ini digunakan antara buku teks dan kurikulum sudah terdapat hubungan yang sangat erat. Buku Teks dan Kurikulum lahir sendiri- sendiri Buku teks disusun tersendiri kemudian diterbitkan mugkin mendahului atau sesudah adanya kurikulum yang berlaku.

Demikian wawasan mengenai referensi buku ajar dengan judul Cara Penyusunan Buku Teks apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.