RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan buku ajar ataupun untuk keperluan lain. Namun, sebelum itu anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Pengertian Karakteristik Buku Ajar yang Baik.
Dalam dunia perkuliahan, sering kita jumpai buku yang disebut buku ajar. Buku ini sering digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar dan memiliki peran sangat penting untuk mendukung proses belajar antara dosen dengan mahasiswa.
Seperti yang kita ketahui, buku ajar ditulis oleh dosen yang ahli atau mahir di bidang terkait. Tujuan dari buku ini adalah untuk digunakan oleh banyak orang, terutama para pendidik, sehingga buku ini tidak dapat dirancang secara sembarangan.
Dengan peran tersebut, perancangan dan pengeditan buku ajar yang baik tidak dapat diabaikan. Saat menulis buku ini, kita perlu memperhatikan beberapa tahapan. Selain itu, landasan dan karakteristik yang baik juga harus diperhatikan agar buku yang dihasilkan memiliki kualitas baik.
Pengertian Buku Ajar
Buku ajar adalah buku yang digunakan seorang dosen dalam proses pembelajaran. Buku ini tentunya harus mendukung komunikasi antara dosen dan mahasiswa. Buku ini bisa disebut juga sebagai buku teks. Jika menurut Dikti, buku ajar adalah buku yang disusun dan ditulis oleh para ahli untuk digunakan, diterbitkan, dan didistribusikan sebagai pedoman tentang suatu mata pelajaran tertentu.
Disarankan tidak hanya bagi dosen untuk menggunakannya, tetapi juga bagi mahasiswa untuk memiliki buku ajar. Buku ini dapat membantu mahasiswa lebih memahami materi yang disajikan. Buku ini juga memungkinkan mereka untuk belajar mandiri bahkan ketika pengajar tidak dapat hadir.
Buku ajar biasanya ditulis oleh para ahli di bidang tertentu dan diterbitkan oleh penerbit yang dapat menyediakan ISBN. Buku ini harus ditulis dalam kalimat sederhana sehingga mahasiswa dapat dengan mudah memahami apa yang dijelaskan.
Manfaat dan Fungsi Buku Ajar
Terdapat banyak sekali manfaat dan fungsi yang bisa kita rasakan dari buku ajar. Pastinya manfaat dan fungsinya tidak akan jauh-jauh dari penggunaannya dalam dunia pendidikan atau proses belajar mengajar. Manfaat dan fungsi dari buku ajar tersebut adalah:
- Pemahaman buku ajar berfungsi sebagai bahan referensi atau sebagai bahan rujukan yang digunakan mahasiswa sebagai pegangan untuk memahami bahan diskusi atau materi pelajaran.
- Berfungsi sebagai bahan evaluasi standar.
- Memiliki fungsi sebagai alat bantu bagi pendidik dalam menerapkan kurikulum yang berlaku pada proses belajar mengajar atau kondisi belajar mengajar (KBM).
- Dipergunakan sebagai sarana untuk memajukan karir dan status penulisnya.
- Dapat mendukung dosen, guru, atau pendidik dalam proses pembelajaran.
- Dapat membantu pendidik dalam mempersiapkan atau menyajikan materi selama kelas.
- Buku ajar memiliki keuntungan memungkinkan lebih banyak waktu yang ditentukan untuk membimbing mahasiswa dan pembelajaran mahasiswa.
- Adanya buku ajar menjadikan mahasiswa mandiri tanpa adanya kehadiran dari dosen, guru, atau pendidik.
- Dapat meningkatkan motivasi untuk pengembangan diri seorang siswa, pelajar, atau mahasiswa khususnya dalam memahami materi yang terdapat dalam buku tersebut.
- Pemahaman buku ajar baik dari segi kegunaan maupun kegunaannya dirancang untuk membantu mahasiswa mengimplementasikan kurikulum. Sebab, selain silabus, buku ini didasarkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Garis Besar Program Studi (GBPP), yang disebut silabus.
- Memiliki keunggulan dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mereview pelajaran dan mempelajari materi baru.
- Membantu memberikan pengetahuan dan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa serta dosen.
- Buku ajar memiliki keuntungan dapat meningkatkan nilai poin kredit untuk memudahkan kenaikan jabatan dan pangkat penulisnya.
- Menjadi sumber pendapatan tambahan setelah buku diterbitkan.
- Berfungsi sebagai pedoman bagi pengajar atau dosen dalam menentukan metode pengajaran.
Sangat banyak bukan manfaat dan fungsi yang diberikan oleh Buku Ajar. Tentu dengan hal tersebut maka kita perlu meningkatkan pembuatan dan penerbitan buku ajar.Akan tetapi jangan lupakan jika kita juga perlu mengenali ciri-ciri yang dimiliki oleh buku tersebut juga.
Ciri-Ciri Buku Ajar
Jika kita ketahui, buku memiliki ciri-cirinya tersendiri yang terkandung pada buku tersebut. Begitu pula pada buku ajar. Buku ini memiliki ciri tersendiri yang bisa membangun dirinya menjadi buku ajar, yakni:
- Buku ajar adalah hasil buah pemikiran atau penelitian dalam bidang kajian tertentu.
- Menggunakan bahasa yang komunikatif di dalamnya agar mudah dipahami.
- Berisikan tujuan pembelajaran dan tujuan penilaian.
- Buku ajar setidaknya memiliki minimal 40 halaman tertulis dalam format UNESCO.
- Buku perlu diterbitkan dan didistribusikan.
- Isi buku tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.
- Ditulis oleh dosen atau ahli dalam bidang tertentu.
Ciri yang terdapat dalam buku perlu diperhatikan dengan seksama agar kita tidak menyalahi aturan buku yang sedang dibuat. Dalam membuat buku terdapat juga tahapan-tahapan yang perlu dilakukan agar dapat menyelesaikannya dengan baik.
Tahapan Membuat Buku Ajar
Terdapat beberapa tahapan yang dapat kita lakukan untuk membuat buku ajar. Tahapan-tahapan tersebut adalah:
1. Melakukan peninjauan kurikulum
Tinjauan kurikulum merupakan salah satu dasar penting dalam membuat buku ajar. Kurikulum yang diteliti berfungsi sebagai landasan filosofis. Setelah ditinjau, kurikulum yang mendasari dikembangkan lebih lanjut. Landasan pembelajaran tercermin dalam pendekatan pembelajaran, tujuan pendidikan, isi, prosedur, pengalaman belajar untuk mencapai tujuan, dan metode penilaian.
2. Membangun silabus
Silabus disusun untuk memberikan tiga fungsi yakni pedoman, pemeliharaan dan pengembangan, serta evaluasi proses belajar mengajar. Sebagai pedoman, silabus menguraikan pokok/sub topik yang dibahas, baik yang sudah selesai maupun yang belum selesai.
Selain itu, ada juga kesepakatan tentang bagaimana proses belajar mengajar akan dilakukan, bagaimana alokasi waktu, dan sumber belajar apa yang akan digunakan. Dalam bagian perawatan dan pengembangan membutuhkan koherensi, urutan, dan relevansi proses belajar mengajar, serta konektivitas dan keberlanjutan dengan program lain. Tidak hanya itu, penilaian harus berkaitan dengan proses dan penilaian hasil belajar mahasiswa, serta evaluasi kinerja dosen.
Untuk mengukur kinerja dosen, kita harus terlebih dahulu mengukur hasil belajar mahasiswa. Hasil belajar mahasiswa dapat dicapai melalui partisipasi kelas, baik hadir maupun mengikuti diskusi kelas. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan nilai untuk ulangan harian dan kuis, tugas individu dan kelompok, ujian tengah semester dan ujian akhir.
Silabus juga harus berisikan beberapa landasan dasar. Ada tiga landasan utama yang harus dimasukkan dalam silabus. Pertama, kurikulum harus memuat deskripsi mata kuliah dan isinya selama satu semester. Ruang lingkup presentasi kita harus ringkas, jelas, dan padat.
Maka kita memerlukan tujuan umum yang dapat dijelaskan bersama dengan deskripsi kursus kits. Kita juga harus meningkatkan keterampilan teknis yang dimiliki. Silabus juga harus disertai dengan identitas yang jelas seperti nama program, jumlah sks, program/jurusan/fakultas, dosen, semester/tahun.
3. Mengorganisasikan buku
Buku-buku pelajaran disusun menurut urutan buku umum. Sebuah buku ajar terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup. Saat menata buku, kita juga harus memperhatikan penulisan yang baik dan benar. Sebagai penulis, kita wajib mengikuti aturan penulisan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).
Dalam hal ini, kita harus menggunakan bahasa yang kaku dan tidak spesifik. Kita juga harus merangkai kata-kata yang akan digunakan untuk membentuk kalimat atau paragraf komunikatif. Hal ini perlu dilakukan karena dapat mempengaruhi pemahaman mahasiswa tentang isi teks.
4. Menentukan bahan atau materi
Tentunya pemilihan materi harus disesuaikan dengan kurikulum. Materi yang dipilih harus mengandung relevansi dengan menggunakan kata dan frasa yang dapat membangkitkan dorongan serta apresiasi terhadap tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan tersebut meliputi beberapa hal berikut ini.
- Etika dan kohesi sosial
- Kebhinekaan
- Kesadaran akan keragaman sosial
- Pengembangan kecerdasan logika
- Pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, seni dan teknologi
- Mengasah kehalusan rasa dan kepekaan terhadap lingkungan
Selanjutnya, substansi yang dipilih juga harus relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Materi harus disajikan dengan mengikuti kemajuan, perubahan teknologi, dan ketersediaan informasi yang kaya. Selain itu, materi ini juga harus digunakan dalam kehidupan sosial untuk mengukur kepekaan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan sekitar.
5. Menyajikan materi
Dalam menyajikan materi, kita harus memilih materi dan mengaturnya ke dalam bab-bab yang koheren. Penyajian materi dapat dikategorikan dari materi yang mudah ke materi yang lebih sulit. Dan jangan lupa untuk menyertakan ringkasan yang komprehensif dari isi buku.
Dalam penyajiannya, bahan ajar harus tetap relevan dengan inti isi kurikulum. Kita dapat menyisipkan rencana presentasi untuk kuliah ke dalam tabel. Rancangan tersebut meliputi urutan sesi, topik/subtopik, waktu, referensi dan rujukan, metode dan peran pembelajaran, serta tugas mahasiswa. Juga termasuk latihan untuk mengukur kinerja mahasiswa dan daftar pustaka untuk referensi lengkap.
10 Karakteristik Buku Ajar Yang Baik
Untuk membangun buku ajar yang baik, sangat penting bagi kita untuk memperhatikan karakteristik penyusunnya. Karakteristik-karakteristik pada buku ajar yang baik meliputi dari:
1. Harus berisi konten yang sesuai dan disajikan secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Dari segi isi, buku harus sesuai dengan kurikulum. Kurikulum tersebut mencakup setidaknya tujuan/keterampilan yang ingin dicapai, metode dan aspek proses pembelajaran yang telah terbukti.
3. Penulisan buku ajar harus terorganisir dengan baik, tidak hanya untuk satu mata kuliah saja, tetapi untuk seluruh rangkaian mata kuliah yang diambil mahasiswa. Untuk alasan ini, pengulangan materi yang berlebihan karena duplikasi materi dalam kursus yang berbeda harus dihindari.
4. Buku ajar harus disusun secara sistematis dan sistematis. Kita harus mengikuti aturan penulisan akademik dalam pembuatannya.
5. Buku ajar harus ditulis dalam bahasa yang mudah dicerna dan dipahami mahasiswa. Pastikan tingkat keterbacaan dalam buku cukup mudah untuk dipahami. Kalimat yang kita gunakan harus efektif, sederhana, lugas, sopan, menarik, dan sesuai dengan tingkat pemahaman target pembaca kita.
6. Format dan bentuk fisik bahan ajar harus memperhatikan ukuran, desain sampul, desain tata letak isi, bentuk dan ukuran font, ilustrasi, warna, komposisi, jenis dan ukuran kertas, penjilidan, dan lain sebagainya. Format dan bentuk fisik bahan ajar harus sesuai dengan aturan dan menarik sehingga akan mendorong minat pembaca untuk membaca, mempelajari, dan memiliki bahan ajar tersebut.
7. Perkembangan kognitif pembaca perlu diperhatikan agar pembaca dengan kemampuan kognitif rata-rata dapat membacanya dengan baik.
8. Buku ajar harus mampu memotivasi pembacanya untuk belajar. Buku yang baik adalah buku yang dapat menginspirasi pembaca untuk memperhatikan apa yang mereka pelajari.
9. Buku ajar harus mendorong pembaca untuk mengembangkan pola belajar mereka sendiri. Memiliki ilustrasi yang relevan, sesuai, dan menarik memungkinkan pembaca kita untuk belajar secara mandiri.
10. Isi buku harus menghormati norma, nilai, etika, dan tatanan moral yang berlaku dan berlangsung dalam kehidupan sosial.
Yups, jadi itu tadi adalah pengertian, ciri-ciri, hingga karakteristik buku ajar yang baik. Tentu saja itu semua perlu kita ketahui sebelum memulai penulisan buku ajar sehingga dapat terpenuhi dengan baik kualitas buku yang kita buat.
Demikian artikel mengenai Kenali 10 Karakteristik Buku Ajar yang Baik! apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk buku bahan ajar ataupun untuk keperluan lain dapat menghubungi admin RuangBuku.
