Dimensi Biologis Kesehatan Mental 1-2

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Buku Ajar Kesehatan Mental.

Pendahuluan

Sistem Endokrin

        Dalam menjalankan koordinasinya, otak banyak dibantu oleh sistem endokrin. Kelenjar endokrin merupakan senyawa kimiawi, yang mengeluarkan hormon yang diangkut ke seluruh tubuh oleh darah.

        Hormon dari sistem endokrin dan neurotransmiter pada otak memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkut pesan antar sel tubuh. Bedanya, jika neurotransmiter menyampaikan pesan ke neuron lain yang berdekatan, sedangkan hormon menyampaikan pesan ke seluruh tubuh.

        Kelenjar endokrin terdapat tujuh macam, yaitu: kelenjar pituitari, tiroid, paratiroid, adrenal, gonad, timus, dan pankreas. Setiap kelenjar memiliki tugas masing-masing. Tempat kelenjar indokrin dapat dilihat pada Gambar 5.3.

        Kelenjar pituitari merupakan kelenjar utama, karena memproduksi beberapa hormon paling banyak dan mengendalikan pengeluaran beberapa kelenjar endokrin lain. Kelenjar ini terdiri dari dua lobus, yaitu lobus anterior dan lobus posterior. Lobus anterior menghasilkan sejumlah hormon yang bekerja sebagai zat pengendali produksi sekresi semua organ endogen. Hormon yang dihasilkan itu di anta ranya: hormon pertumbuhan (somatotropin) dan hormon tirotropic yang mengendalikan kelenjar tiroid dalam menghasilkan tiroxin. Sedangkan lobus posterior menghasilkan sekret dua jenis yaitu hormon vasopresin dan oxitosid.

Gangguan-gangguan mental yang berhubungan dengan kerusakan pada otak

Gangguan  Simpotom  Penyebab  
DemensiaPenurunan secara progresif kemampuan kognitif  Genetik,metabolik,keracunan, infeksi, penyakit sirkulasi  
Epilepsi  Kehilangan keseimbangan dan kesadaran  Trauma, infeksi, genetik  
Retardasi mental  Ketidakmampuan mental atau inteligensi subnormal  Genetik,infeksi dan intoksikasi, trauma atau agen fisik, gangguan metabolisme, malnutrisi,abnormalitas romosom, dan lainnya.  
Sindroma Kluver-Bucy  Peningkatan aktivitas seks, aktivitas seks diarahkan pada objek yang tidak tepat  Infeksi pada otak
Amnesia Korsakoff  Kebingungan yang sangat ekstrem, perubahan kepribadian secara mencolok, lupa mengingat peristiwa yang dialami tahun tahun terakhir  Alkoholik yang kronis  

Sumber: (1) Stein, Z.A. dan Susser, M. 1980. Mental Retardation. Dalam Maxcy Rosenau (editor). Public Health and Preventive, Medicine, 11th edition. New York: Appleton-centery-crofts. p 1266-1282; (2) Pinel, J. 1993. Biopsychology. 2th edition. Boston: Allyn Bacon; (3) Eisenberg, L. Preventing Mental, Neurological, and Psychological Disorder. World Health Forum, 8, 245-253.

        Abnormalitas produksi hormon, khususnya hormon somatotropin menyebabkan pertumbuhan badan tidak wajar. Kelebihan hormon menyebabkan gigantism (Marie’s syndrome), yaitu orang yang sangat tinggi dengan inteligensi rata-rata dan usia pendek. Kekurangan produksi hormon menyebabkan. miniaturisme yaitu menjadi orang kerdil. Kelebihan hormon tersebut pada usia tua menyebabkan acro meghaly, yaitu petumbuhan yang tidak normal berupa terlalu panjang pada lengan dan/atau kaki (Page, 1947).

        Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin. Fungsi kelenjar ini berkaitan dengan kegiatan metabolisme pengaturan susunan kimia dalam jaringan, bekerja merangsang proses oksidasi. Kelenjar ini

Gambar 5.3. Sistem endokrin dan jaringannya.

dapat terganggu jika badan kekurangan yodium. Jika hal ini terjadi dapat menyebabkan gondok, yaitu kelenjar tiroid yang membengkak. Hiposekresi (kekurangan sekresi hormon) yang dihasilkan kelenjar ini berakibat buruk bagi perkembangan fisik dan mental seseorang. Jika terjadi pada bayi dapat menimbulkan kretisnisme, yaitu tumbuh kerdil dan kemampuan mental rendah (embicilic level). Jika pada orang dewasa juga berakibat terlambatnya proses tubuh dan kecenderungan gerakan jadi lamban, dan secara mental proses kognitifnya juga terhambat. Jika hipersekresi dapat menimbulkan simptom secara emosional tidak stabil dan hiperaktif. Pencegahan yang dapat dilakukan terhadap kemungkinan terhambatnya sistem kerja kelenjar tiroid adalah dengan mengkonsumsi yodium secukup nya.

        Kelenjar paratiroid menghasilkan sekresi paratiroid, berfungsi mengatur metabolisme zat kapur dan mengendalikan jumlah zat tersebut di dalam darah dan tulang. Terganggunya fungsi kelenjar ini berakibat tetany, yaitu gangguan yang ditandai oleh tremor, kejang, dan dapat berakibat emosinya tidak stabil.

        Kelenjar adrenalin, adalah kelenjar yang berfungsi menstimuli perkembangan karakteristik seks. Kelenjar ini secara normal mulai tumbuh pada fase pubertas. Namun, dapat pula terjadi kelenjar adrenalin ini cepat tumbuh pada usia dini, sehingga dapat menim bulkan pubertas preacox, yaitu gejala pubertas usia dini dan IQ anak yang pubertas preacox adalah di bawah rata-rata. Pada wanita dapat berakibat tumbuh dan berkembang fisik maskulin jika terjadi pening katan cortin. Agresivitas seseorang juga dipengaruhi produksi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenalin ini. Makanan dari daging dapat meningkatkan kerja kelenjar adrenalin ini, sedangkan buah buahan dan sayuran mengurangi kerja adrenalin.

         Kelenjar adrenalin merupakan kelenjar yang menentukan “mood” keadaan perasaan seseorang, ukuran energi, kemampuan menangani stress. Tipologi kepribadian seseorang seringkali dipengaruhi oleh keadaan kelenjar adrenalin. Sistem endokrin yang tidak normal, terlalu aktif atau pasif, menyebabkan gangguan secara fisik atau secara mental.

        Kelenjar gonad, adalah kelenjar yang memproduksi hormon seks, testes untuk laki-laki dan ovari (sel telur) untuk wanita. Hormon ini diproduksi sangat banyak sejak pubertas. Testes bertanggung jawab untuk pertumbuhan organ seks (primer dan sekunder) dan perkem bangan sifat-sifat maskulin seseorang. Ovari bertanggung jawab atas perkembangan ciri-ciri perkembangan seks secara fisik dan psikologis. Disfungsi kelenjar gonad berakibat eunichism, yaitu impotensi pada laki-laki sebelum masa pubertas dan tumbuhnya alat-alat seks sekun der pada wanita. Jika terjadi reduksi pada hormon ini menyebabkan menopause, yang dapat berakibat sekunder yang berupa di antaranya reaksi-reaksi psikologis misalnya depresi, insomnia, dan problem emosional lainnya.

        Kelenjar lain adalah timus dan pankreas. Kelenjar timus adalah kelenjar yang fungsi khususnya belum diketahui, tetapi diperkirakan berkaitan dengan produksi antibodi dan fungsi kelenjar seks. Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin. Insulin ini berpengaruh pada pertukaran karbohidrat dalam tubuh, pertumbuhan badan dan pertumbuhan permulaan pubertas. Tidak berfungsinya kelenjar-ke lenjar ini berpengaruh kepada aktivitas seseorang.

        Gangguan mental akibat abnormalitas sistem endokrin (endocri nopathies) diketahui ada. Diketahui bahwa angka masuk pertama rumah sakit karena faktor abnormalitas sistem endokrin ini prevaler sinya kurang dari lima persen (Page, 1947). Meskipun dapat diangga kecil perlu memperoleh perhatian untuk dapat dicegah. Peningkata kesehatan mental dan pencegahan terhadap kemungkinan ganggua akibat gangguan sistem endokrin ini dapat dilakukan melalui ma kanan dan aktivitas sehari-hari.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Kesehatan Mental apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.

Sumber: Kesehatan Mental Konsep dan Penerapan Moeljono Notosoedirdjo, Latipun (2001)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *