RuangBuku.id – Kami melayani jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Kriteria Penilaian Kredit Poin pada Monograf.
Hai Guys! Apa kalian sedang bingung karena mempunyai kewajiban untuk membuat buku monograf? Lalu, kalian mengalami kesulitan untuk memulainya dari mana? Jika iya, kalian tenang saja, hampir semua orang jika berada di posisi kalian pasti akan merasakan permasalahan yang sama seperti yang kalian alami saat ini.
Mengapa sih pemerintah mewajibkan dosen atau praktisi ahli untuk menulis suatu buku? Salah satu alasannya adalah karena menulis dipergunakan sebagai salah satu sumber belajar yang telah dirancang. Sama seperti ketika kita akan menulis buku monograf. Menulis buku monograf juga merupakan salah satu cara menciptakan karya tulis dalam bentuk buku dengan mengemukakan suatu hasil dari penelitian secara original. Jadi, jika pada saat hasil penelitian tersebut kurang atau tidak jelas keasliannya, maka perlu dipertanyakan dengan jelas penelitian tersebut.
Perlu kita ketahui bersama ya Guys, terdapat beberapa syarat untuk melakukan kegiatan penelitian original, yakni diulas lebih mendalam, menyeluruh, dan membahas pada hanya satu bidang ilmu saja. Yang menarik dari kegiatan penelitian ini adalah terkadang kita membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya agar dapat terjamin otoritas penulisannya dalam aspek keilmuan.
Pada dasarnya, monograf memiliki kesamaan dengan buku referensi, yakni sama-sama karya tulis dari hasil penelitian. Hanya saja, bila suatu buku referensi digunakan untuk kredit poin maka nilai yang akan didapat adalah 40 poin, dan jika pada suatu buku monograf akan mendapatkan nilai 20 poin.
Kembali ke topik awal tadi ya Guys, mari kita akan ulas bersama tentang bagaimana cara menulis monograf yang baik dan tepat menurut poin-poin berikut!
1. Kode Etik Menulis Buku Monograf
Pada dasarnya, menulis buku monograf dapat ditujukan untuk mengembangkan sistem instruksional agar nantinya tidak hanya bertujuan diperuntukkan sebagai pembelajaran formal melainkan juga untuk mencapai tujuan pendidik.
Lalu apa saja ya Guys dasar yang perlu dipersiapkan pada saat kita akan menulis buku monografi? Karena pada dasarnya, bagi seorang dosen pastilah memilki kode etik yang perlu diperhatikan sebelum mulai membuat buku.
Yang pertama adalah minimal kita memahami etika ilmiah dalam menulis buku. Lalu yang kedua, menjunjung kehormatan sebagai dosen atau sebagai seorang penulis yang memiliki kapasitas intelektual tinggi. Selanjutnya atau yang ketiga adalah menjunjung tinggi hak, penemuan, dan pendapat yang disampaikan oleh penulis lain.
Pada bagian keempat, tentunya penting juga untuk kita menjunjung kejujuran. Yang dimaksud dari bagian keempat adalah dengan menghindari plagiarisme dan semacamnya, atau singkatnya adalah menjunjung keaslian karya tulis. Maka dari itu, secara tidak langsung penulis dituntut agar dapat menulis dengan teliti dan cermat.
Yang kelima, menjaga kredibilitas sumber dan kebenaran data yang kita cantumkan dalam karya tulis kita. Termasuk pula untuk bertanggungjawab terhadap tulisan. Lalu yang terakhir, sifatnya wajib untuk mengikuti GFA yang sesuai dengan aturan dan terbuka terhadap kritik masukan.
2. Jenis Pelanggaran Menulis Monograf
Jadi Guys, terdapat beberapa jenis pelanggaran ilmiah dalam menulis buku monograf dan penulisan yang lain. Contohnya seperti fabrication, falsification, plagiarism dan autoplagiarism. Apa saja pengertiannya?
- Fabrication
Istilah ini merujuk pada kesalahan atau upaya untuk memalsukan hasil riset. Jadi seorang penulis akan berupaya dalam memalsukan hasil data yang tidak sesuai fakta. Cara seperti ini sesungguhnya sangat dihindari dan sangat ditentang.
- Falsification
Bisa disebut juga dengan falsifikasi data, merupakan suatu upaya dari penulis untuk memalsukan data riset dan hasil data sesuai keinginannya. Pada peneliti falsifikasi data, si penulis lebih menekankan pada pemenuhan ego pribadi, yakni untuk menyesuaikan dengan kesimpulan dari hasil penelitiannya. Nah, cara seperti ini juga merupakan sebuah kesalahan yang harus dihindari.
- Plagiarism
Pastinya kita sudah familiar mendengar istilah ini. Plagiarism atau plagiarisme merupakan suatu upaya untuk mengambil kata-kata atau kalimat milik orang lain tanpa mencantumkan sumber asalnya.
- Autoplagiarism
Pelanggaran lain yang juga biasa terjadi dalam menulis buku monograf atau suatu karya tulis adalah tindakan autoplagiarism atau melakukan pelanggaran ringan. Ketika autoplagiarism yang sifatnya kecil ini akan digunakan pada kepentingan karya ilmiah yang diperuntukkan untuk menambah angka kredit JAFG, maka nantinya akan berubah menjadi pelanggaran berat dan dampaknya karya yang akan kita buat akan gugur.
3. Menguasai Aturan Kenaikan Jabatan Akademik Monograf
Syarat menguasai penulisan buku monograf yang diperuntukkan untuk kenaikan jabatan akademik memanglah sangat penting. Maka dari itu, karena pentingnya tujuan pembuatan buku tersebut, maka kita harus menggunakan aturan yang sesuai. Lalu, apa saja aturan yang ada?
- Buku monograf haruslah disusun sesuai dengan keilmuan dari penulis. Jadi, buku tersebut harus benar-benar ditulis oleh penulis yang ahli dalam bidangnya dan tidak sembarang orang bisa menulis buku tersebut.
- Sumber penelitian atau hasil penelitian yang dilakukan harus diambil dari pemikiran original si peneliti atau si penyusun buku.
- Buku monograf disusun minimal 40 halaman dan menggunakan format UNESCO dengan ukuran standar 15 cm x 23 cm. Semakin banyak jumlah halaman, semakin jelas pula isinya.
4. Penilaian Buku Monograf untuk Kredit Poin
Masuk pada bagian keempat, adapun komponen dari penilaian buku monograf memiliki poin maksimal 20 poin untuk angka kreditnya. Jika dilihat dari kelengkapan unsur isi, maka akan memperoleh nilai sebanyak 20% yang terdiri dari jumlah halaman. Untuk buku monograf yang jumlah halamannya antara 40 hingga 80 halaman akan mendapatkan nilai absolut 0,5. Sedangkan untuk monograf dengan jumlah halaman antara 81 antara 100 maka akan mendapatkan nilai 1. Semakin banyak jumlah halaman yang ada, misalnya 101 hingga 150 halaman maka bisa mendapatkan nilai 1,5 dan jika lebih dari 151 halaman maka akan mendapatkan nilai 2.
Pada komponen penilaian yang lainnya adalah dilihat dari segi ukuran buku. Jika buku monograf dibuat dengan ukuran standar maka akan mendapatkan nilai 2, sedangkan jika dibuat tidak sesuai dengan standar maka hanya akan mendapatkan nilai 1.
Nah, khusus untuk komponen penilaian di ruang lingkup kedalaman pembahasan, jika monograf disusun secara lengkap dengan meliputi kelengkapan sistematika pembahasan, kontribusi keilmuan, dan substansi satu bidang ilmu, maka akan mendapatkan nilai 6.
Selain penilaian berdasar komponen-komponen tersebut, masih ada komponen yang lain seperti dari melihat kecukupan dan kemutakhiran dari data, informasi, serta metodologi juga. Jika kemutakhiran lengkap, nilai maksimal yang bisa didapat adalah 6. Monograf dapat dikatakan lengkap apabila monograf memenuhi kelengkapan kuantitas dan kualitas referensi, ketetapan dan akurasi metodologi, serta dukungan data atau kemutakhiran teori.
Selain itu, asal usul si penerbit juga akan mendapatkan nilai juga lho. Khusus untuk penerbit yang berkualitas dan terpercaya maka akan mendapatkan nilai 2, dan jika buku tersebut diterbitkan pada penerbit komersial maka akan mendapatkan nilai 1.
Sebuah buku monograf akan mendapatkan nilai tambahan jika dalam buku tersebut memiliki ISBN di dalamnya. Akan tetapi, jika kita ingin menambah poin lagi, kita bisa menyebarluaskan buku monograf kita ke nasional dan akan mendapatkan nilai 1, sedangkan jika kita pasarkan pada pasar lokal akan mendapat nilai 0,5.
Nah, jadi itu tadi Guys kriteria penilaian kredit poin pada monograf dan beberapa elemen penting yang ada di dalamnya. Setelah mengulas bersama mengenai kriteria penilaian kredit poin tersebut, kita harus bisa memperhatikan tiap-tiap poin di dalamnya. Sebagai catatan kecil, dalam menulis buku monograf yang diambil dari hasil disertasi ataupun tesis, tetapi jika akan digunakan untuk mengusulkan naik jabatan, maka monografi tersebut tidak dapat dinilai.
Dari poin-poin yang sudah dijelaskan di atas, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua ya Guys. Dan semoga dapat membantu kita dalam mempermudah membuat buku monograf!
Demikian referensi buku monograf dengan judul Kriteria Penilaian Kredit Poin pada Monograf apabila membutuhkan layanan jasa self publishing, jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa editing buku untuk bahan ajar ataupun untuk keperluan lain Dapat menghubungi admin RuangBuku.
