Ingin Membuat Buku Ajar yang Baik? Perhatikan Landasan dan Karakteristiknya!

Buku ajar adalah buku yang sering kita temui dalam suatu proses pembelajaran. Buku yang sering dijadikan pedoman pembelajaran ini disusun oleh seorang pakar atau dosen ahli dalam bidang studi terkait. Diterbitkan dan disebarluaskan atas sepengetahuan pihak berwenang ini berisikan materi yang sering digunakan sebagai acuan pembelajaran oleh para pengajar. Pastinya, jika buku ini akan digunakan pada suatu proses pembelajaran maka perlu disusun secara instruksional dan sistematis serta dirancang dengan tepat agar dapat digunakan dengan baik oleh penggunanya.

Meski telah disusun sesuai dengan materi dan lengkap, tentu saja hal itu bukanlah satu-satunya jaminan jika buku tersebut memiliki kualitas yang baik. Mengapa bisa kita katakan demikian? Buku ajar yang baik tidaklah hanya mengenai isinya yang lengkap, tetapi terdapat hal lain yang perlu dipertimbangkan.

Apa saja yang dapat menentukan suatu buku ajar tersebut dapat dikatakan sebagai buku yang baik?  Mari kita bahas bersama berikut ini!

Landasan Penyusunan Buku Ajar

Dalam proses penyusunan buku ajar, kita perlu memerhatikan segala aspek dengan teliti termasuk juga landasan yang digunakan di dalamnya. Landasan ini merupakan dasar tumpuan yang digunakan dalam membuat penyusunan bukunya agar buku yang kita buat tidak asal dibuat tanpa adanya asas yang mengikat.

Terdapat dua landasan yang dapat kita gunakan dalam menyusun buku ajar. Kedua landasan tersebut adalah landasan keilmuan serta landasan keterbacaan materi dan ketatabahasaan.

Landasan keilmuan yang digunakan pada penyusunan buku ini adalah dilandaskan pada keilmuan dalam mata kuliah terkait. Pada saat mengajukan perancangan buku ajar, kita harus membuat pernyataan terlebih dahulu mengenai mata kuliah tersebut berada dalam ranah ilmu apa.

Jika kita sudah mengetahui landasan keilmuan yang akan kita gunakan, maka hal ini akan memudahkan kita dalam mengetahui luas cakupan dan susunan buku ajar yang akan kita rancang nantinya. Selain itu, kita nantinya juga perlu menggunakan struktur landasan keilmuan ini dalam melakukan penafsiran terhadap materi yang terdapat dalam kurikulum.

Contohnya saja mata kuliah Pengambilan Keputusan yang berada dalam ranah keilmuan Teori dan Perilaku Organisasi, serta mata kuliah Kemahiran Berbahasa Indonesia yang berada dalam ranah keilmuan Bahasa Indonesia.

Untuk membantu kita dalam menulis buku ajar secara efektif, efisien, dan terstruktur tiap jalinan antar babnya, kita perlu memahami dengan baik titik tolak keilmuan dalam buku tersebut. Menulis buku ajar sendiri tidaklah terlalu berbeda jauh dengan menulis karya ilmiah, keduanya hampir sama hanya saja berbeda struktur atau bentuk.

Mungkin sebagian dari kita sudah mengetahui mengenai patokan keilmuan yang dikenal secara universal atau umum, tapi jika kalian belum mengetahuinya maka penting untuk kalian mencari tahu mengenai patokan universal ini. Secara universal terdapat beberapa patokan keilmuan yang perlu kita ketahui, diantaranya terdapat patokan keilmuan yang berpilar pada, aksiologis, epistemologis, dan ontologis.

Secara tidak langsung, dengan patokan keilmuan yang ada, maka buku ajar akan memerlukan ketaatasasan keilmuan di dalamnya. Prinsip tersebut dirancang dengan tujuan agar dapat menjawab mengenai topik yang hendak dibahas, mengapa topik tersebut penting untuk dibahas, bagaimana cara untuk menyajikan pembahasan topik, dan juga siapa orang yang ditujukan untuk membaca pembahasan topik tadi.

Jika dasarkan pada segala pembahasan yang sudah kita ulas bersama, maka buku ajar perlu dirancang dengan landasan prinsip seperti berikut ini:

a) Prinsip akar rumput: Menentukan mata kuliah yang dinilai dari disiplin keilmuan yang sudah diketahui dan dikuasai.

b) Prinsip kejelasan tujuan atau kebermaknaan: Menentukan tujuan dari penyusunan buku berdasarkan penentuan keunggulan keahlian apa yang akan dicapai.

c) Prinsip ketaatasasan keilmuan: Cetak biru buku menggunakan patokan keilmuan ontologis, etimologis, dan aksiologis di dalamnya.

d) Prinsip diferensiasi: Menentukan suatu perbedaan yang akan disampaikan dalam buku.

e) Prinsip keautentikan: Penentu metode perancangan buku menggunakan dasar rancangan asli sendiri atau model karya penulis lain.

f) Prinsip standarisasi: Menggunakan standar penulisan yang berlaku secara universal.

g) Prinsip dinamika kualitas atau prinsip perbaikan berkelanjutan: Penentuan standar uji kualitas dapat kita lakukan dengan mekanisme sewa cetak secara pribadi atau bisa juga melibatkan pihak lain.

h) Prinsip keseimbangan teori dan praktik: Keseimbangan teori dan praktik dapat kita lihat dengan menentukan tingkat proporsi yang tepat antara pandangan filosofis, teori, dan konsep dengan sejumlah contoh nyata dalam dunia luas.

i) Prinsip komunikatif : Dalam buku ini harus memiliki metode penyampaian materi yang lugas, akademis, ilmiah, edukatif, dan komunikatif agar lebih mudah dicerna isi materinya.

Seperti yang sudah kita ulas sekilas di atas, terdapat dua landasan yang perlu digunakan dalam menyusun buku ajar. Salah satu dari landasan tersebut adalah landasan keterbacaan materi dan ketatabahasaan.

Dalam membuat buku ajar, kita perlu menggunakan bahasa yang komunikatif dalam penyampaian materinya. Hal ini diperlukan agar pembacanya dapat memahami isi yang disampaikan dengan jauh lebih mudah.

Tentunya, keterbacaan materi dan ketatabahasaan yang terdapat dalam buku sangatlah penting untuk kita perhatikan dan perlu kita pahami. Kita sebagai penulis buku perlu mengetahui mengenai bagaimana cara pengolahan materi yang tepat sehingga pembaca dapat menyerap pengetahuan yang disampaikan dengan mudah.

Selain cara pengolahan materi, memahami struktur bahasa yang digunakan juga sangatlah penting untuk diterapkan. Misalnya memahami dan mengatur panjang, suasana kata, susunan frasa, banyaknya kalimat, dan lain sebagainya yang tidak menyulitkan pembaca dalam memahami tiap untaian kata dalam buku.

Jika buku ajar yang kita susun memiliki tingkat keterbacaan yang baik maka mahasiswa sebagai pembaca akan semakin mudah dalam mempelajari isi buku tersebut.

Karakteristik Buku Ajar

Tidak hanya landasan, kita juga perlu memperhatikan karakteristik atau ciri yang dimiliki oleh buku ajar agar dapat memenuhi kualitas dari buku yang baik. Setidaknya terdapat sepuluh karakteristik buku ajar yang perlu kita perhatikan. Karakteristik atau ciri tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Buku ajar yang baik haruslah memuat substansi atau inti materi yang memadai dan disajikan dengan cara sistematis untuk meraih target atau tujuan dari pembelajaran yang dilakukan.
  2. Inti dari buku ajar harus relevan dengan kurikulum yang sudah ditentukan. Setidaknya harus memuat mengenai aspek tujuan atau kompetensi yang ingin digapai, metodologi, dan evaluasi yang dipakai dalam proses pembelajaran.
  3. Dalam penulisan buku ajar perlu dilakukan organisir yang baik agar tidak terjadi tumpang tindih bahan ajar pada suatu mata kuliah tertentu. Hal ini jika tidak diorganisir dengan dapat menyebabkan pengulangan materi ajar yang berlebih dan perlu kita hindari kejadian ini.
  4. Penyusunan buku ajar haruslah secara sistematis dan metodologis, serta perlu memperhatikan kaidah-kaidah penulisan ilmiah di dalamnya.
  5. Penyusunan buku ajar juga perlu memperhatikan gaya bahasa yang digunakan. Bahasa yang dipakai haruslah mudah dipahami dan dimengerti oleh para mahasiswa sehingga tingkat keterbacaan buku terhitung mudah dipahami. Selain itu, kalimat yang digunakan juga harus efektif, sederhana, tidak bermakna ganda, sopan, menarik, dan juga harus relevan dengan pola bahasa yang dimiliki oleh target pembacanya.
  6. Secara fisik atau visual, format buku sudah pasti haruslah terpenuhi. Mulai dari ukuran kertas atau buku, desain sampulnya, desain tata letak isi, bentuk ukuran huruf, ilustrasi gambar, warna, komposisi media, jenis kertas, penjilidan, banyak halaman, dan lain sebagainya. Dengan memperhatikan format dan fisik dari buku ajar, kita harus bisa membuatnya terlihat semenarik mungkin agar mahasiswa atau pelajar tertarik dan berminat dalam mempelajari buku yang telah kita buat tadi.
  7. Perlu memperhatikan perkembangan kognitif pembaca yang ditargetkan agar buku ajar dapat dipahami dengan mudah baik dari pembaca dengan kemampuan rata-rata maupun oleh pembaca yang tergolong cerdas agar mereka tidak merasa bosan karena rendahnya tantangan yang diberikan.
  8. Salah satu tujuan dari buku dibuat adalah untuk membangun motivasi tertentu pada target yang dituju, demikian juga pada buku ajar. Untuk membuat buku yang baik haruslah bisa menumbuhkan motivasi membaca dan motivasi belajar pada para pembacanya. Dengan tepatnya cara stimulasi yang dipakai penulis pada pembaca, hal ini akan membantu dalam menjaga perhatian pembaca agar tetap fokus pada apa yang sedang para pembaca pelajari.
  9. Buku ajar yang baik haruslah bisa memberikan dorongan pada pembacanya untuk mengembangkan pola belajar secara mandiri. Dengan menggunakan ilustrasi yang tepat, sesuai, dan menarik maka hal ini dapat sangat membantu pembacanya dalam melakukan pembelajaran mandiri.
  10. Dalam buku ajar yang baik haruslah memuat isi yang di dalamnya memperhatikan norma, nilai, etika, dan tatanan moral yang berlaku pada kehidupan bermasyarakat.

Dari sepuluh karakteristik yang sudah kita jabarkan bersama tersebut, kita perlu memperhatikan setiap poin yang ada dan menerapkannya pada pembuatan buku ajar kita. Dengan kita memperhatikan poin-poin tersebut, diharapkan kita dapat membuat buku yang berkualitas baik dan layak untuk dibaca oleh para pelajar.

Demikian halnya dengan landasan-landasan menulis buku ajar yang sudah kita bahas bersama di atas. Dengan membahas dan memahami mengenai landasan serta karakteristik buku ajar yang baik, maka kita sudah mengetahui bagaimana cara melahirkan buku yang berkualitas. Diharapkan juga, dengan kita memahami hal-hal yang sudah kita bahas bersama sebelumnya, kita juga mampu dalam memberikan bahan ajar yang bermutu bagi para pelajar sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan yang ada.

Dalam RuangBuku, kami menghadirkan layanan profesional berupa kepenulisan, editing, dan proofreading tidak hanya untuk buku ajar saja tetapi beberapa jenis buku lainnya juga. Selain itu, jasa pembuatan untuk buku ajar yang kami berikan tergolong murah dan dapat kalian semua percaya.

Demikian artikel mengenai Ingin Membuat Buku Ajar yang Baik? Perhatikan Landasan dan Karakteristiknya! apabila membutuhkan layanan jasa penulisan buku, jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.