Format Pada Penulisan Buku Ajar

RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenal format pada penulisan buku ajar.

 Hi Temen- temen! Dalam dunia pendidikan sehari-hari, kita pasti semua sudah tahu, bahwa untuk memberikan pembelajaran guru atau dosen pasti harus memiliki buku ajar sebagai acuan materi untuk di berikan kepada anak didik mereka. Buku ajar sendiri di cetak dan di tulis sesuai dengan ilmu pengetahuan yang sistematis, namun dalam membuat buku ajar tidaklah mudah, ada format dan ketentuan yang perlu di jadikan acuan dalam penulisan.

Arah penulisan buku teks sebagai wadah menjembadani pengetahuan yang terstruktur dan sistematis. Lalu bagaimana format teks dikti yang direkomendasikan? Setidaknya ada beberapa hal seperti membuat layout dan system. Berikut adalah beberapa format yang perlu diperhatikan :

 Jenis Kertas

Format buku ajar dikti memberikan standar jenis kertas. Kertas yang digunakan menggunakan kertas  HVS. Adapun beberapa ukuran kertas yang digunakan, yaitu jenis kertas F4 atau HVS yang dibagi dua, atau dengan ukuran 21,5 x 16,5cm. selain menggunakan kertas F4, bisa juga menggunakan kertas A4 yang berukuran 29,7 x 21 cm.

Standar Margin

Adapun format standar margin untuk tiap jenis kertas. Jika menggunakan kertas F4 standar baku marjin atas 2cm, margin kiri 2,5 cm dan margin bawah bawah 2cm. Berbeda ukuran margin jika menggunakan A4. Marjin bagian atas 2,5 cm, marjin kiri 3cm, marjin kanan 2 cm dan margin bagian bawah 2,5 cm.

Ukuran Huruf

Format buku ajar dikti membuat standar ukuran huruf.  Ukuran huruf yang disarankan untuk kertas HVS (F4)  berukuran 10 dan 11 saja. Sedangkan untuk spasi  paragraph cukup 1 atau 1,15. Berbeda jika menggunakan ukuran kertas A4, maka ukuran huruf bisa menggunakan ukuran font 11 atau 12. Sedangkan untuk jarak spasi paragraph cukup gunakan spasi 1,5.

Ketika Anda memformat judul tiap bab, maka judul diformat menggunakan font 15 atau 16. Adapun aturan standar untuk sub bab, yaitu menggunakan font 13 atau 14 saja. Sebenanya format penulisan buku ajar dikti lebih senang menggunakan huruf Calibri, Times new roman dan ariel. Prinsipnya, mudah dibaca.

Struktur Isi

Format buku ajar dikti yang tidak kalah penting memperhatikan struktur isi. Struktur isi dibagi menjadi halaman judul, halaman dan dalam dan halaman penutup. di halaman judul ada dua macam, yaitu halaman judul bagian luar dan halaman judul bagian dalam. Halaman judul bagian luar terdiri dari cover, dan halaman dalam judul adalah halaman judul yang berada dibelakang cover.

Format buku ajar yang lain juga harus memiliki halaman pengesahan, yang berfungsi sebagai lembar pengesahan. Terdapat pula halaman prakata dan daftar isi. Kemudian baru masuk kebagian inti, yang berisi bab dan sub bab.

Teknis Format Isi Buku Ajar

Format buku ajar dikti secara teknis dari sudut pandang isi, terdiri dari bab. Setiap bab terdiri sub bab. Pada dasarnya setiap bab memiliki tiga unsur penting, yaitu pendahulua, penyajian dan penutup.

Pertama, pendahuluan: Isi pendahuluan berisi tentang sasaran pembelajaran dan mengulas terkait materi atau pokok bahasan yang relevan. Di bab pendahuluan, menekankan apa saja manfaat dan pentingnya menulis buku ajar. Termasuk juga memaparkan petunjuk metode pembelajaran yang diterapkan oleh mahasiswa/pembaca.

Pada bagian awal bahan ajar tulis identitas mata kuliah dan nama pengajarnya, bagian ini berulang pada bahan ajar tiap pertemuan. 

Program Studi  :

Nama mata kuliah/Kode :

Jumlah SKS :

Pengajar :

 Sasaran Belajar  :

Mata kuliah Prasyarat  :

Deskripsi mata Kuliah  :

Berikut merupakan tata letak dan sistemasi format untuk membuat buku ajar.

Cara Membuat Buku Ajar

Perhatikan Format Buku Ajar

Menulis buku ajar tidak bisa sembarang. Terdapat format atau kaidah yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Format sesuai dengan format UNESCO, dengan ukuran buku lebar 15.5 cm dan tinggi 23 cm
  2. Disusun berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester
  3. Ketebalan minimal 200 halaman, sesuai kebutuhan belajar yang tercantum dalam Rencana Pembelajaran Semester
  4. Memiliki (ISBN) dari penerbit anggota IKAPI atau asosiasi penerbit perguruan tinggi
  5. Dalam penyajian buku ajar gunakan prinsip-prinsip Technological Pedagogical Content Knowledge
  6. Ditulis dengan gaya bahasa semi-formal yang melibatkan dan memotivasi pembaca (mahasiswa)
  7. Menyediakan ilustrasi, studi kasus, atau soal-soal latihan, serta soal-soal untuk umpan balik bagi mahasiswa
  8. Diketik dengan spasi 1.5, dengan huruf serif, semisal times new roman/cambria dengan ukuran 11 pt atau 12 pt.
  9. Penyajian gambar atau grafik dapat dibaca dengan jelas, gambar disarankan berukuran resolusi lebih besar dari 300 dpi
  10. Struktur kalimat mengikuti kaidah Bahasa Indonesia sesuai (PUEBI)
  11. Penulisan atau penyajian daftar pustaka/rujukan, sitasi, tabel, gambar, grafik, dll. menggunakan sebuah standar yang konsisten, misalnya menggunakan APA, IEEE, Harvard, ISO, atau lainnya
  12. Menyertakan beberapa pendapat atau mengutip hasil penelitian sesuai dengan bidangnya
  13. Mengakomodasi hal-hal/ide-ide baru
  14. Buku ajar mencantumkan hasil review, ulasan, atau dukungan dari pakar atau rekan sejawat sesuai bidang ilmunya
  15. Bukan karya plagiarism
  16. Mengandung konten yang terkait dengan isu-isu revolusi industri 4.0
  17. Tidak menyimpang dari falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Langkah Menulis Buku Ajar

Ketika memulai menulis buku ajar, pertanyaan-pertanyaan semacam di bawah ini sudah mendapatkan jawaban. Artinya sang penulis sudah memikirkannya dengan matang.

  • Apa yang dibahas dalam buku ajar?
  • Mengapa topik yang dipilih tersebut penting untuk dibahas?
  • Siapa sasaran atau target pembaca nya?
  • Apakah terdapat diferensiasi?
  • Apakah ada kolaborasi; konseptual/teoritis & praktis/aplikatif/contoh?
  • Apakah bahasa yang digunakan komunikatif?
  • Apakah diperbarui secara berkala?

Setelah itu, dalam penyusunan buku ajar terdapat 6 langkah yang perlu dilalui:

1.Penyusunan Silabus 

Beberapa hal yang perlu dicermati saat menyusun silabus yakni standar kompetensi, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu, dan sumber bahan.

2.Pengorganisasian Buku

Maksudnya adalah memperhatikan bagian apa saja yang akan ditulis. Disesuaikan dengan struktur buku ajar. Seperti yang penjelasan sebelumnya, struktur buku meliputi:

  • Pendahuluan (Halaman judul, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, pengantar dari ahli, prakata)
  • Isi buku (Tujuan pembelajaran/deskripsi umum, materi, penutup, dan setiap bab dilengkapi rangkuman dan latihan)
  • Penutup (Lampiran, daftar pustaka, indeks, dan glosarium)

3.Pemilihan Materi

Poin-poin yang harus diperhatikan saat menulis pemilihan materi adalah harus sesuai dengan silabus, sesuai dengan tujuan pendidikan seperti mendukung pengembangan ilmu, mengedepankan nilai keberagaman, beretika akademik, dan lainnya.

4.Penyajian Materi

Tahap selanjutnya adalah menyajikan materi yang telah dipilih. Perhatikan tata bahasa dan norma penulisan, jelaskan tujuan pembelajaran, dan keterkaitan antar materi. Tulis dengan menarik dan mudah dipahami.

5.Penyusunan Layout (Apabila untuk Diikutkan dalam Program Hibah Dikti)

Penyusunan layout ini didasarkan pada peraturan Dikti dalam Program Hibah. Jadi buku ajar harus memenuhi ketentuan seperti ini: jenis tulisan Times New Roman dengan ukuran font 12, jenis kertas A4 spasi 1.5, batang tubuh atau bagai isi minimal 200 halaman, buku ajar harus memiliki prakata, daftar isi, batang tubuh, daftar pustaka, glosarium, dan indeks.

6.Langkah desain meliputi :

  • Tulis dengan bahasa menarik dan informatif.
  • Buat tampilan visual buku dengan menarik.
  • Susun materi sesuai kebutuhan mahasiswa.
  • Menggunakan pengemasan kembali informasi.
  • Terapkan penataan informasi dengan mengkompilasi materi berbagai bahan ajar.
  •  

I   Pendahuluan

1.1  Cakupan atau Ruang Lingkup Materi Pembelajaran

1.2 Sasaran Pembelajaran, salin dari GBRP

1.3  Prilaku awal mahasiswa, beri penjelasan kemampuan apa yang

sebaiknya telah dimiliki mahasiswa agar dapat mengikuti pembahasan

materi ini dengan baik                              

1.4  Manfaat, beri penjelasan apa pentingnya mempelajari materi ini.

1.5  Urutan Pembahasan

1.6 Petunjuk Belajar, isinya menekankan apa yang harus dilakukan

mahasiswa sebagai subjek dalam pembelajaran.

II  Penyajian

2.1  Uraikan materi pembelajaran, pengertian, definisi, konsep atau teori,

contoh soal dan seterusnya. Uraian ini dapat dibagi menjadi beberapa

subbagian sesuai dengan kebutuhan dan mengacu pada GBRP.

 Dalam bagian ini diuraikan dan bila perlu dijelaskan rinci kegiatan belajar

yang dilakukan di kelas, di laboratorium atau di luar kelas bersama

mahasiswa dalam upaya pencapaian sasaran pembelajaran.

 Secara eksplisit sangat baik kalau di bagian penyajian ini ditulis singkat

pengembangan materi pembelajaran yang diperoleh dari aktivitas

penelitian, termasuk penelitian yang sedang atau yang direncanakan

untuk pengembangan materi pembelajaran ini.

2.2 Lingkup penghiliran/penerapan, dalam hal ini diuraikan dan diberi

contoh penerapan konsep, teori atau formula dalam dunia industri,

masyarakat, rumah tangga, atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan

dengan capaian pembelajaran atau kompetensi lulusan.

2.3 Latihan, penyajian materi pembelajaran harus disertai dengan soal atau

kasus sebagai bahan perlatihan mahasiswa agar konsep, teori, formula

dan rumusan yang diberikan lebih terinternalisasi pada mahasiswa.

2.4   Tugas mandiri, tugas ini diberikan kepada mahasiswa agar mereka

dapat mengembangkan pengetahuan dari kegiatan kegiatan yang

diberikan. 

III  Penutup

3.1  Rangkuman, rangkuman ini berisi intisari dari seluruh pembahasan

materi pembelajaran, sekaligus merupakan bahan esensial yang penting

dipahami mahasiswa

3.2  Soal tes formatif, soal ini dimaksudkan sebagai panduan bagi

mahasiswa dan dosen mengukur capaian belajar dan menyesuaikannya

dengan GBRP dan analisis kebutuhan pembelajaran.

3.3 Umpan balik, atau Tindak Lanjut, jelaskan di sini masalah umpan balik

atau tindak lanjut, hal ini pada prinsipnya merupakan petunjuk bagi

mahasiswa untuk mengukur capaian pembelajarannya setelah

membaca bahan pada bab ini dan petunjuk tentang tindakan

selanjutnya yang perlu dilakukan mahasiswa untuk

lebih

mengembangkan kapasitas belajarnya.

3.4  Daftar Pustaka, tulis daftar pustaka yang khusus yang digunakan untuk

materi pembelajaran ini, pustaka yang digunakan bisa buku teks, buku

ajar, terbitan berkala, dll. yang lajim.

Demikian referensi buku ajar dengan judul Integrasi Multimedia ke dalam Kurikulumapabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.